Fatayat NU Brebes Gelar Pameran Produk Unggulan

Fatayat NU Brebes Gelar Pameran Produk Unggulan

Brebes, NU Online. Untuk menggali potensi dan apresiasi terhadap produk unggulan Kabupaten Brebes, Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Brebes akan menggelar Fatayat Fair dan Parade Seni Budaya. Berbagai hasil produk dari masing-masing Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Masing-masing PAC menampilkan produk unggulan daerahnya dalam setiap stand pameran,” kata ketua panitia penyelenggara Widiyawati SP di Gedung NU Jalan Yos Sudarso Brebes, Selasa (12/4).

Menurut Widiyawati, Fatayat NU yang beranggotakan ibu-ibu muda itu memiliki potensi yang luar biasa dalam menciptakan produk-produk unggulan sesuai dengan daerahnya masing-masing. Sehingga perlu diapresiasi lebih jauh dengan jalan pameran agar produktifitasnya makin maju dan meningkat.
Tentang Ulama yang al-Faqih fi Mashalihi al-Khalqi

Tentang Ulama yang al-Faqih fi Mashalihi al-Khalqi

al-Faqih fi mashalihi-l-khalqi adalah sebutan tentang identitas ulama yang memahami dan mengenal dengan baik kesejahteraan dan kemaslahatan umat manusia. Sebutan ini diangkat oleh Imam al-Ghazali dalam bukunya yang terkenal, Ihya Ulumiddin.

Dalam karya tersebut yang sering dijadikan rujukan oleh orang-orang pesantren, disebutkan bahwa setiap ulama adalah orang yang abid (ahli ibadah), zuhud (tidak serakah), mengerti ilmu-imu akhirat, pengetahuannya diabdikan untuk Allah, peka, jeli, dan paham benar akan kemaslahatan makhluk (faqihun fi mashalihi-l-khalqi).

Predikat ulama seperti ini kemudian diaktualisasikan dalam konteks ke-NU-an oleh KH Sahal Mahfudh (kini Rais Am PBNU), dalam berbagai tulisan, kiprah dan juga dalam gagasannya tentang fiqih sosial.
Sekilas Tentang Kitab Asrarus Shalah Karya Mbah Soleh Darat

Sekilas Tentang Kitab Asrarus Shalah Karya Mbah Soleh Darat

Anda sulit shalat khusyuk? Anda ingin bisa konsentrasi dalam shalat, sehingga bisa seperti Kanjeng Nabi? Baca kitab Mbah Sholeh Darat dan ikuti ajaran-ajarannya.

Kitab yang dimaksud adalah Lathoifut Thoharoh wa Asrorus Shalah. Dalam rangka Haul ke-112 sang waliyullah, digelar bedah kitab ini oleh Dr. H. Muh In’amuzzahidin, M.ag dan Gus Lukman Hakim Saktiawan, keduanya dzurriyyah Mbah Sholeh Darat, serta Ketua PCNU Kota Semarang H. Anasom.

Acara yang digelar di Masjid KH Sholeh Darat, Jl. Kakap Darat Tirto 212 Kelurahan Dadapsari Kecamatan Semarang Utara pada Ahad (26/8) ini dihadiri 150-an orang dari berbagai lapisan.
PCNU Surabaya Kirim Bantuan Ke Pengungsi Konflik Sampang

PCNU Surabaya Kirim Bantuan Ke Pengungsi Konflik Sampang

SURABAYA - Pagi hari tadi, PCNU Kota Surabaya mengirimkan bantuan untuk korban konflik Sunni-Syiah di Kabupaten Sampang, Madura.

Bantuan berupa sembako, peralatan shalat dan mandi, pakaian dewasa dan bayi, dikirim dengan mobil kotak.

"Ini pengiriman yang ketiga kali sejak posko kemanusian dibuka pada hari Senin 27 Agustus. Kami anak-anak muda NU, santri dan masyarakat umum bergantian ke lokasi pengungsian," jelas Ahmad Inung, koordinator posko, yang dihubungi melalu telepon, Kamis siang, (30/8).
Nahdliyin Harus Muhasabah Ulang Tentang 3 Hal Terkait Kasus Sampang

Nahdliyin Harus Muhasabah Ulang Tentang 3 Hal Terkait Kasus Sampang

Kekerasan yang berulang sampai dua kali dalam waktu yang tak terlalu lama di Sampang Madura telah mencoreng kedamaian di bumi pertiwi. Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf berharap agar kejadian tersebut bisa menjadi sarana untuk muhasabah atau introspeksi diri bagi warga NU.

Menurutnya terdapat tiga aspek yang bisa menjadi pelajaran berharga. Pertama adalah adanya sikap “kutu loncat” yang dilakukan oleh Roisul Hukama yang sebelumnya jelas-jelas pengikut syiah dan belajar di pesantren beraliran syiah di Bangil. Ia keluar dari syiah karena konflik pribadi dengan saudaranya, Tajul Muluk, lalu memprovokasi masyarakat agar terlibat dalam pertikaian atas nama pertentangan aliran.
PWNU Jawa Tengah Gelar Silaturahmi 'Balung Pisah'

PWNU Jawa Tengah Gelar Silaturahmi 'Balung Pisah'

Semarang, Silaturahim dan berkunjung semasa lebaran pastilah biasa dilakukan oleh siapapun. Hari-hari setelah sholat Idul Fitri pastilah penuh diisi jadwal kunjungan maupun menerima tamu.

Yang pasti terjadi, dan itu seolah telah menjadi kewajiban, warga nahdliyin berbondong-bondong datang ke rumah kiai, guru, ataupun sesepuh. Makin sepuh makin banyak tamunya dari berbagai desa dan kota.

