PB NU akan Bentuk Organisasi Mahasiswa

PB NU akan Bentuk Organisasi Mahasiswa

Pengurus Besar Nahdatul Ulama berencana segera membentuk barisan organisasi mahasiswa yang akan berada dibawah koordinasi organisasi tersebut sejak lepasnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). PBNU menilai, usai lepasnya PMII dari NU, gerakan mahasiswa tersebut semakin liar dan tidak terarah.

“Dulu kan PMII melepaskan diri karena NU berpolitik. Setelah NU tidak berpolitik kenapa tidak kembali? Ternyata selama PMII tidak di bawah kontrol NU semakin terkesan liar dan tidak terkonsep,” kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj pada penutupan Rapat Pleno Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PBNU di Pondok Pesantren Krapyak Bantul, Yogyakarta Senin 28 Maret 2011.
Kritisi Kolonialisasi Keberagamaan dan Kebangsaan

Kritisi Kolonialisasi Keberagamaan dan Kebangsaan

Tidak dipungkiri bahwa kolonialisasi keberagamaan terjadi karena keragaman agresifitas terkait dengan deviasi perspektif dalam memandang persoalan pluralitas, apresiasi terhadap minoritas, hubungan antar umat beragama, dan antar umat Islam. Perbedaan pola pandang terjadi dalam urusan domestik sampai tingkat global.

Keragaman sikap secara ekstrem mencuat dalam mencermati urusan Islam transnasional, keberadaan Ahmadyah, krisis Palestina-Israel, ketegangan Iran dan Irak versus Amerika Serikat dan sekutunya, dan mutakhir tentang krisis Timur Tengah dengan segala intervensi asing yang terjadi.
PBNU Pertegas Kembali ke Pesantren

PBNU Pertegas Kembali ke Pesantren

Muktamar sudah setahun berlalu. Dalam jargon kepemimpinan PBNU 2010-2015: ‘Kembali ke Pesantren’, akan dibahas dalam Rapat Pleno 2011 PBNU yang diselenggarakan di Ponpes Krapyak Yogyakarta, 27-28 Maret 2011.

Penyelenggaraan Pleno kali ini bersamaaan dengan suasana sosial-politik kebangsaan yang sungguh menuntut penguatan fungsionalisasi PBNU sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar untuk menjawab amanat Muktamar, sekaligus menantang Kontekstualisasi Kebangsaan Aswaja (KKA), baik internal maupun eksternal.

“Pada tingkat internal, tata-organisasi, konsolidasi kelembagaan, kaderisasi, dan penguatan-pembakuan ajaran (tahqiq) dan Garis Besar Haluan NU adalah tuntutan publik Nahdliyin yang sangat mengemuka,” tandas Ketua steering commeette (SC) Prof Dr H M Maksum Mahfudz di Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta, Kamis (24/3).
KH Nahrowi Dalhar

KH Nahrowi Dalhar

Kiai Haji Nahrowi Dalhar atau Mbah Dalhar dikenal sebagai ulama yang mumpuni. Belum lama ini sosok Kiai Ahmad Abdul Haq meninggal dunia. Kiai kharismatik ini adalah putra dari kiai Dalhar yang juga dikenal sebagai salah satu wali yang masyhur di tanah Jawa. Mbah Dalhar begitu panggilan akrabnya adalah mursyid tarekat Syadziliyah dan dikenal sebagai seorang yang wara’ dan menjadi teladan masyarakat.

Kiai Haji Dalhar , Watucongol, Magelang dikenal sebagai salah satu guru para ulama. Kharisma dan ketinggian ilmunya menjadikan rujukan umat Islam untuk menimba ilmu. Mbah Dalhar , begitu panggilan akrabnya adalah sosok yang disegani sekaligus panutan umat Islam, terutama di Jawa Tengah. Salah satu mursyid tarekat Syadziliyah ini dikenal juga menelorkan banyak ulama yang mumpuni.

