Kirab Resolusi Jihad, Kecolongan Bagi PPP, PKNU dan PKBN

Kirab Resolusi Jihad, Kecolongan Bagi PPP, PKNU dan PKBN

Digelarnya kirab resolusi Jihad NU dari Surabaya ke Jakarta kemarin oleh keluarga besar NU memang tak luput dari aroma politis. Kirab yang berangkat dari ide Rais Jamiyyah Ahlit Thariqah An-Nahdliyah (Jamiyah Tarekat NU) Habib Luthfi bin Yahya ini memang disponsori (terutama) oleh Majelis Sholawat Nusantara (MSN) dan Garda Bangsa, dua organisasi underbow Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Aroma politis itu kian kuat ketika ternyata sebagian besar kepanitiaan acara ini memang diisi oleh para kader-kader PKB dari tingkat Pusat (Ketum PKB sebagai SC, Sekjen DPP sebagai OC dll) sampai tingkat daerah mulai dari Surabaya sampai Jakarta. Kalau anda sempat mengikuti acara kirab ini, anda akan menemukan bendera NU dan bendera PKB berkibar berdampingan dibeberapa sudut jalan yang dilewati massa kirab.
42 Pemuda Kristiani Ikuti Live In di Ponpes NU Al Karimiyah Yasina

42 Pemuda Kristiani Ikuti Live In di Ponpes NU Al Karimiyah Yasina

Jakarta, NU Online
Rasa keingintahuan Jemaat Gereja Kristen Indonesia ( GKI ), Divisi Kepemudaan Gereja Jakarta Barat Klasisterhadap Islam khusunya Nahdlatul Ulama (NU), mendorong mereka melakukan “Live In” di Pesantren Al-Karimiah-Yasina Cigombong.

Dipilihnya pesantren ini karena mereka melihat komitmen NU terhadap kehidupan beragama dan keberagaman. Pesantren yang diasuh oleh KH Romdon yang sekaligus ketua PCNU ini, menerima 42 Peserta yang terdiri dari Pelajar dan Mahasiswa Kristiani GKI Jakarta.

Anick Tohari (Koordinator Divisi Muslim Demokratis), sebagai salah satu narasumber acara ini, mengatakan bahwa acara ini cukup bagus, terbukti cairnya hubungan peserta dengan para santri, dan dalam acara ini terjadi pelurusan persepsi tentang Islam yang selama ini dianggap teroris dan menakutkan, ternyata Islam adalah rahmat untuk semua umat.
Gus Sholah : Pentingnya Perjanjian dan Penegakan Hukum

Gus Sholah : Pentingnya Perjanjian dan Penegakan Hukum

Klaten, NU Online
Para pemimpin bangsa diharapkan dapat menapati janji mereka untuk membawa bangsa Indonesia menuju kemakmuran dan pemerataan kesejahteraan. Para pemimpin bangsa juga diharapkan untuk selalu memberikan contoh dalam penegakan hukum dan pelaksanaan aturan-aturan pemerintahan.

Demikian dinyatakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dalam ceramahnya di Masjid Al-Muttaqun Prambanan Klaten, Ahad (27/11). Menurut Gus Sholah, tidaklah mungkin bangsa ini menuju kesejahteraan dan pemerataan kemakmuran tanpa adanya penegakan hukum.
Karnaval Perayaan Tahun Baru Islam di Demak

Karnaval Perayaan Tahun Baru Islam di Demak

Demak, NU Online
Ribuan santri, pelajar dan Ormas Islam pagi ini Ahad 27/11 mengilkuti karnaval dalam rangka menyambut datangnya tahun baru Hijriyah yang dipusatkan di Alun Alun depan Masjid Agung Demak.

Acara ini dimotori oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Demak dengan peserta pawai santri dari pondok pesantren, pelajar dilingkungan Demak serta ormas Islam di Kabupaten Demak yakni Ansor, Banser, Fatayat, IPNU,IPPNUdan Pemuda Muhammadiyah dengan mengambil rute start dari depan kantor kejaksaan dan finish di Depan Masjid Agung Demak.

Ketua panitia penyelenggara KH Arief Kholil pada NU Online mengatakan  penyelenggaraan acara ini dimaksudkan untuk mengigatkan kembali pada umat tentang perjuangan Rasulullah SAW, dimana perjuangan itu sangat berat dan berliku, dengan perayaan ini diharapkan pula agar umat bisa meningkatkan ibadah dan ketaqwaan pada Allah SWT.
Lancar, Suksesi Kepemimpinan IPNU-IPPNU Kudus di Konfercab

Lancar, Suksesi Kepemimpinan IPNU-IPPNU Kudus di Konfercab

Kudus, NU Online
Konferensi Cabang IPNU-IPPNU kabupaten Kudus yang diselenggarakan di MA NU Miftahul Falah Cendono Dawe, Ahad (27/11) dini hari akhirnya memilih Dwi Syaifullah (Jati) dan Risda Umami (Gebog) menjadi nakhoda PC IPNU-IPPNU Kabupaten Kudus Periode 2011-2013. Duet pemimpin ini  menggantikan ketua lama periode 2009-2011 M. Syakuri dan Ana Shofawati

Dalam proses pemilihan ketua yang dipimpin PW IPNU-IPPNU Jawa tengah itu Dwi Syaifullah memperoleh 49 suara, sedang kandidat lainnya M Yusrun Nada (Kota) 32 Suara dan Ubaidillan (Gebog) hanya 4 suara. Sementara, Risda Umami meraih 39 suara mengungguli kandidat Fauzul Muna (Undaan) 10 suara dan Noor Azizah (kota) 15 suara.
Pelantikan PWNU Gorontalo Berjalan Lancar

Pelantikan PWNU Gorontalo Berjalan Lancar

Gorontalo, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Gorontalo masa khidmat 2011-2016, resmi  dilantik. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr H Moh Salim Aldjufri, M.Sos.I, pada Kamis (25/11) malam di Quality Hotel Gorontalo.

