Yahya Cholil Staquf: Saham Besar NU pada Kemerdekaan Indonesia

Yahya Cholil Staquf: Saham Besar NU pada Kemerdekaan Indonesia

Demak, NU Online
Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terbelakang dalam segala hal ini dikarenakan terlalu lama hidup dalam penjajahan. Dunia pesantren merasa prihatin dengan merosotnya nilai Agama dan ideologi bangsa. terlebih dirasa bangsa penjajah dalam misinya tidak hanya merebut kekuasaan namun ada misi agama yang merongrong aqidah dan Idiologi bangsa Indonesia ini. 
Kerjasama Beasiswa S2 Magister Manajemen, PBNU-STEKPI

Kerjasama Beasiswa S2 Magister Manajemen, PBNU-STEKPI

Jakarta, NU Online
Bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI) Jakarta, sebanyak 32 kader NU mendapat beasiswa untuk mengikuti program Magister Manajemen (MM) dengan jurusan ekonomi keuangan syariah.

Nota kesepahaman kerjasama tersebut ditandatangani di kampus STEKPI,
MTQ Nasional XXIV tetap di Ambon

MTQ Nasional XXIV tetap di Ambon

Ambon, NU Online
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mendukung penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXIV tetap berlangsung di Ambon, Juni 2012.

"MTQ Nasional maupun sejumlah kegiatan bertaraf nasional dan internasional lainnya yang telah dijadwalkan di Ambon harus tetap dilaksanakan, karena
Kunjungan PBNU ke PT Sritex Sukoharjo

Kunjungan PBNU ke PT Sritex Sukoharjo

Sukoharjo. NU.Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj lakukan kunjungan ke pabrik Sritex, di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah kurang lebih 30 km dari Kota Solo.

Kunjungan dadakan ke pabrik tekstile terbesar di Asia Tenggara itu atas permintaan H Muhammad Luqminto, pemilik pabrik melalui Sumartono Hadinoto, pengurus Perhimpunan Masyarakat Surakarta (PMS), usai
PBNU Akan Kunjungi GBIS Kepunton Solo

PBNU Akan Kunjungi GBIS Kepunton Solo

Jakarta, NU Online 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menunjukkan empatinya terhadap ledakan bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Setelah sebelumnya menyampaikan kutukan dan memerintahkan Barisan Serbaguna untuk siaga ikut menjaga keamanan, Selasa, 27 September 2011 besok, sejumlah pengurus akan melakukan kunjungan langsung ke lokasi kejadian. 
Khofifah: Terorisme Subur akibat Pengabaian Peran Sipil

Khofifah: Terorisme Subur akibat Pengabaian Peran Sipil

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan, terjadinya bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GPIS) Solo menjadi bukti nyata bahwa penanganan terorisme di Indonesia selama ini belum maksimal.

"Penanganan terorisme selama ini mengacu pada metode  repsesif atau kekuatan senjata. Hukuman terhadap para teroris sebenarnya sudah berat, tapi belum membuat orang jera, karena serangan terorisme di Indonesia berwatak ideologis," kata Khofifah di kantor Muslimat, Jl Pengadegan Timur Raya, Jakarta Selatan, Senin (26/9).
Hindari Penumpukan Kader NU di Jawa

Hindari Penumpukan Kader NU di Jawa

Surabaya, NU Online
Sudah bukan rahasia lagi kalau kader NU lebih banyak berada di pulau Jawa, terlebih di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pondok-pondok pesantren besar dan kiai-kiai ternama banyak berada di kedua provinsi itu. Sementara di kepulauan yang lain kadang masih kekurangan kader. Jadilah sebuah ketimpangan. Oleh karena itu perlu dipikirkan cara pemerataan agar tidak ada penumpukan kader di Jawa.

“Hindari penumpukan kader di Jawa, perlu dipikirkan langkah penyebarannya,” kata Ketua PBNU Dr H Moh Salim Al-Djufri, MSosI.

