PBNU harus lebih Perhatikan Kaderisasi Mahasiswa di UI

PBNU harus lebih Perhatikan Kaderisasi Mahasiswa di UI

Jakarta, NU Online
Terpilihnya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj sebagai anggota Majelis Wali Amanat UI dari unsur masyarakat hendaknya dijadikan momentum bagi PBNU untuk lebih memperhatikan kaderisasi mahasiswa NU di UI.

Demikian pendapat Ketua Forum Alumni PMII UI dalam diskusi informal yang diselenggarakan oleh Forum Alumni PMII UI, Jumat 27 April 2012.

Keberadaan UI sebagai salah satu dari tiga universitas terbaik di Indonesia bersama ITB dan UGM selama ini dirasakan kurang mendapat perhatian dari PBNU padahal para pemimpin politik, bisnis, sosial kemasyarakatan banyak dilahirkan dari 3 kampus terbaik ini.

“Daripada NU habis energi membuang sumber daya dana untuk membangun universitas NU, lebih baik NU menempuh langkah short cut dengan melakukan upaya sistematis untuk meluluskan sebanyak-banyaknya pelajar/santri nahdliyin untuk masuk UI, ITB dan UGM,” papar Alfanny.  
Pamekasan Siap Bangun UNU Madura

Pamekasan Siap Bangun UNU Madura

Pamekasan, NU Online
Para pengurus Lajnah Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pamekasan hendak mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama Madura (UNM). Rencana ini merupakan tindak lanjut seminar pendidikan tinggi berbasis nahdlatul ulama yang digelar di Aula STAIN Pamekasan, akhir pekan kemarin (28/4).

“Dalam waktu dekat ini, kami (pengurus LPTNU Pamekasan, red.) akan membentuk tim dan halaqah guna mewujudkan hal itu,” ungkap ketua LPTNU Pamekasan Dr Atiqullah saat dihubungi melalui pesan pendek, Sabtu (28/4) malam. “Kami sudah melapor ke LPTNU Jatim. Alhamdulillah mendapat respon positif.”

Setelah mendapat rekomendasi dari LPTNU Jatim, dosen STAIN Pamekasan tersebut bakal menindaklanjutinya ke PBNU Jakarta Pusat. Komitmennya beserta pengurus LPTNU lainnya sudah bulat, tidak akan mundur selangkah pun.
Rangkaian Kegiatan Harlah GP Ansor ke 78

Rangkaian Kegiatan Harlah GP Ansor ke 78

Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengadakan acara pembukaan atau launching peringatan hari lahir (Harlah) ke-78 bertajuk “Indonesia Bangkit, Rakyat Sejahtera”, di Gedung PP GP Ansor, Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, Selasa (24/4) malam. Rangkaian acara harlah selanjutnya akan dipadati dengan lima program.

“Sahabat-sahabat Ansor sekalian, acara Harlah kita kali ini, belum puncak. Ini baru pembukaan. Puncak harlah kita nanti insya Allah tanggal 10 Juni 2012 di Kota Surakarta, Jawa Tengah,” tandas Nusron Wahid, Ketua Umum PP GP Ansor dalam pidato sambutannya di acara tersebut.

Puncak harlah GP Ansor ke-78, rencananya akan dipadati dengan 5 program. Lima program itu adalah Konferensi Besar, Pengembangan Micro Finance Islamic, Lomba Penulisan ‘Wira Santri Mandiri’, Apel Siaga Banser 30.000 se-Jawa Tengah, DI Yogyakarta, sejumlah kabupaten Jawa Timur, dan Selawat Bersama dipimpin oleh Habib Syekh Abdul Qadir Assegaf dari Solo.
KH Sahal Mahfudz: Mahasiswa Jangan Sombong

KH Sahal Mahfudz: Mahasiswa Jangan Sombong

Jakarta, NU Online
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH MA Sahal Mahfudh mengingatkan kepada para mahasiswa untuk tidak terjebak dengan standar keberhasilan pendidikan beratribut gelar atau angka-angka. Secara hakiki ilmu pengetahuan diperoleh dari Allah, sehingga siapapun tak berhak sombong atas pencapaian pada standar itu.

Hal itu disampaikan Kiai Sahal saat memberikan tausiyah dalam rangkaian acara pemberian ijazah atau sambungan sanad hadits kepada mahasiswa-mahasiswa NU Sekolah Tingi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, di ruang syuriyah, Gedung PBNU, Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (25/4).
PBNU Ikut Serta Program Swasembada Garam

PBNU Ikut Serta Program Swasembada Garam

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melibatkan diri secara aktif dalam rangka mengangkat derajat warganya yang selama ini termarjinalkan dalam kegiatan usaha garam. Di lain pihak, pemerintah saat ini sedang mencanangkan terwujudnya swasembada garam nasional.

Demikian dalam dalam siaran pers pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang digagas oleh PBNU sebagai respon atas kegelisahan dan keresahan persoalan garam.

FGD yang diselenggarakan Jum’at (27/4) hari ini mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB di Hotel Sofyan, Jl. Cut Meutia No. 9 Jakarta Pusat, ini melibatkan pakar kelautan dan guru besar IPB Rokhmin Dahuri, ahli pangan dan guru besar UGM sekaligus ketua PBNU Maksum Mahfudz, Direktur Industri Kimia Dasar Kementerian Perindustrian, Tony Tanduk, petani garam Sumenep H. Pandji Taufik, Direktur Distribusi dan Keuangan PT Garam Yulian, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Ansori Zawawi, dan Direktur Impor Kementerian Perdagangan Arlinda.
Selamat Harlah NU ke-85 31 Januari 2011

Selamat Harlah NU ke-85 31 Januari 2011

Hari ini, tepat 85 tahun yang lalu Jamiyyah Nahdlatul Ulama didirikan oleh sejumlah ulama nusantara di Surabaya sebagai bagian dari perjuangan pergerakan kebangsaan. Dinamika yang luar biasa telah menempatkan NU dari organisasi pribumi/pergerakan yang menghantarkan rakyat Nusantara menjadi sebuah negara merdeka bernama Indonesia, kemudian menjaga dan mengawal kemerdekaan itu sampai akhirnya harus dibungkam dan bangkit menjadi organisasi sehat, bermanfaat dan berkembang pesat.

