KyaiPedia: KH Ali Ma'shum

KyaiPedia: KH Ali Ma'shum

Kiai Ali lahir pada 15 Maret 1915 di Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Ia putra Kiai Ma`shum, pemimpin Pesantren Al-Hidayah, Soditan, Lasem Rembang, Jawa Tengah.

Ketika usianya menginjak 12 tahun, Ali dikirim ke Pesantren Termas, Pacitan, Jawa Timur, pesantren terbesar dan termasyhur kala itu selain Tebuireng, Jombang, dan Lasem sendiri. Di Termas ia berguru kepada Syaikh Dimyathi At-Tarmasi, adik Syaikh Mahfudz At-Tarmasi, ulama besar Nusantara yang mengajar di Masjidil Haram.

Sebagai putra kiai kondang, sejak kecil Ali telah digembleng dengan dasar-dasar ilmu agama. Sehingga, ketika delapan tahun belajar di Termas, ia sama sekali tak menemukan kesulitan. Ia mendapat perhatian istimewa dari Syaikh Dimyathi. Sejak awal mondok, Ali diizinkan gurunya mengikuti pengajian bandongan, yang biasanya hanya diikuti santri-santri senior. Bahkan ia dibiarkan membaca kitab-kitab karya ulama pembaharu, yang tidak lazim dipelajari di pesantren salaf. Syaikh Dimyathi menilai, Ali Ma’shum sudah memiliki dasar keilmuan yang cukup kuat, sehingga bacaan-bacaan itu tidak akan mempengaruhinya, bahkan justru akan memperluas pandangannya.

Segala kelebihan Ali Ma’shum itu tidak terlepas dari kepandaiannya dalam ilmu bahasa Arab, yang di atas rata-rata.

Sekembali dari Termas, Ali membantu ayahnya mengasuh pesantren mereka di Lasem. Tak lama kemudian ia dinikahkan dengan Hasyimah binti Munawir, putri pemimpin Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Sebulan setelah pernikahan, ia pergi haji.

Selain berhaji, selama dua tahun bermukim di Makkah, Ali juga belajar kepada ulama besar Tanah Suci, Sayyid Alwi Al-Maliky dan Syaikh Umar Hamdan.

Ketika Kiai Ali kembali dari Makkah, tahun 1941, kondisi tanah air kacau balau. Penjajah Jepang baru saja masuk. Seperti pesantren-pesantren lain, Pesantren Lasem pun sepi, ditinggal para santrinya.
Dengan usaha Kiai Ali yang gigih, perlahan pesantren yang didirikan ayahandanya itu kembali menggeliat bangkit.

Namun baru dua tahun ia memimpin Pesantren Lasem, ibu mertuanya datang dan minta dirinya pindah ke Krapyak, Yogyakarta, untuk memimpin pesantren yang baru saja ditinggal wafat Kiai Munawir.
Sentuhan tangan dinginnya berhasil menghidupkan kembali Pesantren Krapyak. Bersama ipar-iparnya, ia meneruskan kepemimpinan Kiai Munawir hingga Pesantren Krapyak kembali berkembang pesat dan dikenal luas. 
PBNU: Nabi Saja tak Pernah Memproklamirkan Negara Islam

PBNU: Nabi Saja tak Pernah Memproklamirkan Negara Islam

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menilai pihak-pihak yang ingin mengubah bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai orang-orang yang pikirannya keliru atau "keblinger".

Ditemui usai membuka acara Rembug Nasional dan Rakernas Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) di Jakarta, Jumat, Said Aqil menyatakan, bentuk NKRI dipilih para pendiri bangsa, termasuk para ulama, melalui pemikiran dan pertimbangan yang matang.