Menurut Habib Salim, sapaan akrabnya, langkah penyebaran perlu dilakukan agar ada pemerataan kader. Dengan demikian tingkat kemajuan yang dicapai antara NU di Jawa dan luar Jawa akan menjadi berimbang, tidak timpang seperti yang selama ini terjadi, yang satu sudah sedemikian maju, yang lain malah masih jauh tertinggal. 
Yenny Wahid: Negara Gagal Melindungi

Yenny Wahid: Negara Gagal Melindungi

Jakarta, NU Online

Ketenangan umat beragama  dalam menjalankan ibadah kembali terkoyak. Sebuah bom bunuh diri meledak Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Kepunton, Solo pada Ahad (25/9). Dari tragedi tersebut tercatat 14 anggota jemaat GBIS luka parah dan 8 lainnya luka ringan. Juga ditemukan seorang korban jiwa yang diduga adalah pelaku bom bunuh diri. Ini mempertegas bahwa negara telah kecolongan dan gagal dalam melindungi warga negaranya dari terorisme.
Hasyim Muzadi: Pemerintah Harus Lawan Radikalisasi Agama

Hasyim Muzadi: Pemerintah Harus Lawan Radikalisasi Agama

Jakarta, NU Online
Mantan Ketua Umum PBNU  yang juga Sekjen Internasional Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi, aksi bom bunuh diri di Solo menunjukan bahwa kekerasan atas nama agama masih terus berlangsung. Penyebabnya, karena pemahaman agama yang masih kurang. Untuk itu, pemerintah harus melakukan langkah-langkah pencegahan secara konkret, yaitu melawan radikalisasi agama. 
Silaturahmi Wapres ke PBNU

Silaturahmi Wapres ke PBNU

Jakarta, NU Online
Wakil Presiden Boediono melakukan kunjungan ke kantor PBNU di jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat pada Senin, (26/9). Ia diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bersama dengan jajaran pengurus PBNU lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Boediono makan siang bersama Kiai Said di lt 3. Selanjutnya, sekitar pukul 13.30, ia mengadakan pertemuan yang diikuti oleh
Banser & Densus 99 GP Ansor Siaga I di Solo dan Sekitarnya

Banser & Densus 99 GP Ansor Siaga I di Solo dan Sekitarnya

Jakarta - Bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, mengagetkan warga. Untuk mengantisipasi tidak terulangnya kembali peristiwa serupa di Solo, GP Ansor akan menurunkan Densus 99.

Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid menginstruksikan warga GP Ansor dan Banser se-Solo Raya agar siaga I. Mereka juga diminta terlibat aktif menjaga berbagai tempat ibadah di kawasan tersebut. Nusron menyakini kejadian tersebut merupakan rentetan panjang dengan berbagai tindakan radikalisasi yang mengatasnamakan agama yang selama ini terjadi.
Said Aqil: Segera Usut Motif Bom Bunuh Diri Solo

Said Aqil: Segera Usut Motif Bom Bunuh Diri Solo

Jakarta, NU Online 
Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Kejadian tersebut dinilai akan semakin menyudutkan nama Islam, dan Pemerintah diminta segara mengungkap motif dibalik aksi tak beranggungjawab tersebut.

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj mengatakan, mengaca pada kejadian yang sama sebelumnya, aksi bom bunuh diri yang mengakibatkan satu korban jiwa tersebut akan semakin menyudutkan nama Islam, yang acap kali menjadi kambing hitam asal pelaku pengeboman. Kejadian ini juga dianggap akan menjadikan Indonesia semakin dinilai miring oleh dunia internasional. 
PBNU: Segera Usut Tuntas Bom Bunuh Diri Solo

PBNU: Segera Usut Tuntas Bom Bunuh Diri Solo

Jakarta, NU Online
Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf mengatakan tindakan bom bunuh diri yang dilakukan di Gereja Bethel Injili Sepenuh, Kepunton, Kota Solo sekitar pukul 10.55 WIB.

