PBNU Putuskan 1 Ramadhan, Senin 1 Agustus 2011

PBNU Putuskan 1 Ramadhan, Senin 1 Agustus 2011

Jakarta, NU Online
Berdasarkan laporan dari berbagai daerah dari tim Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) yang melakukan rukyat bil fi’li atau melihat secara langsung munculnya bulan, PBNU memutuskan, awal Ramadhan jatuh pada Senin, 1 Agustus 2011.

Keputusan ini berdasarkan SK PBNU No 965/ C.1.1-33/7/2011, tanggal 31 Juli 2011 yang ditandatangani oleh Rais Syuriyah PBNU KH Artani Hasbi Katib Aam KH Malik Madani Ketua Umum KH Said Aqil Siroj dan Sekjen H Marsudi Syuhud. 
Ponpes Lirboyo Kediri terjunkan 1000 dai selama Ramadhan

Ponpes Lirboyo Kediri terjunkan 1000 dai selama Ramadhan

Kediri, NU Online
Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, menurunkan 1.000 dai untuk berdakwah di seluruh Indonesia selama Ramadhan 1432 Hijriah.

"Mereka kami terjunkan untuk keperluan dakwah, meningkatkan pengetahuan agama di daerah-daerah yang nantinya menjadi tempat berdakwah mereka," kata Humas PP Lirboyo Kediri, Khoirul Anam di Kediri, Sabtu.

Ia mengatakan, dari 1.000 dai itu, 100 di antaranya disebar di wilayah Kediri. Beberapa lokasi itu adalah di Kecamatan Plosoklaten da Ngancar, Kabupaten Kediri, serta beberapa lokasi di Kota Kediri.
Pengajian di PWNU Jatim Ganti Model

Pengajian di PWNU Jatim Ganti Model

Surabaya, NU Online
Salah satu kegiatan rutin bulan Ramadhan di PWNU Jawa Timur adalah pengajian selama bulan Ramadhan. Biasanya pengajian dilaksanakan usai shalat dzuhur hingga waktu shalat ashar tiba. Pengajian menggunakan satu kitab, diasuh seorang kiai dan peserta adalah para pengurus NU, lembaga, lajnah dan Banom.

Untuk bulan Ramadhan kali ini PWNU Jatim juga melaksanakan pengajian. Hanya saja bentuknya berbeda. Bila sebelumnya hanya diasuh oleh seorang kiai selama satu bulan, kali ini tidak lagi. Setiap hari ganti pengasuh, selama satu bulan. Model pengajian juga diubah. Bila sebelumnya model sorogan, kali ini model ceramah atau diskusi. Setiap pengasuh menyampaikan materi selama satu jam penuh, setelah itu bisa dilanjutkan dengan dialog. 
PB PMII Gencar Antisipasi Gerakan Radikalisme Agama di Kampus

PB PMII Gencar Antisipasi Gerakan Radikalisme Agama di Kampus

Padang, NU Online
Radikalisme agama sudah merambah wilayah kampus yang sebelumnya bergerak di luar kampus. Kampus dipandang sebagai lembaga yang cukup efektif untuk kaderisasi serta penyebaran gagasan Negara Islam Indonesia (NII). PB PMII sebagai salah satu kekuatan mahasiswa di Indonesia mengimbau seluruh elemen kampus, rektor, dekan, dosen dan mahasiswa mengantisipasi gerakan ini. Sehingga ancaman terhadap kelangsungan NKRI tetap terjamin.

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Indonesia Indonesia (PB PMII) Addin Jauharuddin kepada NU Online di Padang, Kamis (28/7/2011) menyebutkan, antisipasi gerakan NII di kalangan kampus, PMII gencar melakukan kegiatan di kampus. Diantaranya Dialog Kebangsaan dan Konsolidasi Nasional PB PMII dengan tema Menuntaskan Hubungan Islam dan Pancasila yang digelar Jumat (22/7/2011) lalu di aula LPMP Komplek UNP Padang. 
Pemahaman Islam yang Kurang Jerumuskan pada Kesesatan

Pemahaman Islam yang Kurang Jerumuskan pada Kesesatan

Banyumas, NU Online
Banyaknya aliran baru yang meresahkan dan tidak sesuai ajaran Islam, diyakini karena kurangnya pemahaman tentang Islam sehingga banyak umat yang tergelincir dan bahkan mendirikan ajaran yang menyesatkan.