Sedianya pelantikan itu dilaksanakan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, namun karena kendala teknis keberangkatan oleh pihak penerbangan, akhirnya didelegasikan kepada Ketua PBNU yang membidangi wilayah tersebut.

Pelantikan dilaksanakan berdasarkan SK PBNU Nomor : 129/A.II.04/08/2011, sesuai hasil Konferwil NU Gorontalo pada tanggal 24 Juli 201, yang menetapkan Rais Syuriyah diemban oleh KH Abd Ghofir Nawawi, MA beserta 8 Wakil Rais, dan Katib Dr Lahaji Haedar, M.Ag dengan 5 Wakil Katib, di antaranya Dr H Mansur Basir, MH. Sedangkan jajaran Mustasyar di antaranya Prof Dr H Muhammadiyah Amin, MAg dan Dr H Abd Kadir Ahmad, MS, APU. 
Istighosah 1 Muharram di Masjid Al Munawwaroh Ciganjur

Istighosah 1 Muharram di Masjid Al Munawwaroh Ciganjur

Jakarta, NU Online
Dalam rangka menyambut pergantian tahun hijriyah, Masjid Al-Munawwaroh Ciganjur menggelar Istighotsah. acara dimulai sejak ba'dal asyar dengan berdzikir dan dilanjurkan membaca doa akhir tahun menjelang maghrib, Sabtu (26/11).

Usai Sholat Maghrib, istighotsah digelar bersama ratusan jamaah Masjid Al-Munawwaroh. Jamaah bersama-sama membaca Surat Yaasin tiga kali sebelum diakhiri dengan bacaan doa awal tahun secara bergantian.

‎"Ya Allah, tahun baru telah datang, Kumohon kepada-Mu, perlindungan dari godaan syetan beserta seluruh bala bantuannya, kuberlindung kepada-Mu dari godaan nafsu. karuniakanlah aktifitas yang menjadikanku semakin dekat kepada-Mu," ucap para jamaah bersama-sama.
Kang Said: Satu Kelebihan Gus Dur, Berani

Kang Said: Satu Kelebihan Gus Dur, Berani

Jakarta, NU Online 
Meski telah berpulang ke rahmatullah, sosok KH. Abdurahman Wahid atau Gus Dur masih tetap hidup di benak masyarakat Indonesia, terutama warga Nahdlatul Ulama. Salah satu buktinya terwujud dalam kegiatan Simposium Nasional Kristalisasi Pemikiran Gus Dur di Best Western Hotel, Mangga Dua, Jakarta, Rabu, 16 Nopember 2011.

Simposium Nasional tersebut diadakan oleh keluarga besar Gus Dur, dan direncakan digelar sampai Kamis, 17 Nopember 2011. Hadir sebagai pembicara saat pembukaan adalah Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. A. Mustofa Bisri dan Ketua Umum KH. Said Aqil Siroj. 
Ribuan Pelajar akan ikuti Olimpiade IPNU-IPPNU Kudus

Ribuan Pelajar akan ikuti Olimpiade IPNU-IPPNU Kudus

Kudus, NU Online
Sebanyak 5000 siswa-siswi madrasah dan sekolah umum mengikuti olimpiade pelajar yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU kabupaten Kudus di Komplek Gor Wergu Kudus, Selasa (15/11).

Mereka yang berasal dari pelajar SMP/MTs/SMK/MA/SMA se kabupaten Kudus itu dengan antusias berkompetisi dalam berbagai cabang yang dilombakan yakni Mata Pelajaran Fisika, Matematika, Geguritan, MTQ. Pidato Bahasa Arab dan Inggris serta Tenis Meja.

Ketua PC IPPNU Kudus Ana Shofawati mengatakan olimpiade ini dimaksudkan memberikan wahana bagi pelajar untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, ketrampilan dan potensi yang dimiliki sehingga memperoleh prestasi.
Kang Said: Tinja Itu Najis, Jangan Dijadikan Alat Demonstrasi

Kang Said: Tinja Itu Najis, Jangan Dijadikan Alat Demonstrasi

Jakarta, NU Online 
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj, angkat bicara mengenai aksi demonstrasi mahasiswa yang menggunakan tinja untuk menyerang aparat keamanan. Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya menegaskan tinja bersifat najis, yang tidak semestinya dijadikan peralatan dalam demonstrasi.

"Agama jelas melarang itu. Hukumnya jelas, tinja itu najis yang tidak boleh digunakan dalam aksi demosntrasi," tegas Kang Said di Jakarta, Rabu, 16 Nopember 2011. 
Masdar F. Mas'udi: Hapus Mental Ngontrak di Republik Ini

Masdar F. Mas'udi: Hapus Mental Ngontrak di Republik Ini

Brebes, NU Online
Rais Syuriah Pengurus Besar (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi mengganggap banyak orang yang masih berwatak  ngontrak di republik ini, bukan bermental sebagai pemilik negeri. Sehingga bagaimana mungkin mau meperbaiki bangsa dan negara , sedangkan dirinya saja ngontrak.

