Bentuk Kegiatan Sufi

Bentuk Kegiatan Sufi

Apakah ajaran Sufi lainnya, bagaimana mereka melakukannya? Apa persoalan-persoalan khusus bagi yang ingin mempelajari gagasan-gagasan Sufi dari sumber yang mempunyai nama reputasi?

Kaum Sufi menyatakan, bahwa itulah suatu bentuk ilmu pengetahuan yang dapat dicapai manusia, dimana seperti suatu perintah untuk pelajaran skolastik, sebagaimana orang dewasa kepada bayi.

Sebagai contoh, perbandingan Al-Ghazali: "Seorang anak tidak memiliki ilmu pengetahuan yang nyata mengenai hasil-hasil yang dicapai oleh orang dewasa. Seorang dewasa biasa (awam) tidak dapat memahami hasil-hasil yang dicapai seorang terpelajar. Dalam cara yang sama, seorang terpelajar tidak dapat mengerti tentang pengalaman-pengalaman orang-orang suci yang selalu mendapat pencerahan, atau para Sufi."
Pesantren Tebuireng Peringati Satu Abad Wahid Hasyim

Pesantren Tebuireng Peringati Satu Abad Wahid Hasyim

Jombang, NU Online
Hingga pasca satu abad meninggalnya, gagasan besar dan pemikiran KH Abdul Wahid Hasyim dapat dirasakan bangsa Indonesia. Putra pendiri NU KH Hasyim Asy’ari itu dinilai memiliki segudang pemikiran mulai dari agama, negara, pendidikan, sosial-politik, serta wawasan kebangsaan dan ke-NU-an.

Salah seorang putra KH Wahid Hasyim, KH Salahuddin Wahid, mengatakan, menggali ulang pemikiran mantan menteri agama tersebut sangat tepat disaat kondisi bangsa sedang carut marut. "Jika dihitung penanggalan mulai 9 Juni 1914 hingga 9 Juni 2011 (dalam hijriyah.red), maka beliau meninggal sudah 100 tahun atau satu abad," kata Gus Solah usai menghadiri sarasehan budaya dalam rangka memperingati satu abad KH Abdul Wahid Hasyim di Tebuireng, Sabtu (14/5).
Gus Mus: Gus Dur itu Sederhana, Tak Punya Dompet

Gus Mus: Gus Dur itu Sederhana, Tak Punya Dompet

JAKARTA - Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri menyatakan, salah satu sikap dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang patut diteladani bangsa Indonesia adalah kesederhanaan. Kepribadian inilah yang menguatkan Gus Dur secara total melayani masyarakat tanpa menuntut pamrih apapun.

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini menyampaikannya dalam peringatan seribu hari wafatnya Gus Dur di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (27/6) malam. Ia didampingi, antara lain, oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Prof Dr Quraish Shihab, Mahfud MD, dan puluhan pejabat, kiai dan habaib dari berbagai daerah.

“Di seribu harinya Gus Dur ini saya ajak sampean semua yang mengaku cinta sama Gus Dur, ayo kita lawan gaya hidup hidup berlebih-lebihan di Tanah Air ini dengan gaya hidup sederhana,” pintanya.
PBNU Kembali Wacanakan Gelar Pahlawan Nasional bagi KH Wahab Chasbullah

PBNU Kembali Wacanakan Gelar Pahlawan Nasional bagi KH Wahab Chasbullah

JOMBANG - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera mengusulkan KH Wahab Chasbullah untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah Indonesia.

Salah satu pendiri dan penggerak NU ini dinilai layak menyandang gelar pahlawan karena berdirinya Indonesia salah satunya adalah atas jasa KH Wahab CHasbullah.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Ali saat menghadiri Haul ke 41 KH Wahab Chasbullah yang digelar Rabu (26/9) di halaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
Ki Enthus Ndalang dengan Seragam Banser

Ki Enthus Ndalang dengan Seragam Banser

JAKARTA - Pemandangan tak lazim mewarnai aksi panggung Ki Enthus Susmono saat mendalang pada peringatan seribu hari kewafatan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (26/9) malam. Kecuali blangkon, Ki Enthus bersama puluhan anggota timnya tak mengenakan pakaian adat Jawa melainkan seragam lengkap Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

“Nyuwun pangestune Gus, Kulo damel seragam Banser mubeng-mubeng (minta izin Gus, saya memakai seragam Banser berkeliling) untuk membela Islam Ahlussunnah wal Jama’ah,” tuturnya dalam dialog imajiner bersama Gus Dur.

“Ya, silakan aja. Lha wong gitu aja kok repot,” jawab Gus Dur seperti ditirukan Ki Enthus.
IPNU Jatim: Pentingnya Organisasi non-OSIS Atasi Tawuran

IPNU Jatim: Pentingnya Organisasi non-OSIS Atasi Tawuran

SURABAYA - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menilai tawuran antarpelajar di Jakarta yang menewaskan seorang pelajar SMAN 06 Jakarta (24/9) membuktikan organisasi siswa ekstra sekolah (OSES) yang non-OSIS (organisasi siswa intra sekolah) itu penting.