“Tindakan seperti itu bisa merusak hubungan antar umat beragama dengan timbulnya rasa saling curiga antar komponen bangsa,” katanya.
Halaqah Kebangsaan GP Ansor Kab. Demak

Halaqah Kebangsaan GP Ansor Kab. Demak

Demak, NU Online

Sekitar dua ratus lima puluhan lebih Kiai Muda (Gus) dan santri mengikuti Halaqoh Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Demak, Hari ini Ahad (25/9) bertempat di Pesantren Al-Ishlah Sempalwadak Bintoro Demak.

Dalam kesempatan ini hadir Bupati Demak Taftazani, Wabup H Dachirin Sa’id dan Muspida, Dandim dan Kapolres Demak, Ketua PCNU dan jajarannya, PW Ansor Jawa Tengah.
Pendidikan Ma'arif Harus Jadi Pusatnya Peradaban

Pendidikan Ma'arif Harus Jadi Pusatnya Peradaban

Kendal, NU Online

Lembaga Pendidikan Ma’arif NU sebagai lembaga NU yang mengurusi masalah pendidikan harus bisa membangun peradaban dan menjadi pusat peradaban bagi masyarakat. Oleh karenanya guru  Ma’arif harus bisa menjadi muadib dan tidak sekedar bisa mentransfer ilmu pengetahuan saja.

Demikian dikatakan wakil ketua PW NU Jawa Tengah, Abu Hafsin saat memberikan pengarahan pada acara Halal bi Halal dan Rakorcab IV LP Ma’arif Kendal di MTs NU 06 Sunan Abinawa Pegandon, baru-baru ini.
MUI & PWNU Jatim Tetap Tuntut Penutupan Dolly

MUI & PWNU Jatim Tetap Tuntut Penutupan Dolly

Surabaya, NU Online
Menyandang gelar sebagai tempat pelacuran terbesar se-Asia Tenggara, masih terus membuat para pejabat di Jawa Timur risih. Bagaimanapun, selama ini Jawa Timur telah menyandang gelar kota santri, karena pondok pesantren terbesar dan terbanyak berada di daerah ini. Untuk itulah usaha untuk menutup lokalisasi yang ada di Jawa Timur masih terus dilakukan.

“Terus terang, banyak pejabat yang mengaku risih,” kata KH Abdurrahman Navis, Lc, MHI, Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur kepada NU Online di Surabaya pada Sabtu (24/9) siang.

Untuk itulah MUI Jawa Timur tetap berikhtiar dan fokus dalam menangani masalah tersebut. Bila sebelumnya telah menawarkan dana antara Rp 2,5 hingga Rp 4 juta kepada para WTS yang mau berhenti dan pulang kampung untuk tidak kembali lagi, kali ini MUI Jawa Timur akan menggelar halaqah tentang proses pengentasan mereka. 
PBNU Minta PKS Hentikan Perebutan Masjid

PBNU Minta PKS Hentikan Perebutan Masjid

Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud meminta kepada Tifatul Sembiring agar pengambilalihan masjid-masjid NU yang selama ini ditengarai dilakukan oleh para kader PKS dihentikan demi persatuan umat.

“Bagaimana umat kita bisa bersatu kalau di lapisan bawah masih seperti ini,” kata Marsudi saat menerima kunjungan Tifatul Sembiring, Menkominfo yang juga kader PKS di gedung PBNU, Rabu (21/9).
Slamet Effendy Yusuf: Toleransi Bukan Sekedar Memahami

Slamet Effendy Yusuf: Toleransi Bukan Sekedar Memahami

Jakarta, NU Online
Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf mengatakan, toleransi yang ada di Indonesia tak sekedar memahami keyakinan orang lain, tetapi juga memberi peran penting yang bermakna.

