Alat Kampanye Cagub dengan Atribut NU diturunkan


Jakarta, NU Online
Ada-ada saja ulah para calon gubernur DKI dalam kampenyenya. Salah satu diantara enam calon tersebut menggunakan atribut NU berupa gambar ketua umum PBNU KH Said Aqil Sidoj. Mengetahui hal ini, segera saja atribut tersebut diturunkan oleh para kader NU.

“NU tidak berpihak pada salah satu calon. Karena itu saya Instruksikan atribut calon yang menggunakan atribut NU,” kata ketua LTM NU KH Abdul Manan Ghani dalam seminar Pemimpin Jakarta dalam Sorotan Tokoh Islam di Jakarta, Rabu (4/7).

Ia menegaskan, orang yang menggunakan atribut NU tersebut berarti tidak paham NU karena berdasarkan AD/Art, NU tidak berpolitik.

Tentang berbagai calon gubernur, Kiai Manan berpendapat, kampanyenya tak ada terlalu berbeda, semuanya seputar soal kesehatan, pendidikan, lapangan kerja dan penyelesaian masalah sosial.
Ia berharap tokoh yang memimpin akrab dan mendukung berjalannya ajaran Islam aswaja ala NU yang menjadi amalan mayoritas di Jakarta. “Para calon ketika ditanya, tidak ada yang anti tahlil, tidak tahu yang sebenarnya kalau terpilih bagaimana,” katanya.

Sementara itu Dr Lutfi Fathullah Mughi menyatakan, kalangan ulama saat ini belum mampu menyodorkan konsep pembangunan Jakarta versi para ulama sehingga hanya menerima apa yang sudah disodorkan. Ia sudah meneliti ke berbagai organisasi Islam, tetapi tdak satupun yang memiliki konsep yang diajukan ke para calon gubernur tersebut.

“Kita hanya disodori konsep sehingga bargainingnya lemah, harusnya mengajukan proposal. Dialog juga hanya bilang apa kabar saja,” katanya.

Akhirnya, posisi ulama hanya sekedar sebagai pendorong majunya calon gubernur saja, dan setelah itu sekedar sebagai tukang baca doa. Ulama hanya disapa ketika acara keagamaan saja, ketika mauludan saja.

Dari penilaiannya, saat ini belum ada calon yang sangat bagus atau memiliki nilai A, tetapi umat Islam Jakarta tentu harus memilih calon terbaik dari yang ada untuk dijadikan pemimpin untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang kompleks di ibukota negara ini.

“Kita dukung calon, tetapi jangan dengan cek kosong seperti yang lalu-lalu” tandasnya.

Sementara itu, Makmun Al Ayyubi, sekum Dewan Masjid Indonesia wilayah DKI mengindikasikan adanya calon yang melakukan kebohongan publik, seperti akan menjanjikan kesehatan gratis begitu dilantik, padahal kebijakan seperti ini harus melewati proses panjang dengan persetujuan DPRD. Ia juga menegaskan memimpin Jakarta tidak cukujp punya pemahaman keagamaan, tetapi juga harus memiliki kemampuan manajerial yang tinggi mengingat kompleksitas permasalahan yang dihadapinya.


EmoticonEmoticon