KyaiPedia: Syech Yusuf Tuata Salamaka

KyaiPedia: Syech Yusuf Tuata Salamaka

Syekh Yusuf Tuanta Salamaka, terkenal sebagai wali, ulama sufi yang berhasil menyebarkan agama Islam hingga daratan Afrika. Di negeri itu pula, putra kelahiran Sulawesi Selatan ini wafat, setelah diasingkan oleh pemerintah kompeni di Batavia.

"Beliau meninggal pada 23 Mei 1699, pada saat berusia 73 tahun," terang Rahmat, asisten juru kunci makam Syekh Yusuf di Makassar.
PBNU: Pemerintah Harus Clearkan Cap Intoleransi Beragama Indonesia oleh
Dewan HAM PBB

PBNU: Pemerintah Harus Clearkan Cap Intoleransi Beragama Indonesia oleh Dewan HAM PBB

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) angkat bicara mengenai hasil sidang tinjauan periodik universal II di Dewan HAM Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). NU dengan tegas membantah terjadinya praktek intoleransi beragama di Indonesia, dan mendorong dilakukannya dialog bersama untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut.

"Tidak ada intoleransi beragama di Indonesia. Kalau luar menyoroti pembangunan gereja Yasmin yang masih sulit, luar juga harus tahu pembangunan beberapa masjid di Papua juga mengalami kesulitan," tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Selasa (29/5).
Dubes Saudi Arabia Kunjungi Ponpes Tebu Ireng & Tambak Beras

Dubes Saudi Arabia Kunjungi Ponpes Tebu Ireng & Tambak Beras

Jombang, NU Online
Duta besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Moustafa bin Ibrahim bin Ali Al Mubarak, Selasa (29/5) melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas serta Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Dalam kunjungannya ke pesantren yang merupakan basis NU ini, Dubes Moustafa bin Ibrahim mengaku ingin membangun kembali kerjasama dengan pesantren dalam bidang pendidikan." Beliau menawarkan beasiswa bagi lulusan pesantren untuk melanjutkan study di Arab Saudi,"ujar KH Hasib Abdul Wahab Pengasuh Bahrul Ulum mengatakan.

Lulusan pesantren, lanjut putra pendiri NU, KH Wahab Hasbulloh ini mengatakan tidak hanya untuk sarjana, akan tetapi juga untuk menempuh S2 dan S3." Mereka akan mendapatkan beasiswa dari kerajaan Saudi,"imbuh Gus Hasib seraya mengatakan Dubes kagum atas perjuangan kiai pendiri NU.
Presiden Akan Buka Munas dan Konbes NU di Cirebon

Presiden Akan Buka Munas dan Konbes NU di Cirebon

Jakarta, NU Online
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan kesediaannya untuk hadir dan membuka kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama Nahdlatul Ulama, yang diagendakan digelar September mendatang.

"Tadi saya sampaikan, yang dulu-dulu Munas Konbes NU yang hadir adalah Wakil Presiden. Tapi tadi saya juga menyampaikan kali ini jika berkenan Presiden yang hadir, dan Alhamdulillah beliau bersedia," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, usai bertemu dengan SBY di Istana Negara, Selasa kemarin (29/5).
GP Ansor: Ada Yang Berupaya Adu Domba Banser vs Setia Hati Terate

GP Ansor: Ada Yang Berupaya Adu Domba Banser vs Setia Hati Terate

Jakarta, NU Online
Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor meminta semua kader Ansor dan Barisan Ansor Serba Guna di seluruh daerah untuk menahan diri dalam menyikapi penyerangan terhadap anggota Banser oleh kawanan pendekar Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) di Tulungagung Jawa Timur.

Ketua Umum PP GP Ansor, Nusron Wahid mengatakan, pihaknya meminta semua kader Ansor dan Banser tidak terprovokasi dan melakukan tindakan balasan terhadap kelompok yang merusak dan menyerang anggota Banser di Tulungagung.

“Saya intruksikan, semua menahan diri. Semua harus tenang. Jangan sampai terprovokasi dan main hakim sendiri,” kata Nusron Wahid, di Jakarta, Selasa (29/5).
AS bela Hak Muslimah bercadar di Perancis

AS bela Hak Muslimah bercadar di Perancis

Amerika Serikat (AS) Selasa (12/4) mendukung hak orang untuk mengekspresikan "keyakinan agama melalui pakaian (menurut keyakinan) agama"-nya. Hal itu dikatakan terkait kepolisian Prancis yang mendenda seorang wanita karena memakai pakaian yang menutup seluruh wajah.

Juru bicara Deplu AS Mark Toner membela kebebasan beragama dan bereksprersi, tapi tak sampai mengkritik larangan Prancis pada pengenaan pakaian yang menutup penuh wajah, termasuk niqab atau cadar.

"Saya akan merujuk anda ke pemerintah Prancis untuk mendapatkan penjelasan lengkap mengenai undang-undangnya, tapi kami mendukung kebebasan beragama dan berekspresi, dan itu mencakup hak untuk mengekspresikan keyakinan agama melalui pakaian keagamaan," katanya. Ia menekankan bahwa Prancis adalah "sekutu sangat dekat" AS.
PP Maarif NU Segera Wujudkan Standarisasi Sekolah Milik Maarif

PP Maarif NU Segera Wujudkan Standarisasi Sekolah Milik Maarif

Jakarta, NU Online
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, pemerintah telah menetapkan Standar Pendidikan Nasional yang digunakan secara seragam di seluruh Indonesia. Dari situ, mutu sebuah sekolah bisa diketahui. Standar ini merupakan standar minimal yang harus dipenuhi.