"Anak kemarin sore kok mau mengubah hasil pendiri bangsa," kata Said Aqil menanggapi adanya kelompok yang ingin menghidupkan kembali cita-cita Negara Islam Indonesia (NII). Dikatakannya, bagi NU, bentuk NKRI sudah final. Indonesia bukan negara agama, melainkan negara damai (darussalam).
Harlah 77 GP Ansor: GP Ansor NU Selalu Siap saat dibutuhkan

Harlah 77 GP Ansor: GP Ansor NU Selalu Siap saat dibutuhkan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid, menyatakan, semangat perjuangan Ansor yang sudah berumur 77 tahun tidak akan pernah luntur. "Sebagai organisasi kepemudaan tertua di Indonesia, kita harus selalu siap memberikan pertolongan kepada bangsa ini saat dibutuhkan." jelas nusron.

Hal itu disampaikannya pada peringatan Harlah ke-77 Ansordi Objek Wisata Benteng Portugis, Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jumat (22/4) sore. Kegiatan ini dihadiri ribuan kader Ansor dari berbagai daerah.

Dalam kegiatan yang diisi dengan istighotsah itu Nusron Wahid juga meminta masyarakat turut berdoa agar korupsi segera lenyap. Dengan demikian, minyak bumi dan batu bara tidak diekspor dengan harga murah, dan Indonesia tidak kekurangan bahan bakar untuk pembangkit listrik.
Habib Ahmad Zein Alkaff: Selamatkan Umat dari Radikalisme

Habib Ahmad Zein Alkaff: Selamatkan Umat dari Radikalisme

Ide pendirian NII (Negara Islam Indonesia) di Indonesia selalu datang dari kelompok Islam yang berhaluan keras. Salah satu modus mereka menculik dan mencuci otak anak-amak muda untuk bergabung dengan kelompok mereka.

Demikian disampaikan Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, Habib Achmad Zein Alkaf, di Surabaya, Kamis (21/4) menanggapi kasus penculikan dan cuci otak terhadap beberapa mahasiswa di Malang yang disinyalir dilakukan oleh kelompok NII.

Habib Achmad menjelaskan, NII dalam sejarahnya adalah sempalan gerakan Islam dalam sejarah Indonesia berhubungan dengan pendirian Kartosuwiryo, tokoh sejarah yang meyakini hubungan antara Islam dengan praktik pembentukan negara.
Pagelaran Musik Jazz oleh Lesbumi NU

Pagelaran Musik Jazz oleh Lesbumi NU

Pimpinan Cabang Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU kabupaten Jepara, Rabu malam (20/4) kemarin menggelar pentas musik Jazz di beranda gedung NU, Jalan Pemuda No.51. Pentas musik beraliran jazz tersebut dipersembahkan oleh Sangkakala, grup musik gereja GITJ Sukodono. Selain Sangkakala yang turut memeriahkan pementasan malam tersebut adalah monolog “Panggil Aku Kartini”, pembacaan puisi santri “Hasyim Asyari” Bangsri dan Cupu-Cupu band.

Menurut ketua PC Lesbumi NU Jepara, M Nuh Thobroni kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Kartini yang diperingati setiap 21 April. “Kegiatan ini bertujuan untuk memeriahkan hari Kartini,” katanya saat ditemui NU Online disela-sela kegiatan.
Aliran Sesat di Cilacap Merebak Lagi

Aliran Sesat di Cilacap Merebak Lagi

Merebaknya aliran Komunitas Millah Abraham (Komar) ditanggapi serius oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cilacap Selatan, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat serta pihak kepolisian.

Aliran Komar yang saat ini sedang berkembang di wilayah Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, dan Cilacap Utara. Dalam ajarannya, para pengikut Komar diperbolehkan untuk tidak menjalankan shalat lima waktu dan puasa Ramadhan.

Para pengikut Komar berkeyakinan penuh bahwa ajaran Muhammad menyambung kepada Yesus. Sedangkan ajaran Yesus menyambung kepada Musa, karena mereka adalah anak-anak Abraham.

Ketua MUI Kecamatan Cilacap Selatan KH Muhammad Mudasir meminta masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis yang melanggar hukum terhadap aliran ini.