“Buang jauh-jauh mental ngontrak di republik ini, singkirkan batasan antara ke-NU-an, keislaman dan keindonesiaan kita, NU harus menjadi satu sehingga kita akan menjadi bangsa yang terkuat," harap Masdar di hadapan peserta halaqoh, yang bertema revitalisasi tradisi NU dan pengaruh gerakan Islam Trans-nasional di Indonesia, baru-baru ini di Gedung PCNU Kabupaten Brebes .
Terkait Gereja Yasmin, PBNU Minta Aturan Hukum Ditegakkan

Terkait Gereja Yasmin, PBNU Minta Aturan Hukum Ditegakkan

Jakarta, NU Online 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) turut angkat bicara terkait permasalahan pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, yang hingga saat ini masih berlarut-larut. Rekomendasi tegas disampaikan, yaitu ditegakkannya aturan hukum yang telah ditetapkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Apapun keputusan hukum, itu yang harus dihormati, ditaati dan ditegakkan, baik oleh masyarakat maupun aparatur Pemerintah," kata Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj di Jakarta, seusai menerima kedatangan rombongan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan pihak Gereja Yasmin, Selasa, 15 Nopember 2011. 
PBNU Dukung GKI Yasmin Bogor

PBNU Dukung GKI Yasmin Bogor

Jakarta, NU Online
PBNU punya kewajiban peduli terhadap problem sesama umat beragama, termasuk pada jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor, Jawa Barat. PBNU mendukung penuh GKI Yasmin yang sekarang kerepotan tempat ibadah.

Demikian ditegaskan Ketua Umum PBNU Dr. KH KH Said Aqiel Sirodj saat menerima rombongan Persekutuan Gereja-geraja Indonesia (PGI), GKI Yasmin Bogor, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan PP GP Ansor NU, di Gedung PBNU (15/11).
MUI Segera Bahas RUU Kerukunan Umat Beragama

MUI Segera Bahas RUU Kerukunan Umat Beragama

Jakarta, NU Online
Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan memberikan draft masukan kepada pemerintah dan legislatif sebagai bahan pembuatan Rancangan Undang-Undang Kerukunan Umat Beragama (RUU KUB).

Dalam usulannya, MUI menilai masalah penyiaran agama, pembangunan rumah ibadah, kedudukan majelis agama serta penodaan agama, perlu masuk ke dalam RUU KUB. "Poin-poin itu sangat penting untuk masuk ke dalam draft RUU Kerukunan Umat Beragama," kata Ketua MUI, Ma'ruf Amin, di Jakarta, Senin (15/11).
Kairo Gelar Aksi Akbar Dukung Penyelamatan Situs Suci Palestina

Kairo Gelar Aksi Akbar Dukung Penyelamatan Situs Suci Palestina

Kairo, NU Online

Uni Internasional Komite Yerusalem untuk cendikiawan Muslim mengatakan protes akbar akan digelar di Kairo pada 21 November. Aksi kolaborasi dengan persatuan doktor Arab bertujuan menentang Israel dan aktivitas Yahudisasi di Yerusalem yang diduduki.

Jurubicara komite, Salah Sultan, menyatakan aksi akbar itu akan digelar dibawah panduan baik Syeh Al-Azhar, Ahmad Attaye dan kepala cendekiawan Muslim, Syeh Yusuf Qoradawi. Ia menekankan bahwa banyak toko Muslim terkemuka bakal berpatisipasi dalam aksi tersebut.
NU Harus Optimalkan SDM Segera

NU Harus Optimalkan SDM Segera

Kudus, NU Online
Mustasyar PCNU Kudus mengatakan, Nahdlatul Ulama perlu  mengoptimalkan infak, zakat, shodaqoh dan wakaf sebagai sumberdaya potensial dalam upaya memecahkan problematika ummat.

"Apabila kita mampu mengelola sumber daya tersebut, NU tidak akan mengalami kesulitan dalam  merealisasikan program pemberdayaan ummat," kata Mustasyar PCNU Kudus KH Muslim A Kadir saat menjadi pembicara dalam forum Muhasabah Nahdliyyin, Sabtu (12/11). 
Polisi Penembak Kader Ansor Diancam Pasal Berlapis

Polisi Penembak Kader Ansor Diancam Pasal Berlapis

Surabaya, NU Online
Briptu Eko Ristanto, tersangka pembunuhan seorang guru ngaji, Riyadhus Sholikin, terancam pasal berlapis. Setelah sebelumnya Eko dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan juga 351 KUHP tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian oleh penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim), kini anggota Reskrim Polres Sidoarjo itu juga akan dikenai Pasal 357 KUHP tentang Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian.
Jamasan Pusaka Sunan Kudus

Jamasan Pusaka Sunan Kudus

Kudus,NU Online

Tepat pada peringatan Hari Pahlawan, Pengurus Yayasan menara dan Makam Sunan Kudus (YM2SK) mengadakan ritual penjamasan (pencucian) pusaka Sunan Kudus  yakni  Keris kiai Cinthaka dan dua bilah mata tombak, Kamis (10/11) di pendopo Tajug Menara Kudus. 
Kader Muda NU Ciamis Peringati Resolusi Jihad

Kader Muda NU Ciamis Peringati Resolusi Jihad

Ciamis, NU Online
Hampir  500 generasi muda Nahdlatul Ulama Kabupaten Ciamis memadati aula kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), untuk mengikuti peringatan Resolusi Jihad yang diselanggarakan Kaukus Muda Nahdlatul Ulama di Jalan Raya Banjar-Ciamis no 27, Kamis (10/11).

