Warga NU Diminta Tunggu Hasil Isbat & Rukyatul Hilal


Mengawali puasa Ramadlan 1433 Hijriyah yang dimungkinkan akan terjadi perbedaan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan meminta kepada warga nahdliyyin untuk menunggu hasil ihbar PBNU.

Hal ini dilakukan, mengingat ormas lain ada yang telah menetapkan awal puasa Jum'at 20 Juli mendatang, sedangkan PBNU melalui tim rukyatul hilal baru akan melakukan pengamatan awal bulan qomariyah, karena pada tanggal 20 juli bulan qomariyah baru tanggal 29 Sya'ban dan posisi hilal kurang dari 2 derajat di atas ufuk.

Wakil Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, H.Muhtarom, SSA mengatakan, untuk mengantisipasi kesimpangsiuran informasi, PCNU telah membuat edaran kepada seluruh Ranting NU se-Kota Pekalongan, agar menunggu keputusan PBNU.

Dikatakan, untuk memudahkan informasi awal puasa Ramadlan, pihaknya akan membuka posko awal puasa hari Kamis, 19 Juli 2012 mulai jam 17.00 sampai selesai di Gedung Aswaja Jalan Sriwijaya 2 dengan nomor telepon yang bisa dihubungi 0285-411828 atau 0285-7901484 atau bisa kunjungi website PCNU Kota Pekalongan di www.nubatik.net.

PCNU juga meminta kepada warga nahdliyyin untuk menghormati masyarakat yang berdasarkan keyakinannya mengawali puasa pada hari Jum'at. Pasalnya, apa yang mereka lakukan berdasarkan keyakinannya dan kita tidak bisa melarangnya, sedangkan di NU sendiri masih harus menunggu hasil rukyatul hilal PBNU yang dilakukan di 70 tempat.

Dikatakan Tarom, untuk memudahkan koordinasi antar takmir masjid dan musholla di lingkungan NU, PCNU akan mengumpulkan seluruh pengurus masjid dan musholla di lingkungan NU se Kota Pekalongan Selasa 17 Juli 2012 jam 20.00 wib di Kanzus Sholawat, Jalan dr. Wahidin Pekalongan untuk koordinasi dan sekaligus silaturrahim jelang bulan Ramadlan. Sumber: NU Online


EmoticonEmoticon