"Kami akan mengidentifikasi para pengikut aliran Komar secara lengkap dan menyeluruh," ujar Ketua MUI Cilacap Selatan, di Pondok Pesantren Al Ihya Uluumadin, Kamis (21/4), seperti dikutip kontributor NU Online Suryo Pranoto.

KH Mudasir mengatakan, identifikasi itu di antaranya menyangkut data keluarga maupun aktifitas keseharian para pengikut aliran tersebut. Dengan demikian, pihaknya akan lebih mudah dalam mengawasi dan melakukan pembinaan terhadap para pengikut aliran Komar.

Kapolsek Cilacap Selatan, AKP Zudi Perawata. berharap, masyarakat dapat bersama-sama menjaga kondusifitas daerah. Zudi menambahkan, pihaknya pun akan terus melakukan penyelidikan terhadap keberadaan aliran tersebut dan para pengikutnya. Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan antisipasi supaya ajaran tersebut tidak tersebar luas dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Pelatihan Keadministrasian untuk Pengurus PCNU

Pelatihan Keadministrasian untuk Pengurus PCNU

Sadar masih banyak pengurus baru di tingkat MWC dan Ranting yang belum paham terhadap model pengelolaan tata administrasi NU, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan akan mengadakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) keadministrasian NU Jum'at besok (22/4).

Kegiatan Diklat yang dilaksanakan di Gedung Aswaja akan diikuti oleh seluruh utusan perwakilan lembaga, lajnah dan Banom NU tingkat cabang, kemudian MWC dan Ranting NU se Kota Pekalongan diharapkan akan meningkatkan kemampuan khususnya di bidang tata kelola administrasi yang lebih tertib.

"Saat ini memang banyak pengurus NU di MWC dan Ranting NU khususnya yang duduk di jajaran sekretaris belum tahu banyak tentang pedoman dan aturan keadministrasian NU, akibatnya mereka menggunakan sesuka hatinya, padahal NU telah memiliki pedoman administrasi yang telah dibakukan," ujar Kasiman Mahmud Desky, M.Ag Wakil Ketua PCNU Kota Pekalongan Bidang Organisasi kepada NU Online tadi siang.
Bentrok TNI vs Warga Setrojenar: Penangkapan KH Imam Zuhdi

Bentrok TNI vs Warga Setrojenar: Penangkapan KH Imam Zuhdi

KH Imam Zuhdi aktivis NU dari Desa Setrojenar Buluspesantren Kebumen, Jawa tengah, sampai saat ini masih ditahan di kantor Polres Kebumen, jalan Tentara Pelajar.

Imam Zuhdi dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat yang selama ini konsen mendampingi warga Setrojenar.

Kontributor NU Online di Kebumen Humam Rimba melaporkan Imam Zuhdi ditahan karena terus membela warga Setrojenar dari anarkhisme TNI. ini berkait dengan kerusuhan antara warga dengan TNI di Desa Setrojenar Sabtu (16/4). 
Istighosah Siswa Madrasah jelang UAN

Istighosah Siswa Madrasah jelang UAN

Ratusan siswa Madrasah Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik menggelar istighotsah. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka persiapan pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA, Madrasah Aliyah, dan SMK yang akan digelar mulai besok, Senin (18/4).

Sejumlah siswa terlibat doa istighotsah merupakan siswa gabungan dari kelas IPA, IPS, dan Bahasa. Selain memanjatkan doa, seluruh siswa juga melakukan Sholat Dhuha, membaca Al-Qur'an dan mendengarkan pengarahan dari wali kelas mengenai persiapan pelaksanaan UN.

Kepala Madrasah Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik, H Agus Suhaimi mengatakan, istighotsah tersebut bertujuan untuk memberikan pembinaan mental kepada para siswa menjelang UN. Dengan digelarnya doa bersama, dia berharap agar para siswa diberi ketenangan batin dalam melaksanakan ujian.
Pelatihan Imam se-Makassar oleh Imam Masjid Nabawi

Pelatihan Imam se-Makassar oleh Imam Masjid Nabawi

Imam Masjid Nabawi Syeikh Khalil Abdurrahman melakukan kunjungan ke Indonesia, salah satunya untuk memberikan pelatihan Imam kepada Imam se-Makassar di Masjid Raya Makassar.