Di desa, hampir semua tokoh NU adalah kiai atau sama dengan kiai dalam hal sibuknya menerima tamu, sulit bagi mereka untuk bertemu. Karena itu perlu dipertemukan. Ajang kumpul inipun perlu dikemas dalam acara khusus dengan panitia khusus pula.
Sejarah Komite Hijaz Nahdlatul Ulama

Sejarah Komite Hijaz Nahdlatul Ulama

KOMITE HIJAZ adalah nama sebuah kepanitiaan kecil yang diketuai oleh KH Abdul Wahab Chasbullah. Panitia ini bertugas menemui raja Ibnu Saud di Hijaz (Saudi Arabia) untuk menyampaikan beberapa permohonan.

Sejak Ibnu Saud, Raja Najed yang beraliran Wahabi, menaklukkan Hijaz (Mekkah dan Madinah) tahun 1924-1925, aliran Wahabi sangat dominan di tanah Haram. Kelompok Islam lain dilarang mengajarkan mazhabnya, bahkan tidak sedikit para ulama yang dibunuh.

Saat itu terjadi eksodus besar-besaran para ulama dari seluruh dunia yang berkumpul di Haramain, mereka pindaha atau pulang ke negara masing-masing, termasuk para santri asal Indonesia.
Sejarah Awal Perkembangan Ponpes Krapyak Yogyakarta

Sejarah Awal Perkembangan Ponpes Krapyak Yogyakarta

Nama Krapyak sebagai kampung terdapat di hampir semua kota, khususnya di Pulau Jawa. Di Yogyakarta, kampung Krapyak juga berada di beberapa tempat, yakni di Kabupaten Sleman dan di Kabupaten Bantul.

Pondok Pesantren Krapyak yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah Pondok Pesantren Krapyak yang didirikan oleh KH Mohammad Munawir, terletak sekitar 7 km di sebelah utara dari pusat kota Kabupaten Bantul. Tepatnya, di perbatasan Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta, sekitar 2 km di sebelah selatan Kraton Yogyakarta.
Inilah Bahan Bahtsul Masail di Konbes NU Mendatang

Inilah Bahan Bahtsul Masail di Konbes NU Mendatang

Jakarta, Bahtsul masail diniyyah atau pembahasan masalah-masalah keagamaan pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU di Surabaya pada 2006 lalu memunculkan fatwa mengenai haramnya infotainment yang sempat meramaikan publik media. Pada Munas di Cirebon pertengahan September mendatang, salah satu materi bahtsul masail NU akan membahas persoalan serupa, yakni bagaimana hukum menaikkan popularitas dengan menebar gosip?

Pembahasan mengenai gosip ada dalam salah materi Bahtsul Masail Dininyyah al-Waqi’iiyyah. Pembahasan dimulai dari pertanyaan masyarakat yang diajukan yakni mengenai pembunuhan karakter (character assasination).
Tariqah Bisa Atasi Konflik Sunni-Syiah

Tariqah Bisa Atasi Konflik Sunni-Syiah

Jakarta, Konflik antara Sunni dengan Syiah bisa dicegah dengan mengembangkan nilai-nilai tarekat. Ini pas, karena Sunni di Indonesia suka tarekat, yang juga deket dengan Syiah.

Demikian dinyatakan Wakil Rais Syuriyah PCI NU Mesir Ahmad Syaifuddin pada NU Online, melalui yahoo massenger, Selasa sore (28/8).

"Syiah dan Sunni yang sufi itu sama-sama mencintai ahli bait, khususnya Sayidina Ali bin Abi Thalib. Semua sanad tarekat bermuara ke Imam Ali, kecuali Naqsyabandiyah yang juga punya sanad ke Abu Bakar. Bedanya kalau sufi itu ta'dhim (penghormatan), kalau syiah itu taqdis (pengkultusan). Nah, di situ kesamaan kita dengan Syiah," jelasnya.
KH Hasyim Muzadi: Pemerintah Harus Jamin Bangun Kembali Rumah Korban
Konflik Sampang

KH Hasyim Muzadi: Pemerintah Harus Jamin Bangun Kembali Rumah Korban Konflik Sampang

Jakarta, Kekerasan Sampang telah mengakibatkan 37 rumah warga Syi’ah terbakar, seorang warga tewas, serta satu polisi dan sepuluh warga terluka.

Rais Syuriyah PBNU KH A. Hasyim Muzadi mengutuk kekerasan di Sampang, Madura, Jawa Timur, Ahad (26/8) lalu tersebut. Ia mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang dan Jawa Timur untuk membangun kembali rumah-rumah warga Syi’ah yang dihancurkan.

“Saya mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang dan Jawa Timur membangun rumah-rumah yang hancur, serta menjaga keamanan semestinya kepada warga Syi’ah, sebagai hak warga bangsa Indonesia. Sedangkan yang bersalah harus berhadapan dengan hukum,” tegasnya.
KH Hasyim Muzadi: Pemerintah Harus Serius Hentikan Konflik Sampang

KH Hasyim Muzadi: Pemerintah Harus Serius Hentikan Konflik Sampang

Jakarta, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyatakan harus ada upaya yang sungguh-sungguh untuk menghentikan aksi kekerasan terhadap penganut Syiah di Sampang, Madura, yang sudah terjadi dua kali bahkan menimbulkan korban jiwa.

"Harus dihentikan. Kekerasan ini telah merenggut jiwa dan harta benda serta terjadinya kekejaman berupa pembakaran tempat tinggal. Tidak ada ajaran Islam yang mengajarkan hal demikian," kata Hasyim di Jakarta, Senin.
Halal bi Halal, Momen Introspeksi Diri

Halal bi Halal, Momen Introspeksi Diri

Jepara, Keluarga besar Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan Jepara mengadakan Halal Bi Halal, Senin (27/8). Halal Bi Halal yang diikuti seluruh guru, karyawan dan siswa tersebut bertempat di Aula sekolah.

