DPR Usul Bentuk Tim Pencari Fakta Soal Ujian Gus Dur

DPR Usul Bentuk Tim Pencari Fakta Soal Ujian Gus Dur

Meski Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pemalang telah meminta maaf kepada seluruh warga NU, khususnya warga NU Pemalang, terkait ujian sekolah SLTP yang soalnya IPS mendiskriditkan mantan Ketua Umum PBNU dan mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menyinggung kejatuhannya akibat Buloggate, namun kalangan DPR RI menilai itu tidak cukup dan perlu diusut tuntas dengan membentuk tim pencari fakta.

“Kami mendesak perlunya dibentuk tim pencari fakta terkait adanya upaya pendiskreditan terhadap Gus Dur itu. Padahal kasus Buloggate dan Bruneigate itu tidak dan lebih bersifat politis," tandas Ketua Komisi IV DPR RI FPPP Ahmad Muqowwam di Jakarta, Senin (4/4) malam.
Lomba Puisi dan Cerpen IPPNU Dalam Rangka Hardiknas 2012

Lomba Puisi dan Cerpen IPPNU Dalam Rangka Hardiknas 2012

Jakarta, NU Online
Masih dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional, PP IPPNU membuka sayembara penulisan puisi dan cerpen secara online. Pendaftaran sayembara dibuka sejak tanggal 21 April 2012. Sejatinya pendaftaran ditutup pada 30 Juli 2012.

“Karena aneka kegiatan sekolah yang padat, maka penutupan pendaftaran diundur sampai tanggal 15 Agustus 2012,” papar Rien Zumaroh, Ketua Panitia Sayembara Penulisan Kreatif kepada NU Online di Kantor NU Online lt. 5 Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya No.164, Jakarta Pusat, Rabu (27) malam.
Pergunu Terbitkan Buku Pegangan

Pergunu Terbitkan Buku Pegangan

Jakarta, NU Online
Setelah melalui proses penyusunan beberapa bulan, Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) akhirnya menerbitkan buku panduan untuk para guru. Karya tulis ini dipengantari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan diberi judul “Membumikan Aswaja, Pegangan Para Guru NU”.

Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim, yang juga penyusun utama buku, Rabu (27/6) menyatakan, buku setebal 260 halaman tersebut memang diterbitkan pihaknya bulan Juni ini. Penerbitan buku menjadi bagian dari upaya pembinaan keaswajaan peserta didik di lingkungan sekolah.
LPOI Kutuk Pembantaian Muslim Myanmar

LPOI Kutuk Pembantaian Muslim Myanmar

Jakarta, NU Online
Tiga belas ormas Islam Indonesia yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) mengutuk aksi pembantaian kaum muslimin Rohingya di Myanmar. LPOI mendesak pemerintah Myanmar segera menghentikan kekejaman ini dan memperlakukan minoritas Muslim di sana secara manusiawi.

Pernyataan ini muncul dalam konferensi pers 13 anggota LPOI, Kamis (28/6) siang, di Gedung PBNU, Jakara Pusat. Mereka antaralain adalah NU, Persatuan Islam, Al-Irsyad Al-Islmiyah, Arrobithah Al-Alawiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Mathla’ul Anwar, Al-Ittihadiyah, Adz-Dzikra, Al-Washliyah, Ikatan Dai Indoesia, Syariakat Islam Indonesia, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, dan Dewan Dakwah Islamiyah.
Kemenag Gelar Pameran Karya Madrasah

Kemenag Gelar Pameran Karya Madrasah

Bandung, NU Online
Beragam karya siswa madrasah dipamerkan dalam meramaikan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional yang digelar 25-29 Juni 2012 di Hotel Harris Bandung. Ada lukisan, alat peraga pelajaran fisika dan kimia, sepeda kayu jati dan sepeda motor berbahan bakar gas, bahkan miniatur sebuah kota di tanah air.

Tampak di atas papan kecil keindahan kota Blora bisa disaksikan melalui miniatur berukuran sekitar 2 × 1 meter. Bahkan, Kereta Api Blora Jaya Ekspres juga tampak hilir mudik di sana. Miniatur ini adalah hasil karya siswa Madrasah Aliyah Kartayuda Kedung Tuban Blora, Jawa Tengah.
4 Negara ASEAN Bertemu di Bali Soal Penanggalan Islam

4 Negara ASEAN Bertemu di Bali Soal Penanggalan Islam

DENPASAR - Empat negara yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia dan Singapura (Mabin), mengadakan pertemuan di Denpasar, Bali.

Peserta yang terdiri dari kalangan Dirjen Bimas Islam setempat, akan membahas masalah takwim 2012, termasuk mengenai awal puasa dan lebaran 1433 H.

"Para peserta sudah mulai berdatangan, insya Allah Kamis besok acara dimulai," kata Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Mustain SH, di Denpasar, Rabu (27/6).
Kemenag: Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Awal Ramadhan

Kemenag: Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Awal Ramadhan

DENPASAR - Ada potensi perbedaan awal puasa Ramadhan pada 2012 di Indonesia, Namun, menurut Kepala Sub Direktorat Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Drs H Muhyiddin, masyarakat seharusnya menunggu keputusan dari pemerintah.

"Tetapi yang mana pun keputusan yang diikuti, masyarakat harus tetap rukun dan saling menjaga persatuan dan persaudaraan," kata Muhyiddin di Denpasar, Bali, Kamis (28/6). Pernyataan itu dilontarkan Muhyiddin menjawab Republika di sela-sela kegiatan Musyawarah Penyelarasan Ruqyah dan Takwim Islam MABIMS, forum dialog menteri-menteri agama empat negara (Brunei Darussalaam, Indonesia, Malaysia dan Singapura).
KyaiPedia: Ibnu Taimiyah, Syaikhul Islam

KyaiPedia: Ibnu Taimiyah, Syaikhul Islam

Ia bernama lengkap Taqiyuddin Abdul Abbas Ahmad bin Syihabuddin Abdul Halim bin Abdus Salam bin Abdullah bin Al-Hadar bin Muhammad bin bin Al-Hadar bin Ali bin Abdullah ibnu Taimiyah An-Numairy Al-Harani Ad-Damasyqy.

Ia lahir di Harran, salah satu kota induk di Jazirah Arabia yang terletak diantara sungai Dajlah (Tigris) dan sungai Efrat, pada Senin 10 Rabiul Awal tahun 661 H / 1241 M.

Ketika tentara Mongol menyerbu negerinya, Ibnu Taimiyah kecil beserta keluarganya pindah ke Damaskus. Keluarga itu menempuh perjalanan dengan jalan kaki pada malam hari, sambil menyeret sebuah gerobak besar yang dipenuhi kitab-kitab. Tak ada satupun perhiasan dan peralatan rumah tangga yang dibawa.
Gus Mus: Sistem Pendidikan Kita Harus Dirombak

Gus Mus: Sistem Pendidikan Kita Harus Dirombak

Sumenep, NU Online
Maraknya korupsi yang dilakukan pejabat publik mencerminkan sikap orang yang tidak berpendidikan. Padahal, semua pejabat publik setidak-tidaknya mengenyam pendidikan dan dinyatakan lulus bangku SLTA.

Demikian disampaikan Wakil Rais Aam PBNU sekaligus Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, KH. A. Mustofa Bisri saat memberikan ceramah pada malam puncak Haflatul Imtihan Madrasah Sumber Payung, Bataal Barat, Ganding, Sumenep, Selasa (26/6) malam.