Kedatangan ini disambut dengan gembira oleh alim ulama serta para imam se-Makassar dikarenakan momen ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa dan jarang terjadi.

“Syeikh Khalil Abdurrahman memberikan kesejukan dan keindahan dalam memberikan pelatihan kepada kami, betapa kami sangat mengikuti pelatihan tersebut dengan khusyuk,” ujar salah satu peserta pelatihan imam yang berasal dari Imam Kelurahan Pa’Batang Kecamatan Mamajang.(16/04)

Syeikh Khalil Abdurrahman datang ke Indonesia difasilitasi atau didatangkan oleh seorang tokoh Nahdlatul Ulama Selawesi Selatan yang juga Mustasyar PWNU Sulawesi Selatan H Aksa Mahmud. 
Rencana Hanung Bikin Film KH Hasyim Asy’ari Ditolak

Rencana Hanung Bikin Film KH Hasyim Asy’ari Ditolak

Gerakan Penyelamat Nahdlatul Ulama (GPNU) Jawa Timur menilai Sutradara kontoversial, Hanung Bramantyo dangkal pengetahuanya tentang Nahdlatul Ulama (NU). Untuk itu, GPNU menolak rencana Hanung membuat film sekuel 'Sang Pencerah' yang akan menceritakan tentang pendiri NU, Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy'ari.

Forum kultural warga NU yang didirikan pada 12 Desember 2004 sesaat setelah Muktamar NU ke 31 di Asrama Haji Donohudan, Solo ini bahkan meminta Hanung untuk mengaji ke sejumlah kiai NU sebelum membuat karya-karya yang melibatkan sosok dan organisasi NU agar tidak menyinggung perasaan.

Sekuel 'Sang Pencerah' sendiri merupakan kelanjutan dari film sebelumnya yang menceritakan mengenai sosok pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Ketua GPNU, M Khoirul Rijal mengatakan, GPNU khawatir kekurangpekaan Hanung dalam isi materinya, hanya akan mengundang kontrovesi hingga keresahan warga nahdliyin.

Menurutnya, meski sebagian kalangan menyebut Hanung dibilang sukses membuat film tokoh KH Ahmad Dahlan, 'Sang Pencerah', yakni pendiri Muhammadiyah. Namun terbukti dalam setiap serial film yang bertopik soal agama, Hanung selalu mengundang sikap kontroversial dalam isi skenarionya.

Buktinya, kata dia, dalam film “Tanda Tanya” Hanung menyebut Banser sebagai pekerjaan. “Ini kan bukti kedangkalan pengetahuan Hanung soal isi materi yang disajikan dan berusaha merendahkan institusi Banser,” katanya.
Wahabisme: Alhamdulillah atawa Innalillah?

Wahabisme: Alhamdulillah atawa Innalillah?

Oleh Abdul Moqsith Ghazali, Peneliti Senior The Wahid Institute

Di tengah kecenderungan masyarakat Islam yang dianggap mengidap penyakit TBC (takhayyul, bid’ah, dan Khurafat), Wahabisme muncul untuk menghancurkannya. Dengan semboyan al-ruju’ ila al-Qur’an wa al-Sunnah (kembali kepada al-Qur’an dan al-Hadits) mereka berdakwah untuk mengajak umat Islam mengikuti ajaran Islam yang benar: Wahabisme.

