Umat Islam Jangan Lupakan Jati Diri Bangsa

Umat Islam Jangan Lupakan Jati Diri Bangsa

Jakarta, NU Online

Khatib Salat Idul Fitri 1432 Hijriah di Masjid Istiqlal, Prof. Muhammad Quraish Shihab, mengingatkan Umat Muslim Indonesia untuk tidak melupakan jati diri bangsa yang religius.

Quraish mengatakan salah satu penyebab lahirnya karakter yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa yang religius adalah kebiasaan atau pandangan hidup yang memisahkan dimensi jasad dan batiniah.
Idul Fitri, Gus Mus Berpuisi

Idul Fitri, Gus Mus Berpuisi

Jakarta, NU Online
Selamat Idul Fitri, bumi maafkan kami selama ini semena-mena kami memerkosamu
Selamat Idul Fitri, langit maafkan kami selama ini tidak henti-hentinya kami mengelabukanmu
Selamat Idul Fitri, mentari maafkan kami selama ini tidak bosan-bosan kami mengaburkanmu

Demikian puisi Wakil Rais Aam PBNU KH A. Musthofa Bisri berkepala Selamat Idul Fitri, yang disampaikan melalui akun twitter @gusmusgusmu, sehari menjelang lebaran (30/8). Follower Gus Mus, sebutan bagi akun yang tersambung,
Internet Juga Bid'ah, Internet Juga Tasyabuh!

Internet Juga Bid'ah, Internet Juga Tasyabuh!

Anda adalah penikmat produk Yahudi. Penikmat-penikmat produk orang-orang kafir yang menciptakan internet, Google, Facebook, Yahoo, WordPress, Windows dan lain-lain. Anda juga telah sesat karena karena bertasyabuh kepada orang-orang kafir, setiap hari internetan mencari fatwa fatwa dari misionaris anda. Setiap hari bersosialisasi lewat jejaring sosial milik orang kafir, yang keuntungannya banyak digunakan oleh Yayasan Israel dan kawan-kawan.
Said Aqil: Ketidakidealan Sistem Pendidikan Indonesia Sekarang

Said Aqil: Ketidakidealan Sistem Pendidikan Indonesia Sekarang

Jakarta, NU Online 
Pemerintah berencana mengalokasikan 20% anggaran di APBN tahun 2012 mendatang untuk dunia pendidikan. Namun di mata Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, hal tersebut tak akan banyak membuahkan hasil positif, mengingat sistem pendidikan yang dianggap tak ideal.

Sistem pendidikan di Indonesia saat ini masih dikelola secara terpisah. Pendidikan umum di bawah arahan Kementerian Pendidikan Nasional, sementara pendidikan berlatar belakang agama tumbuh dikelola oleh Kementerian Agama. 
Pesantren Nur El-Falah, Pesantren Tertua di Banten

Pesantren Nur El-Falah, Pesantren Tertua di Banten

Serang, NU Online

Bulan Ramadan memang sangat identik dengan ibadah. Karenanya, di berbagai kelompok masyarakaat, momen ini banyak dimanfaatkan untuk mendekatkan diri pada sang Khalik dengan mengamalkan berbagai amal saleh.Bagi kalangan santri, selain menjadi ajang untuk menggiatkan amal saleh, Ramadan juga menjadi saat yang tepat untuk memperdalam berbagai bidang ilmu. Seperti yang dilakukan para santri Pondok Pesantren Modern Nur El-Falah. 
Tausyiah KH Ali Mustafa Ya'qub di Maroko

Tausyiah KH Ali Mustafa Ya'qub di Maroko

Rabat, NU Online
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof DR KH Ali Mustafa Ya'qub, MA, memberikan tausiah Ramadhan yang bertema "Memaknai Kembali Nuzulul Quran dan Meraih Lailatul Qadar" di hadapan masyarakat Indonesia di Maroko.

Tausiah tersebut juga dihadiri Duta Besar RI di Maroko dan Ibu H Tosari Widjaja serta seluruh staf KBRI Rabat beserta keluarga, mahasiswa serta para pekerja profesional.
4 Level Hati, menurut Tafsir Quran

4 Level Hati, menurut Tafsir Quran

Ada empat istilah yang digunakan Al-Quran dalam menunjukkan makna hati, yaitu, shard, Qolb. Fuad atau afidah dan albab. Istilah-istilah inimengambarkan lapisan-lapisan hati manusia dan kecenderungannya, baik ataupun buruk. Kalau seseorang menggunakan hatinya dalam arti shard, qalb dan fuadnya, maka ia bias baik dan bias juga buruk. Tetapi kalau ia menggunakan albab, maka orang itu sudah pasti baik.