Menurut Gus Mus, Untuk memutus mata rantai korupsi salah satu pencegahannya melalui institusi pendidikan. Pendidikan yang dapat mencegah korupsi, yaitu pendidikan yang tidak hanya menghasilkan orang pandai, tapi bisa membentuk perilaku yang baik.

“Tidak sedikit dari mereka yang bergelar doktor bahkan profesor. Pandai tapi tak berakhlak mendingan goblok,” ujarnya.
PBNU: Kami Harus Lebih Berperan di Kalimantan Selatan

PBNU: Kami Harus Lebih Berperan di Kalimantan Selatan

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menegaskan NU harus bisa berperan besar dalam pembangunan di Kalimantan Selatan (Kalsel). Kekayaan alam yang melimpah harus bisa dimanfaatkan secara tepat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Orang NU harus bisa menjadi pemimpin di Kalsel, agar NU bisa berperan besar dalam pembangunan," tegas Kiai Said di Jakarta, Rabu (27/6). Pesan yang sama disampaikannya dalam tabligh akbar peringatan Nishfu Sya'ban di Lapangan Bola Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut, Senin (25/6).

Hadir dalam tabligh akbar tersebut antara lain Gubernur Kalsel Rudy Ariffin, Anggota DPRD Kalsel Muhammad Nur, Wakil Bupati Tanah Laut H Atmari, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, Bendahara PBNU H Abidin HH, serta sejumlah tokoh lainnya.
Seruan Anti Kekerasan Syuriyah PBNU

Seruan Anti Kekerasan Syuriyah PBNU

Menyikapi sejumlah kekerasan bernuansa agama belakangan ini, Syuriyah PBNU yang merupakan lembaga tertinggi NU mengeluarkan pernyataan yang ditujukan baik kepada warga NU, pemerintah maupun masyarakat umum. Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh Rais Aam NU KH Ahmad Sahal Mahfudz serta Khatib Syuriyah KH Malik Madani, ada lima poin yang diserukan oleh Syuriyah NU.

Pertama, NU menyatakan keprihatinannya atas peristiwa kekerasan yang terjadi dan menyerukan agar warga nahdliyyin tidak melibatkan diri dalam aktivitas yang dapat mengganggu harmoni kehidupan masyarakat atau merusak keutuhan sosial. Sebagai kelompok yang beranggotakan jutaan orang, warga nahdliyyin juga diharapkan waspada terhadap setiap provokasi yang bisa memecahbelah bangsa ini.
PB NU Dukung Intelijen Bisa Menangkap

PB NU Dukung Intelijen Bisa Menangkap

Pembahasan RUU intelijen makin intensif seiring dengan maraknya kasus teror bom di tanah air belakangan ini. Soal pembahasan RUU tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) Said Aqil Siradj termasuk yang ikut mendukung intelijen diberi wewenang melakukan penangkapan. ”Saya pasti dukung kalau ada RUU antiteror yang lebih menggigit,” ujar Said dalam acara diskusi di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, kemarin (1/5). Sebab, menurut dia, maraknya kasus teror yang sudah makin meresahkan masyarakat saat ini seharusnya bisa dicegah jika aparat bertindak lebih aktif.
Dengan upaya seperti itu, lanjut Said, tidak terkesan aparat membiarkan aktivitas kelompok radikal. Sedangkan yang terjadi belakangan ini, aparat hanya bisa bertindak setelah ada peledakan bom. ”Karena itu, NU siap berada di belakang jika nanti intelijen diberi wewenang penangkapan,” tegas dia.
Namun, papar Said, wewenang penangkapan tetap tidak boleh melanggar hak asasi manusia. Misalnya, orang yang ditangkap karena dicurigai terlibat rencana teror tetap tidak boleh disakiti. Pun, orang itu harus dibebaskan jika dugaan tersebut tidak terbukti.
Pagar Nusa Siap Gelar Kongres

Pagar Nusa Siap Gelar Kongres

Jakarta, NU Online
Ikatan Pencak Silat (IPS) Nahdlatul Ulama atau Pagar Nusa akan menggelar Kongres II bertema Meneguhkan Solidaritas dan Kepatriotan untuk Kewibawaan Bangsa yang Bermartabat, pada 9-12 Juli di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur.

Menurut Sekretaris Umum Pagar Nusa M. Fathurrohman, agenda-agenda yang akan digelar di antaranya atraksi seni bela diri silat dari PW Pagar Nusa Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Kemudian ceramah umum Menteri Pertahanan Republik Indonesia dengan tema Mempertegas Komitmen Kebangsaan; Partisipasi Pendekar Pagar Nusa dalam Rangka Menjaga Kewibawaan Bangsa Indonesia yang Bermartabat,” tuturnya.
Hukum Puasa Sunnah Sya'ban Sekaligus Qadha Puasa Ramadhan

Hukum Puasa Sunnah Sya'ban Sekaligus Qadha Puasa Ramadhan

*) Dikutip dari rubrik Ubudiyah NU Online

Pada bulan-bulan istimewa (as-syahrul hurum) seperti bulan Rajab, Sya’ban, Muharram dan Dzulhijjah, kaum muslimin biasa meningkatakn ibadah mereka, dengan harapan mendapatkan pahala yang berlipat ganda sebagai fadilah dari bulan tersebut. Sebagaimana yang tersebut dalam beberapa hadits Rasulullah saw. Seperti halnya memperbanyak baca al-Qur’an, shalat sunnah dan juga berpuasa.Dalam hal puasa, seringkali orang-orang menjadikan puasa sunnah pada bulan-bulan ini sebagai kesempatan untuk melaksanakan qadha’ puasa Ramadhan sekaligus. Artinya, selain niat untuk berpuasa sunnah juga niat qadha puasa Ramadhan (yang hukumnya wajib). Hal ini dalam istilah fiqih disebut sebagai at-tasyriik fin niyyah (mengkombinasikan niyat).

Dalam permasalahan penggabungan niat antara yang fardlu dan yang sunnah dalam satu ibadah, Imam Suyuthi dalam kitabnya al-Asbah wan Nadhair membagi dalam empat kriteria. 1) sah kedua-keduanya baik yang fardhu dan yang sunnah. 2) sah bagi ibadah fardhunya saja, tidak untuk ibadah sunnahnya. 3) sah bagi ibadah sunnahnya saja, tidak untuk ibadah fardhunya. 4) tidak sah kedua-duanya.
Ribuan Peziarah padati Makam Wali Songo di Gresik

Ribuan Peziarah padati Makam Wali Songo di Gresik

Gresik, NU Online
Sedikitnya 13.000 peziarah dari berbagai daerah di Indonesia setiap hari mengunjungi makam dua tokoh Wali Songo, yakni Sunan Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri di Kabupaten Gresik, menjelang datangnya bulan Ramadhan 1433 Hijriah.

Pengurus Makam Maulana Malik Ibrahim, Abdul Wahab, Senin di Gresik mengatakan, ramainya kunjungan peziarah itu terlihat sudah sejak sepekan lalu.