Berpusat di Arab Saudi, Wahabisme yang didirikan oleh Muhammad ibn Abdul Wahab ibn Sulaiman al-Najdi pada abad ke-18, adalah salah satu sekte berpaham keras dalam Islam. Muhammad ibn Abdul Wahab lahir di Uyaynah, termasuk daerah Najd, bagian timur Kerajaan Saudi Arabia sekarang, tahun 1111 H/1699 M dan meninggal dunia tahun 1206 H/1791 M. Ia belajar ke sejumlah guru terutama yang bermazhab Hanbali. Ayahandanya, Abdul Wahab, adalah seorang hakim (qadhi) pengikut Imam Ahmad ibn Hanbal.
Puncak Haul KH Ali Maksum Krapyak Jogjakarta

Puncak Haul KH Ali Maksum Krapyak Jogjakarta

Menandai puncak rangkaian perhelatan haul ke-22 al maghfurlah KH Ali Maksum, tadi malam pukul 19.00 dimulai acara tahlil dan pengajian mengenang wafatnya muassis (pendiri) Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum.

Dimulai dengan pembacaan lantunan sholawat dhibaiyyah diiringi oleh hadrah, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh KH Maemun Zubeir (Pengasuh Pondok al-Anwar Sarang, Rembang) dan sambutan Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak. KH. Atabik Ali selaku shohibul bait dalam sambutannya mengucapkan ahlan wasahlan dan terima kasih atas kehadiran tamu undangan, para alumni, dan masyarakat luas.
KyaiPedia: KH Bisri Mustofa Rembang

KyaiPedia: KH Bisri Mustofa Rembang

Riwayat Hidup


KH. Bisri Musthofa merupakan satu di antara sedikit ulama Islam Indonesia yang memiliki karya besar. Beliaulah sang pengarang kitab tafsir al-Ibriz li Ma’rifah Tafsir al-Qur’an al-‘Aziz. Kitab tafsir ini selesai beliau tulis pada tahun 1960 dengan jumlah halaman setebal 2270 yang terbagi ke dalam tiga jilid besar. Masih banyak karya-karya lain yang dihasilkan KH. Bisri Musthofa, dan tidak hanya mencakup bidang tafsir saja tetapi juga bidang-bidang yang lain seperti tauhid, fiqh, tasawuf, hadits, tata bahasa Arab, sastra Arab, dan lain-lain.

Selain itu, KH. Bisri Musthofa juga dikenal sebagai seorang orator atau ahli pidato. Beliau, menurut KH. Saifuddin Zuhri, mampu mengutarakan hal-hal yang sebenarnya sulit sehingga menjadi begitu gamblang, mudah diterima semua kalangan baik orang kota maupun desa. Hal-hal yang berat menjadi begitu ringan, sesuatu yang membosankan menjadi mengasyikkan, sesuatu yang kelihatannya sepele menjadi amat penting, berbagai kritiknya sangat tajam, meluncur begitu saja dengan lancar dan menyegarkan, serta pihak yang terkena kritik tidak marah karena disampaikan secara sopan dan menyenangkan (KH. Saifuddin Zuhri : 1983, 27).
Pendaftaran Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi hingga 23 April

Pendaftaran Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi hingga 23 April

Pendaftaran seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama telah dibuka pada 1 April 2011 lalu hingga 23 April 2011 mendatang. Program ini ditujukan untuk para santri yang berprestasi, yakni santri terbaik di kelas III pada Madrasah Aliyah (MA), SMA, SMK, Diniyah Ulya (Mu’adalah), dan Pendidikan Kesetaraan Paket C.

Kementerian Agama RI akan menanggung biaya pendidikan PBSB selama masa studi, sampai santri yang bersangkutan menyelesaikan studi dan atau maksimal 8 (delapan) semester. Khusus untuk prodi atau jurusan Pendidikan Dokter, Kedokteran Gigi, dan Kedokteran Hewan akan ditanggung selama 12 semester.

Perguruan Tinggi mitra Kementerian Agama RI dalam PBSB adalah IPB Bogor, ITB Bandung, ITS Surabaya, UGM Yogyakarta, UNAIR Surabaya, UPI Bandung, UNRAM Mataram, UI Jakarta, UIN Syahid Jakarta, UIN SUKA Yogyakarta, UIN MALIKI Malang, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan IAIN Walisongo Semarang.
Idola Gus Dur adalah Para Sufi

Idola Gus Dur adalah Para Sufi

Jakarta, NU Online. Siapakah orang yang diidolakan oleh Gus Dur? para artis, pemain sepak bola, politisi, hartawan atau ilmuwan sebagaimana kebanyakan orang? Bukan itu semuanya. Menurut Kiai Said Aqil, Gus Dur sangat mengidolakan para sufi.