Terdapat 8 kriteria standar yang harus dipenuhi meliputi standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Maarif NU sepakat akan keberadaan standar ini, tetapi ingin memiliki kekhasan tersendiri.
Wahid Institute Gelar Dialog Kebangsaan Masalah Papua

Wahid Institute Gelar Dialog Kebangsaan Masalah Papua

Jakarta, NU Online
The Wahid Institute, yaitu lembaga yang melanjutkan cita-cita dan perjuangan KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur membahas persoalan Papua dengan membedah buku “Angkat Pena Demi Dialog Papua” pada Selasa, (29/5) di Ball Room Hotel Akmani, Jalan Wahid Hasym, Jakarta.

Buku tersebut merupakan buah karya Pater Neles Tebay, Pr. Mulanya buku tersebut adalah kumpulan tulisan yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak antara tahun 2001 hingga 2011. Gagasan yang dikemukakan Peter adalah dialog Papua-Jakarta.

“Pada prinsipnya semua mendukung gagasan ini, sekalipun dalam beberapa hal ada perbedaan. Karena itu, perlu dibicarakan secara terbuka di mana semua unsur terlibat untuk mempertajam apa yang dimaksudkan dengan dialog, apa maknanya dalam kehidupan berbangsa, terutama terkait persoalan Papua,” jelas Nurun Nisa, salah seorang panitia.
PBNU: Manfaatkanlah Internet Untuk Berdakwah

PBNU: Manfaatkanlah Internet Untuk Berdakwah

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menekankan pentingnya mengembangkan metode dakwah di era kemajuan teknologi saat ini. Ulama Ahlussunnah wal Jamaah harus juga bisa memanfaatkan teknologi, salah satunya melalui jaringan internet.

"Kalau kita membuka internet saat ini, yang banyak kita temukan adalah Islam kanan dan kiri. Ada Al Marhamah dan lain sebagainya. Islam moderat ala Ahlussunnah wal Jamaah sangat jarang, dan sekarang itu harus kita mulai," tegas Kiai Said di Jakarta Senin (28/5).

Pernyataan yang sama juga disampaikan Kiai Said di hadapan sekitar 4000 Nahdliyin di acara pengajian akbar dalam rangka peringatan Hari Lahir NU ke 86 di Pondok Pesantren Al Inayah, Tempuran, Magelang, Ahad (27/5) malam.
Bahsul Matsail: Penggusuran Untuk Kepentingan Umum

Bahsul Matsail: Penggusuran Untuk Kepentingan Umum

Disarikan dari Keputusan Muktamar NU Ke-29 Di Cipasung Tasikmalaya Desember 1994 M.

Pembangunan ternyata banyak menimbulkan ekses. Di antaranya yang cukup serius dan merugikan kepentingan rakyat, adalah penggusuran tanah untuk kepentingan pembangunan. Dalih penggusuran tersebut biasanya untuk kepentingan umum. Tetapi, tak jarang diktum kepentingan umum itu adalah selubung saja untuk menutupi kepentingan beberapa oknum tertentu. Hal ini diperparah lagi oleh kenyataan bahwa ganti rugi penggusuran biasanya tidak sesuai dengan yang dikehendaki rakyat.Pada dasarnya penggusuran tanah oleh pemerintah demi kepentingan umum (al-maslahah al-’ammah) hukumnya adalah boleh, dengan syarat betul-betul pemanfaatannya untuk kepentingan umum yang dibenarkan oleh syara’ tentunya dengan ganti rugi yang memadai.

Hal ini pernah terjadi ketika sahabat Umar ra diangkat sebagai Khalifah dan jumlah penduduk semakin banyak, ia perluas mesjid Nabawi dengan membeli rumah dan dirobohkannya. Lalu ia menambah perluasannya dengan merobohkan (bangunan) penduduk sekitar mesjid yang enggan menjualnya. Beliau lalu memberi harga tertentu sehingga mereka mau menerimanya. Beliau membangun dinding yang pendek kurang dari tinggi manusia, dan memasang lampu-lampu di atasnya. Beliau adalah orang yang pertama kali membuat dinding untuk mesjid. Begitulah yang diterangkan oleh al-Mawardi dalam Ahkamus Sulthoniyah.
PBNU Setuju Hakim Yang Menjatuhkan Putusan Salah Dapat di Pidana

PBNU Setuju Hakim Yang Menjatuhkan Putusan Salah Dapat di Pidana

Surabaya, NU Online
Draft Revisi Undang-undang No 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua UU No 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung mendapat dukungan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. Draft Revisi Undang-undang yang sudah siap dibahas di DPR RI bersama pemerintah ini sejak awal hingga sekarang kini masih menjadi polemik sejumlah kalangan.

Dalam RUU MA ini, muncul usulan ‘pemidanaan’ hakim apabila menjatuhkan putusan salah. Tujuannya, peningkatan profesionalitas para pengadil. Bahkan, Mahkamah Agung (MA) juga menyatakan kurang sepakat terkait poin “pemidanaan” bagi hakim apabila menjatuhkan putusan salah. Di UU MA, sebenarnya tidak ada poin tersebut.
PWNU Tinjau Pembuatan Kartanu di Kudus

PWNU Tinjau Pembuatan Kartanu di Kudus

Kudus, NU Online
Ketua PWNU Jawa Tengah KH Mohammad Adnan meninjau pelaksanaan program pengadaan Kartu Tanda Anggota (Kartanu) di Kabupaten Kudus Jum'at (25/5). Dengan didampingi ketua PCNU Kudus KH Khusnan Ms bersama jajaran pengurus lainnya, KH Adnan mengunjungi langsung proses pemotretan warga NU desa Undaan Kidul Kudus di MA NU Nahdlatul Muslimin desa setempat.

Pada kesempatan itu, KH Mohammad Adnan mengharapkan PCNU Kudus mampu mencarikan terobosan kerjasama dengan pihak lain sebagai kompensasi kepemilikan Kartanu.