Ketua Pelaksana Asep Irfan Mujahid yang juga Ketua PC IPNU Ciamis mengatakan,  kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk karakter bela bangsa bagi setiap kader muda NU. Apalagi dalam konteks kekinian, korupsi dan kerusakan moral bangsa menjadi bahaya laten bagi keutuhan bangsa.
Massa NU Akan Arak Merah Putih dari Surabaya ke Jakarta

Massa NU Akan Arak Merah Putih dari Surabaya ke Jakarta

JAKARTA - Ratusan massa dari kalangan Nahdlatul Ulama sedianya akan melakukan kirab, bertajuk Kirab Resolusi Jihad menyambut Hari Pahlawan 10 November. Kirab ini akan mengarak sang saka Merah Putih dan Bendera Nahdlatul Ulama oleh pasukan jalan kaki, ratusan sepeda motor dan puluhan mobil yang mengibarkan panji-panji Merah Putih dan NU disepanjang jalan mulai dari Surabaya hingga Jakarta selama enam hari perjalanan. Hal ini dikatakan oleh Ketua Panitia Nasional Kirab, Imam Nahrawi yang juga Sekjen DPP PKB, Kamis (11/10/2011).

"Kegiatan ini akan melibatkan ribuan massa NU di setiap kabupaten/kota yang akan dilalui oleh Kirab Resolusi Jihad. Mereka akan menyambut konvoi kirab dengan menggelar upacara serah terima bendera Merah Putih dan Nahdlatul Ulama dan berbagai kegiatan sosial," kata Imam Nahrawi.
PBNU Upayakan Pengakuan Resolusi Jihad secara Nasional

PBNU Upayakan Pengakuan Resolusi Jihad secara Nasional

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan akan melakukan upaya agar Resolusi Jihad, yang telah mengobarkan semangat perlawanan rakyat Surabaya pada tentara sekutu, dalam peristiwa 10 November diakui secara nasional.

Meskipun Resolusi Jihad menjadi rujukan masyarakat dalam melawan penjajah, tapi peran tersebut belum diakui. Dalam buku-buku, pelajaran sejarah tidak disebutkan adanya Resolusi Jihad sehingga jika sejarah tersebut tidak diluruskan, dikhawatirkan nanti menjadi hilang.

“NU punya andil besar dalam melawan penjajah, ini tak bisa dipungkiri. Mungkin ada orang yang memang benar-benar tidak tahu, tapi ada pula yang pura-pura tidak tahu,” katanya dalam Soft Lauching Kirab Resolusi Jihad yang diselenggarakan di gedung PBNU, Kamis (10/11).
Kirab Resolusi Jihad untuk Hidupkan Ruh Kepahlawanan

Kirab Resolusi Jihad untuk Hidupkan Ruh Kepahlawanan

Jakarta, NU Online
Resolusi Jihad merupakan peristiwa penting yang mendorong arak-arek Surabaya memenangkan pertempuran 10 November yang saat ini diakui sebagai hari Pahlawan. Ironisnya, sampai kini Resolusi Jihad belum dikaui keberadaannya dalam sejarah resmi Negara Indonesia, padahal jelas sekali bukti otentik adanya Resolusi Jihad yang kini tersimpah di museum Leiden Belanda.

Sangat disayangkan jika Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh NU termarginalkan, bahkan terhapus dalam memori sejarah bangsa Indonesia akibat pergulatan dan maneuver politik dari kelompok tertentu yang ingin menggusur kehadiran dan peranan NU dari dinamika percaturan politik kebangsaan.

Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945 dalam rapat akbar NU di kantor PBNU jl Bubutan Surabaya ini berisi seruan:
Kang Said: Tidak Benar Rakyat Papua Ingin Merdeka

Kang Said: Tidak Benar Rakyat Papua Ingin Merdeka

Jakarta, NU Online 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kamis, 10 Nopember 2011, menerima kedatangan tujuh orang tokoh adat dari Timika, Papua. Dari hasil pembicaraan didapati fakta, konflik yang selama ini terjadi sama sekali tidak memiliki ketersangkutan dengan masalah politik.

"Konflik di Papua sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan politik. Tidak benar kalau mereka ingin merdeka. Ini masalah kesejahteraan, dimana pemerintah harusnya malu mengapa masyarakat Papua tidak sekolah dan terpinggirkan," ungkap Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, seusai pertemuan. Bantahan atas kabar masyarakat Papua ingin merdeka juga disampaikan Kiai Said dari kesediaan PBNU menerima kedatangan mereka. NU diakuinya akan menjembatani masalah Papua, tanpa disertai adanya keinginan melepaskan diri dari NKRI.  
KH Ruhiat Kembali Diajukan jadi Pahlawan Nasional

KH Ruhiat Kembali Diajukan jadi Pahlawan Nasional

Tasikmalaya, NU Online
Meski pada penganugerahan gelar pahlawan nasional pada Selasa (8/11), belum berhasil dianugerahi gelar pahlawan oleh Kementerian Sosial RI, pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap Almarhum KH Ruhiat pendiri Pondok Pesantren Cipasung Singaparna dapat dinobatkan sebagai pahlawan nasional pada tahun mendatang layaknya KH Zaenal Mustafa, rekan seperjuangan KH Ruhiat.