“Pokoknya idolanya para sufi yang filosof. Beliau senang sekali dengan judul disertasi saya, Hubungan Allah dengan Alam,” katanya.

Beberapa sufi yang buku dan kisah hidupnya banyak dipelajari oleh Gus Dur adalah Junaidi al Bagdadi, Ibnu Sina, Al Ghozali.
Kerjasama Nyata PBB - NU

Kerjasama Nyata PBB - NU

Kepala PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) atau UN (United Nation) Indonesia, El Mustafa Benlamlih, menemui Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, 7 April 2011. Silaturahmi Mustafa ini untuk berdiskusi dan mencari solusi atas permasalahan terkini yang terjadi di Indonesia terkait dengan pembangunan berkelanjutan (MDGs), pengurangan kemiskinan, penanggulangan bencana dan krisis lingkungan, kemiskinan, konflik dan sebagainya. Selain itu pula mendiskusikan konflik yang terjadi di Timur Tengah.

PBB khususnya di Indonesia mempunyai misi dan peran membantu dan bekerjasama dengan Pemerintah RI dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan dan pengurangan kemiskinan di Indonesia. PBB selama ini juga melibatkan peran organisasi kemasyarakatan dan LSM dalam mengurangi kerentanan di masyarakat. PBB di Indonesia memiliki 27 badan, lembaga dan adhoc di bawah struktur organisasinya seperti UNDP, UN OCHA, UNESCO, UNICEF, WHO, ILO dan sebagainya.
Profil KH Hasyim Asy'arie

Profil KH Hasyim Asy'arie

[caption id="" align="alignleft" width="174" caption="Foto: Alkisah"][/caption]

K.H. Hasyim Asy’ari lahir pada 24 Dzulqa`dah 1287 H atau 14 Februari 1871 M di Desa Nggedang, Jombang, Jawa Timur. Ia anak ketiga dari 10 bersaudara pasangan Kiai Asy`ari bin Kiai Usman dari Desa Tingkir dan Halimah binti Usman.

Ia lahir dari kalangan elite santri. Ayahnya pendiri Pesantren Keras. Kakek dari pihak ayah, Kiai Usman, pendiri Pesantren Gedang. Buyutnya dari pihak ayah, Kiai Sihah, pendiri Pesantren Tambakberas. Semuanya pesantern itu berada di Jombang.

Sampai umur 13 tahun, Hasyim belajar kepada orangtuanya sendiri sampai pada taraf menjadi badal atau guru pengganti di Pesantren Keras. Muridnya tak jarang lebih tua dibandingkan dirinya.

Pada umur 15 tahun, ia memulai pengembaraan ilmu ke berbagai pesantren di Jawa dan Madura: Probolinggo (Pesantren Wonokoyo), Tuban (Pesantren Langitan), Bangkalan, Madura (Pesantren Trenggilis dan Pesantren Kademangan), dan Sidoarjo (Pesantren Siwalan Panji).
PMII Vs NU: Refleksi Terhadap Wacana Pendirian Organisasi Mahasiswa Baru

PMII Vs NU: Refleksi Terhadap Wacana Pendirian Organisasi Mahasiswa Baru

Oleh: Romel Masykuri*

Mencuatnya isu tentang pendirian Organisasi Mahasiswa yang mewadahi kader-kader muda NU di Perguruan Tinggi atau Universitas kembali lahir dan menjadi bagian tema sentral dari Rapat Pleno PBNU yang dilaksanakan di Jogjakarta, Senin (28/3). Isu santer nama organisasi tersebut adalah Gerakan Mahasiswa Nahdatul Ulama (GMNU). Alasan mendasar dari keberadaan organisasi tersebut merupakan inti dari proses kaderisasi NU di kalangan mahasiswa.