"Program kartanu ini seyogyanya kita maksimalkan mulai pendataan sampai pemanfaatan fungsi kartanu," katanya.
Puncak Harlah Fatayat NU ke 62, Meriah

Puncak Harlah Fatayat NU ke 62, Meriah

Jakarta, NU Online
Harlah ke-62 Fatayat NU tiba di puncaknya. Seremoni puncak acara harlah digelar pada jam 10.00 pagi, hari ini (27/5), di Gedung SMESCO lt. 3 Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Harlah tahun ini, Fatayat NU mengambil tema ‘Bersama Fatayat NU, Mewujudkan Perempuan Indonesia yang Sehat dan Berkualitas’.

Sebelumnya, Fatayat NU menggelar beberapa kegiatan bakti sosial sebagai rangkaian harlahnya mulai dari 24 April lalu. Dalam 2 bulan belakangan, sekurangnya lima agenda terkait tema harlah sudah terlaksana. Kelimanya adalah Seminar Nasional MDGs, Sunatan Massal, Pengobatan Gratis IVA (pemeriksaan dan pengobatan kanker leher rahim), Pengobatan Gratis Katarak, dan Bedah Rumah.
PBNU: Kami Tidak Mau Terjebak dalam Kontroversi Lady Gaga

PBNU: Kami Tidak Mau Terjebak dalam Kontroversi Lady Gaga

Surabaya, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menjawab pertanyaan sejumlah kalangan mengenai sikap NU terkait rencana kedatangan diva pop Lady Gaga ke Indonesia. Kiai Said menegaskan NU tidak menolak dan tidak mendukung rencana kegiatan tersebut.

"Mereka yang mendatangkan (Lady Gaga) itu ada sponsornya, ada kekuatan politik di belakangnya. Dan mereka yang menolak juga memiliki sponsor dan dukungan politik. Saya mewakili NU menyatakan kami ada di tengah, tidak mendukung salah satunya," tegas Kiai Said di hadapan pengurus PCNU dalam kegiatan Kunjungan Kerja PBNU ke PWNU Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (26/5).
Hukum Menggunakan Insulin

Hukum Menggunakan Insulin

Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup manusia, maka kebutuhan hidup manusia terhadap insulin semakin bertambah. Karena secara alami, dengan bertambahnya usia, maka fungsi pankreas akan semakin menurun. Dengan menurunnya fungsi pankreas, maka menurun pula fungsi insulin yang dapat dihasilkan tubuh manusia. Dengan menurunnya insulin dalam tubuh manusia, maka kemampuan tubuh manusia untuk memecah gula dalam darah akan semakin turun. Pada saat itulah manusia terkena penyakit yang disebut kencing manis (diabetes melitus), dan memerlukan suntikan insulin.

Pernah dicoba membuat insulin dari ekstraksi pankreas sapi. Namun hasilnya kurang menggembirakan, meskipun gennya cocok dengan sapi. Dari seekor sapi, hanya dihasilkan insulin 1/2 cc saja, yang berarti tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan seorang sekali suntik. Percobaan pembuatan insulin dari pankreas kera, menunjukkan gennya tidak cocok dengan manusia. Akhirnya dicoba membuat insulin dengan ekstraksi pankreas babi, dan ternyata hasilnya selain gennya cocok dengan manusia, jumlah cc-nya pun mencukupi.

Mula-mula insulin dibuat dari gen pankreas babi yang diklon dalam bakteri. Dalam waktu 24 jam, dari satu gen menghasilkan milyaran gen. Kini insulin dibuat dari gen pankreas babi yang diklon dalam ragi. Karena organisme ragi lebih kompleks dari bakteri, maka hasilnya lebih baik. Dari satu gen pankreas babi yang diklon dalam ragi pada tabung fermentor kapasitas 1.000 liter dihasilkan 1 liter insulin. Insulin dari bahan dan proses seperti itulah yang kini beredar di seluruh dunia.
Menag Luncurkan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji

Menag Luncurkan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji

Menteri Agama Suryadharma Ali meluncurkan "Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji" dalam rangka mencegah munculnya ajaran sesat di Indonesia.

"Gerakan Masyarakat Maghrib Ngaji dalam upaya menutup celah masuknya pikiran-pikiran atau ajaran sesat ke masyarakat, melalui gerakan ini diharapkan kekosongan dakwah bisa terisi," kata Menteri Agama Suryadharma Ali dalam pertemuan dengan pimpinan Pondok Pesantren tingkat Jawa Barat di Jatinangor, Sumedang, Kamis (17/3).
NU Tolak Wacana SK Wajib Berdoa Usulan DPRD Malang

NU Tolak Wacana SK Wajib Berdoa Usulan DPRD Malang

Malang - Usulan DPRD Kabupaten Malang terkait penerbitan SK wajib berdoa di kalangan pejabat Pemkab serta lembaga pendidikan, dianggap tak relevan. Pasalnya, berdoa merupakan urusan pribadi dan tidak boleh dipaksakan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang Abdul Mujib Syadzili. "Soal berdoa, tak seharusnya menggunakan jalan formal, seperti menerbitkan SK," katanya saat dihubungi detiksurabaya.com melalui telepon genggamnya, Rabu (13/4/2011).