Saat ini, pemerintah Kabupaten Tasikmalaya masih menunggu hasil penelitian dari tim peneliti pengkaji gelar daerah (TP2GD). Hal itu setelah mendapat tembusan surat resmi jawaban pengajuan pahlawan nasional dari Kementrian Sosial RI pada 4 Desember 2010 lalu yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sekertaris Dinas Sosial Kependudukan dan Tenaga Kerja Kab. Tasikmalaya, Ani Risamurti mengatakan, berdasarkan surat resmi Kemsos RI melalui Direktorat Jenderal pemberdayaan sosial dan penanggulangan kemiskinan menyatakan, usulan pahlawan nasional untuk Almarhum KH Ruhiat tidak memenuhi syarat untuk dijadikan pahlawan nasional.
Tujuh Tokoh Adat Papua Sowan PBNU

Tujuh Tokoh Adat Papua Sowan PBNU

Jakarta, NU Online 
Tujuh orang tokoh adat dari Timika, Papua, Kamis, 10 Nopember 2011, berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mereka datang untuk berbagi cerita atas kondisi sebenarnya yang tengah dialami. Mereka minta NU agar bisa menjembatani dalam pencarian penyelesaian terbaik.

Tujuh orang tokoh adat yang datang berasal dari dua suku besar asli Timika, yaitu Amungme dan Kamoro. Dua suku tersebut adalah kelompok masyarakat yang tinggal paling dekat dengan lokasi pertambangan emas PT. Freeport, namun sejauh ini tak menikmati kesejahteraan yang semestinya didapatkan.

"Mereka cerita di sana masih ada penembakan, masih ada potret kemiskinan yang sangat memprihatinkan. Mereka hidup miskin di daerah yang kaya raya," tegas Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj seusai pertemuan. 
PBNU: Utamakan Keadilan dan Integritas Masyarakat Papua

PBNU: Utamakan Keadilan dan Integritas Masyarakat Papua

Otonomi khusus Papua hanya akan memiliki arti bila mereka mendapatkan keadilan yang sebenarnya. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan penyelesaian masalah Papua harus berdasarkan pemikiran guna memastikan keadilan dan integritas masyarakat Papua.

"PBNU berpendapat penyelesaian masalah Papua haruslah diletakkan dalam kerangka menciptakan keadilan dan menjunjung harkat martabat masyarakat Papua," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, kepada wartawan, hari ini, di markas PBNU, setelah menerima perwakilan dari suku Amungme dan Kamoro, dua suku asli Papua yang tanahnya dijadikan lokasi pertambangan PT Freeport Indonesia.
Saksi dari TPF GP Ansor Sidoarjo ditolak Polda Jatim

Saksi dari TPF GP Ansor Sidoarjo ditolak Polda Jatim

Sidoarjo, NU Online
Tim Pencari Fakta (TPF) GP Ansor menyayangkan ditolaknya delapan saksi yang diajukan ke TPF Polda Jatim terkait kasus penembakan Riyadhus Sholihin warga RT 1 RW 1 Desa Sepande yang menjadi korban penembakan Briptu Eko Ristanto anggota tim penggal jalan Satreskrim Polres Sidoarjo.

Meski demikian, TPF GP Ansor akan tetap ngotot memasukkan saksi mereka ke TPF Polda Jatim.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua TPF GP Ansor Agus Ubaidillah. Penolakan saksi itu disampaikan penyidik Polda Jatim AKBP Ansori. "Polda beranggapan saksi yang dimiliki TPF Polda Jatim sudah cukup dan penyidikan kasus penembakan Riyadhus Sholihin segera dilimpahkan ke kejaksaan," ucapnya, Selasa (8/11).
Jamasan Pusaka Sunan Kalijaga

Jamasan Pusaka Sunan Kalijaga

Demak, NU Online
Prajurit patang puluhan asal Surakarta dan puluhan santri Demak mengiring minyak jamas yang akan digunakan untuk menjamas pusaka Sunan Kalijaga yakni keris Kyai Crubug dan kutang Ontokusumo, Ahad 10 Dzulhijjah tepatnya 6/11/2011oleh ahli waris atau sesepuh Kadilangu.

Prosesi tersebut diawali dengan penyerahan minyak jamas oleh Bupati Demak H Taftazani kepada Lurah Tamtama yang selanjutnya dibawa ke sesepuh Kadilangu dengan dikawal prajurit patang puluhan dan diiringi puluhan santri dengan bersholawat dan tari zipin asli daerah Demak.  
Gelar Pahlawan Nasional untuk KH Idham Cholid

Gelar Pahlawan Nasional untuk KH Idham Cholid

Jakarta, NU Online
Mantan ketua PBNU KH Idham Chalid dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah RI. Pemberian gelar tersebut diserahkan oleh presiden SBY pada upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional dan tanda jasa dalam rangka hari Pahlawan 2011 di Istana Negara, Jakarta, Selasa siang.

Terdapat tujuh tokoh yang menerima gelar pahlawan nasional kali ini, yaitu
1. Mr Sjafruddin Prawiranegara
2. KH Idam Chalid
3. Buya Hamka
4. Ki Sarmidi Mangunsarkoro
5. I Gusti Ketut Pudja
6. Sri Susuhunan Pakubuwono X
7. Ignatius Joseph Kasimo.
Ulama perlu Beri Contoh upaya Pelestarian Lingkungan

Ulama perlu Beri Contoh upaya Pelestarian Lingkungan

Jakarta, NU Online
Keterlibatan para ulama dan ormas Islam dalam upaya pelestarian lingkungan layak untuk diapresiasi. Tetapi perlu disadari peran para ulama tidak cukup hanya dengan memberikan ceramah, tetapi juga memberi contoh aksi nyata keterlibatan mereka dalam pelestarian lingkungan.