Pesan tersebut tersirat saat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cilacap, KH Dzul Bashor mengisi ceramah dalam kegiatan haul ke-39 KH Muhammad Sami'un, Akhirussanah dan Khatmil Qur'an wal Kutub Pesantren Ath-Thohiriyyah Grumbul Parakan Onje Desa Karangsalam Kidul Kecamatan Kedungbanteng, Ahad (24/7).
12 Ormas Islam Indonesia kutuk Kekerasan Atas Nama Agama

12 Ormas Islam Indonesia kutuk Kekerasan Atas Nama Agama

Jakarta, NU Online
Sebanyak 12 ormas Islam menyatakan keprihatinan atas maraknya sejumlah kekerasan mengatasnamakan agama dan menguatnya intoleransi di dunia. Fenomena ini marak terjadi pada semua agama, terakhir, terjadi di Norwegia baru-baru ini.

Pernyataan ini disampaikan ketika menghadap kepada presiden republik Indnesia Susilo Bambang Yudhoyono di istana negara, Senin (25/7).
Pelantikan Ikatan Alumni PMII Jawa Tengah

Pelantikan Ikatan Alumni PMII Jawa Tengah

Semarang, NU Online
Pengurus Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jawa Tengah periode 2011–2016, Ahad (24/7) dilantik di Hotel Semesta Semarang.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum PB IKA PMII H Arif Mudatsir Mandan dan dilanjutkan Sarasehan plus Rapat Kerja. Tokoh senior PMII semasa kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengambil sumpah ketua IKA PMII Jateng, Dr H Noor Ahmad dan jajarannya. 
Gus Mus: Tasawuf itu Olah Jiwa

Gus Mus: Tasawuf itu Olah Jiwa

Jakarta, NU Online
Sejarah munculnya tasawuf itu ketika orang sangat terfokus pada hal-hal yang lahiriyah. Maka, makna tasawuf yang sederhana adalah olah jiwa.

Demikian dikemukakan wakil rais aam PBNU KH Musthofa Bisri di sela-sela mengikuti acara al-Multaqo as-Shufi al-‘Alami di Jakarta bebera waktu lalu.

Gus Mus, demikian KH Musthofa Bisri biasa dipanggil, mengatakan tasawuf itu sebagai imbangan dari olah daging, keseimbangan dari olah raga. “Tasawuf banyak yang memadang dari berbagai sudut. Ada yang memandang sebagai lembaga. Ada yang memandang sebagai suatu olah batin. Jadi, sekarang kita mau ambil yang mana, begitu,” ujarnya.
Menemukan Makam Gus Dur “ Gak Repot”

Menemukan Makam Gus Dur “ Gak Repot”

Jombang, NU Online
Menemukan makam Gus Dur ternyata “ gak repot” alias mudah. Makam yang kini mejadi icon kabupaten Jombang ini terletak sekitar 10 km dari ibu kota kabupaten arah selatan, tepatnya di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng. Menjelang bulan puasa Ramadhan seperti ini puluhan peziarah terlihat selalu memenuhi makam yang kini dekenal dengan wali ke 10 ini.

Setiap hari makam mantan ketua PB NU yang juga cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari ini selalu didatangi para peziarah. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur dan juga dari luar jawa. 
Cara Cepat Belajar Kitab Kuning dengan Metode 33

Cara Cepat Belajar Kitab Kuning dengan Metode 33

KH Dr Habib Syakur merumuskan sebuah metode yang diberinama “Metode 33” (tiga tiga) yang diperuntukkan bagi yang ingin dapat membaca kitab kuning dengan cepat. Metode ini dituangkan dalam bukunya “Cara Cepat Membaca Kitab Kuning Metode 33” yang dibedah dalam diskusi di sela-sela acara Mufakat IV Tingkat Nasional di Pancor, Lombok, NTB, Rabu (20/7) malam.