Kegiatan yang dimulai dengan istighosah itu merupakan tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan setelah hari raya idul fitri. Selain sebagai kegiatan awal sebelum proses pembelajaran. Halal Bi Halal juga merupakan sarana untuk bersitarurahim dan memperkokoh hubungan harmonis antara guru dengan murid.
Dukungan Pemberian Gelar Pahlawan KH Idham Chalid Mengalir

Dukungan Pemberian Gelar Pahlawan KH Idham Chalid Mengalir

Keinginan masyarakat bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan agar Dr KH Idham Chalid menjadi pahlawan nasional, mendapat dukungan dari berbagai tokoh dan elemen masyarakaat di provinsi itu.

Ketua pensiunan guru Indonesia Kalimantan Selatan H Riduan, pada seminar "Perjuangan DR KH Idham Chalid" di Banjarmasin, Kamis (19/5), mengatakan, bukti dan syarat KH Idham Chalid untuk menjadi pahlawan nasional sudah terpenuhi.

"Kami dari pensiunan guru di Kalsel sangat menghendaki Idham Chalid dianugerahi menjadi pahlawan nasional," kata Riduan, seraya menyerahkan beberapa bukti administrasi terkait perjuangan Idham Chalid semasa hidupnya, kepada salah satu anak kandung almarhum, yakni, Saiful Hadi yang kini menjabat Direktur Pemberitaan Perum LKBN ANTARA.

Direktur Kepahlawanan Kementerian Sosial, Hartati Soleha, yang hadir pada seminar yang diselenggarakan Dinas Sosial Pemprov Kalsel juga memberikan apresiasi tinggi pada daerah yang telah berinisiatif untuk mengusulkan KH Idham Chalid sebagai pahlawan nasional.

Ia mengatakan, saat ini Indonesia baru terdapat 149 orang pahlawan, dan di Kalsel baru terdapat dua pahlawan nasional, yakni, Pangeran Antasari dan Hasan Basry.

"Pada dasarnya KH Idham Cholid telah memenuhi syarat untuk mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional, sesuai Undang-undang No.20 tahun 2009 tentang pemberian tanda jasa dan tanda kehormatan," terangnya.

Wakil Gubernur Kalsel H Rudi Resnawan menyatakan, KH Idham Chalid sangat pantas dan layak untuk diberikan gelar sebagai pahlawan nasional.

"Kiprah beliau di dunia politik, pedidikan, pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan sangat baik," ujarnya.
Perintah Sholat di Bulan Rojab

Perintah Sholat di Bulan Rojab

الحمد لله الذى أمرنا بالعدل والاحسان, أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له. وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الذى بصرنا من العمى وهدانا من الضلال. اللهم صل وسلم وبارك على رسول الله محمد ابن عبدالله وعلى اله واصحابه ومن تبعه باحسان الى يوم القيامة. أما بعد فياعبادالله أوصيكم واياي بتقوى الله وطاعته وافعلوا الخيرات واجتنبوا السيئات لعلكم تفلحون. قال الله تعالى فى القرأن العظيم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم ان الذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملائكة الا تخافوا ولاتحزنوا وابشروا بالجنة التي كنتم توعدون

Ma’asyiral Muslimin Rohimakumullah

Bulan Rajab, sungguh mengajarkan kepada kita bahwa Allah pasti memiliki rencana. Kelak kita akan mensyukuri sebuah karunia setelah berbagai cobaan kita rasakan. Beraneka kejadian dan peristiwa terus berlalu silih berganti. Berbagai kondisi kita lalui dari tahun ke tahun. Tanpa terasa, beberapa hari lagi, kita akan melewati bulan Rajab di tahun ini.
Puasa Syawal Bisa Jadi Pemulih Tubuh

Puasa Syawal Bisa Jadi Pemulih Tubuh

Jakarta, Puasa Syawal yang dilaksanakan setelah Ramadan, mampu memperbaiki kondisi tubuh yang rentan terserang berbagai penyakit setelah Lebaran, kata dokter ahli penyakit dalam dari FKUI-RSCM, Dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB.

"Puasa Syawal itu memperbaiki keadaan tubuh yang tidak beres selama dua hari Lebaran akibat pola makan yang tidak benar ditambah dengan kelelahan karena silahturahim," ujar Ari saat dihubungi oleh di Jakarta, pada Kamis.



!--more--

Pada saat menjalani puasa Syawal, sistem tubuh kembali diistirahatkan dan metabolisme diperbaiki sehingga kondisi tubuh kembali stabil, jelas Ari.

Setelah Lebaran, masyarakat kerap terserang penyakit seperti hipertensi, diabetes, asam urat, kolesterol, bahkan stroke karena pola makan yang buruk.

"Penyakit-penyakit ini kambuh dan menyerang karena banyak orang yang tidak menjaga pola makannya selama Hari Raya. Semua dilepas saja, apa saja dimakan, tanpa mengingat kondisi tubuh yang juga harus dijaga," ujar Ari.

Ia pun mengimbau bagi Muslim yang menjalani puasa Syawal untuk mengkonsumsi banyak sayuran, buah, dan air putih, yang akan sangat membantu mengembalikan kondisi tubuh menjadi lebih sehat.

"Setelah banyak mengkonsumsi jenis makanan berlemak yang mengandung banyak santan serta daging, ada baiknya Anda 'libur' sejenak dari mengkonsumsi jenis makanan ini," imbau Ari. Sumber: NU Online
Cak Imin Ziarah ke Tebu Ireng dan Berlebaran di Denanyar

Cak Imin Ziarah ke Tebu Ireng dan Berlebaran di Denanyar

JOMBANG - Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Manekertrans) Muhaimin Iskandar nampak terlihat mudik berhari raya di kampung halaman PP Mambaul Maarif Denanyar, Rabu (22/8). Bersama keluarga Muhaimin juga melakukan ziarah ke makam Gus Dur di komplek Pesantren Tebuireng.