Selamat berharlah wahai nahdliyin...teruskan perjuangan kalian
PKB Gus Dur Gelar Muktamar di Surabaya

PKB Gus Dur Gelar Muktamar di Surabaya

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gus Dur akan menyelenggarakan Muktamar III PKB pada tanggal 26-27 Desember 2010 di Surabaya. Penyelenggaraan Muktamar III PKB ini berlandaskan pada dua pertimbangan, yaitu sebagai tertib organisasi dan amanat Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid sebelum wafat bahwa Muktamar PKB harus dilaksanakan pada tahun 2010 ini.

Demikian keterangan pers yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana Muktamar III PKB Gus Dur, H Imron Rosyadi Hamid dan Sekretaris Pantia Priyo Sambadha pada wartawan di Kantor DPP PKB Kalibata, Jakarta, Kamis (16/12).
PBNU Tetap Berharap Yenny - Muhaimin Islah

PBNU Tetap Berharap Yenny - Muhaimin Islah

PBNU tetap berharap PKB bersatu atau islah untuk menata kembali politik kebangsaan ke depan. Meski hal itu membutuhkan waktu cukup lama dan tidak cukup satu periode, melainkan dua periode atau lebih. Bahwa visi dan misi PKB itu sama dengan perjuangan NU. Yaitu melawan kedzaliman, ketidakadilan, kebodohan, kemiskinan dan ketertindasan.

Demikian disampaikan Sekjen PBNU Iqbal Sullam dalam sarasehan Pra Muktamar III PKB Gus Dur pada Kamis (16/12) di Kantor DPP PKB Kalibata Jakarta bersama Wakil Ketua DPD RI Laode Ida, Ray Rangkuti (Lima), Sahar L Hasan (Sekjen DPP PBB), Moeslim Abdurrahman (Dewan Syuro PKB Gus Dur), KH. Hamdun Ahmad (Ketua Dewan Syuro PKB Gus Dur), dan dipandu oleh Adhie Massardi.
PBNU: Perusak Masjid Ahmadiyah Harus Segera Ditindak Tegas

PBNU: Perusak Masjid Ahmadiyah Harus Segera Ditindak Tegas

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak aparat kepolisian segera menuntaskan peroses penyelidikan dan penanganan kasus perusakan Masjid Ahmadiyah di Kampung Babakan Sindang, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya, Jumat (20/4) lalu. Proses yang cepat dan tepat dinilai dapat menekan kemungkinan terulangnya tindakan yang sama di waktu mendatang.

"Harus segera dituntaskan. Negara kita negara hukum dan jangan dibiarkan (kasus itu) berlarut-larut agar masyarakat tidak resah," tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Senin (23/4).
KH Sahal Mahfudz Akan Berikan Ijazah Ilmunya di STAINU Jakarta

KH Sahal Mahfudz Akan Berikan Ijazah Ilmunya di STAINU Jakarta

Jakarta, NU Online
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudh akan memberikan ijazah atau semacam pewarisan berkah spiritual kepada para akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam NU (STAINU) Jakarta, Rabu (25/4) besok. Ijazah ini diberikan atas permintaan pihak STAINU yang diketuai oleh KH Mujib Qulyibi.

KH Mujib Qulyubi mengatakan, tradisi ijazah yang berlaku di kalangan pesantren nyaris dihilangkan di kalangan warga NU kota. Padahal, menurutnya, proses pendidikan tidak hanya transfer knowledge tetapi juga harus tetap mengedepankan aspek spiritual, dalam hal ini terkait hubungan guru dan murid.
Bertarekat Tidak Hanya Berzikir

Bertarekat Tidak Hanya Berzikir

Pringsewu, NU Online
Bertarekat atau menjadi anggota Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah tidak hanya sekedar berdzikir. Anggota tarekat NU ini harus juga memberikan teladan di tengah masyarakat.

“Thariqah tidak terpaku kepada amaliah wirid dan dzikir saja namun diharapkan dapat berkiprah atau da'wah bil hal (dakwah dengan tingkah laku, red) di tengah-tengah masyarakat,” kata Habib Yahya Assegaf, Ketua Jam'iyyah Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Kabupaten Pringsewu, Lampung ditemui NU Online, beberapa waktu lalu.
Masjid Cheng-Hoo Akan Segera Dibangun di Jember

Masjid Cheng-Hoo Akan Segera Dibangun di Jember

Jember, NU Online
Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia yang berpusat di Surabaya akan membangun masjid di Jember, tepatnya di Jl. Hayam Wuruk, Kaliwates-Jember. Namanya Masjid Cheng Hoo.

Acara Peletakan batu pertama pembangunan masjid berciri khas tanpa kubah itu dilakukan Jum’at (20/4). Bupati Jember, Ketua DPRD Jember, tokoh lintas agama dan sejumlah kiai dan 200-an masyarakat turut hadir memberikan dukungan pembangunan masjid tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Jember, MZA Djalal menyatakan terima kasih dan dukunganannya kepada yayasan masjid Cheng-Hoo yang telah berusaha mewujudkan masjid di Jember. Dalam kesempatan itu, Djalal juga menyumbang dana Rp. 10 juta. “Itu bukan uang saya tapi uang rakyat Jember,” tukasnya.
IPNU: Saatnya Perguruan Tinggi Hargai Hasil UN

IPNU: Saatnya Perguruan Tinggi Hargai Hasil UN

Kudus, NU Online
Dalam penerimaan mahasiswa baru, Perguruan Tinggi (PT) diminta menghargai hasil Ujian Nasional (UN) yang diperoleh kaum pelajar. Hasil UN diharapkan mampu menjadi referensi masuk kuliah tanpa melalui proses Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN).