Syakur meyakinkan bahwa belajar Bahasa Arab itu sebetulnya mudah. Melalui bukunya ini, pengasuh Pondok Pesantren al-Imdad Jogjakarta ini menjamin tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa membaca kitab kuning.
Habib Zaid Minta Diadakan Pertemuan Ulama Sufi Lagi

Habib Zaid Minta Diadakan Pertemuan Ulama Sufi Lagi

Pekalongan, NU Online
Habib Zaid bin Yahya dari Hadramaut Yaman meminta kepada Habib Muhammad Luthfy bin Hasyin bin Ali bin Yahya Rais Aam Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (Jatman) untuk menggelar kegiatan pertemuan Ulama Sufi se dunia. Pasalnya, waktu yang disediakan PBNU pada acara al-Multaqa al-Sufi al-Alamy dirasakan tidak cukup.

Banyak persoalan yang akan dibahas, akan tetapi karena waktu yang tersedia terlalu sempit, sehingga berbagai masalah yang muncul tidak dapat dibahas secara tuntas.
HAUL KH DJALAL SUYUTI

HAUL KH DJALAL SUYUTI

Demak, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Demak, Pengurus Lajnah, Lembaga,Banom NU beserta warga sekitar menghadiri haul yang ke 24 Almaghfurlah KH Djalal Suyuti yang digelar sangat sederhana dan dikemas bernuansa refleksi di rumah kediaman Ketua PCNU Demak Ir H Musadad Syarief MT Jl.Sultan Hadiwijoyo no.28 Demak, Senin malam selasa 18/7/2011.

KH Alawy Mas’udi Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Demak saat menyampaikan tausiyah berpesan, agar warga NU bisa mewarisi semangat dan sifat sifat kejuangan mulia KH Djalal Suyuti. Warga NU Demak sudah sewajarnya mengadakan Haul guna kirim do’a dan mengenang jasa Ulama Besar yang sangat peduli dengan NU. 
KyaiPedia: KH. M. Arwani Amin Kudus

KyaiPedia: KH. M. Arwani Amin Kudus

Sosok Alim, Santun dan Lembut
Yanbu’ul Qur’an Adalah pondok huffadz terbesar yang ada di Kudus. Santrinya tak hanya dari kota Kudus. Tetapi dari berbagai kota di Nusantara. Bahkan, pernah ada beberapa santri yang datang dari luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.Pondok tersebut adalah pondok peninggalan KH. M. Arwani Amin. Salah satu Kyai Kudus yang sangat dihormati karena kealimannya, sifatnya yang santun dan lemah lembut.KH. M. Arwani Amin dilahirkan dari pasangan H. Amin Sa’id dan Hj. Wanifah pada Selasa Kliwon, 5 Rajab 1323 H., bertepatan dengan 5 September 1905 M di Desa Madureksan Kerjasan, sebelah selatan masjid Menara Kudus.Nama asli beliau sebenarnya Arwan. Tambahan “I” di belakang namanya menjadi “Arwani” itu baru dipergunakan sejak kepulangannya dari Haji yang pertama pada 1927. Sementara Amin bukanlah nama gelar yang berarti “orang yang bisa dipercaya”. Tetapi nama depan Ayahnya; Amin Sa’id.
KyaiPedia: KH Sya'roni Ahmadi Kudus

KyaiPedia: KH Sya'roni Ahmadi Kudus

Potret Seorang Pendidik Agama Yang Ulung
Terlahir dari keluarga santri, sejak kecil kiai Sya’roni dikenal sebagai anak yang gandrung mengkaji agama, mulai dari al-Quran sampai tauhid, fikih, tasawuf dan sebagainya. Terbukti, meskipun berasal dari keluarga dari ekonomi pas-pasan, beliau rajin mengikuti pengajian-pengajian yang diadakan di sekitar kota Kudus. Sya’roni kecil termasuk anak yang cerdas. Pada usia 11 tahun berliau sudah hafalkitab Alfiyah Ibnu Malik bahkan hafal al-Quran pada usianya yang ke-14.