Hal ini sesuai dengan pernyataan wakil Ketua Umum PBNU Slamet Efendi Yusuf bahwa “Ada hal yang sangat penting dari Komisi Organisasi, sehingga kami merekomendasikan PBNU mendorong lahirnya organisasi mahasiswa NU”. Pertanyaannya, efektifkah kerja organisasi tersebut di bawah naungan struktur NU?. Bukankah di kalangan mahasiswa NU sudah ada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai representatif kultural dari kader muda NU?.
Film “Tanda Tanya” Dinilai Sengaja Lecehkan Banser

Film “Tanda Tanya” Dinilai Sengaja Lecehkan Banser

Seperti ingin menuai ‘berkah’ dengan memunculkan kontroversi, sutradara Hanung Bramantyo dinilai sengaja mendeskriditkan sosok Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam film terbarunya berjudul ‘Tanda Tanya’. Pasalnya, dalam film tersebut Hanung melalui peran Soleh menggambarkan Banser sebagai sosok yang mudah cemburu, dan dangkal pengetahuanya.

Kontan, film yang mulai diputar di bioskop-bioskop di Indonesia ini menuai protes warga Nahdliyin (NU), terutama para anggota Banser yang merasa dilecehkan. Sekretaris Satkorcab Banser Kota Surabaya, M Hasyim As'ari menyayangkan langkah Hanung yang tertutup dalam menggarap film dengan bahan mengambil kelompok-kelompok tertentu.
Dialog NU-Syiah Kabupaten Sampang,Madura

Dialog NU-Syiah Kabupaten Sampang,Madura

Kapolda Jawa Timur Irjend Untung S Radjab menggelar pertemuan tertutup dengan Bupati Sampang, para Muspida dan alim Ulama di Pendopo Bupati Sampang, Selasa (05/4). Pertemuan itu untuk meredam konflik antara warga NU di Sampang dengan tokoh Syiah yang saat ini sudah diamankan oleh aparat keamanan.

Tampak hadir pada pertemuan tersebut Bupati Sampang H Noer Tjahja didampingi Wakil Bupati Drs K A Fannan Hasib serta jajaran Muspida Sampang. Dari kalangan alim ulama, hadir Ketua PCNU Sampang KH Muhaimin Abd Bari, Rais Syuriah NU KH Syafiduddin Abd Wahid, Ketua MUI Sampang KH Bukhori Maksum, KH Zubaidi Muhammad, KH Ghazali Muhammad serta beberapa ulama lainnya.

Kehadiran Kapolda Jatim di Sampang, untuk meredam dan mengingatkan agar semua warga tetap menjaga kondusifitas keamanan dengan tetap berakhlakul karimah meneladani sikap Rasulullah SAW.
PBNU Berharap PMII Kembali Jadi Banom NU

PBNU Berharap PMII Kembali Jadi Banom NU

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan keinginannya agar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dapat kembali menjadi badan otonom NU sebagaimana dilahirkan dahulu.

Upaya pendekatan untuk menjalin komunikasi ini sedang dilakukan oleh para pengurus PBNU, dan termasuk senior PMII kepada para pengurus PMII yang ada saat ini.

“PMII akan dipanggil dahulu, mau apa tidak bergabung dengan NU, kalau tidak ya kita bikin sendiri,” katanya.
Gusdurian Bukan untuk Kultuskan Gus Dur

Gusdurian Bukan untuk Kultuskan Gus Dur

Putri tertua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Allisa Qotrunada atau biasa disapa Allisa Wahid membantah tudingan berbagai pihak terhadap gerakan Gusdurian yang saat ini telah terbentuk di 17 Kabupaten dan Kota untuk mengkultuskan dan mendewakan Gus Dur.