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Muhammad Abdul Idris saat dimintai tanggapannya mengenai Ujian Nasional.

Ketika dihubungi NU Online, Kamis (19/4), Idris mengatakan, UMPTN atau sejenisnya itu merupakan bentuk pemborosan anggaran negara, kapitalisme pendidikan dan sangat tidak memihak pada subyek pendidikan (pelajar).
Gus Mus: Film Religi Terbelenggu Simbol Dangkal

Gus Mus: Film Religi Terbelenggu Simbol Dangkal

Jakarta NU Online,

Film-film yang dianggap Islami sekarang, menurut Wakil Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri, sebenarnya terjebak dalam simbol agama yang dangkal. Hal itu dia tegaskan selepas Musyawarah Film Nasional dengan tema Posisi Indonesia dalam Film Nasional, yang berlangsung di PBNU belum lama ini.

KH A Mustofa Bisri mencontohkan film-film Islami yang pernah ada, “Dulu ketika Pak Usmar Ismail bikin film, tak ada idiom sorban, sajadah, tasbih. Kalau film sekarang, supaya cinta itu tampak Islami, jadi cinta bertasbih, cinta bersorban, yang gitu-gitulah. Ada subhanallah, istighfar segala macam begitu. Film-film Usmar Ismail nggak ada. Kenapa? Karena dia mengerti "inti" dari agama Islam itu apa,” tegasnya.
Gus Acep Zanzam: Pesantren harus Apresiasi Sastra Santri

Gus Acep Zanzam: Pesantren harus Apresiasi Sastra Santri

Jakarta, NU Online
Sastra sangat berpengaruh dan dapat membentuk kepribadian seseorang. Pengaruh itu bisa ditunjukkan dengan kepekaan, empati yang tinggi terhadap orang lain, dan mencintai alam semesta.

Demikian disampaikan Sastrawan asal Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Acep Zamzam Noor. Selain itu, sastra akan mengajarkan seseorang kepada proses. “Sastra itu kan proses, bukan hasil akhir. Sebelum makna! Yang mempengaruhi terhadap kepribadian itu, disamping berisi petuah-petuah, juga proses bahasa dan keindahannya,” katanya kepada NU Online di Jakarta, Rabu (18/4)

Menurut budayawan Sunda yang mendapat anugerah Rancage tahun 2012 ini, hilangnya kepribadian para politikus sekarang, disebabkan mereka sudah tidak mencintai sastra, “Mereka tidak memikirkan orang lain, yang penting menang! Menang! Proses saja tidak dilewati,” katanya.
Novel Penakluk Badai KH Hasyim Asyarie Jadi Buku Terlaris di Gramedia

Novel Penakluk Badai KH Hasyim Asyarie Jadi Buku Terlaris di Gramedia

Jakarta, NU Online
Novel berjudul “Penakluk Badai” yang merupakan novel sejarah dan biografi KH Hasyim Asy’ari menjadi salah satu buku terlaris yang dijual di Gramedia, sebagaimana release yang dikirimkan oleh Gramedia Bintaro, Jum’at (13/4).

Novel yang dikarang oleh Aguk Irawan, aktifis Lesbumi Yogyakarta ini cukup tebal dengan jumlah halaman 530 dan diterbitkan oleh Global Media Utama. Gramedia menjualnya dengan harga 75 ribu per buah.
Habib Luthfi bin Yahya Pimpin Upacara Kebangsaan & Haul Di Jepara

Habib Luthfi bin Yahya Pimpin Upacara Kebangsaan & Haul Di Jepara

Jepara, NU Online
Rais Am Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah, Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya dijadwalkan akan menjadi inspektur upacara Kebangsaan dan NKRI pada rangkaian Pengajian Umum Maulid Nabi Muhammad SAW dan Gebyar Merah Putih di Alun-alun Jepara, Sabtu (14/4) besok.

Kegiatan sebelumnya direncanakan 4 April namun diundur. “Pengunduran pelaksanaan kegiatan atas dawuh Habib Luthfi,” kata Ketua Panitia, H Ahmad Marzuqi didampingi Sekretaris, H Hisyam Zamroni.
NU Harus Jadi Pelaku Film Berkualitas

NU Harus Jadi Pelaku Film Berkualitas

Jakarta, NU Online
Lesbumi lahir tanggal 28 Maret tahun 1962, saat pergumulan ideologi bersaing keras antara sosialime realis dan humanisme universal. Di sisi lain, budaya-budaya asing yang disebarkan film Amerika melalui AMPAI (semacam Twenty One sekarang) juga dipasarkan secara bebas.

Menurut Wakil Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Alex Komang, keadaan demikian persis dengan sekarang, “Persoalan yang dihadapi sekarang, mirip ketika Lesbumi lahir,” ujarnya.

Hal itu diungkapkan Alex saat menyampaikan sambutan pada Musyawarah Film Nasional yang diselenggerakan Lesbumi, Kamis (12/4) di gedung PBNU, Jakarta, dengan tema Posisi Indonesia dalam Film Nasional. 
Berbakti Pada Orang Tua Kunci Sukses Hadapi UN

Berbakti Pada Orang Tua Kunci Sukses Hadapi UN

Brebes, NU Online
Berbakti kepada orang tua, mertua dan guru menjadi pra syarat bagi yang orang yang ingin sukses menjalani kehidupan. Termasuk untuk menghadapi Ujian Nasional (UN), siswa wajib mematuhi perintah orang tua dan guru sebagai upaya membaktikan diri.

“Belajar, adalah wujud nyata berbakti kepada orang tua dan guru,” kata KH Dirjo Abdul Hadi saat menyampaikan mauidlo khasanah istighosah jelang UN di GOR Sasana Krida Adhi Karsa Brebes Selasa (10/4).