"Kalau dihitung rata-rata tiap hari, kunjungan bisa mencapai 13 ribuan, dan datang untuk berdoa ke sejumlah makam tokoh penyebar agama Islam di wilayah Gresik," katanya.
Menag: Masih Perlu Kesetaraan dan Keadilan Penganggaran bagi Madrasah

Menag: Masih Perlu Kesetaraan dan Keadilan Penganggaran bagi Madrasah

Bandung, NU Online
Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku gembira keberadaan madrasah saat ini telah mengalami transformasi dan lompatan-lompatan yang signifikan dalam konteks sistem pendidikan nasional. Karena itu Menag berkomitmen untuk memperjuangkan kesetaraan dan keadilan anggaran bagi satuan satuan pendidikan Islam termasuk madrasah dan juga pesantren.

“Kesetaraan anggaran ini menjadi penting dalam upaya menggenjot kesetaraan mutu antara madrasah dan sekolah umum,” kata Menag saat membuka Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional, expo madrasah MEDP (madrasah education development project) dan rembug nasional guru madrasah di Bandung, Senin (25/6).

Menteri Agama mengatakan, upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah merupakan sebuah keniscayaan dan tuntutan mutlak seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di era modernisasi dan globalisasi yang tidak bisa dihindari ini.
Kompetisi Sains Madrasah Dimulai

Kompetisi Sains Madrasah Dimulai

Bandung, NU Online
Kementerian Agama menggelar Kompetisi Sains Madrasah (KSM) selama lima hari (25-29/6) di Hotel Harris, Bandung, Jawa Barat. Gelaran yang diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia ini menjadi bukti madrasah mampu menjadi pilihan pendidikan untuk membentuk karakter bangsa yang kuat secara keimanan dan ilmu pengetahuan.

“Dekadensi moral yang mulai terjadi di negeri ini bisa teratasi dengan madrasah sebagai jawabannya. Kelak madrasah menjadi kekuatan pendidikan bangsa Indonesia,“ungkap Menteri Agama Suryadharma Ali saat membuka KSM, Senin (25/6). Dia memastikan solusi tersebut karena mempelajari agama lebih baik memposisikannya sebagai ajaran kehidupan yang komprehensif.
Said Aqil: Jenasah Koruptor Biar di Sholati Satpamnya Saja

Said Aqil: Jenasah Koruptor Biar di Sholati Satpamnya Saja

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengutuk keras praktik korupsi yang dilakukan para pejabat negara. Dampak kerusakan korupsi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara tak dapat dielakkan lagi. Karena itu, para koruptor sudah selayaknya diberi imbalan setimpal atas perbuatan haram yang menyengsarakan rakyat itu.

Menurut Kiai Said, NU sejak lama telah memperhatikan hal ini. Pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU di Jakarta tahun 2002, wacana pendeskriditan terhadap koruptor sudah mencuat. Forum Munas menyatakan, jenazah koruptor tak wajib disholati umat Islam.

“Jadi menurut NU, kiai-kiai dan warga Nahdliyin ndak usah nyolatin jenazah koruptor. Biar disholatin satpamnya saja,” kelakar Kiai Said dalam sebuah forum diskusi di Jakarta belum lama ini.
MTQ JQH NU akan diikuti 1320 Peserta

MTQ JQH NU akan diikuti 1320 Peserta

Jakarta, NU Online
Peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VII Jam’iyyatul Qurra` Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) yang diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 3-8 Juli nanti, akan diikuti sekitar 1320 peserta dari 33 provinsi seluruh Indonesia.

Menurut Wakil Sekretaris JQH NU, Zahid Luqman, peserta-peserta tersebut adalah utusan pondok pesantren, atau peserta terbaik I dan II hasil seleksi MTQ tingkat wilayah JQH, atau yang ditunjuk PW JQH.
Harlah ke 34 Yayasan Al-Hikmah Jepara

Harlah ke 34 Yayasan Al-Hikmah Jepara

Jepara, NU Online
Yayasan Pendidikan Islam Al-Hikmah Mayong memperingati hari lahir ke-34 dengan menggelar Pengajian umum menghadirkan Ustadz Sholmed, Sholeh Mahmoed, Ahad (24/6) kemarin. Kegiatan dihadiri ribuan jamaah terdiri dari siswa, wali murid dan masyarakat umum.

Mustain SH, ketua Yayasan Al-Hikmah mengatakan lembaganya berdiri sejak tahun 1978. Di usia kepala tiga tersebut selain telah mengembangkan beberapa unit pendidikan Madrasah Diniyyah, SMP, SMA, SMK, Akademi Kebidanan dan Pesantren tahun ini juga bakal membuka PAUD dan SMK 2 yang berada di Kecamatan Welahan.
Kini Resmi ada Jalan KH Abdurrahman Wahid di Jombang

Kini Resmi ada Jalan KH Abdurrahman Wahid di Jombang

Jombang, NU Online
Nama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) segera diresmikan menjadi nama salah satu jalan raya di kabupaten Jombang. Nama mantan Ketua Umum PBNU ini akan mengantikan nama Jalan Merdeka sepanjang sekitar 1,5 kilometer bersambung dengan Jalan KH Wahid Hasyim yang juga ayah kandungnya.

Kepastian pergantian ini, menyusul disetujuinya usulan Pemkab Jombang oleh para wakil rakyat yang duduk di DPRD Jombang.

"Iya, kita memang mengusulkan peresmian nama Presiden RI KH Abdurrahman Wahid menggantikan nama jalan Merdeka sepanjang sekitar 1,5 kilometer pada PAK tahun ini," ujar Kepala Bagian Kesejehatreaan Rakyat Sekretariat Pemkab Jombang, Agus Panuwun ditemui usai rapat komisioning dengan komisi D DPRD kemarin.
Kemenpera Akan Bangun 80 Asrama Pesantren

Kemenpera Akan Bangun 80 Asrama Pesantren

Jombang, NU Online
Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz, mengatakan, pemerintah telah menyediakan anggaran untuk pembangunan asrama untuk santri pondok pesantren dan Perguruan Tinggi. Rencana pembangunan 80 asrama ini sudah disetujui oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono.

Demikian disampaikan Menpera saat menghadiri Wisuda Sarjana Sekolah Tinggi Islam Terpadu Urwatul Wutsqo (STIT-UW) Pondok Pesantren Bulurejo, Diwek, Jombang (23/6) kemarin.
Faridz mengatakan, pihaknya telah meyakinkan presiden SBY untuk bisa menambah anggaran guna membantu pembangunan asrama bagi kalangan santri.

"Saya sudah sampaikan dan yakinkan ke Bapak Presiden SBY untuk menambah anggaran bagi pesantren," ujarnya.
GP Ansor Bandung Barat Gelar Pengobatan Gratis

GP Ansor Bandung Barat Gelar Pengobatan Gratis

Bandung, NU Online
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bandung Barat memberikan pengobatan gratis hari ini, Sabtu (23/6) kepada sekitar 300 warga Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

"Ini adalah program dari PC Ansor Kab. Bandung Barat untuk lebih dekat dengan masyarakat dan pengabdian Ansor untuk bangsa membantu yang tidak mampu," ungkap Sekertaris PC. GP Ansor Kabupaten Bandung Barat, Cecep Nedi Sugilar, belum lama ini.

Cecep mengatakan, kegitan ini merupakan rangkaian kegiatan Kecamatan Bershalawat dan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.
GP Ansor Surabaya Buka Posko PPDB 2012 Surabaya

GP Ansor Surabaya Buka Posko PPDB 2012 Surabaya

Surabaya, NU Online
Gerakan Pemuda Ansor Surabaya membuka posko pengaduan masyarakat terkait pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2012/2013.