1.Shadr berarti hati bagian luar,
2.qalb berarti hati bagian dalam,
3.fuad atau afidah berarti hati yang lebih dalam, sedangkan
4.albab berarti hati yang paling dalam atau hati sanubari atau hati nurani.

Shadr



Kerena pengertiannya sebagai hati bagian luar, maka istilah sadr biasa pula diartikan sebagai dada. Hanya dada disini tidak hanya berarti fisik, tetapi juga non fisik, seperti aqal dan hati. Ini kerena menurut Amir An-Najr, sadr merupakan pintu masuknya segala macam godaan nafsu, penyakit hati dan juga petunjuk dari Tuhan. Sadr juga merupakan tempat masuknya ilmu pengetahuan ke dalam dirinya manusia.
Aliran Komunitas Millah Abraham Depok dalam Pengusutan

Aliran Komunitas Millah Abraham Depok dalam Pengusutan

Depok, NU Online
Kementerian Agama  mengusut adanya aliran Komunitas Millah Abraham (Komar) di Kota Depok.

"Kami mulai melakukan penelitian mendalam tentang aliran Komar ini," kata peneliti pada Badan Litbang Kehidupan Beragama Kemenag Reslawati di Depok, Rabu.
Buka Bersama PBNU - KH Nawawi Abdul Jalil Sidogiri

Buka Bersama PBNU - KH Nawawi Abdul Jalil Sidogiri

Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama seharusnya dijadikan etape lanjutan bagi alumnus pondok pesantren. Sehingga santri yang telah lama berproses di pondok pesantren dan beraktifitas di bidangnya masing-masing masih mempunyai waktu mengembangkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

Demikian kesimpulan dari perbincangan KH. Nawawi Abdul Jalil, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Kiai Nawawi diundang khusus Ketua Umum PBNU, Kiai Said Aqil Siroj untuk bersama memperingati malam Nuzulul Quran di Gedung PBNU, 15 Agustus 2011.
Silaturahmi DPW PKB & PWNU Jawa Tengah

Silaturahmi DPW PKB & PWNU Jawa Tengah

Semarang, NU Online
Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding menyampaikan, PKB akan terus mendekat kepada ulama dan tidak akan meninggalkan NU. Sebab PKB adalah partai yang didirikan oleh PBNU dan disokong para kiai NU.

Dia juga mengabarkan telah memperjuangkan bantuan operasional untuk PWNU Jateng sebesar Rp 5 juta per bulan dari APBD Jateng. Dalam waktu dekat upaya itu akan berhasil.  
Karya Syech Nawawi al-Bantani

Karya Syech Nawawi al-Bantani

Kairo, NU Online
Nawawi al-Bantani mengarang beberapa karya yang sampai saat ini masih rutin dikaji di pesantren. Akan tetapi, kebanyakan karangan al-Nawawi adalah karangan tautologis; pembacaan ulang terhadap nalar Islam lampau, tanpa kritisisme, serta tanpa penyibakan historisitas doktrin-doktrin lama. Apalagi, mayoritas karangan-karangan Nawawi adalah hasyiah (catatan pinggir) dan syarah (penjabaran).

Nah, herannya, menurut hasil pembacaan Fahmi, kebanyakan dari pengkaji sosio-historis Nawawi hanya terbatas pada ke-Nusantaraan saja. Padahal ada faktualitas sejarah yang melingkupi keberadaan Nawawi di Mekah-Madinah.
Puasa Wishol (Terus Menerus) dilarangkah?

Puasa Wishol (Terus Menerus) dilarangkah?

Mari kita tilik hadist ke-13 dalam Kitab Bulughul Maram Bab Puasa. Hadist yang diriwayatkan sebagian besar perawi besar (Muttafaqun Alaih) ini berbicara tentang Puasa Wishol. Puasa wishol adalah puasa yang dilakukan terus menerus/bersambung tanpa makan berat (mengenyangkan).