Kiai Sya’roni merupakan anak yang ke tujuh dari delapan bersaudara. Beliau ditinggalkan ibundanya semenjak kecil tepatnya ketika berusia 8 tahun. Sepeninggal ibunya kiai Sya’roni di asuh oleh sang ayah. Namun masa ini pun tidak berlangsung lama. Karena menginjak usiannya yang ke 13 tahun, kiai Sya’roni ditinggal oleh ayahnya. Lengkap sudah duka kiai Sya’roni karena sejak saat itu ia menjadi anak yatim piatu.
Pesantren Sebagai Potensi Besar bagi Rahmat Semesta

Pesantren Sebagai Potensi Besar bagi Rahmat Semesta

Pancor, NTB,  NU Online. Halaqah pimpinan pondok pesantren yang merupakan acara penunjang di Mufakat ke 4 di Pancor berlangsung malam tadi di hotel Lombok Plaza Mataram. Halaqoh dihadiri 120 pimpinan pondok pesantren dan juga dihadiri unsur kementerian agama pusat, wilayah dan daerah serta undangan dari organisasi dan pakar bidang pendidikan Islam.

Halaqah dibuka oleh Dirjen Pendis Kemenag RI Dr H Mohammad Ali. Dalam sambutannya, Mohammad Ali mengatakan ”Pesantren adalah potensi besar. Pesantren sub kultur masyarakat Indonesia sebagai basis penyemaian nilai-nilai spiritual dan etika moral masyarakat Indonesia. Karena pesantren sejatinya adalah sebagai wadahtaffaqahu fiddin dan pengembangan potensi santri dalam berbagai bidang," katanya. 
Prof. Dr. Muhammad Ali: Lima Pilar Ajaran Islam

Prof. Dr. Muhammad Ali: Lima Pilar Ajaran Islam

Lombok, NU Online. Pesantren merupakan tempat mendidik kader-kader bangsa yang ajarannya adalah rahmatan lil alamin. Karena itu, pesantren sama sekali tidak mengajarkan radikalisme yang justeru akan merusak citra pesantren itu sendiri. Hal ini disampaikan Prof. Dr. Muhammad Ali, Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Islam Kemenag RI, pada Khalaqah Pengasuh Pondok Pesantren  se-Indonesia di sela-sela acara Mufakat (Musabaqah Fahmi Kutubit Turats) di Hotel Plaza, Mataram, NTB, Senin malam (18/07)

Menurut Ali, pendidikan Islam atau pondok pesantren memiliki lima pilar dasar yang menjadi karakteristik lembaga pendidikan tertua di Indonesia ini.
Pembukaan Musabaqah Fahmi Kutubit Turats (Mufakat) ke 4

Pembukaan Musabaqah Fahmi Kutubit Turats (Mufakat) ke 4

Lombok, NU Online. Ribuan orang menghadiri pembukaan Musabaqah Fahmi Kutubit Turats (Mufakat) ke-4 Tingkat Nasional di Hall utama Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain, Pancor, Lombok, NTB, Selasa (19/08).

Diawali devile dari 33 propinsi dan satu tuan rumah PPNW Pancor. Dalam pembukaannya, Choirul Fuad Yusuf, Direktur Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren, mengatakan bahwa Mufakat yang sebelumnya bernama MQK (Musabaqah Qiraatul Kutub) ini merupakan kelanjutan dari MQK sebelumnya yang pertama kali diadakan di Pondok Pesantren al-Falah Bandung pada 2004. MQK II tahun 2006 diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dan MQK III tahun 2008 diadakan di Banjarmasin Kalimantan.
KH Sya’roni Ahmadi: Pentingnya Belajar Ilmu Agama

KH Sya’roni Ahmadi: Pentingnya Belajar Ilmu Agama

Jepara, NU Online. Tafaqquh fiddin (mendalami ilmu agama) menjadi penting jika dibandingkan dengan ikut dalam peperangan. Hal tersebut termaktub dalam kandungan Surat at-Taubah: 122. Meski keduanya sama-sama dihukumi fardu kifayah tetapi tafaqquh fiddin bisa menjadi fardu ain jika penduduk di sebuah perkampungan tidak ada yang mendalami ilmu agama. Demikian pesan taushiyah KH Sya’roni Ahmadi dalam Tahtiman Akhirussanah pondok pesantren “Roudlotul Huda” desa Margoyoso, kecamatan Kalinyamatan, Senin (18/7) kemarin.