Menurut Mujib, berdoa merupakan kewajiban setiap muslim, yang mana Kabupaten Malang penduduknya mayoritas beragama Islam. Dengan sendirinya, mereka akan melakukan itu, untuk meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. "Dalam doa, tidak ada paksaan, karena ini urusan pribadi," tegasnya.
Bom Utan Kayu

Bom Utan Kayu

by Muna Panggabean

Jika karena pikirannya seseorang dianggap layak untuk mati, keadaban pasti sudah lama absen di negeri ini. tak semata karena para pelakunya kaum fundamentalis, tapi juga karena kita gagal menyelenggarakan keadaban itu. kemoderatan kita ternyata tak berdaya menyinari jagad raya. kita asyik dengan kegemilangan berpikir, memetakan nalar seluas khayal, namun tak cukup punya kesabaran mengomunikasikannya kepada sesama. sebuah bom untuk ulil abshar abdalla meledak di utan kayu. kita semua terperanjat. bom tersebut bukan lagi ungkapan kemarahan, kecemburuan, dan kekecewaan, --sehingga biasanya ditargetkan untuk menghabisi puluhan bahkan ratusan orang-- tapi sudah menajam menjadi sebuah serangan terukur yang ditujukan kepada seseorang.
Pusat Advokasi HAM Muslimah Australia

Pusat Advokasi HAM Muslimah Australia

Melbourne, NU Online. Jaksa Agung Australia, Robert McClelland, meluncurkan lembaga baru, Australian Muslim Women's Centre for Human Rights. Lembaga ini akan melakukan advokasi atas isu-isu hak azasi manusia dan menyediakan berbagai layanan bagi Muslimah.

Pada pidato pembukaannya, McClelland menyatakan dirinya bangga bisa mendukung organisasi yang didukung penuh The Islamic Women's Welfare Council of Victori itu. "Ini adalah sebuah sejarah baru bagi advokasi HAM pada level akar rumput di Australia," katanya.

Ia menyatakan pemerintah akan bekerja dengan berbagai lembaga advokasi HAM. Lembaga baru ini akan bekerja sama juga dengan The Australian Human Rights Council, lembaga yang kini memainkan peranan penting dalam berkontribusi bagi perlindungan hak-hak warga dan toleransi.
PBNU: Inggris Harus Jaga Citra Positif Islam

PBNU: Inggris Harus Jaga Citra Positif Islam

Jakarta, NU Online. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap agar negera Inggris mampu menjaga citra positif sebagai negara yang paling baik dimata dunia muslim dibandingkan dengan negara Eropa lainnya.

Hal ini disampaikan ketika menerima Dubes Inggris untuk Indonesia Martin Alan Hatful dalam kunjungannya ke PBNU, Kamis (14/4).

Ia menjelaskan komitmen Inggris terhadap kebebasan beragama dan penghargaan terhadap keseteraan telah dibuktikan dengan adanya warga Inggris beragama Islam yang menjadi anggota parlemen, walikota atau menteri.
Alquran Tertua se-Asia Tenggara Resmi Dipamerkan untuk Publik

Alquran Tertua se-Asia Tenggara Resmi Dipamerkan untuk Publik

Alquran tertua di Asia Tenggara yang berasal dari Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, dan milik Kesultanan Ternate akhirnya secara resmi diperlihatkan kepada publik pada Festival Legu Gam.

Sekretaris Kesultanan Ternate Gunawan mengatakan, pihak Kesultanan akhirnya menepati janjinya untuk menampilkan Alquran kuno itu di depan masyarakat yang mengunjungi Festival Legu Gam malam ini.

Alquran yang ditutupi sehelai kain putih dan terbuat dari kulit kayu dengan pembungkus kotak kayu ini disimpan di Kedaton Kesultanan Ternate dan kini menjadi pusat perhatian ribuan orang yang berebut melihatnya.
PBNU Terima Kunjungan Kementerian Agama Malaysia

PBNU Terima Kunjungan Kementerian Agama Malaysia

Jakarta, NU Online
Rombongan Kementerian Agama Malaysia mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Selasa (15/5) pagi. Rombongan yang berjumlah 29 orang ini, disambut baik oleh sejumlah Ketua Umum PBNU dan beberapa pengurus tanfidziyah. Kedua pihak saling mengabarkan kondisi sosial-keagamaan di masing-masing negara.

Dalam kesempatan tersebut, Iqbal Sullam, Ketua PBNU sempat mengenalkan profil singkat NU, badan otonom dan lembaga-lembaga yang ada di bawahnya. Pesantren dan madrasah yang menjadi kantong intelektual dan tata nilai moral-kultural NU, masuk dalam profil NU.
PCNU Padang Mulai Sebarkan 1000 Quran

PCNU Padang Mulai Sebarkan 1000 Quran

Padang, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Padang berhasil mengumpulkan seribu lebih Al-Qur’an yang bakal dibagi-bagikan ke masjid/musholla di Kota Padang. Pengumpulan Al Qur’an tersebut dimaksudkan untuk turut mendukung program Magrib Mengaji yang dicanangkan Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat.

Demikian diungkapkan Rais Syuriah PCNU Kota Padang HM Guswandi Syas di aula PWNU Sumbar Jalan Ciliwung 10 Padang, Senin (14/5). Menurut Guswandi, Al-Qur’an tersebut berasal dari sumbangan warga Nahdhiyin dan donator lainnya serta dari Kamenag Sumbar.
PBNU: Empat Pilar Negara adalah Ruh Bangsa

PBNU: Empat Pilar Negara adalah Ruh Bangsa

Jakarta, NU Online
“Empat pilar negara Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI merupakan ruh kehidupan bangsa Indonesia. Tanpa itu, mati kita!”

Demikian ditegaskan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat menerima kunjungan kerja Pimpinan MPR Taufik Kiemas, Hajriyanto Y. Thohari beserta rombongan, pada Selasa, (15/5) di gedung PBNU, Jakarta.
Bahtsul Masail NU Pamekasan Berlangsung Seru

Bahtsul Masail NU Pamekasan Berlangsung Seru

Pamekasan, NU Online
Perjalanan bahtsul masail yang digelar Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Pamekasan berlangsung seru, akhir pekan kemarin (12/5) dan bertempat di pendopo Kecamatan Pegantenan. Pengasuh pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Larangan, Pamekasan, KH Syaifuddin Syam bertindak sebagai mushahhih.