Hadist riwayat Abu Hurairah ini sebagai berikut:
Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang puasa wishol (puasa bersambung tanpa makan). Lalu ada seorang dari kaum muslimin bertanya: Tetapi baginda sendiri puasa wishol, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Siapa di antara kamu yang seperti aku, aku bermalam dan Tuhanku memberi makan dan minum.” Karena mereka menolak untuk berhenti puasa wishol, maka beliau berpuasa wishol bersama mereka sehari, kemudian sehari. Lalu mereka melihat bulan sabit, maka bersabdalah beliau: “Seandainya bulan sabit tertunda aku akan tambahkan puasa wishol untukmu, sebagai pelajaran bagi mereka uang menolak untuk berhenti.” (HR Mutaffaqun Alaih)

Kemudian dalam kitab shahih Imam Muslim, muncul pula hadist dengan redaksi lain:
D Zawawi Imron: Cinta Tanah Air Model NU

D Zawawi Imron: Cinta Tanah Air Model NU

Jakarta, NU Online
Memperingati hari kemerdekaan ke-66 RI dan menjelang Nuzulul Qur’an, PBNU mengadakan Refleksi Kebangsaan, pada Senin, 15/08 menjelang buka puasa, di gedung PBNU lantai 8.

Hadir pada kesempatan itu, ketua PBNU dan, KH. Said Aqil Siroj dan wakil ketua umum, KH. As’ad Said Ali, Slamet Effendy Yusuf beserta jajaran pengurus lain. Hadir pula Haryono Isman, Abdullah Syarwani. KH. Said Aqil Munawar. 
Gedung Idham Chalid di Kalimantan Selatan diremikan

Gedung Idham Chalid di Kalimantan Selatan diremikan

Banjarmasin, NU Online
Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin meresmikan pemanfaatan Gedung Sekretariat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta Gedung serbaguna dengan nama Idham Chalid yang dibangun melalui dana APBD sejak 2008.

Peresmian yang dilaksanakan bertepatan dengan hari jadi ke-61 Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Minggu, juga dirangkai dengan buka bersama, shalat Magrib, shalat hajat dan Tarawih bersama gubernur, wagub, sejumlah bupati di Kalsel dan pejabat Pemprov Kalsel.
Sejarah Puasa

Sejarah Puasa

Puasa adalah salah satu dari tiga ibadah yang sama tuanya dengan umur manusia di muka bumi ini. Dua ibadah lainya adalah shalat, seperti disebutkan dalam surat al-Mudatstsir [74]: 40-43, dan Qurban seperrti disebutlan dalam surat al-Ma’idah [5]: 27. Sementara ibadah puasa terdapat dalam surat al-Baqarah; 184
…كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “…Sebagaimana telah diwajibkan juga kepada orang-orang yang sebelum kamu mudah-mudahan kamu bertaqwa”.
Ngabuburit Dengan Berlatih Tari Sufi

Ngabuburit Dengan Berlatih Tari Sufi

Magetan, NU Online
Sejumlah santri dan santriwati di Pondok Pesantren Roudlotul Huda, di Desa Kedung Panji, Kecamatan Lemeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berlatih tari Sufi, tarian dari Timur Tengah, saat ngabuburit untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Pengurus Pondok Pesantren Roudlotul Huda, Saiful, Sabtu, mengatakan, latihan tari Sufi selalu digelar para santrinya setiap bulan Ramadhan. Tarian ini sangat sederhana dan menggunakan iringan alat musik rebana.
KH Nurul Huda: Pesantren Pusat Pendidikan Karakter

KH Nurul Huda: Pesantren Pusat Pendidikan Karakter

Demak, NU Online
Bulan Ramadhan, pesantren menjadi pusat kajian ilmu keagamaan dengan menggelar berbagai kajian kitab guna meningkatkan nilai ibadah. Demikian juga yang dilakukan Pesantren At-Taslim Kracaan Bintoro Demak, Jateng, dalam bulan Ramadhan 1432 Hijriyah ini telah menggelar berbagai kajian agama, yang terbagi dalam beberapa kelompok/halaqoh.