Menurut Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tafaqquh fiddin yang ia maksud adalah nyantri di pondok pesantren. Dijelaskannya, dalam menuntut ilmu di pondok jika santri belum paham apa yang diuraikan guru lekaslah bertanya. “Jika pada saat mengaji belum paham penjelasan kyai segeralah bertanya. Jangan sampai dipikir-pikir sendiri apalagi dipas-paskan tetapi harus atas penjelasan detail dari sang guru,” tuturnya.  
Bahtsul Masail Bukti Tanggung Jawab Ulama Selesaikan Soal Umat

Bahtsul Masail Bukti Tanggung Jawab Ulama Selesaikan Soal Umat

Medan, NU Online
Kegiatan Bahtsul Masail Diniyyah PWNU Sumut di PP. Mus¬tha¬fawiyah Purba Baru, Madina yang dimulai pada hari Jum’at (15/7) berlangsung cukup meriah dan khidmat, dihadiri + 250 orang dari berbagai unsur keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Pembukaan dimulai pukul 20.30 Jum’at malam dilangsungkan di Aula Perpustakaan PP. Musthafawiyah. 
Hasil Multaqa Sufi Alamy: Delegasi Sepakat Bentuk Organisasi Sufi
se-Dunia

Hasil Multaqa Sufi Alamy: Delegasi Sepakat Bentuk Organisasi Sufi se-Dunia

Jakarta, NU Online
Pertemuan kaum sufi sedunia ataual Multaqa as-Sufi Al Alamy yang berlangsung di Jakarta, Jum’at-Sabtu (15-16) menyepakati dibentuknya organisasi sufi sedunia yang bertugas mengkoordinasikan seluruh peran dan gerak kaum sufi.

Kesepakatan itu merupakan satu dari lima butir Deklarasi Multaqas Shufi yang ditandatangani oleh Syeikh Hisyam Kabbani (AS), Habib Lutfi bin Ali bin Yahya (Indonesia) KH Said Aqil Siroj (Indonesia), Syeikh Zaid bin Abdurrahman bin Yahya (Yaman), Syeikh Rajab Dieb(Syiria), Syeikh Jibril Fuad (Brunei) dan Syeikh Abdurrahman ar-Rukaini (Sudan).
Ulama dari 26 Negara Hari Ini Hadir di Pekalongan

Ulama dari 26 Negara Hari Ini Hadir di Pekalongan

Pekalongan, NU Online
26 ulama dari luar negeri hari ini Senin (18/7) akan hadir ke Pekalongan dalam rangka silaturrahim dan menghadiri rangkaian kegiatan Maulidur Rasul yang di gelar Kanzus Sholawat.

Menurut rencana rombongan akan tiba di Kota Pekalongan pukul 14.00 siang nanti menggunakan kereta api dari Jakrta, kemudian transit di Hotel Nirwana.
Santri se-Indonesia Berlomba Baca “Kitab Gundul”

Santri se-Indonesia Berlomba Baca “Kitab Gundul”

Lombok, NU Online
sekitar 1064 santri putra-putri perwakilan pondok pesantren di seluruh Indonesia bersiap mengikuti Musabaqah Fahmi Kutubit Turats (Mufakat) tingkat Nasional yang diadakan di Pondok Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan, Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahad (17/07).

Musabaqah yang rencananya akan dilaksanakan 19-24 Juli ini diadakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama RI dan akan diikuti lebih dari 30 kafilah (propinsi). Para santri yang jago baca “kitab gundul” ini akan berlomba bagaimana membaca, memahami, serta menjelaskan kandungan kitab kuning.
Sambutan KH Sahal Mahfudz dalam al-Multaqo al-Shufy al-Alamy (Temu Sufi
Dunia)

Sambutan KH Sahal Mahfudz dalam al-Multaqo al-Shufy al-Alamy (Temu Sufi Dunia)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته،
الحمد لله بنعمته تتمّ الصالحات، الصلاة والسلام على من يرجى شفاعته يوم القيامة، نبينا ومولانا محمد ابن عبد الله، وعلى آله وأصحابه ومن والاه، ولا حول ولا قوة إلا بالله. أما بعد

 Yang terhormat, Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II; 
• Yang terhormat, Para Pejabat Tinggi Negara;
• Yang mulia, Para Duta Besar Negara Sahabat;
• Al-Fudhola, alim-ulama para mursyid Thariqah dan tokoh sufi;
• Para peserta dan undangan al-Multaqo al-Sufi al-Alami yang saya hormati, 