Siapa pun orangnya, kata Kiai Dirjo, tak akan pernah sukses bila sudah durhaka kepada orang tua dan tidak menghormati guru. Namun sebaliknya, jalan terjal dan susah akan mudah ditempuh bila telah mendapat restu orang tua. “Pan dadi apa, yen durung apa-apa wis wani karo wong tua (mau jadi apa, kalau belum apa-apa durhaka pada orang tua, red),” ujar Dirjo dalam bahasa Brebesan yang kocak.
Misbach Yusa Biran, Sutradara & Mantan Aktivis Lesbumi NU Wafat

Misbach Yusa Biran, Sutradara & Mantan Aktivis Lesbumi NU Wafat

“Tahun 1957, saya mula-mula dekat dengan Pak Djamaludi Malik ketika suasana politik pro dan anti Komunis mulai memanas. Saat itu, mulai dilakukan gerilya terhadap kegiatan Lekra yang semakin melebarkan sayapnya. Sejak itu pula, saya mulai berkenalan dengan NU.”

Demikian kalimat Misbach Yusa Biran tulisan berjudul Pertegas Dulu Orientasi Fiqh Kesenian NU. tulisan tersebut sebagai penghantar dalam buku Lesbumi karya Choirotun Chisaan yang diterbitkan LKiS, Yogyakarta 2008.

Indonesia pasca kemerdekaan, utamanya di tahun-tahun 50an hingga 60an memang “ramai” terkait dengan polemik kebudayaan. Misalnya muncul istilah “Seni Otonom” lawan “Seni Bertendensi”. Polemik makin tebal dan terang benderang, umpamanya perkara pro dan kontra politik Komunis, tempatnya Lekra. Pada masa itulah, masing-masing seniman dan budayawan mencari “rumah” yang bisa melindungi kepentingannya, karyanya, perjuangannya, dan cita-citanya.
Lesbumi Siap Kembali Populerkan Budaya Tradisi

Lesbumi Siap Kembali Populerkan Budaya Tradisi

Kudus, NU Online
Memasuki usia 50 tahun, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) siap mengembalikan budaya tradisi. Pasalnya, selama ini budaya tradisi semacam potensi kesenian lokal telah dihantam dari dua sisi yakni industrialisasi dan formalisasi agama.

“Dengan usia setengah abad ini, Lesbumi akan menumbuh kembali spirit kebudayaan sebagai upaya pengembalian seni tradisi yang telah ada di Indonesia.”kata Ketua PP Lesbumi Zastraw Ngatawi kepada NU Online usai acara Sambung Rasa Kebangsaan di Universitas Muria Kudus, Selasa (10/4) pagi.

Menurut Zastraw, hantaman industrialisasi itu telah menyebabkan budaya tradisi tidak memiliki ruang ekspresi. Sekarang ini, ruang publik kebudayaan lebih banyak dipenuhi seni–seni yang prosesnya melalui proses kapitalis atau dianggap menguntungkan.
Tanpa Karakter, Indonesia Tak Akan Maju

Tanpa Karakter, Indonesia Tak Akan Maju

Kudus, NU Online
Berbagai persoalan bangsa yang semakin menumpuk menjadi indikasi bahwa karakter bangsa Indonesia semakin pudar. Pasalnya, bangsa yang tidak memiliki karakter akan mudah disetir oleh bangsa lain.

“Jika karakter bangsa masih seperti ini, Indonesia tidak akan maju,” ujar Pengamat Politik Reform Institut, Yudi Latif dalam diskusi Sambung Rasa Kebangsaan bertajuk “Kembali ke Rumah Pancasila (Negara Pancasila)” di Aula Masjid Darul ‘Ilmi Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (10/04).

Pentingnya karakter bagi kemajuan bangsa dibuktikan oleh Cina, Jepang dan India. Jika Cina dengan konfusiusnya, maka Jepang dan India memperkuat Bushido dan Swadesi untuk mencapai kemajuan.
IPNU: Berorganisasi Adalah Belajar Membenahi Diri

IPNU: Berorganisasi Adalah Belajar Membenahi Diri

Pamekasan, NU Online
Berorganisasi adalah bagian utama dalam proses pembelajaran. Di dalamnya pasti terdapat persoalan yang merangsang pikiran untuk mencarikan solusinya, sehingga menuntut adanya kedewasaan. Aktif di organisasi sama halnya aktif dan belajar membenahi diri sepanjang hari.

Ketua Pengurus Cabang IPNU Pamekasan Nasiruddin menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan dalam acara pembentukan PR IPNU-IPPNU Pamaroh, Ahad (7/4) kemarin. Dirinya sangat menginginkan agar organisasi betul-betul dijadikan wahana memperbaiki diri. Sebab, upaya pembenahan diri adakalanya kurang begitu diperhatikan oleh orang-orang yang tak aktif berorganisasi.
Ansor, Jangan Malas dan Malu Sowan Kiai

Ansor, Jangan Malas dan Malu Sowan Kiai

Demak, NU Online
Pimpinan Anak Cabang Gerakan pemuda Ansor Kecamatan Guntur Kabupaten Demak Ahad 8/3 telah meneyelenggarakan pertemuan selapanan yang bertempat di Ranting Bumiharjo tepatnya di rumah Syamsul Hadi Dukuh Pojok desa Bumiharjo Kecamatan Guntur.

Acara yang dihadiri oleh jajaran pengurus PAC dan pengurus Ranting se kecamatan Guntur dan tokoh masyarakat setempat tersebut meliputi, istighotsah, tahlil, dan maulidurrasul Muhammad SAW.