Makam Gus Dur sendiri, pada hari raya juga menjadi jujugan pemudik yang melewati Jombang. Terlihat hingga kemarin, puluhan rombongan dari berbagai daerah masih terus berdatangan. Bahkan areal makam yang terletak di sebalah barat Masjid pondok ini menjadi obyek untuk berfoto ria bersama keluarga.
PMII Minta Polisi Usut Tuntas NII di Kampus

PMII Minta Polisi Usut Tuntas NII di Kampus

Ketua Umum PB PMII Adien Jauharudin meminta agar fihak kepolisian menangkap dan mengusut tuntas upaya pencucian otak para mahasiswa agar menjadi anggota dari Negera Islam Indonesia (NII) yang diiringi dengan pembayaran jutaan rupiah.

“Polisi harus menangkap dan mengusut karena ini peristiwa lama yang cenderung tertutup dan tertutupi. Sudah banyak orang menjadi korban sejak dahulu,” katanya, Kamis (21/4).
Yayasan Al Maarif Sumbawa Mencoba Kembali Bangkit

Yayasan Al Maarif Sumbawa Mencoba Kembali Bangkit

Sumbawa, NU Online
Yayasan Al-Ma’arif yang dibentuk Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumbawa beberapa tahun silam kini mencoba bangkit setelah beberapa tahun lamanya tenggelam dari seluruh aktifitas nya khusus dibidang pendidikan yang menjadi tujuan pembentukannya dahulu.

Sejak tahun enam puluhan Yayasan Al-Ma’arif sudah dikenal masyarakat luas sebagai sebuah lembaga penyelenggara pendidikan. Pada Tahun pertama pembentukannya, Yayasan ini mendirikan sebuah gedung di kompleks Mesjid Nurul Huda Sumbawa Besar, wakaf dari seorang tokoh NU di Sumbawa Besar.

Bersamaan dengan selesainya gedung tersebut Yayasan yang dipimpin A.Azis Rahiem kala itu, mendirikan sebuah madrasah dengan nama Madrasah Ibtidaiyah Al-Ma’arif Sumbawa Besar dengan Kepala Sekolahnya Haji Muhtar Anwar alm..

Kemudian untuk menampung lulusan Madrasah, Yayasan kemudian mendirikan Madrasah Tsanawiyah dan tetap memamfaatkan gedung yang ada sore harinya dengan Kepala Sekolah H.A.Wahab Said alm.

Madrasah Ibtidaiyah maupun Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’arif Sumbawa sudah banyak menelorkan alumni-alumni yang handal dan sekarang duduk di pemerintahan maupun menjadi praktisi lainnya baik didaerah maupun di tingkat Nasional, termasuk Prof. Dr. Din Syamsuddin Ketua PP Muhammadiyah, adalah mantan siswa Madrasah Ibtidaiyah Al-Ma’arif Sumbawa Besar. Namun setelah para tokoh NU yang mengelola Yayasan dan Madrasah itu meninggal dunia, keberlangsungan pendidikan di dua madrasah itu terhenti dan hingga sekarang keduanya sudah bubar.
GUSDURian Serukan Melawan Segala Bentuk Kekerasan

GUSDURian Serukan Melawan Segala Bentuk Kekerasan

Gusdurian Logo - In Gus We Trust (courtesy: Masihangat.wordpress.com)Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian Alissa Wahid mendesak pemerintah dan seluruh perangkatnya bergerak cepat untuk menuntaskan teror bom dan tindakan anarkisme yang terjadi belakangan ini.

Sebab, kelambatan dan kelemahan Pemerintah selama ini justru akan makin memperkuat penggunaan strategi kelompok-kelompok teror dan anarkkisme dalam merongrong Pancasila, UUD RI 1945. Bhinneka Tunggal Ika, dan kesatuan bangsa ini.
Indonesia Berhasil Jadi Jembatan Islam dan Barat

Indonesia Berhasil Jadi Jembatan Islam dan Barat

London, NU Online
Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman, Dr. Eddy Pratomo, mengatakan bahwa harapan Indonesia menjadi jembatan antara Islam dan Barat berhasil dibuktikan.

Hal itu disampaikan Dubes dalam paparannya "The Role of Soft Power and Its Significance in the Realm of Internal and External Policies of Indonesia," demikian Fungsi Penerangan, Sosial, Budaya KBRI Berlin, Purno Widodo, menyampaikan kepada Antara News di London, Selasa.

Simposium International Cultural Diplomacy 2011 yang diadakan Institute for Cultural Diplomacy Berlin itu, dihadiri professional muda, akademisi, perwakilan politik dan diplomatik termasuk mantan Presiden Romania Dr. Emil Constantinescu, kalangan pers, perwakilan dari sektor swasta dan pemangku kepentingan di bidang hubungan internasional.

Eddy Pratomo mengatakan karakter budaya Indonesia membuktikan Indonesia mampu menjadi penghubung antara Islam dan Barat. "Multikulturalisme telah tumbuh di Indonesia, yang terbentuk dari berbagai unsur merupakan komponen penting dalam strategi soft power Indonesia," ujarnya.

Bahkan sebelum entitas negara Republik Indonesia terbentuk, yaitu sejak berdirinya Kerajaan Majapahit pada abad ke-14 dimana soft power meredam berbagai ketegangan atas realitas multi budaya dari tiga agama yang berkembang saat itu yaitu Budha, Hindu dan Islam.

Politik luar negeri Indonesia sebagaimana dipaparkan Pratomo, selalu mengedepankan soft power dengan berbagai modalitas yang dimiliki seperti Islam Moderat dan demokrasi.

Hal tersebut didukung dengan berbagai norma dan nilai-nilai yang berkembang seperti penegakan hukum dan HAM, sistem pemerintahan yang baik, kebebasan media serta desentralisasi.

Dengan berbagai modalitas tersebut, ia mengemukakan, politik luar negeri Indonesia semakin menunjukkan perannya, terbukti dengan berbagai penyelenggaraan Inter-faith dan Inter-Cultural Dialogue serta Bali Democracy Forum.

Hal ini membuat Indonesia semakin yakin mampu menjembatani berbagai pertentangan antara Islam dan Barat yang akhir-akhir ini menjadi masalah di dunia internasional.