Selepas tarawih, kediaman Pengasuh Pondok Pesantren At-Taslim Demak KH Muhammad Nurul Huda,Lc MA, yang terletak ditengah tengah komplek pesantren, dipenuhi santri, alumni dan masyarakat umum. Kebetulan malam itu NU Online juga ikut nimbrung. Emper dan teras rumah milik keluarga pun ikut juga dipadati para santri, termasuk di garasi mobil milik keluarga. Sebagian santri duduk di halaman pesantren beralaskan sarung atau sajadah, bahkan ada juga yang beralaskan sandal.
Said Aqil: Sejarah Besar Islam Terjadi di Bulan Ramadhan

Said Aqil: Sejarah Besar Islam Terjadi di Bulan Ramadhan

Jakarta, NU Online
Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa. Pada tanggal 17 Ramadlan, nabi Muhamad menerima ayat pertama al-Quran yang berbunyi “Iqra”.  Artinya baca dan fahami. Melalui ayat ini, Allah menyuruh umatnya untuk faham, cerdas, maju, menggali rahasia-rahisa alam termasuk penciptaan manusia.

Demikian dikatakan ketua PBNU, Said Aqil Siroj saat ceramah menjelang buka puasa di Kedubes Iran pada (11/08) di Jakarta. 
Jangan Tinggalkan Wirid Ulama NU

Jangan Tinggalkan Wirid Ulama NU

Surabaya, NU Online
Persoalan pengembalian uang hasil korupsi menjadi topik menarik dalam pengajian Ramadhan di Kantor PWNU Jawa Timur pada Kamis (11/8) siang. Apalagi kalau pelaku korupsi alias koruptor baru sadar dan berniat mengembalikan hasil jarahannya ketika uang sudah habis. Bagaimana cara pengembaliannya agar persoalan tidak bersambung ke akhirat?

“Dia harus terus berusaha untuk dapat mengembalikan uang itu kepada negara, kalau sudah dikembalikan seluruhnya, baru dia bertobat kepada Allah dengan sungguh-sungguh,” kata H Masyhudi Mukhtar, MBA, Sekretaris PWNU yang siang itu kebagian mbalah.
Belajar Baca Kitab Kuning Via Facebook

Belajar Baca Kitab Kuning Via Facebook

Yogya, NU Online
KH Habib Syakur, pria tambun berpeci hitam kombinasi kuning itu, terlihat sibuk. Tangannya gesit menggerakkan mouse, matanya terus memelototi layar monitor laptopnya. Ia sedang membuka account Facebook ”Belajar Baca Kitab Kuning” yang dirintis sejak empat bulan lalu.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad Kauman Desa Wijirejo Kecamatan Pandak Bantul ini yakin, apa yang dilakukan akan memudahkan masyarakat umum mempelajari Kitab Kuning atau bacaan Arab tanpa harakat.
Menjadi Guru Profesional Sesuai Alquran

Menjadi Guru Profesional Sesuai Alquran

Jombang, NU Onlinea
Geliat organisasi profesi, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) kabupaten Jombang mulai nampak. Selasa (9/8) meski hanya digelar secera sederhana, Halaqoh bertajuk Menjadi Guru Profesional sesuai dengan Al Qur’an mendapat perhatian kalangan pendidik di Kota santri.

Hadir dalam kegaiatan Pergunu yang di gelar Aula PCNU, Ketua PCNU, Dr KH Isrofil Amar, MAg, Katib Syuriyah, Ust Wazir, Lc, Wakil Rais KH Mujib Adnan, MAg yang juga dosen IAIN Sunan Ampel, dan KH Hamid Bisri, Sekretaris PCNU. Ketua Dewan Pendidikan, Junaidi Hidayat.
Jalan Sufi Para Lansia

Jalan Sufi Para Lansia

Magelang, NU Online
''Ya Allah, Gusti kula nyuwun tetep iman Islam-e ndonya akherat. Mbenjang pejah, khusnul qotimah....''(Ya Allah, Tuhan-ku. Saya mohon supaya tetap iman Islam-nya, dunia akhirat. Nanti kalau meninggal khusnul qotimah....''