Ketua Ansor Guntur Sukadi Ahmad mengatakan selapanan merupakan program PAC yang rutin tiap 35 hari sekali dimana acaranya tidak jauh dari tradisi yang sering dijalankan oleh NU,
Menkes Akan Buka Rakornas LKNU di Jombang

Menkes Akan Buka Rakornas LKNU di Jombang

Jombang, NU Online
Pimpinan Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang. Rakornas yang melibatkan pengurus wilayah dan cabang seluruh indonesia ini akan dibuka oleh Menteri Kesehatan, Endang Setyaningsih juga akan dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh.

Rakornas LKNU rencananya akan dilaksanakan selama tiha hari, mulai tanggal 13 hingga 15 April mendatang dengan agenda pemberdayaan lembaga kesehatan milik warga NU. ”NU banyak memiliki Rumah Sakit dan Warganya juga banyak yang memiliki lembaga pendidikan kesehatan. Mereka semua kita undang untuk hadir,”ujar Ketua Panitia Zulfikar As’ad mengatakan.
Jurnalisme Pesantren Dapat Tingkatkan Dakwah Islamiyah

Jurnalisme Pesantren Dapat Tingkatkan Dakwah Islamiyah

BOGOR -- Pendidikan keterampilan jurnalisme di lingkungan pondok pesantren diharapkan dapat sinergi dan bahkan memperkuat dakwah para santri yang menimba ilmu keagamaan.

"Dengan demikian, maka jurnalisme dan dakwah itu mempunyai kesamaan misi, yakni menyampaikan informasi dan kebenaran kepada masyarakat dan umat," kata penggagas jurnalisme di sejumlah pesantren di Bogor, Jawa Barat, Ahmad Fahir di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Ahad.

Ahmad Fahir selama ini aktif membantu lahirnya klub jurnalistik di Pondok Pesantren Ummul Quro al-Islami (UQI) di Kampung Banyusuci, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
PBNU Siap Selenggarakan MTQ Internasional

PBNU Siap Selenggarakan MTQ Internasional

JAKARTA -- Musabaqah Tilawatil Quran Internasional pertama akan di gelar di Pontianak, Indonesia, pada 8 Juli mendatang. MTQ Internasional diharapkan dapat menyaring qari-qari terbaik dari berbagai belahan dunia.

MTQ Internasionalitu dihelat oleh Jami'yyatul Qurra' Wal Hufazh salah satu badan otonom di bawah Nahdatul Ulama. Rencananya perhelatan akbar tersebut akan melibatkan banyak peserta dari berbagai negara di ASEAN.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama, KH Said Aqil Siradj, berharap MTQ Internasional itu dapat menciptakan komunitas islami yang kreatif di kalangan remaja dan umum. Selain itu, acara tersebut juga diharapkan dapat membuka cakrawala baru tentang konsep kegiatan religi.
Mahfud MD: Jangan Benturkan Soal Perdata dengan Soal Nasab

Mahfud MD: Jangan Benturkan Soal Perdata dengan Soal Nasab

Jombang, NU Online
Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfudz MD meminta para ulama memahami keputusan MK terkait kedudukan anak diluar nikah. Dikatakannya, keputusan itu mengandung pengertian setiap anak yang lahir memiliki hubungan keperdataan kepada kedua orang tua.

"Jangan samakan antara hubungan nasab dengan hubungan keperdataan. Kalau hubungan perdata artinya anak memiliki hak kepada orang tuanya," ujarnya saat membuka pengajian Konstitusi di PP Tebuireng Jombang yang dihadiri Katib Aam PBNU KH Malik Madany, dan RAis Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi, Sabtu (7/4).
KH Sofyan Miftah Situbondo Wafat

KH Sofyan Miftah Situbondo Wafat

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kaum muslim Indonesia kembali kehilangan seorang kiai kharismatik, yakni KH Achman Sofyan Miftah, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Panji Kidul, Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur.

Kiai sepuh itu meninggal dunia saat menjalankan ibadah umroh, Kamis (5/4/2012) ba'da Maghrib sekitar pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar pukul 00.25 WIB. Kiai sepuh yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini meninggal dunia pada usia 97 tahun, usai menjalankan ibadah shalat Maghrib di wilayah Misfalah di Kota Mekkah, Arab Saudi.
Pesantren dalam Kesusastraan Indonesia

Pesantren dalam Kesusastraan Indonesia

Oleh Abdurrahman Wahid

Sebagai objek sastra, pesantren boleh dikata belum memperoleh perhatian dari para sastrawan kita, padahal banyak di antara mereka yang telah mengenyam kehidupan pesantren. Hanya Djamil Suherman yang pernah melakukan penggarapan di bidang ini, dalam serangkaian cerita pendek di tahun-tahun lima puluhan dan enam puluhan. Juga Mohammad Radjab, sedikit banyak telah menggambarkan tradisi hidup bersurau di kampung, dalam otobiografinya yang berjudul Semasa Kecil di Kampung. Walaupun demikian, karya dua orang penulis itu belum lagi dapat dikatakan berhasil mengungkapkan hidup kejiwaan di pesantren. Paling banyak karya mereka baru memantulkan nostalgia akan masa bahagia yang mereka alami semasa kecil dalam lingkungan pesantren.

Yang ironis, justru sebuah karya pendek yang berhasil menampilkan permasalahan kejiwaan pesantren. Karya itu adalah cerpen Robohnya Surau Kami, oleh A.A. Navis. Permasalahan cerpen ini, yaitu fatalisme yang melanda kehidupan beragama, adalah permasalahan tipikal pesantren. Walaupun latar belakang sosial yang disoroti adalah kehidupan kampung yang “biasa”, tetapi jelas sekali cerpen ini dipengaruhi corak kehidupan surau/pesantren di Sumatera Barat.
KH Syafiq Nashan Terpilih Lagi Sebagai Ketua MUI Kudus

KH Syafiq Nashan Terpilih Lagi Sebagai Ketua MUI Kudus

Kudus, NU Online
Wacana Kabupaten Kudus sebagai Kota Modern Religius yang sempat didengungkan tahun 2007 lalu, kembali digulirkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung di Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an, Rabu (4/4).