KBRI Berlin yang menjadi fokus utama, dan dua kali diundang menjadi perbicara dalam forum tersebut. Hal ini menunjukkan perhatian masyarakat internasional terhadap Indonesia semakin tinggi.

Hal ini, menurut dia, juga menjadi cerminan kepercayaan masyarakat internasional agar Indonesia semakin berperan dalam mengatasi berbagai masalah dunia yang dihadapi saat ini.
Hasil Sidang Isbath: 1 Syawal 1433H Jatuh Tanggal 19 Agustus 2012

Hasil Sidang Isbath: 1 Syawal 1433H Jatuh Tanggal 19 Agustus 2012

Jakarta -Sidang Isbath akhirnya memutuskan bahwa 1 Syawal 1433 Hijriah jatuh pada Ahad, 19 Agustus 2012. Alasannya, berdasarkan data dari Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama, posisi hilal sudah berada pada sekitar 5 derajat sampai 7 derajat.

"Laporan rukyat yang masuk, hilal telah berada di ketinggian dan umur hilal yang memenuhi syarat sehingga ditetapkan 1 syawal jatuh pada Ahad, 19 Agustus 2012," kata Menteri Agama, Suryadharma Ali, dalam sidang Isbath Sabtu, 18 Agustus 2012.

Suryadharma mengatakan, tidak ada perbedaan posisi hilal dengan metode hisab dan rukyat. "Karena tidak ada perbedaan satu sama lain dan sudah meyakinkan, izinkan saya menetapkan 1 Syawal jatuh besok, Ahad, 19 Agustus 2012," ujar Suryadharma.

Sebelumnya, berdasarkan paparan anggota Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama, Cecep Nurwenda, posisi hilal pada tanggal 18 Agustus 2012 telah berada di 6,65 derajat. Pemantauan dilakukan di Pos Pantau dari Pelabuhan Ratu.

Pihak Muhammadiyah telah lebih dulu menentukan lebih dahulu 1 Syawal 1433 Hijriah akan jatuh pada Ahad Kliwon, 19 Agustus 2012. Para pengurus Muhammadiyah melalui Majelis Tarjihnya meyakinkan kepada masyarakat soal penentuan Hari Raya Idul Fitri dengan metode hisab.

Sementara, Ulama senior Nahdatul Ulama, Sinansari Ecip mengatakan pihaknya akan mengikuti penetapan dari pemerintah. Namun ia memprediksi hari raya Idul Fitri tahun ini antara Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama bersamaan yakni 19 Agustus 2012.

Sebelumnya, terjadi perbedaan antara dua ormas Islam terbesar di Indonesia ini perihal dimulainya puasa Ramadan. Nahdatul Ulama menentukan hari Sabtu, 21 Juli 2012, sedangkan Muhammadiyah sehari lebih awal, yakni 20 Juli 2012. Sumber: Tempo
Lajnah Falakiyah NU Gelar Rukyatul Hilal Sore Tadi

Lajnah Falakiyah NU Gelar Rukyatul Hilal Sore Tadi

Jakarta, Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama akan melaksanakan rukyatul hilal untuk penentuan awal Syawal 1433 H di sedikitnya 70 titik rukyat seluruh Indonesia. Rukyat dilaksanakan pada Sabtu 18 Agustus 2012, bertepatan dengan 29 Ramadhan 1433 H, pada sore hari.

"Rukyat akan dilaksanakan di tempat-tempat strategis seperti menara, gedung pencakar langit, bukit, lepas pantai dan lain-lain," kata kata Ketua lajnah Falakiyah PBNU Kiai Ghazalie saat memberikan pengajian di radio.nu.or.id dari ruang redaksi NU Online, Jakarta, Jum’at (10/8) sore lalu.



Tarekat Sebenarnya Tidak Untuk Tetapkan Hari Raya

Tarekat Sebenarnya Tidak Untuk Tetapkan Hari Raya

Jakarta - Perkumpulan atau jamaah tarekat (thariqah) berada dalam ranah tasawuf yang menyangkut persoalan akhlaq batiniyah atau persoalan moralitas dan spiritual. Ajaran Tarekat tidak mencakup persoalan penentuan awal bulan qamariyah.

Hal tersebut disampaikan Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri menjawab pertanyaan wartawan seputar penetapan awal bulan Ramadhan atau Syawal versi organisasi tarekat. Ada organisasi tarekat yang menetapkan awal bulan lebih lambat dari yang ditetapkan pemerintah, namun ada yang menetapkan lebih dulu bahkan berselang dua hari.



Umat Islam jangan Tanggapi Persoalan dengan Emosi

Umat Islam jangan Tanggapi Persoalan dengan Emosi

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi meminta agar umat Islam tidak menanggapi berbagai persoalan terkait umat atau kelompok lain secara emosional dan memusuhi, tetapi kemajuan dan keunggulan yang dicapai orang lain harus disikapi sebagai sarana untuk berkompetisi secara sehat.

“Kita tidak perlu memusuhi, tetapi mengungguli, melakukan kompetisi bukan menghancurkan,” katanya, Rabu (25/5).
Ketua Umum PBNU Akan Jadi Imam Shalat Ied di Hongkong

Ketua Umum PBNU Akan Jadi Imam Shalat Ied di Hongkong

Jakarta -Takada kata libur dalam kamus Ketua Umum PBNU KH Said AqilSiroj untukurusan melayani umat.Buktinya, kala Lebaran,pria asal Cirebon itutetap berkarya.Dia bahkan rela menyeberangi lautan hanya untuk memberikan siraman rohani kepada umat Islam di Hong Kong, China.

Dijadwalkan,pria yang akrab dipanggil Kang Said itu akan menjadi imam sholat Idul Fitri di Victoria Park.Makmumnya,puluhan ribu tenaga kerja Indonesia serta pelajar yang berada di Hong Kong dan sekitarnya.



Gus Mus: Tindak Tegas Kelompok Radikal sekarang!

Gus Mus: Tindak Tegas Kelompok Radikal sekarang!