Ketua GP Ansor Surabaya Muhammad Asrori Muslich mengatakan, adanya kebijakan Wali Kota Surabaya berupa kuota satu persen untuk siswa dari luar kota yang tak ber-KK Surabaya dan siswa alumni Surabaya yang juga tak memiliki KK Surabaya, rentan adanya permainan.

"Pemantauan untuk kuota satu persen itu memang lemah karena yang memiliki kewenangan menentukan kuota itu masuk di suatu sekolah adalah sekolah itu sendiri alias kepala sekolahnya," katanya.
MUI Pamekasan: Sebaiknya Pondok Ramadhan Siswa Tahun ini Murni di
Pesantren

MUI Pamekasan: Sebaiknya Pondok Ramadhan Siswa Tahun ini Murni di Pesantren

Pamekasan, NU Online
Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pamekasan menyarankan kepada Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama setempat agar kegiatan Pondok Ramadhan pada bulan puasa ditempatkan di pesantren.

Wakil Sekretaris MUI Pamekasan Zainal Alim, Rabu menjelaskan, hal itu dimaksudkan agar wawasan keagamaan siswa bisa lebih baik.

Disamping itu, dengan cara seperti digelar di pondok pesantren siswa juga bisa mempraktikkan langsung berbagai jenis ritual ibadah yang diajarkan selama mengikuti kegiatan tersebut.
Kemenkominfo Gelar Pelatihan Internet di Pesantren

Kemenkominfo Gelar Pelatihan Internet di Pesantren

Surabaya, NU Online
Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika mensosialisasikan internet ke pesantren yang tersebar di Jawa Timur.

"Sebenarnya ini sudah program kementerian pada 2005, namun mendapat perluasan dari internet masuk ke masyarakat dan sekolah, selanjutnya masuk ke pesantren-pesantren," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Aswin Sasongko kepada wartawan di sela pembukaan seminar Internet Sehat dan Aman "Goes To" Pesantren di Surabaya, Kamis.

Sekitar 200 pondok pesantren mendapat program ini. Sudah waktunya para santri menguasai dunia teknologi informasi. Pihaknya berharap, program ini bisa membuat masyarakat lebih mencintai internet yang sehat dan aman.
Sosiolog UNAS: RUU Kesetaraan Gender Terlalu Liberalis

Sosiolog UNAS: RUU Kesetaraan Gender Terlalu Liberalis

Jakarta, NU Online
Sosiolog Universitas Nasional (Unas) Jakarta Nia Elvina, S.Sos, M.Si mengemukakan bahwa RUU Kesetaraan Gender lebih banyak pada semangat untuk mengembangkan nilai-nilai liberalisme.

"Jadi, semangatnya sebenarnya bukan semangat yang tumbuh dari nilai-nilai bangsa kita sendiri," katanya di Jakarta, Rabu pagi.

Ia mengaku perlu memberikan ulasan mengenai RUU Kesetaraan Gender karena anggota legislatif tidak mengerti hal-hal yang paling fundamental yang harus segera dicermati dan disahkan untuk mendukung perwujudan keadilan dan kesejahteraan sosial di Indonesia.

Menurut dia, jika dicermati argumentasi mendasar yang selalu diungkapkan oleh kalangan yang mendukung segera terwujudnya UU Kesetaraan Gender itu adalah bahwa laki-laki melakukan penindasan terhadap perempuan.
Pengajian Isra' Mi'raj di Ponpes Minhajul Muslim Sleman

Pengajian Isra' Mi'raj di Ponpes Minhajul Muslim Sleman

Sleman, NU Online
Jama’ah Pengajian dan Pendidikan Islam (JPPI) pondok pesantren Minhajul Muslim menyelenggarakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw. 1433 H. pada Jum’at, (22/06). Acara yang diikuti oleh kurang lebih 50 peserta itu terdiri dari santri pesantren Minhajul Muslim sendiri dan para mahasiswa yang bertempat tinggal di wisma-wisma sekitar pondok.

Acara yang diformat dalam bentuk sarasehan ini dilangsungkan pada pukul 19.30 dan diakhiri pukul 22.00. Namun sebelum acara dimulai, hadirin dihibur dengan shalawat yang dibawakan oleh el-Nabil Minhajul Muslim, grup hadrah pesantren Minhajul Muslim sendiri.
Nahdliyin Pekalongan Antusias Sambut Program Kartanu Massal

Nahdliyin Pekalongan Antusias Sambut Program Kartanu Massal

Pekalongan, NU Online
Nahdliyyin Kota Pekalongan sambut baik rencana Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan melakukan Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) massal. Pasalnya, program kartanu massal ini untuk memperjelas data dan potensi warga NU yang ada di Kota Pekalongan.

Abdul Shomad Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Pekalongan Barat mengatakan, program ini sangat penting bagi kami selaku Pengurus MWC NU. Karena setiap ditanya berapa jumlah warga NU di Pekalongan Barat, dirinya selalu merasa kesulitan, karena tidak punya data yang riil.

Shomad berharap, melalui program kartanu ini, potensi dan jumlah warga nahdliyyin di Pekalongan dapat diketahui secara pasti dan tentu saja kami selaku pengurus akan lebih mudah untuk melakukan pemetaan potensi Nahdliyyin.
KyaiPedia: Kiai Syamsuri Brabo

KyaiPedia: Kiai Syamsuri Brabo

Kiai Syamsuri lahir pada tanggal 21 April 1906, di Desa Tlogogedong Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Bapaknya bernama KH Dahlan bin Nolo Khoiron, imam dan pemuka agama di desanya. Kakek Syamsuri adalah lurah di Sambak Wonosekar, Demak.

Kehadiran Syamsuri muda di Brabo bermula dari permintaan dua tokoh agama di Brabo Mbah Idris dan Mbah Hasan Hudori, kepada Kiai Syarqowi Tanggung Tanggungharjo. Keduanya meminta kepada Kyai Sarqowi agar “menanamkan” santrinya di desa Brabo. Kyai Syarqowi menunjuk santrinya yang bernama Syamsuri, yang tak lain menantunya, untuk mengabdi dan mengembangkan Islam di Brabo.

Kiai Syamsuri berdakwa dengan pelan-pelan. Pengajian bandongan kecil-kecilan digelar di serambi masjid. Sembari mengetahui seluk beluk warga Brabo, ia berkunjung ke rumah warga. Sifat sabar dan keuletannya, Kiai Syamsuri berhasil mendapat simpati masyarakat Brabo. Akhirnya, jangkauan pengajiannya hingga ke luar desa, dan jama’ah pengajian di serambi masjid makin ramai.
PCNU Jember Akan Lingkari Kampus dengan Pesantren

PCNU Jember Akan Lingkari Kampus dengan Pesantren

Jember, NU Online
Tingginya tingkat kenakalan remaja ditambah berkembangnya Islam radikal rupanya menimbulkan kecemasan tersendiri di tubuh PCNU Jember. Kecemasan itulah yang mendorong PCNU Jember untuk berbenah, utamanya melakukan pembenahan dari dalam dengan menambah akses-akses pendidikan yang dapat memperkuat penanaman Aswaja di kalangan pelajar dan generasi muda.