“Meskipun mayoritas Indonesia beragama Islam, tetapi perwakilan dari berbagai agama lain selalu ada yang duduk dalam kabinet,” katanya ketika menerima rombongan muslim dari Thailand di gedung PBNU, Jum’at (23/9)

Hal ini, merupakan kebesaran dan kearifan dari umat Islam Indonesia yang selalu menjunjung tinggi persaudaraan dan perdamaian dengan agama lain yang sudah terbukti dari zaman dahulu.
Gus Dur Sebagai Perawat Kemajemukan Bangsa

Gus Dur Sebagai Perawat Kemajemukan Bangsa

Jakarta, NU Online
Menjadi ekstrim kiri itu mudah, menjadi ekstrim kanan itu gampang. Tapi menjadi diantara keduanya, itu yang susah. Dan yang lebih susah lagi, adalah merawat keberagaman. Khususnya Indonesia, yang sejak fitrahnya memang majemuk. Pada sisi itulah posisi Gus Dur: merawat kemajemukan Indonesia.

Hal itu disampaikan al-Zastrouw Ng. dalam diskusi santai bertema “Bagaimana Cara Gus Dur Merawat Kemajukana Indonesia.” Diskusi yang berlangsung Kamis, (22/09) pukul 13.00-15.00 ini bertempat di lantai 1 FX Plaza, Soedirman, Jakarta Pusat dalam event Sosial Media Festival. 
Halal bi Halal PBNU 20 September

Halal bi Halal PBNU 20 September

Jakarta, NU Online
Selepas Isya, Selasa, 20 September kemarin, tak biasanya area pegadaian Kramat Raya, Jakarta Pusat terlihat semarak. Di kiri kanan jalan, tampak umbul-umbul dan bendera hijau, berlambang bola dunia yang dilingkari tali dalam ikatan longgar, diterangi sembilan bintang.

Kemudian ratusan orang berbondong-bondong menuju aula Langen Palikrama. Muncul KH Sahal Mahfudh, KH Said Aqil Siroj, KH Tolchah Hasan, KH Malik Madany, KH Masdar F Masudi, H Slamet Effendi Yusuf, segenap pengurus PBNU. Hadir Mahfud MD, Taufik Kemas, sejumlah duta besar negara sahabat dan tamu undangan lain. Hadir pula warga NU dari berbagai daerah, beragam profesi. Rata-rata mereka berpakaian batik dan berpeci hitam. Ada pula yang bersarung dan berbaju koko. Mereka menghadiri halal bihalal warga NU 1432 H.  
Said Aqil: NU Tolak Pendirian Negara Islam di NKRI

Said Aqil: NU Tolak Pendirian Negara Islam di NKRI

Jakarta, NU Online 
Nahdlatul Ulama sebagai salah satu civil society dengan jumlah massa mencapai tujuh puluh juta orang, dengan tegas menyatakan komitmennya terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebaliknya, NU dengan tegas menolak keinginan sejumlah pihak menjadi Indonesia sebagai negara berlandaskan hukum Islam.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj, saat menerima kedatangan romongan dari Hizbut Tahrir Indonesis (HTI), Rabu, 21 September 2011. Dalam kunjungan tersebut, rombongan HTI yang dipimpin ketuanya Ismail Yusanto, menyatakan keinginannya untuk mengembalikan khilafah islamiyah di
Hasyim Muzadi: Reshuffle Hanya Ajang Bagi-bagi

Hasyim Muzadi: Reshuffle Hanya Ajang Bagi-bagi

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan kekuasaan di Indonesia saat ini sudah dikapling oleh partai politik dan sama sekali tidak menguntungkan rakyat. Karena itu,reshuffle kabinet yang akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diyakini tidak akan membawa perbaikan bagi kehidupan rakyat.