“Aksi nyata penting karena masyarakat umum tidak membaca buku, tapi melihat apa yang dilakukan pada tokohnya,” kata Imdadun Rahmat, wakil sekjen PBNU dalam diskusi terbatas tokoh lintas agama dalam upaya pelestarian lingkungan.

Ia menjelaskan, Nabi Muhammad telah memberikan contoh yang jelas upaya-upaya penyelamatan lingkungan dengan melakukan penghematan apapun sumberdaya yang ada. Sikap efisien Rasulullah mencerminkan kondisi lingkungan di Timur Tengah yang langkah sumberdaya.
Gus Sholah: Harusnya Pengusulan Gus Dur lebih Awal

Gus Sholah: Harusnya Pengusulan Gus Dur lebih Awal

Jombang, NU Online
Hari ini pemerintah menetapkan 7 pahlawan nasional baru. Mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali gagal mendapatkan anugerah pahlawan nasional tahun ini.

Menanggapi hal ini, adik kandung Gus Dur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengatakan, pihaknya tidak terlalu mempermasalahkan Gus Dur gagal mendapatkan anugerah pahlawan nasional tahun ini. "Soal gelar pahlawan untuk Gus Dur itu terserah pemerintah," kata Gus Sholah ketika dihubungi lewat ponselnya, Selasa (8/11).

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini menyarankan, jika masyarakat Jatim ingin Gus Dur mendapat gelar pahlawan, maka pengajuan itu harus dilakukan lagi dari awal. "Menurut saya proses pengajuan itu harus dilakukan dari awal lagi," ujarnya.
Gus Dur belum diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

Gus Dur belum diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

Jakarta, NU Online
Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ternyata tidak mendapatkan gelar pahlawan nasional setelah diumumkan pada hari ini, selasa (8/11). Lalu, mengapa Gus Dur tidak juga menyandang gelar pahlawan?

"Karena tidak ada yang mengusulkan. Kalau masuk di Kementerian Sosial itu pasti sudah dibahas di situ," kata Ketua Dewan Gelar Tanda Jasa, Tanda Gelar, dan Tanda Kehormatan, Djoko Suyanto di Istana Negara, Jakarta, Selasa 8 November 2011. 
Muslim Etnis Hui di China Lindungi Etnis Minoritas

Muslim Etnis Hui di China Lindungi Etnis Minoritas

Yinchuan, NU Online
Walau mayoritas dan etnis asli Provinsi Ningxia, etnis Hui yang beragama Islam  melindungi etnis lainnya yang tinggal di Ningxia. Bukan hanya itu saja, etnis Hui berhasil juga memajukan provinsinya di bidang pembangunan ekonomi.

"Sejak 1958--pemerintah Tiongkok memberikan otonomi bagi Provinsi Ningxia yang mayoritas penduduknya adalah etnis Hui beragama Islam--belum pernah ada konflik antaretnis atau antaragama di Ningxia," kata Li Wen Ming, wakil ketua dewan agama Ningxia kepada para wartawan Indonesia dan Malaysia, di Yinchua, Senin, yang sedang melihat kehidupan etnis Hui beragama Isalam saat Iduladha.

Itu menunjukan bahwa etnis Hui yang semuanya muslim telah menganyomi dan melindungi etnis lainnya hidup harmonis serta berdampingan dengan baik. Hal itu menjadi dasar bagi pemerintahan dan rakyat Provinsi Ningxia melakukan pembangunan ekonomi demi mencapai kemakmuran rakyatnya.
Seniman Ajak Ulama Dialog Soal Karapan Sapi

Seniman Ajak Ulama Dialog Soal Karapan Sapi

Pamekasan, NU Online
Kalangan seniman di Pamekasan, Madura, mengajak ulama di daerah ini melakukan dialog tentang penyiksaan dalam karapan sapi.

"Penyiksaan dalam festival karapan sapi selama ini di kalangan masyarakat Madura harus dibicarakan dengan semua pihak karena menyangkut budaya leluhur Madura yang sudah dikenal luas di seluruh dunia," kata juru bicara seniman As'art Asharie di Pamekasan, baru-baru ini.

Ia mengatakan, karapan sapi sebenarnya memiliki nilai seni yang sangat indah dan merupakan budaya asli masyarakat Madura. Namun budaya leluhur itu kini ternodai dengan adanya penyiksaan yang tidak manusiawi.
LTN PBNU dan FISIP UI Gelar Kuliah Umum Internasional

LTN PBNU dan FISIP UI Gelar Kuliah Umum Internasional

Jakarta, NU Online 
Lajnah Ta'lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTN PBNU) kembali menjalin kerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). Setelah sebelumnya sukses melakukan penelitian dan penerbitan buku, dalam waktu dekat kuliah umum internasional akan diselenggarakan bersama.

Ketua LTN PBNU Sulthan Fatoni mengatakan, kuliah umum internasional tersebut diagendakan digelar 14 Nopember mendatang, bertempat di Gedung FISIP UI. Kuliah umum digelar dengan tema The New Islamis Populism in Indonesia, Turkey, and Egypt: Political Economy Perspective. Dipilih sebagai narasumber utama adalah Prof. Dr. Vedi Hadiz dari Murdoch University Australia, dengan moderator Andi Rahman Alamsyah, Direktur Riset dan Studi Sosial Agama LTN PBNU. 
Hari Pahlawan, Saatnya Kunjungi Monumen Resolusi Jihad

Hari Pahlawan, Saatnya Kunjungi Monumen Resolusi Jihad

Surabaya, NU Online
Biasanya, Hari Pahlawan di "Heroes City" Surabaya dikaitkan dengan Tugu Pahlawan atau Museum Kepahlawanan yang ada di "bawah tanah" dari Tugu Pahlawan itu.