Demikian yang disampaikan Wakil Ketua PCNU Jember, KH Misrawi dihadapan peserta Dialog Pendidikan (20/6) yang digelar LP Ma’arif Jember di Madrasah Aliyah Ma’arif Jenggawah Jember.

“Kesalahan yang dilakukan NU Jember selama ini adalah hanya membangun pesantren di wilayah pedesaan dengan mengabaikan wilayah perkotaan,” ungkap Kiai Misrawi.
Peresmian Website PCNU Sumedang

Peresmian Website PCNU Sumedang

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi warga Nahdliyyin. Salah satu strateginya adalah dengan memperbanyak jalur komunikasi antarpengurus di semua tingkatan termasuk antarpengurus dengan warga Nahdliyyin.

PBNU berkeyakinan pola tersebut akan mempermudah arus informasi yang dibutuhkan masyarakat. Hal ini ditegaskan Sulthan Fatoni, Ketua Lajnah Ta'lif wan Nasr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama saat memberikan sambutan pada Peresmian 'Sumedang NU Online' dan Halaqah Aswaja yang diselenggarakan di Komplek Pendidikan Maarif NU Kabupaten Sumedang, 25 April 2011.
Kiai Diminta "Turun Gunung" Sampaikan Pemahaman Islam yang Benar

Kiai Diminta "Turun Gunung" Sampaikan Pemahaman Islam yang Benar

Pemerintah meminta ulama dan kiai turun gunung untuk menyampaikan ajaran  yang benar kepada masyarakat, agar mereka yang belum paham betul soal Islam tidak melakukan tindakan yang merugikan Islam.”Ini kerja sistematis, kerja bersama dan kiai serta ulama  harus mengambil peran,” pinta Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, di Lumajang, Rabu (20/4).

Gus Ipul meminta, perlu ada upaya untuk memberikan pemahaman bahwa Islam di Indonesia ini adalah Islam yang damai. “Dan tidak pernah berhasil dengan cara kekerasan,” ujarnya.
Muslimat NU - BEI Perkenalkan Bursa Saham

Muslimat NU - BEI Perkenalkan Bursa Saham

Jakarta, NU Online
Otoritas bursa saham, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kerja sama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Kerja sama ini merupakan wujud keseriusan BEI untuk terus
meningkatkan jumlah investor pasar modal.



Gus Dur dan Daisaku sebagai Simbol Peradaban

Gus Dur dan Daisaku sebagai Simbol Peradaban

Direktur Eksekutif The Wahid Institute Ahmad Suaedy berpendapat satu dialog penting tentang peradaban dan keagamaan menjadi tema utama dalam buku KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Daisaku Ikeda yang bertajuk ‘Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian’ yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama bekerjasama dengan Soka Gakkai Indonesia dan The Wahid Institute.

Di dalam buku itu juga terdapat ajaran-ajaran mendasar keagamaan, namun sebagai tokoh sentralnya adalah tokoh besar Indonesia dan Jepang yaitu Gus Dur dan Daisaku. Dalam buku setebal 309 halaman ini menguraikan titik tolak dan jantung pesan setiap agama: yaitu perdamaian.
Rombongan PBNU Kunjungi Korban Bom Cirebon

Rombongan PBNU Kunjungi Korban Bom Cirebon

Rombongan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dipimpin oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengunjungi Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP), Jakarta (19/4). AKBP Herukoco adalah korban ledakan bom bunuh diri di Masjid adz-Dzikra Mapolresta Cirebon.

Rombongan PBNU yang terdiri dari Ketua Umum KH said Aqil Siradj, Ketua PBNU H Iqbal Sullam dan H Arvin Hakim Thoha, Sekretaris Jenderal H Marsudi Syuhud dan Bendahara Umum H Bina Suhendra diterima langsung oleh isteri AKBP Herukoco, Dian, di ruang tunggu. Selanjutkan rombongan menjenguk langsung AKBP Herukoco di ruang perawatannya dan berdoa bersama-sama dengan dipimpin oleh KH Said Aqil Siradj.
Tentang Tanda tanda Kiamat

Tentang Tanda tanda Kiamat

Hari kiamat pasti
terjadi. Hanya saja, kapankah peristiwa
itu akan berlangsung? Allah SWT
sajalah yang mengetahui. Tak ada
satu pun makhluk di alam se mesta,
termasuk malaikat, yang mampu
memprediksikan waktu kiamat.
Bahkan, Nabi Muhammad SAW yang
menjadi kekasih-Nya pun tidak diberi
informasi yang jelas.
Hal tersebut ditegaskan Allah dalam
Surat al-A’raf ayat 187. “Mereka
menanyakan kepadamu
(Muhammad) tentang kiamat,
kapankah terjadinya? Katakanlah
sesungguhnya pengetahuan tentang
kiamat hanya ada pada sisi Tuhanku.
Tiada seorang pun yang mengetahui
waktu kedatangannya selain Dia.”
Tidak dapat dimungkiri bahwa kita
saat ini hidup di akhir zaman.
Berbagai peristiwa telah
mengisyaratkan bahwa bumi semakin
tua. Cuaca semakin tidak menentu
dan sulit diprediksi. Berbagai bencana,
se perti gempa bumi, gunung
meletus, badai, dan banjir kerap
terjadi di berbagai penjuru dunia.
Ini ditambah dengan gejala
pemanasan global (global warming)
yang makin mengkhawatirkan. Dalam
kehidupan sosial, berbagai kejadian
memilukan juga sering terjadi akhir-
akhir ini. Misalnya pembunuhan,
pemerkosaan, perang saudara,
korupsi, dan berbagai bentuk
kebejatan moral lainnya. Hal tersebut
melanda di berbagai penjuru dunia.



Inilah Hasil MTQ Tahun 2012 di Ambon

Inilah Hasil MTQ Tahun 2012 di Ambon

Ambon, NU Online
Kafilah DKI Jakarta merebut juara
umum Musabaqah Tilawatil Qur’an
(MTQ) Nasional XXIV setelah 20 qari-
qariahnya tampil di babak final
dengan meraih nilai tertinggi. Disusul
Provinsi Banten sebagai peringkat
kedua dan Provinsi Kepulauan Riau
urutan ketiga.



KH Endin Fahruddin Masturo Sukabumi Wafat

KH Endin Fahruddin Masturo Sukabumi Wafat

Sukabumi - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul
Ulama (PBNU) yang juga pengasuh
Pondok Pesantren Al-Masthuriyah,
Babakan Tipar, Sukabumi, Jawa Barat,
Mama Ajengan KH Endin Fakhruddin
Masthuro telah wafat pada Jumat
(15/6) hari ini pukul 01.25 di Rumah
Sakit ASRI Kalibata, Jakarta.
Demikian disampaikan salah seorang
ustadz di Pesantren Al-Masthuriyah
Daden Sukendar kepada NU Online,
Jum'at (15/6) pagi.

“Ajengan Endin akan dikebumikan
hari ini juga di pemakaman Al-
Masthuriyah, di samping
ayahandanya, KH Masthuro dan Habib
Syekh bin Salim Al-Athas, ba’da shalat
Jumat, sekitar pukul 13.00,” jelas
Daden.
Menurut Daden, Ajengan Endin wafat
pada usia 74 tahun, meninggalkan
enam orang putra-putri, 10 cucu, dan
dua ribuan santri.

“Beliau adalah ajengan yang low
profile, sederhana, bergaul dengan
siapa saja. Tidak hanya santri, kyai,
tapi masyarakat biasa juga,”
tambahnya.