Keseruan tersebut tidak terlepas dari semangat peserta. Pasalnya, para pengurus MWC NU dari 13 kecamatan di Pamekasan saling beradu argumen dengan ragam kitab kuning di tangannya. Sekitar 3 jam dihabiskan untuk berdiskusi guna mengupas tuntas 2 masalah, yaitu tentang penggunaan ruang kelas di luar peruntukannya dan khatib Jumat meninggalkan rukun/syarat khutbah.
KyaiPedia: KH Ahmad al-Hadi Jembrana

KyaiPedia: KH Ahmad al-Hadi Jembrana

Lahir pada tahun 1899 dari pasangan Kyai Dahlan Falak dan Nyai Ummu Kulsum Semarang dengan nama Ahmad. Semasa nyantri di Jamsaren, Kyai Idris Jamsaren memberikan julukan "al-Hadi" kepadanya sehingga ia pun dikenal dengan nama Ahmad al-Hadi. Disamping belajar kepada Kyai Idris, Ahmad muda juga pernah menuntut ilmu kepada sejumlah ulama besar tanah Jawa seperti Kyai Umar Sarang, Kyai Abdullah Termas, Kyai Khalil Bangkalan, Tuan Syeikh Jembrana [Bali] dan Kyai Hasyim Asy`ari. Ahmad al-Hadi juga pernah beberapa tahun menuntut ilmu di kota Mekkah sebelum akhirnya pulang ke Indonesia setelah Hijaz mengalami kekacauan besar akibat meletusnya revolusi Wahabi.
Fiqh Transaksi Keuangan Dengan Alat Elektronik

Fiqh Transaksi Keuangan Dengan Alat Elektronik

Oleh Uly Hadrawi

Kemajuan teknologi dan informasi telah mengantarkan pada pola kehidupan umat manusia yang lebih mudah. Sehingga merubah pola sinteraksi antar anggota masyarakat. Pada era teknologi dan informasi ini, khususnya internet, seseorang dapat melakukan perubahan pola transaksi bisnis, baik berskala kecil maupun besar. Yaitu perubahan dari paradigma bisnis konvensional menjadi paradigma bisnis elektronikal. Paradigma baru tersebut dikenal dengan istilah Electronic Commerce, umumnya disingkat E-Commerce.

Kontrak elektrik adalah perjanjian para pihak yang dibuat melalui sistem elektronik. Maka jelas, kontrak elektronikal tidak hanya dilakukan melalui internet semata. Tetapi dapat juga dilakukan melalui medium facsimile, telegram, telex, dan telpon. Kontrak elektronikal yang menggunakan media informasi dan komunikasi terkadang mengabaikan rukun jualbeli (bai’), seperti sighat, ijabqabul, dan syarat pembeli dan penjual yang harus cakap hukum. Bahkan dalam hal transaksi elektronikal ini belum diketahui tingkat keamanan proses transaksi, identifikasi pihak yang berkontrak, pembayaran, dan ganti rugi akibat kerusakan. Bahkan, akad nikah pun sekarang telah ada yang menggunakan fasilitas telpon atao Cybernet, seperti yang terjadi di Arab Saudi.
Lomba Karya Tulis Wirausaha Pesantren 2012 oleh GP Ansor

Lomba Karya Tulis Wirausaha Pesantren 2012 oleh GP Ansor

Jakarta, NU Online
Dalam rangka perayaan harlah ke-78, PP GP Ansor bersama Bank Mandiri mengadakan sayembara penulisan proposal bisnis. Dengan tema ‘Anugerah Wirasantri Mandiri 2012’, PP GP Ansor turut berpartisipasi dalam kewirausahaan yang tengah berkembang di lingkungan pesantren. Dalam bentuk konkritnya, PP GP Ansor membuka kesempatan bagi kalangan santri untuk berkontestasi dalam sayembara tersebut.

Ketentuan sayembara yang ditetapkan PP GP Ansor adalah sebagai berikut. Peserta adalah santri yang tersebar di Indonesia. Mereka adalah santri yang sederajat dengan madrasah aliyah, SMU, atau SMK. Peserta atas nama santri diperkenankan baik perorangan atau kelompok maksimal 3 orang.

“Peserta membuat proposal studi kelayakan bisnis yang prospektif dan logis,” papar Saleh Ramli, Wakil Sekjen PP GP Ansor kepada NU Online di Kantor PP GP Ansor Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (14/5) siang.
Banser Resmi Amankan Kampus Universitas Wahid Hasyim

Banser Resmi Amankan Kampus Universitas Wahid Hasyim

Semarang, NU Online
Pertama di Indonesia, Banser menjadi tenaga pengamanan resmi di sebuah kampus milik Nahdlatul Ulama. Di Semarang, sejak 1 Maret 2012 lalu, personel Banser menjaga Universitas Wahid Hasyim (Unwahas). Sebagai satuan pengaman resmi, setiap hari selama 24 jam, delapan anggota Banser dengan sistem shift menjaga keamanan dan ketertiban kampus yang difasilitasi pendiriannya oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.

Sementara petugas Satpam lama, tetap digunakan sambil diproses untuk menjadi anggota Banser. Yaitu melalui Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) hingga pembaretan, pendidikan ke-NU-an dan ke-Ansor-an.
PBNU: Kami Konsisten Bela Minoritas dan Kaum Tertindas

PBNU: Kami Konsisten Bela Minoritas dan Kaum Tertindas

Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) selalu berada di barisan terdepan dalam hal-hal genting yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam banyak kasus yang menyangkut kemanusiaan, NU tidak mau ketinggalan dalam mengawal proses kesadaran kemanusiaan yang tengah mekar di Indonesia.

Ketegasan komitmen NU terhadap kemanusiaan, bukan tanpa risiko. Sejumlah ormas yang memiliki kesadaran rendah akan kemanusiaan, kerap tidak mendukung sikap NU. Mereka akan acuh saja bila NU bukan ormas Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia.