Ketua MUI Kudus KH. Syafiq Nashan mengatakan Kota Modern Religius ini gagasan sudah lama digulirkan namun belum terealisasi sampai sekarang. “Cita-cita ini merupakan keinginan untuk mewujudkan Kudus sebagai kota yang maju namun berpegang tegah pada norma-norma dan religiusitas,” ujar KH Syafiq Nashan.

Gagasan menjadikan Kudus sebagai kota modern di satu sisi dan religius pada sisi yang lain, sudah lama didengungkan, namun untuk merealisasikan cita-cita tersebut, nampaknya memang membutuhkan energi yang cukup dan perjuangan yang sangat panjang.

”Sebenarnya, ini tidak cuma menjadi tanggungjawab MUI untuk mewujudkannya, namun semua pihak harus berperan,” lanjut Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur, Jekulo,
PP LTM NU Akan adakan Rapimnas Secara Regional

PP LTM NU Akan adakan Rapimnas Secara Regional

Kudus, NU Online
Dalam rangka konsolidasi kelembagaan, PP Lembaga Ta'mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM-NU) mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) secara regional. Pelaksanaan Rapimnas direncanakan berlangsung mulai Maret-Juli di 17 wilayah seluruh Indonesia.

Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan mengatakan Rapimnas dimaksudkan menyatukan dan menguatkan peran dan fungsi lembaga di tingkat pusat, wilayah dan cabang di seluruh Indonesia. Selain itu, menumbuhkembangkan semangat dan kinerja pengurus LTMNU dalam memakmurkan masjid binaan Nahdlatul Ulama.

"Melalui Rapimnas akan terjalin hubungan kelembagaan Ta'mir Masjid NU yang solid baik secara kultural maupun structural antara pusat dan daerah sehingga terlaksana program kerjanya ke depan," katanya saat pertemuan dengan pengurus LTMNU se karesidenan Pati di Kantor NU Kudus, Selasa ( 3/4).
PerguNU akan Sediakan 1000 Beasiswa untuk Guru

PerguNU akan Sediakan 1000 Beasiswa untuk Guru

Jakarta, NU Online
Untuk meningkatkan mutu kompetensi guru di lingkungan Nahdliyin, Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) mengagendakan beasiswa pendidikan di tingkat perguruan tinggi bagi para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Rencananya, 1000 guru berkesempatan menerima bantuan biaya untuk menyelesaikan studi strata satu (S1).

“Ada beasiswa untuk seribu guru yang sudah kami rencanakan. Kami sedang mendata guru-guru yang akan mendapatkan beasiswa itu,” kata Pengurus Pusat Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim, Rabu (4/4).
Bubur Suro dan Akar Tradisi Keislamannya

Bubur Suro dan Akar Tradisi Keislamannya

Dikutip dari NU Online,

Bagi sebagian masyarakat Islam di Nusantara bulan Muharram adalah bulan istimewa. Sebagai bulan pertama tahun hijriyah, Muharram menjadi ruang ruang muhasabah (intropeksi diri) akan amal masa lalu guna menjadi pedoman langkah masa depan. Muharram menjadi serambi sebuah rumah yang berisikan sebelas bulan lainnya. Oleh karena itu Muharram dipercaya memantulkan nuansa peribadatan seseorang dalam satu tahun ke depan. Seperti halnya serambi yang bagus biasaya dimiliki sebuah rumah yang mewah. Begitu pula bulan Muharram, amal yang shalih di bulan ini mencitrakan sebelas bulan lainnya. Dengan demikian Muharram mempunyai kedudukan yang istimewa dibandingkan bulan lainnya. Wajar saja jika umat muslim berbondong-bondong melakukan kebaikan dan sedekah pada bulan ini.Secara historis, bulan Muharram juga memiliki keistimewaan. Pada bulan inilah Nabi Muhammad saw. memutuskan berpindah dari Makkah menuju Madinah demi kesuksesan dakwah Islam. Bulan ini merupakan waktu yang berharga yang di dalamnya Rasulullah saw menemukan kunci keberhasilan dakwah Islam yaitu hijrah. Hijrah yang berarti ‘pindah’ tidak semata-mata mencari ruang yang sesuai untuk berdakwah, ruang yang lebih minim bahaya, ruang yang lebih kondusif. Tidak. Karena Rasulullah saw sendiri tidak pernah takut dengan berbagai ancaman kafir Makkah. Namun hijrah memiliki makna lain yaitu berpindah, merubah dan me-upgrade- semangat pada tataran yang lebih tinggi. Secara psikologis, suasana yang baru, kawan baru, tantangan baru akan menjadikan semangat diri dan jiwa seseorang lebih dinamis. Mengenai semangat hijrah ini Rasulullah saw sendiri dalam sebuah haditsnya pernah bersabda.
Prof. Maksum Mahfudh: Pesantren itu Sederhana tapi kaya Makna

Prof. Maksum Mahfudh: Pesantren itu Sederhana tapi kaya Makna

Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Maksum Mahfudh mengatakan, motto ‘Kembali ke Pesantren’ yang diusung oleh PBNU pada periode kepengurusan kali ini juga bisa dimaknai bahwa NU menginginkan nilai-nilai pesantren dapat mewarnai kehidupan kebangsaan.

“Pesantren itu sederhana, tapi kaya makna dan nilai-nilai. Nah sekarang ini kita mengupayakan agar bagaimana makna dan nilai-nilai pesantren ini bisa mewarnai kehidupan kebangsaan,” katanya kepada NU Online di kantor PBNU, Jakarta, Senin (2/4).
Munas dan Konbes NU di Undur Tengah Tahun ini

Munas dan Konbes NU di Undur Tengah Tahun ini

Jakarta, NU Online
Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang sedianya direncanakan pada 17 - 20 Mei 2012 mendatang dimundurkan sampai pada akhir Juni atau awal Juli 2012. Hal ini terkait dengan kesiapan pihak tuan rumah, yakni Pondok Pesantren Kempek, Cirebon.