Semarang, NU Online
Wakil Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Mustofa Bisri (Gus Mus) mendesak pemerintah untuk segera menindak tegas kelompok radikal di Indonesia, yang memaksakan kehendak dengan melakukan tindak kekerasan.

"Tindakan tegas dari pemerintah terhadap kelompok radikal tersebut merupakan salah satu bentuk pelaksanaan amanat untuk melindungi semua rakyat," kata Gus Mus di sela seminar kebangsaan dengan tema Deradikalisasi Islam Menurut Perspektif NU, di Semarang, Ahad.

Menurut Gus Mus, jika ada suatu kelompok radikal yang melakukan kekerasan, hal tersebut menjadi wewenang pemerintah dalam mengambil tindakan tegas.
Fatayat NU harus direvitalisasi!

Fatayat NU harus direvitalisasi!

Jakarta, NU Online
Hari ini, Senin, 20 Juni 2011, Fatayat NU merayakan hari lahirnya yang ke-61. Fatayat sekarang telah memiliki basis yang kuat sehingga akar rumput. Dengan reputasi yang baik, Fatayat NU menempati posisi strategis dalam kancah gerakan sosial dan gerakan perempuan, baik secara nasional maupun internasional.

Namun demikian, kata Ida Fauziyah, ketua umum PP Fatayat NU, Fatayat tidak boleh berpuas atau berbangga dengan posisi strategis tersebut. Sebaliknya ada beban berat yang harus dijaga, yaitu mempertahankan posisi strategis ini.
Lajnah Falakiyah PBNU: Prediksi 1 Syawal 1433H Tanggal 19 Agustus 2012

Lajnah Falakiyah PBNU: Prediksi 1 Syawal 1433H Tanggal 19 Agustus 2012

JAKARTA - Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprediksi hilal awal Syawal 1433 H akan bisa diamati (dirukyat) pada 29 Sya’ban 1433 H atau bertepatan dengan 18 Agustus 2012 M petang pada saat dilakukan rukyatul hilal di berbagai titik strategis di Indonesia.

Menurut Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri, pada Jum’at 17 Agustus 2012 sekitar pukul 22:55:37 terjadi terjadi ijtima awal bulan atau konjungsi. Sementara ketinggian hilal pada Jum’at hampir 5 derajat di bawah ufuk. Namun pada keesokan harinya, Sabtu, hilal sudah berada pada ketinggian 6 derajat 44 menit 9 detik atau hampir tujuh derajat di atas ufuk.
Haul KH Sholeh Darat Semarang Akan Diwarnai Pengajian Akbar & Sejumlah
Kegiatan

Haul KH Sholeh Darat Semarang Akan Diwarnai Pengajian Akbar & Sejumlah Kegiatan

SEMARANG - Pertama sejak tiga puluh tahun terakhir, haul waliyullah Simbah KH Sholeh Darat diisi pengajian akbar. Jika selama ini hanya ada kegiatan tahlilan di makamnyadi kompleks pemakaman umum Bergota Semarang, di haul ke-112 kali ini diisi rangkaian kegiatan besar.
Ahad (26/8 atau 8 Syawal 1433 H), akan diadakan Bedah Kitab Lathoifut Thoharoh wa Asrorus Sholah karya KH Sholeh Darat, di halaman masjid peninggalan beliau di Jalan Kakap Darat Tirto Semarang Utara, mulai pukul 08.30.

Pembedah kitab adalah dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo, Dr H In'amuzahidin MA dengan moderator Gus Lukman Hakim, cicit Kiai Sholeh Darat. Untuk mengikuti ini cukup dengan membayar Rp 20 ribu kepada panitia di lokasi acara, mendapat satu kitab tersebut dan konsumsi.
KH Musthofa Ya'qub: Kemajemukan Tak Bisa Dihindari

KH Musthofa Ya'qub: Kemajemukan Tak Bisa Dihindari

JAKARTA - Menjadi bangsa yang majemuk adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari oleh masyarakat Tanah Air. Kemajemukan adalah sunnatullah (hukum Allah). Sebagai petunjuk bagi semua manusia, Al-Qur’an mengajarkan sikap hidup yang positif mengahadapi kenyataan ini.
“Al-Qur’an memberi petunjuk lakum diinukum waliyadin (bagimu agamamu, bagiku agamaku),” terang Rais Syuriyah PBNU KH Ali Mustofa Yakub, Selasa (14/8) malam, di Jakarta.

“Orang nonmuslim bebas menjalankan agamanya sesuai petunjuk-petunjuk agamanya dan orang muslim tak boleh merasa tersinggung dan terganggu. Begitu juga, orang muslim bebas menjalankan agamanya dan orang nonmuslim tak boleh merasa tersinggung dan terganggu,” tuturnya seperti disiarkan sebuah stasiun televisi swasta.
Kang Said: Islam Moderat Tetap Menjadi Pilihan NU

Kang Said: Islam Moderat Tetap Menjadi Pilihan NU

"Sikap moderat bagi Nahdliyyin merupakan bentuk komitmen menjaga keutuhan bangsa dan negara dan keyakinan keberislaman yang ideal," tegas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Dr. KH. Said Aqil Siroj dalam sambutannya pada acara Rembug Nasional dan Rakernas Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama, di Hotel Santika Jakarta (22/4/11).

Nahdlatul Ulama akan tetap berada pada posisi tawassuth, tawazun, dan i'tidal meskipun pilihan tersebut memerlukan perjuangan dan penuh tantangan. Tawassuth warga nahdliyyin sudah jadi karakter dan apapun yang terjadi di sekitar kita, seperti kelompok ekstrem kanan dan ekstrem kiri, kita tidak akan ikut arus dan tidak akan tergoda," Kata Kang Said.
Islam Nusantara, Apa Pula ?!

Islam Nusantara, Apa Pula ?!

Itulah istilah yang diperbincangkan dalam seminar bertema "NKRI, Aswaja, dan Masa Depan Islam Nusantara" yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Surabaya (22/2).