"Kabinet presidential rasa parlementer. Negara dikapling partai politik. Reshuffle kabinet pun tidak bisa keluar dari himpitan kabinet presidential yang rasa parlementer itu," kata KH Hasyim Muzadi dalam Seminar Sosialisasi Empat Pilar, Urgensi Perubahan Kelima UUD 1945: Konsolidasi Demokrasi dan Jati Diri Bangsa di kantor ICIS, Jalan Dempo, Jakarta, Jumat 23 September 2011.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini meragukan SBY berani mengambil langkah mencopot atau mengangkat seorang menteri berdasarkan kompetensi. Sebab, kekuasaan sekarang telah "tersandera" oleh kepentingan partai-partai anggota koalisi.
[Humor] Gus Dur vs Fidel Castro

[Humor] Gus Dur vs Fidel Castro

Tak pelak lagi, selama masa kepemimpinannya yang tak lebih dari dua tahun, Gus Dur lah satu-satunya presiden yang pernah memimpin negeri kaya tapi rakyatnya miskin ini, yang paling banyak melakukan kunjungan ke luar negeri. Dan Kuba, sebagai salah satu negara komunis penting kala itu – juga saat ini – tak luput dari kunjungan Gus Dur.

Arti penting Kuba bagi Indonesia – setidaknya buat Gus Dur – bukan sekedar karena Kuba dianggap sebagai penyeimbang secara ideologis atas paham liberalisme-kapitalis AS. Lebih dari itu, sikap Kuba yang tegas terhadap setiap kebijakan AS yang merugikan dunia internasional, khususnya negara-negara dunia ketiga, menjadi faktor penting dalam menentukan langkah politik luar negeri Indonesia.
Keseimbangan, Sebuah Ciri Aswaja

Keseimbangan, Sebuah Ciri Aswaja

Sumenep, NU Online
Akhir-akhir ini banyak organisasi keislaman mengaku Ahlussunah wal Jamaah atau Aswaja. Padahal organisasi tersebut jauh dari nilai utama yanag diajarkan Aswaja, di antaranya tasamuh, tawasut.

“Berkembang luasnya gerakan keagamaan yang menyimpang dari ajaran Aswaja sangat meresahkan masyarakat. Sehingga kekerasan kerap terjadi seperti pada Jamaah Ahmadiyah. Ini karena kita tidak mengedepankan keseimbangan berdakwah.”

Demikian disampikan Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftahul Akhyar pada Studium General Orientasi Pendidikan Kampus Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), Selasa (13/11), di Aula Asy Syarqawi Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.
TV9 PWNU Jatim akan Jadi TV Kabel

TV9 PWNU Jatim akan Jadi TV Kabel

Surabaya, NU Online
Salah satu media dakwah yang menjadi amanat Konferwil NU Jawa Timur sekaligus amanat Muktamar NU, TV9, segera memasuki perkembangan baru. Televisi yang mengudara dari Kota Pahlawan Surabaya dan menempati kantor lama PWNU Jawa Timur di Jl Raya Darmo 96 itu dalam waktu dekat akan mengembangkan wilayah siarnya dengan menggunakan teknologi satelit.

TV9 akan memasuki wilayah bisnis TV kabel, alias TV berlangganan. Dalam proses itu, TV yang menjadi kebanggaan warga NU Jawa Timur tersebut akan bekerja sama dengan Telkomvision.
Haul Kiai Sholeh Darat Semarang

Haul Kiai Sholeh Darat Semarang

Semarang, NU Online

Ribuan orang menghadiri pengajian tahlil dalam rangka Haul (peringatan kematian) ke-111 Kiai Soleh Darat, di Kompleks Pemakaman Bergota Semarang, Jum'at (9/9).

Ratusan kendaraan, terdiri bus-bus mini, colt conthang (mobil bak terbuka), mobil pribadi maupun sepeda motor memadati jalan-jalan sekitar kuburan Bergota. Terutama di Jl Kiai Saleh. Kedatangan jamaah silih berganti, mulai jam tujuh pagi.