Bahkan, tambah Daden yang juga
Wakil Ketua GP Ansor Kabupaten
Sukabumi ini, Ajengan Endin sangat
dekat dengan berbagai kalangan,
terbukuti banyak yang bertakziyah dari
kalangan nonmuslim, pejabat, dan
masyarakat biasa. Sumber: NUOnline
PBNU Matangkan Pembentukan PCINU

PBNU Matangkan Pembentukan PCINU

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mematangkan rencana pendirian Cabang Istimewa di Macau, kota berstatus Special Administrative Region di Republik Rakyat China. Sebagai langkah lanjutan, PBNU mengirim seorang da'i untuk memberikan pembinaan terhadap Nahdliyin, terkait faham Ahlussunnah wal Jamaah.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mengatakan da'i yang dikirim adalah Hafid Ismail, santri lulusan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Hafid yang juga sudah menuntaskan pendidikan S1 ilmu Ekonomi Islam tersebut akan berada di Macau minimal hingga setahun ke depan.

"Ini juga sebagai persiapan Ramadhan mendatang. Hafid akan menyampaikan dakwah kepada Nahdliyin di Macau yang sebagain besar buruh migran, tentang apa itu NU, bagaimana fahamnya, apa saja amalan-amalannya, dan masalah ke-Aswaja-an lainnya," kata Kiai Said di Jakarta, jelang keberangkatannya ke Rusia, Selasa (12/6) dini hari.
Khutbah Jumat Seyogyanya Mendewasakan Umat

Khutbah Jumat Seyogyanya Mendewasakan Umat

Jakarta, NU Online
Khutbah Jumat adalah di antara saluran dakwah umat Islam yang sangat strategis. Selain frekuensi pelaksanaannya yang rutin, sembahyang Jumat akan selalu dipenuhi jamaah di setiap pelaksanaannya. Melalui momentum yang positif ini, sudah seharusnya para khotib berperan aktif dalam proses pendewasaan umat.

“Misi dakwah itu antara lain mencerdaskan umat, termasuk juga menumbuhkan ukhuwah antar sesama,” tutur Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Zakky Mubarak, Rabu (13/6), di kantornya.
PCNU Jember Usul Perda Soal Syiah

PCNU Jember Usul Perda Soal Syiah

Jember, NU Online
Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab) mengatakan, pihaknya mendorong terbentuknya Perarturan Gubernur (Pergub) untuk pelarangan Syiah di Jawa Timur. Demikian disampaikan dalam Dialog Ulama dan Umara’ yang digelar Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Jember, Senin (11/6) kemarin.

Hal ini menyusul peristiwa penyerangan yang dilakukan para pengikut Syiah terhadap Tokoh NU Jember, Ustadz Fauzi di Kecamatan Puger Jember (30/5) lalu.

Bupati Jember, Ir.H. MZA Djalal dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih terus melakukan evaluasi dan memberikan pemahaman kepada masing-masing pihak agar tidak menyusul kejadian yang sama.
Said Aqil Siradj: Yayasan Yang Didanai Arab Perlu Dipantau

Said Aqil Siradj: Yayasan Yang Didanai Arab Perlu Dipantau

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai bom bunuh diri di Masjid Polresta Cirebon merupakan tindakan biadab.

“Saya atas nama Ketua Umum PBNU yang merupakan kelahi­ran Cirebon, ikut mengecam dan mengutuk tindakan biadab ter­sebut,” tegasnya kepada Rak­yat Merdeka, di Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, Ju­mat (15/4) Polresta Cirebon di­kejutkan dengan bom bunuh diri yang dilakukan seorang pria berpakaian serba hitam di dalam masjid.
Naskah Kuno, Pesantren, dan NU

Naskah Kuno, Pesantren, dan NU

Oleh Mahrus eL-Mawa,

Adakah hubungan naskah kuno, pesantren, dan Nahdlatul Ulama? Jika jawabannya ada, muncullah pertanyaan berikutnya: Bagaimana hubungan ketiganya itu? Apakah karena ketiganya itu sama-sama “terpinggirkan”? Atau termasuk dalam kategori “tradisional”, sehingga kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat?

Pada kesempatan ini, penulis ingin mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan cara mengurai ketiganya dalam konteks “al-muhafadhatu ‘alal qadimish shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.”

Dalam tulisan ini, yang dimaksud naskah kuno (selanjutnya disebut manuskrip) merupakan catatan tulisan tangan, biasanya ditulis di atas alas kertas Eropa, daluang, ataupun lontar, berkembang sekitar abad ke-17 hingga awal abad ke-20 di Nusantara. Manuskrip merupakan satu-satunya media yang digunakan untuk menyimpan pesan ajaran keagamaan dan kebudayaan tertentu, juga menjelaskan suatu peristiwa tertentu oleh seseorang ataupun kelompok masyarakat.
Ikatan Keluarga Besar NU Korea dideklarasikan

Ikatan Keluarga Besar NU Korea dideklarasikan

Seoul, NU Online
Berangkat dari keprihatinan atas pembidahan beberapa amalan Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) oleh sebagian pihak, beberapa waktu lalu warga Nahdliyyin di Korea Selatan (Korsel) membentuk sebuah komunitas yang diberi nama Ikatan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Korea (IKBNU Korea). Jumlah Nahdliyin yang menetap di negeri ginseng ini membuat semakin perlunya sebuah wadah komunitas.

Seperti yang diketahui, jumlah tenaga kerja dan pelajar di Korea Selatan meningkat dari tahun ke tahun. Lebih dari 35,000 tenaga kerja dan 300 pelajar/mahasiswa. Jika merujuk presentase nasional seperempat WNI adalah nahdliyyin, maka telah ada 7,500 lebih Nahdliyyin di negeri yang terkenal dengan kimchi-nya ini.
Tentang Ziarah Rajabiyah dan Peringatan Haul

Tentang Ziarah Rajabiyah dan Peringatan Haul

NU Online, Diriwayatkan Al-Baihaqi dari Al-Wakidi bahwa Rasulullah SAW senantiasa berziarah ke makam para syuhada di bukit Uhud pada setiap tahun, tepatnya di bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Islam Hijriyah. Sesampai di Uhud, beliau memanjatkan doa sebagaimana dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 24 :

سَلامٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ



Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.
Tahlilan 100 Hari Wafatnya KH Abdullah Faqih Langitan

Tahlilan 100 Hari Wafatnya KH Abdullah Faqih Langitan

Tuban, NU Online
Ratusan jamaah menghadiri acara peringatan 100 hari wafatnya KH Abdullah Faqih, pengasuh Ponpes Langitan Widang, Tuban, Jawa Timur, Ahad (10/6) pagi hingga malam. Hujan deras yang mengguyur kawasan Widang sejak sore hingga malam hari tak menyurutkan sejumlah tokoh, santri, dan warga untuk berdoa bersama untuk almarhum Mbah Faqih.

Para jamaah yang hadir antara lain pejabat, alumni serta masyarakat dari berbagai daerah di Jatim. Tampak mereka memenuhi areal Ponpes yang berada tepat di pinggir jalan Pantura Tuban tersebut.