Dalam seminar untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-88 NU itu, PWNU Jatim "membedah" Islam Nusantara melalui sejumlah pembicara dari kalangan politisi, tokoh agama, dan kalangan akademisi.

Politisi yang diundang adalah Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua DPP PPP KH Noer Iskandar SQ, dan parpol lain sebagai peserta aktif.
PBNU: Pilih Gubernur Yang Memikirkan NU dan Ummat Islam

PBNU: Pilih Gubernur Yang Memikirkan NU dan Ummat Islam

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menekankan perlunya warga NU memilih pemimpin yang peduli dan memperhatikan NU, termasuk dalam memilih gubernur.

Said menceritakan, ketika PBNU mengadakan MTQ tingkat nasional di Kalimantan Barat, dia mendapat dukungan penuh dari Gubernur Kalimantan Barat. Padahal, kata dia, Gubernur Kalbar Cornelis MH beragama Katholik dan wakilnya keturunan China beragama Kristen.

"Dia tanya berapa kebutuhannya, saya jawab Rp 5 miliar sampai Rp 7 miliar, dia bilang siap," kata Said, usai melantik Pengurus Pusat Jam'iyatul Qurra'wal Huffazh, Senin (13/8/2012) di Jakarta.
Gus Dur sebagai Kata Kerja

Gus Dur sebagai Kata Kerja

Oleh: Muhammad Al-Fayyadl

Memang mudah meraba denyut kehilangan itu setelah setahun lebih kepergiannya. Di Ciganjur, tepat di peringatan haulnya, ratusan orang berkumpul dan mengadakan berbagai acara hingga dua hari suntuk, dari diskusi serius, obrolan ringan, hingga panggung seni, untuk mengenangnya—seakan dia pergi untuk dimeriahkan, tidak untuk diratapi.

Tapi, tetap, meski orang-orang tertawa (mereka mungkin mengenang lagi kejenakaan dan humor-humor cadasnya), atau sekadar bercanda kecil di tengah reriuhan acara, ada tanda tanya menggantung, yang tak terjawab: ada apa pasca-Gus Dur?
Pengurus PP JQH NU Resmi Dilantik

Pengurus PP JQH NU Resmi Dilantik

Jakarta - Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurrra wal-Huffazh Nahdlatul Ulama masa khidmat 2012-2017 dilantik oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di gedung PBNU, Jakarta, Senin (13/8).

Formasi pimpinan pusat organisasi para penghafal Al-Quran tersebut adalah Penasihat, Majelis Ilmi, Pengurus Harian dan Bidang-bidang. Duduk di Penasihat KH Said Aqil Siroj, KH Bashori Alwi, Ny Hj Aisyah Hamid Baidhowi, KH Sholahuddin Wahid dan lain-lain.



LPBHNU Luncurkan Klinik Hukum Keliling

LPBHNU Luncurkan Klinik Hukum Keliling

Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan memberikan pelayanan bantuan hukum gratis kepada masyarakat awam dan miskin yang membutuhkan. Bantuan tersebut akan diberikan melalui Klinik Hukum Keliling yang diluncurkan Pengurus Pusat (PP) Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) di halaman PBNU, Jakarta, Jumat sore (10/8).



PBNU Mantapkan Persiapan Konferensi Besar NU 2012 di Cirebon

PBNU Mantapkan Persiapan Konferensi Besar NU 2012 di Cirebon

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah memantapkan persiapan pelaksanaan Muasyarawah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Cirebon, Jawa Barat, 14-17 Septermber 2012 mendatang. Kamis (9/8) tadi malam, usai shalat tarawih, Ketua Umum PBNU mengadakan rapat khusus bersama pengurus harian tanfidziyah dan panitia nasional Munas-Konbes.

Kegiatan yang diselenggarakan di ruang rapat lantai 5 kantor PBNU, Jakarta, antara lain menyepakati distribusi peran untuk wakil-wakil ketua panitia, dan beberapa sekretaris panitia. Masing-masing wakil ketua dan sekretaris akan memantau perkembangan persiapan yang dilakukan oleh tim materi-dan seksi-seksi khusus, sementara secara umum kesiapan dipantau oleh Ketua Panitia H Dedi Wahidi dan Sekretaris Umum Dr H Syahrizal Syarif.
Pembentukan Densus 99 Ansor bukan Sekedar Wacana

Pembentukan Densus 99 Ansor bukan Sekedar Wacana

Ketua Umum PP GP Ansor, Nusron Wahid, kembali menegaskan bahwa pembentukan Densus 99 Ansor bukan hanya wacana. Namun sebuah keniscayaan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi mengantisipasi adanya gerakan teroris serta Sara Agama di berbagai daerah yang saat ini mulai meluas.

Dengan tugas utamanya melindungi dan mencegah berbagai situasi yang berkembang saat ini. Mulai adanya gerakan teroris hingga sara Agama dan munculnya berbagai macam ideologi atau berbagai jenis kelompok Islam garis keras yang disinyalir akan merusak keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini seperti diungkapkan Nusron usai mengikuti Halaqoh Harlah GP Ansor ke-77 di Kantor NU Blitar, Sabtu kemarin.
Masjid Sunan Ampel dipadati kegiatan Iktikaf dan Likuran

Masjid Sunan Ampel dipadati kegiatan Iktikaf dan Likuran

Sekitar 14 ribu Muslim beriktikaf (berdiam diri di masjid untuk berzikir) di Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya pada setiap malam di bulan Ramadhan 1433 Hijriah.

"Alhamdulillah, jamaah yang datang setiap harinya sangat banyak. Masjid yang berkapasitas segitu selalu penuh setiap malamnya," ujar Ketua Takmir Masjid Agung Sunan Ampel, Muhammad Azmi, Senin.

Jumlah tersebut bisa dihitung dari jumlah shaf masjid yang mencapai 40 baris. Setiap barisnya bisa menampung 360 orang, sehingga jika dihitung total mencapai 14.400 umat.