Padahal, tidak jauh dari Tugu Pahlawan, Surabaya ke arah utara sekitar 300 meter, tepatnya di Jalan Pahlawan nomer 9 atau tepat di kampung Bubutan VI/2 Surabaya, ada gedung tua yang memiliki nilai sejarah terkait Hari Pahlawan.

Gedung tua yang kini menjadi kantor sekretariat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, itulah yang "disulap" menjadi Monumen Nasional Resolusi Jihad yang diresmikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada 23 Oktober 2011.
Ngaji Sastra di Pojok Gus Dur

Ngaji Sastra di Pojok Gus Dur

Jakarta, NU Online
Peristiwa apa pun, termasuk yang sepele, bisa menjadi karya yang bernas dan indah. Hal itu tergantung kesiapan pengarang dalam menangkap, mengolah, menuangkan peristiwa itu dalam berbagai cara berkarya.

Hal itu diungkapkan zawawi Imron, penyair sepuh yang penulis puisi “Nenek Moyangku Air Mata” dalam “obrol santai” Komunias Sastra di Pojok Gus Dur, lantai dasar gedung PBNU, Jakarta, pada Selasa malam (1/11).

“Peristiwa malam ini, sebenarnya bisa jadi sebuah cerpen yang indah, tergantung kesiapan imagi dan bahasa kita. Jadi, peristiwa sepele macam apa pun, itu bisa menjadi puisi, bisa ditulis menjadi cerpen. Asalkan, ‘saksi’ (pengarang, red.) mampu mengolah menjadi sebuah karya kreatif. Baik itu cerpen, puisi atau mungkin juga drama,” urai Zawawi, penerima anugrah sastra dari Mastera tahun lalu atas karyanya antologi puisi “Kelenjar Laut”.
Wukuf Ajang Introspeksi Diri

Wukuf Ajang Introspeksi Diri

Makkah, NU Online

Naib Amirul Haj KH Hasyim Muzadi, mengatakan ajang wukuf bisa dimanfaatkan untuk introspeksi diri bagi sejumlah pejabat tinggi pusat dan daerah yang mengikuti ibadah haji tahun ini.

“Selama ini yang masih kurang adalah suri teladan dari pejabat di Tanah Air. Setelah melakukan intropeksi diri melalui wukuf, diharapkan mereka menjadi bisa menjadi teladan bagi rakyatnya,” tutur Kyai Hasyim.

Menurutnya, ada tanda-tanda yang dapat dilihat untuk membuktikan mabrur tidaknya haji seseorang ketika ia sudah kembali ke Tanah Air. Bila sikapnya semakin baik dan berguna bagi lingkungan, sesama, dan negaranya maka dia menjadi haji yang mabrur. Namun, bila sebaliknya, gelar haji yang disandang tak ada artinya, sekalipun sudah bolak-balik ke Makkah.
Wakapolda Jatim Minta Maaf ke PBNU terkait Penembakan Kader Ansor

Wakapolda Jatim Minta Maaf ke PBNU terkait Penembakan Kader Ansor

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan telah ditelepon oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol Eddi Sumantri terkait kasus penembakan kader Ansor Riyadhus Sholikin (40), oleh Briptu Eko Ristanto.

“Beliau menelpon saya dan meminta maaf atas kejadian tersebut dan mengakui bahwa tindakan anak buahnya berlebihan dan berjanji akan memproses secara hukum tindakan tersebut,” katanya, Jum’at.

Kepada Kiai Said, Eddi juga menyatakan akan memberikan santunan kepada keluarga korban serta mengakui bahwa polisi yang menembak tersebut baru keluar dari kafe.
Hati-hati Penipuan dan Hipnotis Berkedok Ulama

Hati-hati Penipuan dan Hipnotis Berkedok Ulama

Jakarta, NU Online
Kepolisian Resort Metro Jakarta Utara menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan dan hipnotis dari penjahat yang berkedok sebagai Ulama. Demikian dinyatakan Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Irwan Anwar, di Jakarta, Rabu (2/11). Menurut Irwan, banyak aksiaksi kejahatan hipnotis yang pelakunya memulai aksi dari memperkenalkan diri sebagai ulama.

"Awalnya pelaku menemui korban untuk menanyakan alamat. Tak lama kemudian temannya datang dan ikut nimbrung dengan berpenampilan lagaknya alim ulama. Saat itulah proses hipnotis dilakukan, dengan menggunakan kertas yang dibubuhi tulisan arab," tutur Irwan.
PBNU: Khutbah Idul Adha Kedepankan Pencerahan dan Kerukunan Umat

PBNU: Khutbah Idul Adha Kedepankan Pencerahan dan Kerukunan Umat

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengharapkan khutbah saat pelaksanaan sholat Idul Adha berisikan materi berbobot dan mendidik. Sebab, khutbah memiliki peranan penting bagi introspeksi, motivasi dan pendidikan bagi umat.

"Kami meminta agar para khatib memberikan khubah berisi materi yang mencerahkan masyarakat," papar Ketua PBNU, H Slamet Effendi Yusuf, di Jakarta, Rabu (2/11).
MUI Minta Pemerintah Tidak Melarang Takbir Keliling

MUI Minta Pemerintah Tidak Melarang Takbir Keliling

Jakarta, NU Online
Merupakan bagian dari ritual umat Islam Indonesia untuk melakukan takbir keliling saat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Untuk itu, adalah hal keliru untuk melarang pelaksanaan takbir keliling.