Mbah Dalhar dilahir kan pada 10 Syawal 1286 H atau 10 Syawal 1798 – Je (12 Januari 1870 M) di Watucongol, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Lahir dalam lingkungan keluarga santri yang taat. Sang ayah yang bernama Abdurrahman bin Abdurrauf bin Hasan Tuqo adalah cucu dari Kyai Abdurrauf. Kekeknya mbah Dalhar dikenal sebagai salah seorang panglima perang Pangeran Diponegoro. Adapun nasab Kyai Hasan Tuqo sendiri sampai kepada Sunan Amangkurat Mas atau Amangkurat III. Oleh karenanya sebagai keturunan raja, Kyai Hasan Tuqo juga mempunyai nama lain dengan sebutan Raden Bagus Kemuning.
Sholat Ibrani & Sholat al-Masihiyah

Sholat Ibrani & Sholat al-Masihiyah

Sholat Ibrani adalah sholat yang dilakukan oleh umat Nabi Musa sampai pada masa Nabi Dawud. Sedangkan Sholat al-Masihiyah adalah sholat yang dilakukan oleh umat Nabi Isa. Kedua sholat inilah yang diretradisikan ulang oleh Islam menjadi Sholat seperti yang kita kenal dengan sedikit variasi dari versi sholat agama samawi lain yang telah banyak termodifikasi secara kotor.

Contoh shalat Ibrani:
Adin Jauharuddin Ketua Umum PB PMII 2011-2013

Adin Jauharuddin Ketua Umum PB PMII 2011-2013

Adin Jauharudin akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum PB PMII periode 2011-2013 dengan perolehan 90 suara dari 221 suara yang diperebutkan. Pemilihan berlangsung dua putaran dan pada putaran pertama hanya mengantongi 66 suara. Dia tertinggal dari Mahbub Zaki yang 81 suara, tapi kandas di putaran kedua dengan hanya memperoleh 47 suara dan Dwi Satya Afriza yang memperoleh 50 suara.

Sesaat setelah terpilih pada Kamis (17/3) malam Adin menyampaikan 'Pidato Iftitah' kepemimpinannya sebagai Ketua Umum PB PMII periode 2011-2013. Dia disambut meriah dengan gegap-gempita pendukungnya mengiringi setiap kata-kata yang dia sampaikan kepada seluruh PC PMII se-Indonesia.
#17an di Twitter Bentuk Perlawanan Atas Sikap Intoleran?

#17an di Twitter Bentuk Perlawanan Atas Sikap Intoleran?

Jakarta, NU Online
Siapa ingin menguasai dunia maka harus menguasai media. Maka tak heran jika sempat beredar informasi bahwa PKS menyerukan kader-kadernya untuk memenuhi Facebook dan Twitter, karena kedua layanan tersebut merupakan pemimpin sosial media yang sedang tren saat-saat ini.

Namun hal itu tampaknya akan mendapatkan perlawanan. Karena sejumlah orang diantaranya dua putri Gus Dur, Alissa Wahid dan Inayah, menggalang dukungan untuk Indonesia yang toleran lewat kampanye hastag #17an. Tak disangka, hastag #17an tersebut disambut ribuan orang dan menjadi pemuncak trending topic Twitter Indonesia pada pk. 17.00 hingga 19.00 lebih.
KH. Tubagus Muhammad Falak

KH. Tubagus Muhammad Falak

KH. Tubagus Muhamad FalakKH. Tubagus Muhammad Falak bin KH. Tubagus Abbas adalah seorang kiai kharismatik yang dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan pesantren dan kemudian dikenal luas Oleh kalangan

masyarakat sebagai pemimpin rohani dalam gerakan sufi sebagai mursyid Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah yang mengambil ijazah langsung dari Syekh Abdul Karim Banten.

Beliau adalah tokoh agama yang dikenal pula karena keahliannya dalam ilmu kasyaf yang memiliki kedalaman ilmu agama dan memiliki keluhuran budi pekerti yang secara langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
Ribuan Jamaah Thariqoh Peringati Haul Syeikh Abdul Qodir

Ribuan Jamaah Thariqoh Peringati Haul Syeikh Abdul Qodir

Rabu (16/3) pagi kemarin, Ribuan jamaah Thariqoh Qodiriyah wan Naqsabandiyah memenuhi pondok pesantren Manbaul Falah Piji Dawe Kudus. Mereka yang datang dari daerah Kudus, Jepara, Demak dan Pasuruan Jawa timur itu mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul Syeikh Abdul Qodir Jaelani.

Sejak pukul 08.00 wib, para jamaah bermunajat mendekatkan diri kepada Allah dengan dzikir dan sholawat. Dengan khusuk pula, mereka mendengarkan khataman Raatibul Hadad dan manaqib syeikh Abdul Qodir Jaelani yang dibacakan KH Afandi Siddiq dan K Amin Kurdi Shiddiq serta doa KH Asnawi Fauzan dari Pasuruan.

Kategori

Kategori