Pengunjung didominasi warga asal Kendal. Namun peziarah yang datang dari Semarang, Demak, Ungaran, Kudus dan luar kota lain juga banyak.  bahkan ada yang dari luar provinsi Jawa Tengah, melihat dari plat nomor kendaraan yang diparkir di Jl. Kiai Saleh.

Haul yang diisi tahlil berjamaah diorganisir oleh Jamaah Pengajian Ahad Pagi. Menurut ketuanya, KH Muhammad Muin, jamaah pengajian itu didirikan Oleh Kiai Soleh Darat, KH Abdul Hamid Kendal pada tahun 1939.

“Sepeninggal Kiai Abdul Hamid, jamaah dipimpin putra beliau, Kiai Ahmad. Setelah Kiai Ahmad meninggal, estafet kepada saya.
Jadi, sekarang pusatnya di Semarang, karena saya tingal di sini,” tutur Kiai Muin yang tinggal di Kampung Wot Prahu Semarang saat diwawancarai di rumahnya, pagi tadi. 
Kemenag Buka Lagi Madrasah Aliyah Kejuruan

Kemenag Buka Lagi Madrasah Aliyah Kejuruan

Jakarta, NU Online

Direktorat Jenderat Pendidikan Islam Kementerian Agama pada tahun 2012 akan membuka kembali program Madrasah Aliyah Kejuruan baik negeri maupun swasta. Program ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang siap bekerja dalam memasuki dunia usaha dan dunia industri.

"Selain bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, lulusannya diharapkan siap kerja," kata Dirjen Pendis Mohammad Ali kepada wartawan di ruang kerjanya, kantor Kementerian Agama Jakarta, Jumat (9/9). Selain itu juga akan dibuka kembali program Madrasah Aliyah Pendidikan Keagamaan.
Benarkah Makam Laksamana Cheng Ho ditemukan di Ambon?

Benarkah Makam Laksamana Cheng Ho ditemukan di Ambon?

Ambon, NU Online

Arkeolog dari Balai Arkeologi Ambon menemukan makam kuno penyiar Islam Upuka Pandita Mahu di Desa Kailolo, Pulau Haruku. Dalam beberapa referensi nama tersebut dikaitkan dengan nama tokoh penyebar Islam bernama Ma Huang yang merupakan pengawal Laksamana Cheng Ho.

Namun tidak ditemukan bukti-bukti pendukung apakah Pandita Mahu adalah Ma Huang, pengawal Laksamana Cheng Ho. Arkeolog Wuri Handoko mengatkan Pulau Haruku telah menerima pengaruh Islam antara lain yang dibawa para mubalig berasal dari Arab, Kerajaan Samudra Pasai, dan Pulau Jawa sekitar abad ke-15.
Syawalan dan Halal bi Halal, Dengan Kupat, Syariat jadi Adat

Syawalan dan Halal bi Halal, Dengan Kupat, Syariat jadi Adat

Semarang, NU Online
Idul Fitri adalah hari raya bagi umat Islam. Namun yang benar-benar dirayakan adalah hari kedelapan dari bulan Syawal. Sebutannya Bakda Kupat. 

Jika di hari pertama Bakda (atau disebut lebaran), orang hanya sholat Id lalu bersalam-salaman plus saling mengunjungi bersifat pribadi. Namun di pendhak dina setelah itu, ada acara yang bersifat massal.

Seluruh warga terlibat, seisi kampung berpartisipasi. Pemerintah level Kabupaten maupun ke bawahnya, sampai ikut pula, bahkan menjadi program resmi tahunan. Masuk dalam agenda pariwisata budaya. 
[video] Pemakaman Hadratus Syech KH Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah
Anom) Suryalaya

[video] Pemakaman Hadratus Syech KH Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom) Suryalaya

Berikut adalah kumpulan video Suasana Pemakaman Grand Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah Indonesia/Asia Tenggara, Pengasuh Ponpes Suryalaya & Ponpes Rehabilitasi Narkoba Inabah: Hadratus Syech KH Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom) Suryalaya.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=rcPtXZy6wgg]

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=ZibKDLbEfLQ]

 
[video] Mengenang Hadratus Syech KH Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah
Anom) Suryalaya

[video] Mengenang Hadratus Syech KH Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom) Suryalaya

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=drmhj87JKxQ]

Video Mengenang Hadratus Syech KH Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom) Suryalaya, Pengasuh Ponpes Suryalaya & Pendiri Pondok Pesantren Inabah, Grand Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah Indonesia/Asia Tenggara.