“NU sebenarnya bukan membantu minoritas, tetapi rahmatan lil alamin, otomatis membela minoritas. Jadi kita membela keadilan dan menegakkan kebenaran. Siapapun yang dizalimi, tentu kita akan membela,” ujar As'ad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU dalam pidato sambutan seremoni pembukaan bakti sosial operasi 1200 penderita katarak, di RSCM, Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/5) lalu.
NU Siap Fasilitasi Dialog dengan Ahmadiyah

NU Siap Fasilitasi Dialog dengan Ahmadiyah

Upaya dialog dalam rangka penyelesaian masalah dengan Ahmadiyah terus dilakukan, sayangnya, Ahmadiyah sendiri tidak mau datang untuk mengikuti dialog yang digelar oleh Kementerian Agama.

Jika memang diminta, PBNU siap untuk menjadi fasilitator dalam dialog dengan fihak yang kontra dan pro Ahmadiyah, termasuk dengan Ahmadiyah sendiri.

“Kalau diajak dialog NU paling senang, Tapi jangan mentargetkan harus berhasil,” kata KH Said Aqil Siroj dalam pertemuan dengan para wartawan di gedung PBNU, Selasa (5/4).
PCI NU Macau Siap Dibentuk

PCI NU Macau Siap Dibentuk

JAKARTA--Nahdlatul Ulama (NU) akan membuka cabang di Macau, Kota Administratif Khusus di Cina, setelah sebelumnya mendirikan cabang di Taiwan.

Rencana pembentukan Pengurus Cabang Istimewa NU Macau diawali dengan silaturahim antara Staf Ahli Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Muchammad Nabil Haroen dan Sekretaris Lembaga Dakwah NU Nurul Yakin Isqak dengan sejumlah buruh migran Indonesia di kota itu pada 28 April hingga 1 Mei lalu.

"Alhamdulillah kedatangan kami disambut dengan sangat baik. Kehadiran NU sangat dinantikan oleh rekan-rekan buruh migran di Macau," kata Nabil di Jakarta, Kamis.
Penyelam Saudi Bangun Masjid di Bawah Laut

Penyelam Saudi Bangun Masjid di Bawah Laut

Riyahd, NU Online
Arab Saudi telah membangun masjid pertama di bawah laut. Menurut surat kabar berbahasa Arab, Almadina, masjid di bawah laut itu dibangun oleh sekelompok penyelam dari Kerajaan Arab Saudi.

Masjid itu dibangun menggunakan pipa yang diisi pasir di bawah lautan yang terletak di barat laut pesisir kota Tabuk, dekat dengan perbatasan Yordania.
Kongres I PCI NU Se-Dunia di Libanon Siap Digelar

Kongres I PCI NU Se-Dunia di Libanon Siap Digelar

Beirut, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI-NU) Lebanon, bekerjasama dengan “Tajammu al-Ulama al-Muslimin fi Lubnan / Liga Ulama Islam Lebanon” akan menyelenggarakan “Kongres I Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama se-Dunia” di Beirut, Lebanon pada tanggal 7-9 Juli 2012.

Dalam release yang dikirimkan ke NU Online, kongres akan diikuti oleh 20 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Mesir, Maroko, Sudan, Suriah, Tunis, Aljazair, Yordania, Saudi Arabia, Yaman, Malaysia, Amerika-Kanada, Australia-Selandia Baru, Korea, Taiwan, Jepang, Jerman, Rusia, Inggris, Belanda, Pakistan, Turki dan Lebanon.

Kongres juga akan dihadiri oleh sejumlah undangan dalam dan luar negeri antara lain, Ketua PBNU, Sekjen ICIS, Ulama Lebanon dari unsur Sunni dan Syiah, sejumlah Duta Besar RI di Timur Tengah, perwakilan Kemlu RI, praktisi politik Timur Tengah dan para wartawan luar dan negeri serta para penggembira.
PBNU: Kebenaran Tak Terorganisir Tidak Akan Bisa Selesaikan Masalah

PBNU: Kebenaran Tak Terorganisir Tidak Akan Bisa Selesaikan Masalah

Banten, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, kembali mengingatkan pentingnya kalangan ulama untuk berorganisasi. Ditegaskannya, kebenaran yang diusung ulama tidak akan banyak memiliki manfaat jika tidak diorgainisir dengan baik.

"Contoh paling gampang di Timur Tengah. Kurang alim bagaimana ulama di sana, tapi tetap saja negaranya bergejolak. Itu karena kebenaran dan kealiman mereka tidak banyak membantu penyelesaian masalah," tegas Kiai Said saat menghadiri seminar dan dialog Kontekstualisasi Kitab Kuning di Era Kontemporer yang diselenggarakan PWNU Banten di Aula Kementerain Agama Banten, Senin (7/5).
PBNU Ingatkan Peran Kemenag sebagai Pengawal Moral

PBNU Ingatkan Peran Kemenag sebagai Pengawal Moral

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan, Kementarian Agama memiliki peran (Kemenag) penting, yaitu sebagai pengawal moral dan akhlak, bukan sekedar membangun sekolah dan madrasah.

"Kementerian Agama bertugas menjaga, meningkatkan, dan mengembangkan moral. Sebenarnya tugas ini lebih berat daripada pendidikan," katanya di gedung PBNU, Selasa (5/4).

Dijelaskannya, pendirian kementerian ini, yang dahulu bernama Departemen Agama, merupakan usulan dari KH Wahid Hasyim agar agama Islam dapat didakwahkan melalui Depag sehingga masih ada departemen yang memelihara masalah keagamaan agar Indonesia tidak menjadi negara sekuler.
PBNU: Kenapa Penelitian Itu Amburadul?

PBNU: Kenapa Penelitian Itu Amburadul?