Sepenggal syair salawat jawa itu didendangkan sebagian para santri susai shalat zuhur di Masjid Agung Payaman, Kabupaten Magelang. Suaranya ada lirih, serak dan ada juga yang masih nyaring. Sebagian santri lagi, ada yang hanya menggerakkan bibir tak keluar suaranya.
Hukum Mencium Istri ketika Puasa

Hukum Mencium Istri ketika Puasa

Pada hakikatnya, puasa itu menghindari segala hal yang membatalkan. Salah satu perkara yang membatalkan puasa adalah ejakulasi (inzal) akibat persentuhan kulit, dan bersenggama walaupun tanpa ejakulasi.
Pada dasarnya mencium istri tidak membatalkan puasa. Tetapi karena bisa membangkitkan nafsu, dapat mengakibatkan ejakulasi, dan menyeret seseorang menuju interaksi seksual maka pembahasan hukumnya tidak bisa sederhana lagi.
Hukum Lupa Berniat Puasa

Hukum Lupa Berniat Puasa

Niat adaah I’tikad tanpa ragu untuk melaksanakan amal. Dalam hal puasa Ramadhan , kapan saja terbersit dalam hati di waktu malam bahwa besok adalah Ramadhan dan akan berpuasa, maka itulah niat (al-Fiqh al-Islami, III, 1670)
Terus bagaimanakah jika terlupakan membaca niat untuk puasa Ramadhan pada malam hari, padahal malam itu juga makan sahur. Apakah secara otomatis sahur dapat dianggap sebagai niat, mengingat sahur sendiri dilakukan karena ingin berpuasa esok hari?

Hal yang demikian ini sering terjadi. Tak jarang menimbulkan keraguan. Imam Syafi’I berpendapat bahwa makan sahur tidak dengan sendirinya dapat menggantikan kedudukan niat, kecuali apabila terbersit (khatara) dalam hatinya maksud untuk berpuasa. (al-Fiqh al-Islami, III, 1678).

Sedangkan menurut mazdhab lain ada keterangan tambahan. Jika sahur dilakukan pada waktunya (lewat tengah malam), maka tanpa niatpun dinilai cukup. Tetapi jika makan dan minum diluar waktu sahur (sebelum tengah malam) maka diperlukan niat berpuasa untuk esok hari.
Masalahnya, seringkali seseorang makan sahur dalam keadaan belum sadar. Mungkin karena terlalu kantuk ataupun makan sambil tidur. Karena dikhawatirkan sama sekali tidak terbersit di hatinya keinginan untuk berpuasa. Maka niat berpuasa menjadi wajib.

Niat adalah ruh dalam amal. Suatu perkejaan akan dicatat sebagai amal saleh, buruk atau sia-sia tergantung pada niatnya. Sebagaimana dimaksudkan dalam hadits:

إنما الأعمال بالنيات, وإنمالكل امرئ مانوى


Sahnya suatu amal bergantung pada niat. Setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang ia niatkan. (HR. Bukhari)
Hukum Bertadarus Quran dengan Suara Lantang

Hukum Bertadarus Quran dengan Suara Lantang

Pada bulan Ramadlan, pahala amal kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Nabi SAW sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak melaksanakan ibadah kepada Allah SWT padda malam hari bulan Ramadlan. Dalam sebuah Hadits, Nabi SAW bersabda:

عن ابى هريرة رضي الله عنه أن رسول الله ص.م. قال من قام رمضان ايماناواحتسابا غفرله ماتقدم من ذنبه. (صحيح البخاري, رقم 1870 )


“dari Abi Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memeriahkan bulan Ramadlan dengan ibadaah, (dan dilaakukan) dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan diampuni segala dosanya yang telah lalu” (Shahih al-Bukhari: 1870)

Tentang apa yang dimaksud dengan memeriahkan malam bulan Ramadlan yang ada dalam hadits ini, al-Shan’ani dalam kitabnya Subul al-Salam menjelaskan:
Ibadah adalah Kebutuhan

Ibadah adalah Kebutuhan

Surabaya, NU Online
Meski diperintahkan Allah, sejatinya puasa dan ibadah-ibadah lainnya merupakan kebutuhan manusia. Allah memerintahkan (mewajibkan) hanya agar manusia bisa memenuhi kebutuhan dirinya sendiri tersebut.