Tidak hanya berasal dari dalam dan sekitar kota Surabaya, jamaah yang datang tidak sedikit yang berasal dari luar provinsi, luar pulau dan bahkan luar negeri.

Jamaah yang datang dari luar negeri, antara lain Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, China, dan beberapa negara lainnya.



ISNU Miliki Tantangan Sinergikan Beragama Potensi NU

ISNU Miliki Tantangan Sinergikan Beragama Potensi NU

DEPOK - Ketua Forum Alumni (Forluni) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Indonesia (UI), Alfanny menyampaikan sambutannya dalam acara Rapat Koordinasi IV pembentukan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Pengurus Cabang (PC) Kota Depok, pada tanggal 1 Agustus 2012, Pukul 16:30 s/d 19:00 WIB, di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Acara yang juga bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim antar anggota ISNU ini diakhiri dengan buka puasa bersama di bulan Ramadhan 1433 Hijriah.

Dalam sambutannya Alfanny memaparkan pentingnya ISNU menjadi representasi bagi berbagai elemen profesional Nahdlatul Ulama. Menurutnya ISNU merupakan badan otonom NU yang menjadi wadah berkumpul dan berhimpunnya para kader intelektual NU, yang saat ini tersebar di berbagai macam organisasi profesi maupun organisasi kemasyarakatan. Tersebarnya kader-kader intelektual NU tersebut jangan dianggap sebagai suatu kelemahan, tetapi harus dipandang sebagai kekuatan sosio-kultural NU yang sangat beranekaragam.
Yenny Wahid: Gus Dur adalah Penggerak

Yenny Wahid: Gus Dur adalah Penggerak

Gus Dur merupakan tokoh dan pemikir yang memiliki gagasan besar dan apa yang menjadi ide Gus Dur mampu menjadi inspirasi dan menggerakkan para pengikutnya untuk melanjutkan cita-cita besarnya.

Hal ini disampaikan oleh Yenny Wahid dalam bedah buku Dialog Peradaban; untuk Toleransi dan Perdamaian antara KH Abdurrahman Wahid dan Daisaku Ikeda yang diselenggarakan di gedung PBNU, Selasa (19/4).

Ia mengungkapkan banyak tokoh tidak bisa menjadi sebuah gagasan. Mereka hanya menjadi rezim saja, hanya memiliki kekuasaan dan kedudukan, tapi tak mampu memberi inspirasi dan menggerakkan. Ini berbeda dengan Gus Dur.

“Gus Dur adalah isme, yang memiliki sebuah pemikiran sendiri. Setelah beliau tidak ada, pemikirannya terus abadi, diperdebatkan, Ini adalah sebuah kekuatan yang dimiliki Gus Dur,” katanya.
PBNU Gelar Lokakarya Pengembangan Perguruan Tinggi NU

PBNU Gelar Lokakarya Pengembangan Perguruan Tinggi NU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Lokakarya Pembinaan Perguruan Tinggi NU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/8). Tema yang diambil, “Akselerasi Pengembangan Mutu dan Pembekalan Panduan Teknis bagi Perencanaan Perguruaan Tinggi (PT) NU ke depan”.

Lokakarya diikuti kurang lebih 200 utusan PTNU se-Indonesia, baik jajaran pimpinan PTNU yang sudah eksis maupun panitia pendirian PTNU baru. Turut hadir pula, jajaran PWNU terkait, PP Lajnah Pendidikan Tinggi NU (LPTNU), PP Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, dan PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU.



Gusdurian Siapkan Acara untuk Harlah Gus Dur

Gusdurian Siapkan Acara untuk Harlah Gus Dur

Jakarta - Forum Gusdurian Jakarta akan memperingati hari lahir (harlah) KH Abdurahman Wahid yang jatuh pada 4 Agustus. Kegiatan diadakan di sekretariat Wahid Institute, Matraman, Jakarta, Jumat (3/8), pukul 16.00 sore.

Menurut Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid, bulan Agustus ini, Forum Jumat Gusdurian cukup istimewa karena jatuh di bulan Ramadhan.



PBNU: Semoga Muslim Indonesia Lebih Bijak & Tidak Terpancing Isu SARA
di Rohingya

PBNU: Semoga Muslim Indonesia Lebih Bijak & Tidak Terpancing Isu SARA di Rohingya

Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras tragedi kemanusiaan yang menimpa minoritas muslim Rohingya di Myanmar. Selain mendesak pemerintah Indonesia untuk segera bertindak, ormas Islam terbesar ini mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing sejumlah isu provokatif yang dapat mengoyak keharmonisan bangsa.

“Apa yang terjadi di Timur Tengah atau di Asean jangan sampai mempengaruhi kebersamaan kita,” tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam jumpa pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (1/8).

Menurut Kang Said, langkah reaksioner yang berlebihan tidak akan menyelesaikan masalah. Keputusan untuk berjihad ke Myanmar atau membenci umat Budha di Indonesia jauh dari relevan. Sikap mengecam ketidakadilan harus ditunjukkan dengan cara-cara yang tepat.

“Kita tunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa kita bangsa toleran,” ujarnya.

Sejak awal, lanjutnya, bangsa Indonesia mampu hidup rukun dan damai meski ratusan suku bermukim di Tanah Air. Karena itu, ia berharap praktik kekerasan yang terjadi di Myanmar tak sampai mengotori suasana ini.

Hadir dalam kesempatan ini Ketua Umum ICRP Musdah Mulia, serta beberapa perwakilan kelompok Budhis di Indonesia, seperti Hikmahbudhi, STAB Dutavira, Magabudhi, Majelis Budhayana Indonesia, dan Patria.

Ketua Umum Hikmahbudhi Adi Kuriniawan berharap, sebagai ormas besar PBNU dapat mengajak masyarakat untuk bersikap secara positif dalam menghadapi tragedi Rohingya.

“Kami berharap isu ini tidak menjadi liar, sehingga menimbulkan polemik-polemik dalam negeri,” katanya. Sumber: NU Online

Kategori

Kategori