Pelajar NU Latihan Membuat "Crop Circle"

Pelajar NU Latihan Membuat "Crop Circle"

Fenomena “crop circle” yang muncul di Sleman Bantul menjadi inspirasi Madrasah Ibtidaiyah NU Matholibul Ulum Desa Kedungsari Gebog Kudus mempraktekkan pada anak didiknya. Jum’at (28/1) kemarin, Sekitar 30 pelajar kelas VI MINU tersebut memraktikkan pembuatan "crop circle" atau lingkaran tanaman dengan pola unik di lahan kosong desa setempat. Dalam prakteknya, mereka menggunakan media yang sederhana, yakni tali raffia, pasak bamboo dan kelompen dari papan.

Seorang guru Matematika dan IPA kelas VI MI Matholibul Ulum Kudus, Anshori, mengatakan, membuat "crop circle" ini merupakan bagian dari penerapan teori ilmu bangun yang selama ini diajarkan di sekolahnya.

Maulana Jalaluddin Rumi - Samudera Spiritual Zaman

Sumber: REPUBLIKA – Selasa, 12 Agustus 2008. (penulis : hri)

Kepanikan melanda Asia Tengah antara tahun 1215-1220 M. Di tengah situasi nan mencekam, penduduk kota Balkh, Afghanistan, berbondong-bondong mengungsi. Mereka bergegas meninggalkan tanah kelahirannya untuk menyelamatkan diri dari kebiadaban pasukan tentara Mongol. Pasukan Hulagu Khan itu dengan membabi buta menghancurkan kota-kota Islam di wilayah Khurasan Raya.

Sebuah keluarga ulama terkemuka bernama Bahauddin Walad Muhammad bin Husain kemudian memutuskan untuk hijrah ke Anatolia. Di tengah perjalanan, sebuah keajaiban terjadi pada keluarga itu. Saat melintasi Kota Nishapur, Iran, keluarga itu bertemu dengan seorang penyair Persia terkemuka, Fariduddin Attar.
PBNU Kerjasama dengan Surya Institute, di GIPIKA (Gerakan Ibu Pandai
Matematika)

PBNU Kerjasama dengan Surya Institute, di GIPIKA (Gerakan Ibu Pandai Matematika)

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan Surya Institute untuk meningkatkan pendidikan matematika dan sains pada berbagai institusi pendidikan, baik pesantren maupun sekolah umum yang berada dibawah naungan Maarif NU dan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI).

Penandatanganan dilakukan oleh KH Said Aqil Siradj dan Prof Dr Johannes Surya. Keduanya berharap dengan kerjasama ini, mampu mempercepat upaya menghasilkan 30 ribu Doktor di Indonesia di tahun 2030 untuk mencapai Indonesia sejahtera.

Kategori

Kategori