Demikian dinyatakan dr. M. Thohir, saat mengisi Pengajian Ramadhan di Kantor PWNU, Selasa (9/8) siang. Wakil Ketua PWNU Jawa Timur ini, menjelaskan, lebih seribu ayat kauniyah dalam Al-Qur'an tidak ada satupun ayat yang berisi perintah beribadah kepada makhluk selain manusia dan jin.
KH Muhyiddin Abdusshomad: NU Harus Terus Berbenah

KH Muhyiddin Abdusshomad: NU Harus Terus Berbenah

Jember, NU Online
Siapa pun tidak membantah bahwa jumlah warga nahdliyyin cukup banyak. Bahkan jika mengacu kepada hasil survey LSI,  anggota NU mencapai 47 persen dari jumlah penduduk Indonesia.  Angka ini sangat fantastis untuk sebuah organisasi massa.

Namun pengurus NU tidak boleh terlena dengan angka itu. Sebab, jika warga NU tidak dirawat, justru bisa lari ke ormas lain. Demikian dikemukakan Rais Syuriah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad  saat menjadi nara sumber dalam pelatihan Aswaja yang digelar LDNU di Pondok Pesantren  Mamba’ul Ulum, Desa Gugut, Kec. Rambipuji, Kabupaten Jember, Selasa (9/8). 
Alissa Wahid: Perempuan Sebagai Pembentuk Karakter Keluarga

Alissa Wahid: Perempuan Sebagai Pembentuk Karakter Keluarga

Jepara, NU Online
Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga. Perempuan berperan penting dalam membentuk karakter keluarga sehingga tidak bergantung pada sang ayah.

“Dalam keluarga keberadaan perempuan tidak bisa dikesampingkan,” tutur Alissa Wahid dalam Silaturrahim dan dialog bersama ibu-ibu Jaringan Perempuan Mandiri di Koperasi Lestari Mandiri Raguklampitan Batealit Jepara, Selasa (9/8).
KyaiPedia: KH Sayyid Aqil Ba'abud Purworejo

KyaiPedia: KH Sayyid Aqil Ba'abud Purworejo

Kelahiran dan Nasab



Nama lengkap Muassis Pondok Pesantren dan Madrasah Al Iman Bulus Gebang, Purworejo ini adalah Sayyid Agil Bin Muhammad Al Ba’bud. Masyarakat memanggil beliau dengan sebutan Wan Agil atau Ndoro Agil. Di kalangan santri Al Iman Bulus, beliau disapa dengan Ustadz Agil. Sayyid Agil lahir di Bulus, Purworejo pada tahun 1918 M dan wafat hari Jum’at, 7 Dzul qo’dah H, bertepatan dengan 3 Juli 1987.

Beliau putra Sayyid Muhammad Al Ba’bud dan ibu Raden Ayu Salimah, putri KRT Khasan Mukmin, Pengulu Landrat Karanganyar, Kebumen.

Rihlah ‘Ilmiyyah (Pendidikan)



Pengajian Kitab Al-Hikam oleh Gus Mus

Pengajian Kitab Al-Hikam oleh Gus Mus

Rembang, NU Online

Selepas Taraweh, aula Pesantren Raudhotut Tholibin, Rembang, Jawa tengah, penuh. Ruangan-ruangan di sekitar aula juga dipadati para santri, termasuk di emperan dekat kamar mandi. Sebagian santri duduk di halaman pesantren beralaskan terpal atau sajadah. Serambi rumah almarhum KH Cholil Bisri juga dipenuhi para santri.

Malam itu, para santri sedang pengikuti ‘Pasaran’, istilah di pesantren untuk ngaji khusus di bulan Ramadhan. Mereka semua pegang kitab. Al-Hikam namanya.
KH Mustofa Abdullah: Patriotisme untuk Kaum Muda

KH Mustofa Abdullah: Patriotisme untuk Kaum Muda

Bogor, NU Online
Patriotisme atau semangat membela Tanah Air, harus ditanamkan dan ditularkan pada generasi muda bangsa, agar mereka memiliki rasa nasionalisme yang diwariskan para pendiri bangsa, kata Ketua Yayasan Islamic Center (YIC) Al-Ghazaly, KH Mustofa Abdullah.