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT., atas nikmat taufiq, hidayah, serta inayahNya yang telah dilimpahkan kepada kita semua, sehingga kita dapat bersilaturrahim, bermuwajahah dalam acara pembukaan al-Multaqo al-Sufi al-Alami ini. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpah kepada nabi agung Muhammad SAW.
NU Perekat Aliran-aliran Thariqah

NU Perekat Aliran-aliran Thariqah

Jakarta, NU Online
NU berpandangan bahwa berbagai macam aliran thoriqoh dan tasawuf keunggulan kehidupan beragama di Indonesia ataupun di dunia lain. Karena itu, NU memiliki visi dan perhatian untuk  merekatkan pelbagai aliran tasawuf dan thoriqoh.

Demikian dikatakan Koordinator Panitia al-Multaqo as-Shufi al-Alami atau Pertemuan Sufi Sedunia KH Mujib Qolyubi di gedung PBNU tadi pagi (15/7).

“Merekatkan kaum sufi dari pelbagai macam aliran itu sangat penting, kara kaum sufi adalah ujung tombak dakwa Islam yang damai, menghedepankan dialog dan rasa penghormatan pada perbedaan,” ujar Qolyubi yang juga rektor STAINU Jakarta.
Telkom Flexi Kerjasama dengan PWNU Jatim

Telkom Flexi Kerjasama dengan PWNU Jatim

Surabaya, NU Online
Telkom Flexi membuat terobosan baru dengan membidik pangsa pasar komunitas, termasuk komunitas keagamaan. Di Jawa Timur yang menjadi target pemasaran terbesar, Telkom Flexi membidik komunitas Nahdatul Ulama (NU) yang memang memiliki massa terbesar.

Saat perkenalan produk Telkom Flexi baru dengan nama handphone bundling Aswaja di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Selasa (12/7), pihak Telkom Flexi optimis produk baru ini bisa laku keras di Jatim. Karena untuk proyek khusus NU ini saja Telkom sudah memproduksi 500 ribu unit HP.
Peringatan 7 Hari Zainuddin MZ

Peringatan 7 Hari Zainuddin MZ

Jakarta, NU Online
Seperti Lazimnya warga Nahdliyin, Keluarga Almarhum KH Zainuddin MZ juga menggelar doa bersama Untuk mendoakannya. Sebagai salah Seorang tokoh nasional tokoh nasional, kepergian KH Zainuddin MZ diiringkan oleh ribuan pelayat.

Demikian pun doa-doa yang digelar sepanjang hari di pemakaman KH Zainuddin MZ juga senantiasa terpanjat dari ribuan jamaah yang terus mengalir sepanjang hari ke rumah duka di Gandaria. Dari pantauan NU Online, puncak acara doa bersama dilaksanakan malam tadi, Senin (11/7). ribuan Jamaah tumpah ruah memadati rumah, sepanjang jalan dan seluruh ruangan Masjid di mana KH Zainuddin MZ dimakamkan.
Talfiq (Mencampur Mazhab) tidak dibenarkan

Talfiq (Mencampur Mazhab) tidak dibenarkan

Secara bahasa talfiq berarti melipat. Sedangkan yang dimaksud dengan talfiq secara syar’i adalah mencampur-adukkan pendapat seorang ulama dengan pendapat ulama lain, sehingga tidak seorang pun dari mereka yang membenarkan perbuatan yang dilakukan tersebut

 




Muhammad Amin al-Kurdi mengatakan:
KH Asep Burhanuddin, Rais Syuriah PWNU Jawa Barat 2011 - 2016

KH Asep Burhanuddin, Rais Syuriah PWNU Jawa Barat 2011 - 2016

Bandung, NU Online
KH Asep Burhanudin Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Barat masa khidmat 2011-2016. Sementara ketua tanfidziyah diamanatkan pada Dr. H. Eman Suryaman.

Keduanya terpilih secara aklamasi melalui Konferensi Wilayah XVI PWNU Jawa Barat di Pesantren Darul Falah, Desa/Kec. Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Ahad malam (10/7).