Kok bisa amburadhul begitu? Pertanyaan besar itu pula yang dewasa ini menggelisahkan PBNU mengingat PBNU sangat berkepentingan dengan kemajuan mayoritas Nahdliyin yang realitasnya penghuni kawasan basis pertanian.

“Berangkat dari keprihatinan inilah kemudian beberapa fungsionaris PBNU melakukan pemetaan tentang beragam permasalahan yang menjadi latar belakang tidak ketemunya antara elite intelektual dengan rakyat jelata pemakai teknologi,” kata. Ketua PBNU Mochammad Maksum Machfoedz di Jakarta, Selasa (5/4).

Pemetaan tersebut menghasilkan sekurang-kurangnya tiga permasalahan besar yang semuanya merupakan hambatan struktural-kelembagaan berkaitan dengan urusan bernegara.
China Energy Ajak Kerjasama NU

China Energy Ajak Kerjasama NU

China Energy Fund Committee mengundang PBNU untuk hadir dalam perhelatan Hongkong Islamic Cultural Festival yang akan digelar akhir tahun ini. China Energy juga menawarkan kerjasama dalam bidang-bidang yang dimunginkan bagi kedua belah pihak. Demikian disampaikan oleh Patrick C P Hoo, Executive Vice-Chairman China Energy Fund Commitee dalam pertemuannya dengan pengurus PBNU.

Bertempat di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta Pusat, PBNU yang diwakili oleh Sekjen Marsyudi Suhud serta Bendahara Dr. Bina Suhendra menerima rombongan dari China Energy Fund Committee yang dipimpin Patrick C P Hoo, Executive Vice-Chairman. Dalam suasana santai dan diselingi tawa, kedua pihak memperkenalkan diri menyampaikan maksudnya satu sama lain.

Sebagai organisasi islam terbesar di negeri yang sebagian besar penduduknya muslim, China Energy Fund Committe menganggap NU bisa memainkan peran penting dalam dialog peradaban antara Barat dan Timur. Meski identik dengan urusan energi, China Energy Fund Committe menaruh concern dalam soal peradaban, kebudayaan dan keagamaan, karena China Energy memahami energi dalam arti luas.
Kunjungan Rombongan Mufti Rusia ke PBNU

Kunjungan Rombongan Mufti Rusia ke PBNU

Sebanyak enam anggota rombongan mufti yang berasal dari konfederasi Rusia melakukan kunjungan ke PBNU untuk bersilaturrahmi dan menjalin kerjasama keagamaan.

Rombongan yang dipimpin oleh Ruslan Hazrat Abbyasov, wakil mufti Rusia ini diterima langsung oleh ketua umum PBNU bersama jajarannya di gedung PBNU, Jum’at (1/4). Ikut dalam rombongan Damir Hazrat Mukhetdinov, dewan Muslim Rusia bagian Eropa, Arslan Hazrat Sadriev, ketua Mufti Tartastan dan Magomed Emin Usmanov, wakil mufti Chechnya.
PMII Belum Tutup Pintu Kembali ke NU

PMII Belum Tutup Pintu Kembali ke NU

TEMPO Interaktif, Jakarta - Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia tak menutup pintu untuk kembali ke pelukan induknya, Nahdlatul Ulama. Ketua Umum PB PMII, Adien Jauharuddin, membantah bahwa PMII menolak kembali ke NU seperti yang diakatakan Ketua PB NU, Said Aqil Siradj. "Hanya saja, proses ini memang membutuhkan dialog dan komunikasi yang intensif," ujarnya saat dihubungi Tempo, Senin , 28 Maret 2011.

Sebelumnya, NU mengatakan siap membentuk organisasi mahasiswa baru sebagai underbouw ormas Islam terbesar di Indonesia ini. NU mengatakan bahwa ormas baru ini diperlukan untuk melakukan kaderisasi dan penyebaran nilai-nilai Ahlusunah Waljamaah di kalangan mahasiswa. Keputusan ini dibentuk setelah PMII, yang menyatakan putus hubungan dengan NU sejak 1972, dikabarkan menolak ajakan untuk kembali ke dalam ormas ini. NU juga menilai PMII telah bergerak dengan liar setelah lepas dari pangkuan mereka.
PBNU: Beragama Bukan Berarti Melakukan Kekerasan

PBNU: Beragama Bukan Berarti Melakukan Kekerasan

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj, untuk ke sekian kalinya menyampaikan tidak ada agama di muka bumi yang mengajarkan kekerasan. Pemeluk suatu agam sudah menjadi semestinya untuk meninggalkan kekerasan dalam bentuk apapun.
"Ayat la ikhraha fiddin maknanya tidak ada paksaan, tidak ada kekerasan dalam beragama. Dibalik maknanya juga bisa, yaitu orang yang melakukan kekerasan tidak sedang menjalankan ajaran agama," ungkap Kiai Said di Jakarta, Jumat (4/5).
Pernyataan yang sama juga disampaikan Kiai Said saat menjadi penceramah utama dalam perayaan hari jadi Kota Tual ke 81, Senin (30/4) lalu. Dalam kegiatan tersebut hadir jajaran Muspida, tokoh masyarakat dan perwakilan seluruh agama yang ada. 
KH Ma'ruf Amin Terima Doktor Honoris Causa bidang Ekonomi Syariah dari
UIN Jakarta

KH Ma'ruf Amin Terima Doktor Honoris Causa bidang Ekonomi Syariah dari UIN Jakarta

Jakarta, NU Online
Mustasyar PBNU KH Ma‘ruf Amin menerima penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) dalam bidang Hukum Ekonomi Syariah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pengukuhan gelar kehormatan baru baginya, dilangsungkan di Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, kompleks UIN Syahid Jakarta, Sabtu (5/5).