"Patriotisme harus ditanamkan dan ditularkan, terutama kepada generasi muda. Ini penting, agar saat mereka tumbuh dewasa, dapat menjadi generasi yang memiliki komitmen terhadap masalah kebangsaan," kata Mustofa Abdullah Bin Nuh di Bogor, Ahad.
Kabar Wafatnya Mbah Sahal hanya Rumor Belaka

Kabar Wafatnya Mbah Sahal hanya Rumor Belaka

KH Sahal Mahfudz Wafat tanggal 24 Januari 2014 di Kajen Pati. Post ini adalah posting lama tahun 2011 yang lalu saat isu wafatnya Mbah Sahal beredar.

Pekalongan, NU Online
Kabar yang beredar via sms dari HP ke HP sejak subuh tadi pagi perihal wafatnya Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH MA Sahal Mahfudh hanyalah rumor belaka, karena berdasarkan informasi dari Ketua PWNU Jawa Tengah Drs HM Adnan, MA kabar meninggalnya Mbah Sahal tidak benar.

Beberapa SMS yang masuk diterima NU Online berbunyi "Innalilaahi wa inna ilaihi roojiun,  sampun wafat dalu niki KH Sahal Mahfudh Kajen Pati, insyaallah dimakamakebesok pagi... mohon kepada semuanya berkenan membacakan fatihah...semoga semua amal beliau diterima di sisi Allah n semoga diberikan pengganti oleh Allah...amien ya rabbal alamin ....." demikian bunyi SMS yang masuk pada pukul 07.19.21 wib.

"Tidak benar rumor yang beredar secara luas lewat pesan singkat "SMS" mbah Sahal telah wafat," demikian dikatakan Ketua PWNU Jawa Tengah yang dihubungi via telepon tadi pagi.

NU Online sendiri sejak Sabtu kemarin (6/8) menerima puluhan SMS yang mengabarkan Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sedang berbaring di rumah sakit dan mohon bantuan pembacaan surat Al Fatihah.

Sebagaimana diketahui, Mbah Sahal merupakan sosok yang sangat bersahaja. Bicaranya tenang, lugas, tidak berpretensi mengajari. Padahal KH Muhammad Achmad Sahal Mahfudh sangat disegani.
Said Aqil: NU dan Syiah banyak persamaan tradisi

Said Aqil: NU dan Syiah banyak persamaan tradisi

Jakarta, NU Online
Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan, antara NU dan penganut Syiah, banyak memiliki kesamaan dalam tradisi, yaitu sama-sama menghormati ahlul bait, atau keturunan Rasulullah.

Dikatakannya, Rasulullah suatu menegaskan, dirinya tidak meminta upah dalam mengembangkan Islam, tetapi meminta agar umat Islam menghormati anak cucunya. “Kita ini bukan siapa-siapa, kecuali satu saja, mencintai keluarga Rasul,” paparnya dalam pertemuan antara Jamiyyatul Qurra wal Huffadz NU dan Iran di gedung PBNU, Sabtu (6/8).
Lesbumi NU: Waspadai Pembelokan Sejarah lewat Buku

Lesbumi NU: Waspadai Pembelokan Sejarah lewat Buku

Malang, NU Online
Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU, mengajak warga NU untuk bersikap lebih kritis lagi pada buku-buku sejarah yang beredar. Sebab banyak buku  ditulis tidak dengan maksud ilmiah, namun dengan agenda terselubung di dalamnya.

“Agendanya ingin menyingkirkan peranan Islam tradisionalis dari dunia akademis,” kata Agus Sunyoto, salah seorang Wakil Ketua Lesbumi PBNU kepada NU Online di Malang, beberapa waktu lalu.

Ia mencontohkan, Ensiklopedi Islam yang berjilid-jilid dan tebal-tebal itu, ternyata di dalamnya tidak ditemukan kisah Walisongo. Padahal berbicara Islam nusantara, apalagi tanah Jawa, tidak akan bisa terlepas dari sejarah Walisongo, karena merekalah yang mempelopori Islam masuk dan berkembang ke seluruh pelosok nusantara. Sejarah para tokoh NU pun sangat minim. Kalaupun ada, jumlahnya sangat sedikit dan data yang dimasukkan sangat minim. 
Ilmu Balaghah itu Sangat Penting

Ilmu Balaghah itu Sangat Penting

Surabaya, NU Online
Salah satu ilmu yang kini kurang mendapatkan perhatian masyarakat adalah ilmu balaghah, yang merupakan bagian dari gramatikan Bahasa Arab. Orang biasanya hanya fokus pada nahwu dan sharaf, sementara balaghah dilupakan. Padahal di cabang ilmu balaghah itulah banyak tersimpan rahasia kalimat Bahasa Arab.