Dalam rapat gabungan panitia pusat daerah di kantor PBNU, Senin (2/4) kemarin, Pengasuh Pesantren Kempek KH Ja’far Aqil Siroj menyatakan, pihaknya siap menjadi tuan rumah musyawarah NU tingkat nasional itu. Namun masih ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan karena pesantren akan dihadiri ribuan warga nahdliyin.
Munas NU Akan Kaji Ketaatan Organisasi Pada Pemerintah

Munas NU Akan Kaji Ketaatan Organisasi Pada Pemerintah

Jakarta, NU Online
Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudh menginstruksikan kepada panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU 2012 untuk mengkaji kembali batas ketaatan warga kepada pemerintah. Hal ini terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai status hukum anak luar nikah yang dinilai bertentangan dengan syariat Islam.

Instruksi Rais Am ini disampaikan oleh panitia komisi Bahtsul Masail Diniyah dalam rapat gabungan panitia pusat dan daerah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) 2012 di Cirebon. Rapat panitia diadakan di kantor PBNU, Jakarta, Senin (2/4).
KyaiPedia: KH Hamam Ja'far Pabelan Solo

KyaiPedia: KH Hamam Ja'far Pabelan Solo

Kiai Hamam Ja’far sangat berjasa dalam pendidikan islam di Indonesia , khususnya di pulau Jawa. Kini , 17 tahun sudah kiai karismatik kelahiran 15 Desember 1938 di Muntilan , Jawa Tengah , itu telah meninggalkan kita semua. Ia putra sulung dari dua putra pasangan kiai Dja’far dan nyai Hadijah , berasal dari keluarga terpandang di desanya. Dalam keluarganya mengalir darah kiai yang diturunkan oleh kakeknya kiai mohammad bin kertotaruno,pendiri pondok pabelan (1920).Kiai mohammad adalah pengikut setia pangeran Diponegoro.sedangkan kiai Kartotaruno diyakini masyarakat setempat sebagai keturunan Sunan Giri. Setelah meanamatkan sekolah rakyat didesanya Hamam melanjutkan pendidikanya kesekolah menengah islam pertama di Muntilan.Kemudian masuk pondok Pesantren Tebuireng dan melanjutkan kepondok pesantren Gontor,jawa timur,selama kurang lebih 11 tahun.Hamam berguru langsung kepada pendiri pondok pesantren modern Darussalam Gontor :KH Ahmad Sahal,KH Zainuddin Fanani,dan KH Imam Zarkasyi. Bahkan ia menjadi penggurus badan wakaf pondok pesantren ponorogo tersebut dan mendapat restu dari KH Imam Zarkasyi untuk mendirikan pondok pesantren.

Hamam yang ketika itu sudah dipanggal ustadz bertekad redup kareana ketaiadaan pengasuhnya antara tahuan 1950 samapai 1965.Pilihan untuk membangun kembali pondok pabelan adalah hasil dari bacaannya yang mendalam terhadap sejarah umat islam dan kondisi riil umat dan bangsa Indonesia saat itu termasuk kondisi riil masyarakat desa pabelan, juga hasil interaksinya berbagai tokoh agama,social,politik.pada saat itu,kehidupan umat isalam di Indonesia pada umumnya bisa dikatakan dalam keadaan terancam bahayanya komunisme. Tepat tanggal 28 Agustus 1965 ,secara resmi kiai Hamam Ja’far menjadi pemimpin pondok pesantren pabelan .Ketika itu santrinya hanya 35 orang.mereka tidak dipungut bayaran.Untuk biaya pesantren ia dan santrinya mengerjakan sawah milik seorang warga desa pabelam dengancara bagi hasil.”kami juga meanam jeruk,pisang dan buah-buahan “,kata Kiai Hamam.

Pendidikan dipesantrennya tidak hanya diruang kelas.para santri diajarkan berbagai ketrampilan.Misalnya ketrampilan ,keterampilan mengolah batu.Dalam mendidik santrinya kiai Hamam banyak bertolak dari lingkungan .Bukan berati ia menolak ilmu dari luar , tetapi ia harus mengambil yang cocok dengan lingkungannya.uztadz Hamam ,menikah dengan Djuhanah Rofi’ah,putri kiai Bakir,pada tahun 1964,memiliki dua anak :Ahmad Najib Amin (1966),Dan Ahmad Amin (1971).Lima belas telah berlalu ,Pondok pesantren pun tumbuh pesat.Mufti besar dari Kuwait,Syalakh Abdullah Annuri,beberapa kali mealakuakan kunjungan kepesantren pabelan .

Pondok pesantren ini sangat aktif dalam usaha kesehatan masyarakat (UKM),khususnya kesehatan ibu dan anak. Bahkan seorang dirjen UNICEF Dr James Grant ,ketika mengunjungi ponpes pabelan ,memberikan pujian dan dukungannya.Kiai Hamam dengan pondok pabelan-nya juga memasuki ilayah seni,budaya,termasuk arsitektur.Seorang novelis kelas dunia ,menerima nobel dibidang sastra ,yang berasal dari Trinidad,VS Naipaul,penulis novel Among the Believers: an islam Journey, pada tahun 1980 menyempatkan diri berkunjung dan berdialog di pondok pabelan.pengalamannya tersebut sempat dimasukkan di dalam novelnya,yang diterbitkan oleh Vintage Books,New York ,1982.Dalam berbagai kesempatan ,Kiai Hamam sering mempertanyakan bagaimana sebenarnya perngertian Inna shsshalata tanha’anil fakhsyaai al munkar (sesungguhnyasholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar).Di antara kesimpulanya ,shalat itu tidak terlepas dari keseluruhan penghayatan hubungan antara –sesama manusia ,alam semesta ,dan illahi rabbi.Sehingga sholat akan mencegah al-fakhsyaa wal munkar,termasuk yang bersifat sosial,budaya,maupun lingkungan hidup.Kiai hamam ,yang begitu taawdhu’, juga selalu menjaga silaturahim,terutama kepada guru-gurunya.Bila mendapatkan masalah ,ia selalu menandatangi kediaman ketiga gurunya : KH Ahmad Sahal,KH Imam Zainuddin Fanani dan KH Imam Zarkasyi.