Acara dimulai dengan Khotmil Quran Bil Ghoib oleh sejumlah Muhafidzin sejak pagi hari dan dikhatamkan oleh para jamaah salat Dhuhur. Khataman ini digelar di delapan lokasi di antaranya di Musala Ponpes dan Masjid Agung Widang.
Gusdurian-LKiS Jogja Selenggarakan Kelas Pemikiran Gus Dur

Gusdurian-LKiS Jogja Selenggarakan Kelas Pemikiran Gus Dur

Yogyakarta, NU Online
Komunitas pecinta Gus Dur (Gusdurian) Yogyakarta, bekerjasama dengan yayasan LKiS menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kelas Pemikiran Gus Dur”. Kelas yang terbatas hanya hanya 30 peserta tersebut diikuti oleh kaum muda dari berbagai daerah, latar belakang agama, dan organisasi.

Kegiatan disambut antusias, terlihat dari banyaknya pendaftar yang tertolak karena telah terpenuhinya kuota. Para pendaftar juga berasal dari berbagai daerah di luar Yogyakarta.
Mari Utamakan Akhlak dan Kesantunan

Mari Utamakan Akhlak dan Kesantunan

Cirebon, NU Online
Malam puncak peringatan haul al-marhumin KH. Salwa Yasin, KH. Asror Hasan, dan KM. Adnan Asror serta imtihan ke-34 pesantren Majelis Tarbiyah Hidayatul Mubtadiin (MTHM) Ketitang, Japurabakti, Astanajapura, Cirebon, diisi dengan ceramah keagamaan oleh KH. Zulfa Musthofa, Ketua LBM NU PBNU, Sabtu (9/7).

Dalam ceramahnya, KH. Zulfa Musthofa banyak memaparkan tentang keutamaan menjaga dan melestarikan tradisi dalam masyarakat Nahdlatul Ulama (NU), di antaranya adalah tradisi cium tangan yang muda kepada yang tua.
Rencana Pelarangan Sholat Berjamaah di Jalan-jalan Perancis

Rencana Pelarangan Sholat Berjamaah di Jalan-jalan Perancis

Pemerintah Prancis berniat kembali menggulirkan kebijakan anti-Islam setelah sebelumnya, undang-undang kontroversial larangan pemakaian jilbab, mendapat protes hebat dari umat Islam. Dengan alasan karena warga Muslim menunaikan shalat di pinggir jalan, pemerintah Prancis berniat membatasi kebebasan warga Muslim dalam menunaikan kewajiban agama mereka.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Claude Guéant, yang dikenal sebagai salah satu politisi think-tank politik anti-Islam di negara ini, menetapkan peraturan baru melarang pelaksanaan shalat jamaah di pinggir jalan.

IRNA melaporkan, koran Le Parisien dalam hal ini menulis, Guéant mengatakan, "Kami tengah mencari cara untuk melarang penunaian shalat berjamaah di pinggir jalan."

Mendagri Prancis mengemukakan pernyataan itu di saat penunaian shalat berjamaah di pinggir jalan, sangat jarang terjadi, dan biasanya hanya dilakukan di wilayah-wilayah yang memiliki fasilitas sangat terbatas atau batasan yang dilakukan pemerintah. Selain itu, warga Muslim Prancis juga menunaikan shalat berjamaah itu tanpa mengganggu orang lain.
PBNU Jamin Tak Ada Warganya Jadi Teroris

PBNU Jamin Tak Ada Warganya Jadi Teroris

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjamin bahwa tidak ada warga NU yang terlibat kasus terorisme. "Saya jamin tidak ada satupun warga NU yang jadi teroris. Karena terorisme tidak ada dalam kamus NU," tegas kiai yang akrab disapa Kang Said ini, di Jakarta, 18 April 2011.

Menurut Kang Said, pesantren-pesantren NU mengajarkan Islam ahlussunnah wal jamaah dan jauh dari ajaran radikalisme. "Nahdlatul Ulama selalu mengajarkan Islam yang ramah dan toleran. NU tidak pernah mengajarkan kekerasan," tambah doktor lulusan Ummul Qura Makkah ini.
ISNU Pelopori Sarasehan Cendekiawan Lintas Agama

ISNU Pelopori Sarasehan Cendekiawan Lintas Agama

Jakarta, NU Online
Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama memelopori sarasehan cendekiawan lintas agama untuk membahas persoalan kebangsaan saat ini. Hal itu ditunjukkan dengan mempertemukan organisasi-organisasi cendekiawan lintas agama pada Rabu malam, (6/6) di gedung PBNU, Jakarta.

Hadir pada kesempatan itu perwakilan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama, Parisada Hindu Dharma Indonesia, Persatuan Instruktur Kompeten Indonesia, Kesatuan Cendekiawan Budha Indonesia, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia.
Refleksi Harlah NU ke 89: Islam Sebagai Character Building

Refleksi Harlah NU ke 89: Islam Sebagai Character Building

Dalam membangun bangsa yang maju besar dan beradab, agama memiliki peran yang sangat besar. Sebagai organisasi sosial keagamaan, sejak dulu NU berperan sangat besar dalam mengayomi dan membangun masyarakat, baik melalui pendidikan, dakwah dan lain sebagainya. Hal itu tidak lain karena NU merupakan organisasi keagamaan yang dipimpin oleh para ulama, sementara tugas ulama selain liyatafaqqahu fiddin, mengggali, merumuskan dan mengembangkan pemikiran keagamaan, tetapi juga memiliki tugas yang tidak kalah pentingnya dan bahkan sangat strategis yang berkaitan dengan masalah sosial dan kebangsaaan yaitu tugas liyundziru qaumahum (membangun masyarakat) yakni membentuk kepribadian.

Dalam kaitan dengan masalah masyarakat, NU memiliki beberapa tugas pertama adalah pembangunan mental-spiritual, pembentukan kepribadian atau karakter masyarakat (character building) ini sangat penting agar lahir kader orang-orang atau masyarakat yang memiliki sikap, memiliki ketegasan, memiliki prinsip serta memiliki tanggung jawab baik terhadap Tuhan dan terhadap sesama manusia dan terhadap bangsa dan Negara. Karena itu para ulama dan khususnya NU memiliki tugas kedua yaitu nation building (pembangunan bangsa). Dengan adanya pembantukan karakter (character building) itulah nation building (pembangunan bangsa) bisa dilaksanakan dan ini merupakan modal dasar bagi state building (membangun Negara). Dengan nation building ini maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani, karena memiliki kepribadian nasional yang kokoh, sehingga bisa berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa beradab yang lain.
PBNU Mengutuk Keras Bom Mapolresta Cirebon

PBNU Mengutuk Keras Bom Mapolresta Cirebon

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj berduka cita dan mengutuk tindakan pengeboman yang terjadi di Masjid Mapolresta Cirebon, pada saat salat Jumat, 15 April 2011. “Ini adalah bukti kelemahan intelijen kita. Dan yang lebih memprihatinkan lagi ini terjadi di Kota Cirebon yang terkenal sebagi Kota Wali,” kata Kang Said di Jakarta.