Oleh sebab itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharapkan pemerintah untuk tidak melarang pelaksanaan takbir keliling. “Tidak perlu dilarang. Namun, masyarakat perlu berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam pelaksanaan takbir keliling,” papar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Slamet Effendi Yusuf, di Jakarta, Selasa (1/11).
PBNU Kembali Adakan Workshop Deradikalisasi Agama

PBNU Kembali Adakan Workshop Deradikalisasi Agama

Jakarta, NU Online
Pesantren, sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, kini mengalami perubahan mendasar. Jika dulu relatif seragam, kini muncul dengan berbagai variasinya. Terutama  dilihat dari kurikulumnya.

Hal itu disampaikan Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayor Jendral Agus Surya Bakti saat membuka Workshop Deradikalisasi Agama Berbasis Kiayi dan Pesantren dengan tema Meneguhkan Islam Rahmatan Lil alamain pada Selasa, (1/11).

Workshop yang berlangsung di Hotel D’Wangsa, Jakarta, ini merupakan kerja sama antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan BNPT. 
Guru Ngaji Ditembak, GP Ansor NU Semarang Gelar Sholat Ghoib

Guru Ngaji Ditembak, GP Ansor NU Semarang Gelar Sholat Ghoib

Semarang, NU Online
Puluhan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser Kota Semarang mengadakan sholat ghoib. Sholat dilakukan di kantor PCNU Kota Semarang.
Sholat ghoib ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan satu kader mereka di Sidoarjo yang ditembak oleh polisi.
Said Aqil: Penggembos KPK Akan Berhadapan Dengan Rakyat

Said Aqil: Penggembos KPK Akan Berhadapan Dengan Rakyat

Jakarta, NU Online 
Upaya penggembosan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh kalangan anggota dewan kembali muncul, seiring digulirkannya wacana revisi terhadap UU KPK. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj menyayangkan hal tersebut, dengan mengingatkan keberadaan KPK masih sangat dibutuhkan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa, 1 Nopember 2011,  Kiai Said menganggap masyarakat masih sangat percaya terhadap kinerja KPK, terlebih apabila dibandingkan dengan lembaga penegak hukum lainnya. Atas dasar tersebut, penggembosan KPK dikhawatirkan justru akan menjatuhkan citra DPR di mata masyarakat. 
Materi Khotbah Harus Meneduhkan dan Kaya Pesan Moral

Materi Khotbah Harus Meneduhkan dan Kaya Pesan Moral

Jakarta, NU Online

Para khatib sholat Idul Adha dihimbau untuk menyampaikan materi khotbah yang meneduhkan, memberikan bimbingan keagamaan dan memberikan pesan moral dari ibadah haji, ibadah kurban dan kebersamaan. Demikian salah satu point taushiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menyambut Idul Adha 1432 H.

"Hari Raya Idul Adha yang kali ini bisa dirayakan secara bersamaan oleh seluruh umat Islam di dunia ini mari kita sejukkan dengan dakwah yang kaya dengan bimbingan ibadah dan pesan-pesan moral, demi terciptanya kekhusyukan dan kedamaian di masyarakat," kata Ketua MUI Prof Dr H Umar Shihab dalam  konferensi pers di kantor MUI Jl Proklamasi, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (1/11) siang.
Terkait Penembakan Guru Ngaji, PBNU Minta Polisi Introspeksi

Terkait Penembakan Guru Ngaji, PBNU Minta Polisi Introspeksi

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyayangkan sikap kepolisian yang hanya mendengarkan dan membela anggotanya yang telah nyata-nyata bertindak sewenang-wenang dengan menembak mati Riyadhus Sholihin, seorang guru ngaji di Sidoarjo akibat serempetan kendaraan. PBNU juga meminta agar kasus penembakan ini dapat diusut secara jernih dan tuntas.

Demikian dinyatakan Ketua PBNU H Slamet Efendi Yusuf di Jakarta. Pernyataan ini dikeluarkan Slamet terkait adanya pembelaan dari kepolisian terhadap anggotanya yang bertindak sewenang-wenang. "PBNU minta pihak kepolisian, khususnya Polda Jatim melakukan instopeksi dan penertiban terhadap anggotanya. PBNU juga menuntut agar kasus penembakan ini diusut secara jernih," kata Slamet kepada NU Online di Jakarta, Selasa (1/11).
Pascaoperasi, Kiai Nawawi Sidogiri Sudah Kembali Sehat

Pascaoperasi, Kiai Nawawi Sidogiri Sudah Kembali Sehat

Jakarta, NU Online 
Kondisi kesehatan Kiai Nawawi, pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur, pascaoperasi hernia sejak 14 hari lalu, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Bahkan jika kondisinya terus membaik, dalam beberapa hari kedepan akan segera diijinkan pulang.

Perkembangan menggembirakan kondisi kesehatan Kiai Nawawi disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Sroj, yang secara khusus menjenguknya di  RS Husada Utama, Surabaya, Senin, 31 Oktober 2011 kemarin.

"Insya Allah dua hari lagi Kiai Nawawi sudah boleh pulang (dari rumah sakit). Saya lihat sendiri kondisinya sudah sehat," kata Kiai Said di Jakarta, Selasa, 1 Nopember 2011. 

Kategori

Kategori