Demikian juga pada saat mengambil keputusan penting.Kiai Hamam juga sangat taat kepada guru-gurunya, termasuk tantu saja para gurunya di Pondok Pesantren Modern Gontor.Ketataan tidak hanya terlihat dalam sikap pribadinya ,tapi juga pada sikapnya mengambil semua jiwa,cita-cita,kurikulum,metode pengajaran pondok Gontor.Bahakan semua buku pelajarannya diambil dari Gontor sepenuhnya. Seperti biasa,setiap ba’da subuh . Kiai Hamam memberikan kuliah subuh di serambi masjid.Namun menjelang bulan Romadhon ,kala Kiai Hamam akan meninggalkan podium,air matanya menetes.Ia menangis lantaran rehabilitas gedung belum rampung,karena kekurangan dana.Ketika itu jama’ahnya ia meminta doa agar allah melancarkan urusan demi keberlangsungan rehabilitas.lalu ia pun neninggalkan jama’ahnya.Tak beberapa lama setelah itu tepatnya hari ke-17 bulan suci romadhon,Kiai hamam tidak bisa memberikan kuliah subuh ,karena sakit.Iakemudian dirawat dirumah sakit umum Yogyakarta.

Elesai melaksanakan shalat tarawih,tepatnya di malam tanggal 23 romadhon tahun 1993,kiai hamam dipanggail kehadirat allah.Jenazah KH Hamam dari mobil ambulance dan digotong memasuki ruang tamu,dibaringkan di atas lantai yang beralaskan karpet.tubuhnya memang besar ,namun terasa ringan sekali digotong.Wajahnya juga terlihat cerah ,seperti tersenyum.senyum keikhlasan.keesokan harinya ,selesai shalat Zhuhur,Jenazah dishalati oleh para santri dan sebagian alumnus serta masyarakat sekitar pondok.hadir pula kala itu,KH Abdullah Syukri Zarkasyi,yang memberikan sambutan terakhirpelepasan jenazah sebrlum dimakamkan .Dalam sambutanya ia menggatakan,”KH Hamam memangsudah meninggalkan kita semua dan pondok pabelan ,tapi pondok ini tidak boleh mati.Kiai Hamam telah meninggalkan kita semua.Tetapi arisan sepiritual,soial,dan budayanya masih terus hidup dan menjadi sumber inspirasi.Para alumnus dan santrinya tersebar dipenjuru tanah air.bahkan juga mancanegara .Jeajah-jejah langkahnya yang fenomenal,sebagaimana langkah yang tegas,pasti,dan meyakinkan ,member dorongan semangat yang kuat kepada semua santri dan sahabatnya .Kiai Hamam Menjadi teladan hidup dalam integritas,ketulusan dan kesungguhan .semoga amal ibadahnya diterima disisi-nya.

Sumber: Majalah AlKisah
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Ponpes Guluk-guluk Sumenep

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Ponpes Guluk-guluk Sumenep

Sumenep, NU Online
Tak kurang dari 120 santri Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk Sumenep, Jum'at (30/3) siang, mengikuti sosialisi empat pilar bangsa di Aula Institut Ilmu Keislaman Annuqayah. Empat pilar yang sosialisasikan yaitu, Pancasila, UUD RI tahun 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Acara yang diselenggarakan MPR RI tersebut dihadiri KH A Syamli Muqsith dan KH Moh. Husnan A Nafi mewakili Pesantren Annuqayah, dan Anggota MPR RI H Muchammad Mahfudh.
ISNU Pamekasan Siap Jaring Sarjana di 13 Kecamatan

ISNU Pamekasan Siap Jaring Sarjana di 13 Kecamatan

Pamekasan, NU Online
Pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Pamekasan mengadakan pertemuan bulanan di kediaman sekretaris ISNU Pamekasan H Romli, Galis, Pamekasan, Jumat (30/3) malam.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menjaring para sarjana yang terdapat di 13 kecamatan di Pamekasan. Hadir pada kesempatan itu ketua PCNU Pamekasan KH Abdul Ghoffar dan Dewan Muhtasyar yang kini menjadi Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman.

“Setiap sarjana Pamekasan yang mau diajak, punya kepribadian baik, punya jiwa pengabdian, dan memiliki sikap keAswajaan bisa kita masukkan sebagai anggota ISNU Pamekasan,” tutur ketua ISNU Pamekasan, KH Abdurrahman Abbas.
KH Sya'roni Ahmadi: Muslimat Harus Berakhlakul Karimah

KH Sya'roni Ahmadi: Muslimat Harus Berakhlakul Karimah

Kudus, NU Online
Keberlangsungan nasib bangsa ini sangat tergantung kepada tindakan dan sikap kaum wanita. Oleh karenanya, Warga muslimat NU diminta selalu berakhlakul Karimah dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Apalagi sebuah hadits sudah menyebutkan wanita adalah tiang Negara. Sehingga bila tindakan moralnya baik maka bangsa ini akan menjadi baik. Begitu pula sebaliknya,” kata Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi dalam puncak acara peringatan Harlah ke 66 Muslimat NU yang diselenggarakan PC Muslimat NU Kudus di Halaman Rumah sakit Mayitoh Kudus, Jum’at (30/3).

Kategori

Kategori