Apa yang telah dilakukan sebagai upaya pintu masuk untuk bersama sama melanjutkan pemikiran ayahandanya untuk membela dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana yang telah diamanatkan oleh para guru dan pemimpinnya pada waktu menjelang kemerdekaan RI.

Hal itu dikatakan Allisa Wahid saat menjawab peserta Diskusi terbatas yang digagas Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kota Pekalongan dengan tema "membangun dan mengimplementasikan pemikiran Gus Dur" di Gedung Aswaja, Ahad (3/4).
Kunjungan Mufti Rusia ke Pesantren Krapyak Yogyakarta

Kunjungan Mufti Rusia ke Pesantren Krapyak Yogyakarta

Dalam rangka mengenalkan kehidupan beragama di Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rusia bekerjasama dengan Dewan Mufti Besar Rusia mengadakan rangkaian acara ke sejumlah tempat di Indonesia. Rombongan yang di pimpin oleh Wakil Mufti Besar Rusia Rushan Hazraf Abbasov mengunjungi Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, Ahad (3/4).

Rombongan ini disambut oleh para pengasuh, ratusan santri Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah dan para asatidz di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak, Wakil Mufti Besar Rusia tersebut ditemui langsung oleh KH Attabik Ali dan para Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak lainnya. Dalam uraian singkatnya di hadapan hadirin, Wakil Mufti Besar Rusia tersebut memaparkan kondisi umat Islam di Rusia.
Kyai Sholeh Darat Semarang / Muhammad Shalih ibn Umar as-Samarani

Kyai Sholeh Darat Semarang / Muhammad Shalih ibn Umar as-Samarani

Oleh Tri Wibowo BS

SHALEH DARAT, beliau adalah Wali Allah besar pada paruh kedua abad 19 dan awal abad 20 di tanah Jawa. Mbah Shaleh Darat dari Semarang, Jawa Tengah ini hidup sezaman dengan dua Wali Allah besar lainnya: Syekh Nawawi Al-Bantani dari Banten, (dulu masuk Jawa Barat) dan Mbah Kholil Bangkalan, di Madura, timur pulau Jawa. Dua orang muridnya kelak menjadi amat terkenal dan mempengaruhi Islam di Indonesia, melalui organisasi yang mereka dirikan: Muhammadiyyah dan Nahdlatul Ulama. Mbah Shaleh Darat kadang menulis namanya sebagai Muhammad Shalih ibn Umar as-Samarani.
Gus Dur: Islam Kaset dan Kebisingannya

Gus Dur: Islam Kaset dan Kebisingannya

Oleh: KH Abdurrahman Wahid

SUARA bising yang keluar dari kaset biasanya dihubungkan dengan musik kaum remaja. Rock ataupun soul, iringan musiknya dianggap tidak bonafide kalau tidak ramai.

Kalaupun ada unsur keagamaan dalam kaset, biasanya justru dalam bentuk yang lembut. Sekian buah baladanya Trio Bimbo, atau lagu-lagu rohani dari kalangan gereja. Sudah tentu tidak ada yang mau membeli kalau ada kaset berisikan musik agama yang berdentang-dentang, dengan teriakan yang tidak mudah dimengerti apa maksudnya.

Tetapi ternyata ada “persembahan” berirama, yang menampilkan suara lantang. Bukan musik keagamaan, tetapi justru bagian integral dari upacara keagamaan: berjenis-jenis seruan untuk beribadat, dilontarkan dari menara-menara masjid dan atap surau.
Syair Sufistik KH. Abdurrahman Wahid

Syair Sufistik KH. Abdurrahman Wahid

Syair Sufistik (Syiir tanpo Waton) oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Video:
[youtube pK3KcqfUZuk]

MP3

[podcast]http://blog.unnes.ac.id/luthfiemka/files/2011/08/Gus-Dur-Syiir-Tanpo-Waton.mp3[/podcast]

LIRIK:

Yarosulalloh salammun’alaik…
Yaarofi’asaaniwaddaaroji…

‘atfatayaji rotall ‘aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…

Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran
Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo petungan

Kategori

Kategori