Backsound: "Satu", cipt. Dhani Ahmad. Vokal: Fadly PADI. Musik: Dewa 19/Dhani Ahmad. Zikir by Jamiyyah Naqsabandiyah Haqqaniyah Indonesia. Performed at "Jika Surga Neraka Tak Pernah Ada" SCTV.
Munir (Alm): Islam Harus Berpihak pada yang Tertindas

Munir (Alm): Islam Harus Berpihak pada yang Tertindas

Tak banyak orang tahu tentang pergulatan keislaman Munir SH, pejuang HAM dari Kontras. Dan kepada Kajian Utan Kayu, ia menumpahkan pergulatannya itu. Selama ini, Munir yang menjadi ikon dari pejuang demokrasi, kerap bersuara kritis terhadap penindasan, kekerasan negara dan ketidakadilan melalui LSM Kontras dan YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia). Apa yang melandasi kiprah dan aktivitas Munir dalam menyuarakan demokrasi dan HAM? Adakah Islam menjadi energi bagi pilihan hidup yang ia ambil sekarang ini?

Pertanyaan-pertanyaan itu dijawab Cak Munir, mantan aktivis HMI, dalam wawancara yang dilakukan Ulil Abshar-Abdalla dari Kajian Islam Utan Kayu (KIUK) yang disiarkan Radio 68 H dan jaringannya di seluruh Indonesia pada 1 Agustus 2002:
Abah Anom Dimakamkan di Puncak Suryalaya

Abah Anom Dimakamkan di Puncak Suryalaya

Tasikmalaya, NU Online
Jenazah Abah Anom pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya dimakamkan di tempat pemakaman keluarga Puncak Suryalaya atau sekitar komplek pesantren, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pageurageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin pagi.

Prosesi pemakaman Abah Anom dipimpin langsung oleh keponakannya KH Zaenal Abidin Anwar dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.

Para pelayat yang datang sebelum proses pemakaman itu memadati kawasan pemakaman Puncak Suryalaya serta komplek bahkan sampai keluar pesantren.
KyaiPedia: Hadratus Syech KH. Muhammad Hasyim Asyarie

KyaiPedia: Hadratus Syech KH. Muhammad Hasyim Asyarie


Kelahiran pendiri NU


Sebelum lahir, tanda-tanda khoriqul ‘addah telah tampak pada jabang bayi Hadratus Syekh. Beliau berada dalam kandungan sang ibu selama 14 bulan. Masyarakat Jawa kala itu memiliki keyakinan bahwa masa kandungan yang panjang mengindikasikan kecemerlangan sang bayi di masa depan. Sang ibu lebih yakin akan isyarat ini, karena dirinya pernah bermimpi melihat bulan purnama jatuh dari langit tepat menngenai perutnya yang sedang mengandung.


Ketika mimpi ini diceritakan kepada sang suami, beliau tidak tahu persis apa yang akan terjadi. Namun beliau pernah mendengar bahwa mimpi semacam ini merupakan pertanda anugerah dari Allah SWT. Pada masa mengandung pula, Nyai Halimah menjalankan berbagai macam tirakat sebagi jembatan mendekatkan diri kepada Sang Kholik. Beliau senantiasa berpuasa di sepanjang hari, shalat malam tanpa henti serta tak lupa membaca Al-qur’an.
Haul dan Seminar KH Wahab Hasbullah

Haul dan Seminar KH Wahab Hasbullah

Jombang, NU Online
Menyambut haul almarhum KH Abdul Wahab Chasbullah yang ke 40, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang berencana menyelenggarakan seminar nasional. Seminar ini juga diharapkan menjadi momentum atas rencana diterbitkannya buku biografi Mbah Wahab.