“Sebagai orang kelahiran Cirebon, saya mengajak masyarakat Cirebon baik muslim maupun non muslim untuk bersatu melawan terorisme dan radikalisme. Karena dalam kondisi dan atas nama apapun tindakan pengeboman tidak bisa dibenarkan,” tambah Kang Said.
LP Ma’arif Jombang Siap Dirikan BMT

LP Ma’arif Jombang Siap Dirikan BMT

Guru-guru NU, baik yang berstatus guru negeri, maupun yang swasta saat ini sangat membutuhkan lembaga keuangan (BMT atau koperasi) yang bisa menopang keuangan madrasah. Jumlah guru MI, MTs dan MA di lingkungan NU yang ada di wilayah Jombang saat ini sekitar empat ribu-an orang. Jika seluruh guru ini bisa menjadi anggota lembaga keuangan ini, maka akan menjadi kekuatan yang cukup besar, dan bisa menyelesaikan persoalan pendanaan madrasah.

Pernyataan tersebut merupakan salah satu kesimpulan dari halaqoh bulanan LP Ma’arif NU Cabang Jombang yang dilaksanakan pada Rabu (13/4) di Aula Gus Dur, Denanyar, Jombang.

Halaqoh yang diprogramkan LP Ma’arif NU Jombang untuk mendiskusikan persoalan-persoalan riil pendidikan di Jombang tersebut dihadiri 40 orang yang terdiri dari perwakilan MWC LP Ma’arif dan wakil dari madrasah-madrasah yang dipilih berdasar dan mewakili 4 region serta dari jajaran Pengurus Cabang LP Ma’arif.

Dalam kesempatan tersebut H Salmanudin, ketua LP Ma’arif NU Jombang, mengatakan: ”Gagasan kami, bagaimana guru-guru NU bisa memiliki BMT atau lembaga keuangan yang menopang keuangan Madrasah dibawah NU beserta dengan guru-gurunya. Seluruh guru MI, MTs dan MA akan bisa menjadi anggota. Insya Allah hal ini akan dahsyat dengan kekuatan sekitar 4000 orang”.
GP Ansor Tunda Perayaan Harlah ke 78

GP Ansor Tunda Perayaan Harlah ke 78

Jakarta, NU Online
Rencananya, Gerakan Pemuda Ansor akan mengadakan perayaan harlahnya pada 7-10 Juni 2012 di Pondok Pesantren Almuayyad, Jl. KH. Samanhudi No. 64, Surakarta, Jawa Tengah. Sejumlah program harlah, akan mengisi agenda yang dipersiapkan pada kesempatan 4 hari itu.

Dari tanggal yang dijadwalkan, kepanitiaan harlah ke-78 GP. Ansor mengubah jadwal tersebut. “Kami mengundurkan tanggal tersebut,” ungkap Kohari, Ketua Panitia Perayaan Harlah ke-78 GP. Ansor kepada NU Online di kantor PP GP. Ansor, Jl. Kramat Raya 65 A, Jakarta Pusat, Senin (4/6) siang.

Menurutnya, perubahan tanggal ini hanya karena komitmen Nusron Wahid, Ketua Umum PP GP. Ansor dengan Presiden RI. Secara lisan kepada Ketua Umum PP GP. Ansor, Presiden sudah mengonfirmasi untuk hadir dalam acara harlah GP. Ansor. Namun, berhubung Presiden tidak dapat hadir pada tanggal yang telah ditetapkan, maka Nusron mengubah tanggal tersebut.
Kantor PCNU Rembang Diresmikan

Kantor PCNU Rembang Diresmikan

Rembang, NU Online
Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Sirodj MA, Senin (4/6) meresmikian Gedung PCNU Rembang. Gedung senilai Rp 1,8 miliar itu berlokasi di Jalan Pemuda kota setempat. Acara peresmian dihadiri ribaun warga NU, pejabat dan politisi.


Pada kesempatan itu, Kyai Said mengatakan, saat ini bangsa Indonesia dipengarui dua pemikiran besar. Yakni, radikal dan liberal. Dua pemikiran itu bisa membahayakan eksistensi bangsa ini.
Menegakkan Kembali Pancasila

Menegakkan Kembali Pancasila

Oleh Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj

Sumpah Pemuda 1928 yang terdiri dari Satu Nusa (Negara), Satu Bangsa dan Satu Bahasa: Indonesia, telah menegaskan menjadi satu kesatuan politik dan kebangsaan yang solid. Maka ditemukan dan dirumuskannya Pancasila 1 Juni 1945 merupakan tonggak bersejarah kedua yang menandai lahirnya negara Republik Indonesia. Pancasila merupakan penemuan paling penting dan paling mendasar bangsa Indonesia dalam memberikan landasan bagi hidup bermasyarakat dan bernegara. Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi lebih dari itu Pancasila merupakan falsafah hidup bagi seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia.

Peringatan hari lahir Pancasila ini merupakan momentum penting untuk penegasan kembali komitmen kita pada Pancasila. Penegasan Pancasila ini merupakan langkah strategis, karena dengan sendirinya merupakan penegasan pada UUD 1945 dan komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI baik secara geografis, secara politik, secara ekonomi dan secara budaya. Penegasan Pancasila juga merupakan penegasan untuk menjaga semangat Bhinneka Tungal Ika sebagai pilar bangsa ini. Untuk itu dalam kesempatan ini, ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan:
[Resensi Buku] Telaah Fiqih Sayyidah Aisyah R.A

[Resensi Buku] Telaah Fiqih Sayyidah Aisyah R.A

Judul : Al-Qawâ'id al-Ushûliyyah al-Mustanbathah min Fiqh Sayyidah 'Âisyah
Pengarang : Doktorah Du’a Mazin
Penerbit : Dâr al-Salâm
Kota Terbit : Kairo
Tahun Terbit : 1433 H / 2012 M
Tebal Buku : 181 Halaman
I.S.B.N : 978 – 977 – 5059 – 77 – 2
Resentator : Dzul Fahmi *

Upaya penggalian warisan intelektual dari sosok Ummul Mu'minîn, Sayyidah Aisyah ra. tampaknya masih akan terus hidup. Setelah beberapa tahun lalu terbit Ensiklopedi ”Mawsû’ah Fiqh ‘Âisyah Ummi al-Mu’minîn Ḫayâtuhâ wa Fiqhuhâ” yang merangkum kompilasi fatwa beliau dalam banyak permasalahan hukum Islam, kini, di awal tahun 2012, penerbit Dâr al-Salâm Kairo menerbitkan sebuah buku berjudul al-Qawâ'id al-Ushûliyyah al-Mustanbathah min Fiqh Sayyidah 'Âisyah. Tentu saja, terbitnya buku tersebut menjadi angin segar dalam dunia kajian Islam, khususnya dalam literatur studi Usul Fikih. Apalagi –- sebagaimana diakui penulisnya -– upaya menelusuri konstruk epistemologi hukum versi istri Rasulullah Saw. tersebut bukanlah garapan yang sederhana.
Said Aqil: NU Siap Bantu Usut kasus Bom Cirebon

Said Aqil: NU Siap Bantu Usut kasus Bom Cirebon

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj, mengutuk sekaligus berduka cita atas insiden bom bunuh diri di Masjid Markas Kepolisian Resort Kota (Mapolresta) Cirebon, Jawa Barat, Jumat (15/4). Said Aqil menyatakan sudah menginstruksikan seluruh elemen NU Cirebon untuk bergerak dan mengusut tuntas kasus ini.

"Saya telah memerintahkan Ketua PCNU Cirebon untuk segera bergerak dan berkoordinasi bersama aparat terkait. Saya yakin bahwa polisi tidak mampu bergerak sendirian. NU dengan segala sumberdayanya akan bergerak untuk membantu aparat terkait," katanya.

Kategori

Kategori