“Ilmu balaghah itu sangat penting, kalau kita ingin mendalami Al-Quran dan Al-Hadits secara sempurna,” tutur Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Miftachul Akhyar.
Istighosah & Peringatan Hari Lahir KH Abdurrahman Wahid

Istighosah & Peringatan Hari Lahir KH Abdurrahman Wahid

Jakarta, NU Online

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), 4 Juli 2011, Pesantren Ciganjur menggelar rangkaian doa bersama dan Istighotsah. Peringatan ini digelar di Serambi Masjid Al-Munawwaroh Jl. Warung Silah No. 10 Ciganjur Jakarta, Kamis (4/8).

Demikian dinyatakan Arif Al-Bony kepada NU Online, Kamis (4/8). Menurutnya, acara Tahlil dan Istighotsah ini akan dilaksanakan sore nanti menjelang buka puasa bersama. Acara ini juga akan diakhiri dengan ta'jil buka puasa bersama di Masjid Al-Munawwaroh. 
Ramadhan Sebagai Bulan Tahannus

Ramadhan Sebagai Bulan Tahannus

Surabaya, NU Online
Kehidupan manusia tidak cukup hanya dipandu oleh akal. Sebab, (kemampuan) akal manusia terbatas. Pasalnya, akal masih perlu dipandu oleh hati. Dalam diri manusia terdapat dua hal penting yang saling berlawanan, yakni akal yang memiliki kecenderungan pada hal-hal positif (kebaikan) dan nafsu yang cenderung mengajak pada perilaku negatif. Dalam konteks ini, posisi hati sebagai “hakim” atas dua kekuatan atau kecenderungan tersebut.

Demikian disampaikan KH Abdurrahman Navis, Lc, MHI, saat menjawab pertanyaan peserta Pengajian Ramadhan PWNU Jatim, di ruang loby kantor PWNU Jatim, Kamis (05/08). 
Tradisi Pengajian Pasanan di Masjid Menara Kudus

Tradisi Pengajian Pasanan di Masjid Menara Kudus

Kudus, NU Online
Memasuki hari ketiga puasa, Pengajian pasanan yang diasuh KH Sya’roni Ahmadi yang bertempat di masjid Aqsho Menara Kudus, Rabu (3/8) pagi dimulai. Seperti tahun lalu, pengajian dipenuhi ribuan jamaah yang berdatangan dari Kudus, Jepara dan daerah lainnya. Mereka dengan khusus mendengarkan siraman dan uraian tafsir al Qur’an bersama Mustasyar PBNU ini.

Mengawali ceramahnya, KH Sya’roni mengajak jama'ah untuk menyambut gembira datangnya bulan suci Romadhan
Gus Rofiq Raih Gelar Doktor

Gus Rofiq Raih Gelar Doktor

Surabaya, NU Online

Sekretaris LTN PCNU Jombang Ainur Rofiq Al-Amin telah meraih gelar Doktor di Program Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel. Disertasinya yang berjudul “Khilafah Perspektif Hizb Al-Tahrir” telah diuji secara terbuka di aula Program Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel (30/7).
Sinta Nuriyah: Semua Warga Bangsa Bersaudara

Sinta Nuriyah: Semua Warga Bangsa Bersaudara

Karawang, NU Online
Istri Presiden RI ke-4 Abdurahmad Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah M.Hum, meminta masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Dia tidak menginginkan, perbedaan dijadikan alasan untuk melakukan pertikaian ataupun perpecahan antar sesama warga bangsa.

Menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terdiri dari berbagai macam suku, ras, bahasa bahkan agama, yang dibingkai melalui Bhineka Tunggal Ika. "NKRI terdiri dari berbagai suku, ada Jawa, Batak, Sunda, Madura dan lainnya. Begitu juga dengan agama, ada Islam, Kristen, Konghucu, Budha, Hindu, semuanya adalah saudara. Satu sama lain harus bersatu dan saling membantu, tidak boleh saling bertengkar dan tidak saling mencurigai," katanya saat melakukan sahur bersama di Klenteng Kwan See Tee Koen Karawang, Senin (1/8) dini hari kemarin.

Kategori

Kategori