Hal ini disampaikan KH Muhammad Hasib Wahab Chasbullah yang juga Ketua Majlis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum kepada NU Online ketika ditemui di dalem kasepuhan usai memimpin rapat kepanitiaan (3/9).

"Rencananya kami akan menghadirkan Dr H Salim Segaf Al-Jufri yang juga Menteri Sosial RI," kata mantan anggota DPR RI ini. 
KyaiPedia: Abah Anom (KH Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin) Suryalaya

KyaiPedia: Abah Anom (KH Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin) Suryalaya

[caption id="attachment_4459" align="alignleft" width="270" caption="Abah Anom (alm) bersama Hazratus Syech Nazim Al-Haqqani"][/caption]

Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin adalah nama asli Abah Anom. Lahir 1 Januari 1915 di Suryalaya, Tasikmalaya. Ia anak kelima dari Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad, atau Abah Sepuh, pendiri Pesantren Suryalaya. Sebuah pesantren tasawuf yang khusus mengajarkan Thariqat Qadiriyyah Naqsabandiyah (TQN).

Ia memasuki bangku sekolah dasar (Vervooleg school) di Ciamis, pada usia 8 tahun. Lima tahun kemudian melanjutkan ke madrasah tsanawiyah di kota yang sama. Usai tsanawiyah, barulah ia belajar ilmu agama Islam, secara lebih khusus di berbagai pesantren.
Abah Anom (KH Shohibulwafa Tajul Arifin) Suralaya Wafat

Abah Anom (KH Shohibulwafa Tajul Arifin) Suralaya Wafat

[caption id="attachment_4459" align="alignleft" width="270" caption="Abah Anom (alm) bersama Hazratus Syech Nazim Al-Haqqani"][/caption]

Jakarta - Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'un. Keluarga besar pondok pesantren (Ponpes) Suryalaya di Tasikmalaya, Jawa Barat, berduka. Sebab pemimpin mereka, Shohibulwafa Tajul Arifin alias Abah Anom, menghadap ke Sang Pencipta.

"Telah berpulang ke Rahmatullah Hadrotu Syaikh KH. A. Shohibulwafa Tajul Arifin r.a. , pada hari Senin, 5 September 2011 / 6 Syawal 1432 H pukul 11.50 di Rumah Sakit TMC Tasikmalaya," demikian yang tertulis di website Suryalaya.org, Senin (5/9/2011).
KyaiPedia: KH As'ad Syamsul Arifin Situbondo

KyaiPedia: KH As'ad Syamsul Arifin Situbondo

Kiai As’ad, yang rajin membaca dan berlangganan enam koran ditambah sebuah majalah mingguan berdarah Madura asli. Lahir tahur 1897 di Mekah ketika orangtuanya menunaikan ibadat haji. Satu satunya adiknya, Abdurrahman juga lahir di kota suci itu dan bahkan menjadi hakim dan meninggal di Arab Saudi.

Pada umur 6 tahun, oleh ayahnya, K.H. Syamsul Arifin, seorang ulama besar di Madura, K.H. As’ad ditaruh di Pesantren Sumber Kuning, Pamekasan. Menginjak usia 11 tahun, As’ad diajak ayahnya menyeberangi laut dan membabat hutan di sebelah timur Asembagus yang waktu itu terkenal angker “Dulu tidak ada orang, kecuali ha- rimau dan ular berbisa,” kata Kia As’ad mengenang. Di bekas hutan perawan itu, mereka membangur permukiman yang kemudian menjadi Desa Sukorejo.

Kategori

Kategori