Keduanya akan memimpin PWNU Jabar selama lima tahun ke depan, menggantikan ketua sebelumnya, Moch. Surjani Ichsan. KH Asep Burhanudin kembali melanjutkan kepemimpinannya setelah menjadi Rais Syuriah PWNU Jabar pada periode sebelumnya.
KyaiPedia: Kyai Somalangu (Syech Muhammad Kahfi Tsani)

KyaiPedia: Kyai Somalangu (Syech Muhammad Kahfi Tsani)

Syekh Muhammad kahfi Tsani adalah pendiri ponpes Somalangu Kebumen periode ke 2, setelah sebelumnya pernah berdiri pondok Somalangu Kuno yang didirikan oleh Syekh Muhammad Kahfi Awal pada masa pemerintahan Panembahan Senopati ( raja pertama Mataram Islam ) yang sepeninggal Beliau kemudian hilang dimakan zaman seiring dengan tidak adanya regenerasi pada waktu itu ( Fatroh ) dan juga karena bentuk bangunan yang masih sangat sederhana.


Syekh Muh. Kahfi Tsani adalah salah seorang putra dari Kyai Marwan "Ali Menawi " bin Zaenal Abidin Banjursari Buluspesantren bin Syekh Yusuf Buluspesantren bin Djawahir bin Muhtarom bin Syekh Muhammad Kahfi Awal.

Pesantren Suryalaya Bogor Kembangkan Ratusan Majelis Manaqib

Pesantren Suryalaya Bogor Kembangkan Ratusan Majelis Manaqib

Bogor, NU Online
Pondok Pesantren Suryalaya Perwakilan Bogor mengembangkan ratusan majelis dzikir dan manaqib yang tersebar di penjuru Kota dan Kabupaten Bogor.

Pimpinan Pesantren Suryalaya Perwakilan Bogor, H Edgar Rahman Qutub Suratman, SE, kepada NU Online Bogor, Kamis mengatakan, pengembangan majelis dzikir dan manaqib tersebut dilakukan sebagai upaya dalam melestarikan tradisi dan ajaran ahlusunnah waljamaah dalam kehidupan masyarakat.
Muslimat NU gelar kongres 13-18 Juli di Lampung

Muslimat NU gelar kongres 13-18 Juli di Lampung

JAKARTA - Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar kongres ke-16 Muslimat NU di Asrama Haji Bandar Lampung, 13-18 Juli mendatang. Kongres dengan tema “Revitalisasi Institusi layanan Muslimat NU, Hidmah untuk Perempuan Indonesia” ini akan dibuka Wakil Presiden (Wapres) Boediono.
Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengungkap, kongres akan menjadi ajang evaluasi pelaksanaan Program Periode 2006-2011, menyusun Program Muslimat NU Periode 2011-2016, dan membahas renstra Muslimat NU Periode 2006-2011.
"Selain itu, kongres juga akan membahas renstra Muslimat NU Periode 2011-2026, dan memilih Pimpinan Pusat Muslimat NU masa bakti 2011-2016," ungkapnya, Kamis (7/7/2011).
Pentas PAI 2011 Kemenag RI

Pentas PAI 2011 Kemenag RI

Jakarta, NU Online
Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Mohammad Ali mengatakan, untuk mengatasi masalah intoleransi yang terjadi saat ini, dibutuhkan pendidikan agama yang bersifat inklusif serta memberi wawasan yang lebih terbuka bagi peserta didik.

"Pendidikan agama jangan eksklusif," kata Mohammad Ali kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/7) terkait penyelenggaraan Pekan Ketrampilan & Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS-PAI) tingkat nasional V yang akan diigelar 12-16 Juli 2011 di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat.
KH Hasyim Muzadi: Zainuddin MZ, Dai tiada duanya

KH Hasyim Muzadi: Zainuddin MZ, Dai tiada duanya

Jakarta, NU Online. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi menilai bahwa hingga sekarang belum ada juru dakwah atau dai yang menyamai kemampuan KH Zainuddin MZ.

"Sampai sekarang belum ada tipe seperti Zainuddin, belum kelihatan," kata Hasyim saat ditanya kesannya tentang almarhum Zainuddin MZ di Jakarta, Selasa.

Pengasuh pondok pesantren Al Hikam Malang dan Depok itu mengaku sangat kehilangan dengan meninggalnya "Dai Sejuta Umat" tersebut.

Kategori

Kategori