Penganugerahan gelar kehormatan diberikan secara simbolis oleh Komarudin Hidayat, Rektor UIN Syahid Jakarta. Sekurangnya 600 orang baik dari kalangan akademisi maupun umum, turut hadir menyaksikan pengukuhan gelar kehormatan bagi Kiai Ma‘ruf. Tepuk tangan mereka, menggema di ruang auditorium kampus tersebut saat penyerahan gelar simbolis berlangsung.
ISNU Deklarasikan Gerakan Wakaf Buku

ISNU Deklarasikan Gerakan Wakaf Buku

Jakarta, NU Online
Mengambil momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) mendeklarasikan Gerakan Wakaf Buku yang digelar di Pesantren Al Hakim Perum Mahkota Indah Mangunjaya, Tambun Selatan Bekasi, Rabu (2 Mei 2012.

Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa menjelaskan bahwa tanaman terbaik adalah ilmu dan ilmu dapat diperoleh melalui buku karena itu, mewakafkan buku sama dengan menyebarluaskan ilmu.

“Kita mendorong agar warga NU dan masyarakat pada umumnya untuk mewakafkan buku sebagai bagian dari kecintaan terhadap ilmu. Kami menggugah kepada masyarakat luas yang memiliki kelebihan agar dibagi kepada yang membutuhkan,” katanya.
PBNU Jajaki Kerjasama dengan Uni Eropa

PBNU Jajaki Kerjasama dengan Uni Eropa

Jakarta, NU Online
Rombongan Uni Eropa yang berjumlah 4 orang mengunjungi PBNU di Kantor PBNU lt.3 Jl. Kramat Raya No. 164, Selasa (1/5) sore. Mereka adalah Charles Whitley, Destriani Nugroho, Rolf Timans (Kepala dari HAM-Instruktur Kebijakan), dan seorang dari kantor pusat Uni Eropa. Sementara PBNU diwakili oleh KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU, Marsudi Syuhud, Sekjen PBNU, dan Bina Suhendra, Bendahara Umum PBNU.

Kedua pihak membahas kerjasama seputar isu kemanusiaan, kekerasan, dan terorisme. Sementara “Kami meneruskan program Abdurrahman Wahid, Gus Dur,” ungkap Kang Said kepada tamunya.
KH Mas Mansyur Tarsudi: Pelajar NU Harus Contoh Akhlak Nabi

KH Mas Mansyur Tarsudi: Pelajar NU Harus Contoh Akhlak Nabi

Brebes, NU Online
Pelajar NU harus memiliki kecerdasan intelektual. Selain itu juga harus menata moral, dengan jalan menjadi pelajar ifadah, yakni pelajar yang selalu mencari syafaat dan mencontoh tingkah laku Nabi Muhammad SAW.

Pesan tersebut disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Asofiyah Jatirokeh Songgom KH Mas Mansyur Tarsudi saat menyampaikan mauidhoh Khasanah pada pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Wanasari, Kec Brebes di Halaman TK Muslimat NU Desa Sidamulya, Wanasari Ahad (28/4) lalu.
PBNU: Pendidikan Bermutu Masih Terbatas Untuk Orang Kaya

PBNU: Pendidikan Bermutu Masih Terbatas Untuk Orang Kaya

Jakarta, NU Online
Pemerataan akses pendidikan di Indonesia dirasakan belum memuaskan semua pihak. Sampai hari ini himpitan ekonomi tetap menjadi hambatan terbesar bagi kalangan menengah ke bawah untuk mengenyam pendidikan layak dan bermutu.

Demikian disampaikan pengamat pendidikan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta Imam Bukhori kepada NU Online, Senin (30/4). “Hingga sekarang pendidikan kita masih terkendala oleh pendidikan bermutu yang mahal, yang bisa dijangkau oleh mereka-mereka yang kaya saja,” ujarnya.
Sisdiknas Kekang Kedaulatan Kurikulum Pesantren

Sisdiknas Kekang Kedaulatan Kurikulum Pesantren

Jakarta, NU Online
Sistem pendidikan nasional (Sisdiknas) dinilai masih memberlakukan kebijakan terpusat yang potensial menggerus sebagian besar otonomi mayoritas lembaga pendidikan di Tanah Air. Sebagai wahana pendidikan berkarakter khas dan bercirikan lokal, pesantren termasuk paling banyak menerima imbas dari pengekangan ini.

“Proses ‘negaraisasi’ pendidikan telah mempengaruhi kedaulatan kurikulum pesantren. Kalau ini dibiarkan pelan-pelan pesantren dapat kehilangan jati dirinya,” tegas pengamat pendidikan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta Syamsul Hadi, Senin (30/4).

Himbauan PBNU terkait Bom Utan Kayu

Himbauan PBNU terkait Bom Utan Kayu

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menghimbau kepada para kadernya untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan serta memperbanyak munajat dan mohin perlindungan kepada Allah SWT.

Himbauan ini dikeluarkan oleh PBNU menyikapi tindakan upaya pembunuhan dalam bentuk paket bom yang ditujukan kepada saudara Ulil Abshar-Abdalla. Dalam pernyataan yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal PBNU Marsudi Syuhud di Jakarta, Selasa (15/3).

Secara lengkap pernyataan yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj ini berbunyi:
Inilah Beragam Jenis Kitab-kitab Hadist

Inilah Beragam Jenis Kitab-kitab Hadist

• Al-ajza.  Kitab yang menghimpun hadis dalam satu topik tertentu. Contohnya Kitab al-Fara’id, yang menghimpun hadis tentang masalah waris. Kitab itu disusun oleh Zaid bin Sabit.

• Al-atraf.  Kitab yang menghimpun hadis hanya pada awal matannya saja, tanpa menyebut matan hadis seutuhnya. Contohnya, penulisan hadis yang artinya ‘’setiap amalan itu dimulai dengan niat’’,  hadis riwayat jemaah ahli hadis.

Kategori

Kategori