"Dunia pendidikan Indonesia kembali tercoreng, bukan prestasi dan capaian kejuaraan yang diraih, namun malah tawuran di Jakarta dan sebelumnya di Jateng dan Jatim," kata Ketua PW IPNU Jatim Imam Fadlli di Surabaya, Selasa.

Menurut dia, banyak pihak yang menyalahkan pihak sekolah sebagai institusi yang seharusnya mendidik siswa menjadi berkarakter dan berakhlaqul karimah, namun sebaliknya pelajar malah menjadi beringas ketika masih berseragam.
Gus Dur dan Kevisioneran Seorang Presiden

Gus Dur dan Kevisioneran Seorang Presiden

Inilah hal yang saya paling kagumi dari sosok Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) selaku Presiden, diantara kekaguman lain sebagai Kyai, Politikus, Pecinta Seni, dll. Gus Dur adalah orang yang visioner di berbagai bidang. Berkawan dengan sejumlah akademisi idealis dan teknokrat putih membuat beliau mendapat masukan jelas dan visioner bagi perjalanan bangsa. Sebagai presiden di masa transisi era diktatorianisme ke arah demokrasi, beliau sukses meletakkan dasar-dasar pembangunan Indonesia Demokratis dan berdaya saing yang sesungguhnya.

Berikut adalah sejumlah kevisioneran beliau dalam beberapa bidang, yang bisa kita ambil dari sejumlah Kepres dan Inpres yang beliau keluarkan.
Liga Muslim Dunia Minta Indonesia Kelola Website Anti Islamphobia

Liga Muslim Dunia Minta Indonesia Kelola Website Anti Islamphobia

MEKKAH - Liga Muslim Dunia meminta Indonesia membuat dan mengelola "website" Islam internasional untuk mengimbangi berkembangnya "Islamphobia" melalui media sosial, termasuk penayangan film semacam Innocence of Muslims di Youtube yang menghujat Nabi Muhammad SAW, dan memprovokasi kekerasan di seluruh jagat.

Permintaan itu disampaikan Sekjen Liga Muslim Dunia (Rabithoh Alam Islami) Abdullah bin Abdul Muhsin Al-Turki saat bertemu dengan Sekjen Kementerian Agama RI Bahrul Hayat dan Kepala Biro Hukum Kerja Sama Luar Negeri Mubarak di Mekkah, Arab Saudi, Selasa.
Buku Gus Dur: Sang Zahid, Resmi Diluncurkan

Buku Gus Dur: Sang Zahid, Resmi Diluncurkan

JAKARTA - Perkataan dan tindakan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang sering dianggap kontroversial, sebenarnya bisa dilacak dalam jejak sufisme.

KH Husein Muhammad sebagai seorang sahabat dan juga murid ketua Umum PBNU 1984-1999 mencoba menelisiknya dari sisi tersebut. Ia kemudian menuliskannya dalam buku Sang Zahid; Mengarungi Sufisme Gus Dur, diluncurkan dan dibedah di Wahid Institute, Jakarta, Selasa sore (25/9).

Menurut Husein di dalam kitab Ikbarul Ulama bi-Akhbaril Hukama, para ulama menceritakan berita-berita para hukama (filosof atau sufi) bahwa para tokoh besar yang mengubah dunia ternyata sampai pada sebuah puncak pemikirannya menyerukan al-wahdah wujud, Allah.
Mana Lebih Afdhal, Haji Kesekian Kali atau Bersedekah?

Mana Lebih Afdhal, Haji Kesekian Kali atau Bersedekah?

Seperti kita ketahui bersama bahwa haji merupakan salah satu rukun Islam, sebagaimana sholat dan zakat. Setiap orang yang sudah muslim yang mampu wajib melaksanakannya. Perhatikan Ali Imrah ayat 97 “…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. Haji sendiri fardhunya sekali dalam seumur hidup. Adapun haji selanjutnya sunnah hukumnya. Lantas lebih utama mana melaksanakan pengulangan dalam ibadah haji dengan amal atau shodaqah yang mempunyai fungsi sosial jauh lebih luas? semisal pembangunan madrasah, pembangunan jembatan atau mushalla.Memang banyak tipe manusia, bermacam rupa pola pikirnya. Ada yang telah mampu dan memenuhi syarat haji tetapi tidak juga melaksanakan kewajibannya. Ada yang –sebenarnya- belum memenuhi syarat dan belum mampu, tetapi memaksakan diri untuk melaksanakannya. Dan adalagi yang telah menunaikan haji tetapi merasa belum puas sehingga mengulang lagi melaksanakan haji untuk yang kedua kali atau yang kesekian kalinya.

Sedangkan orang yang berulang-ulang pergi haji juga bermacam-macam motifnya. Ada yang merasa haji pertamanya tidak sah sebab tidak memenuhi rukunnya, sehingga memerlukan pergi haji lagi guna mengqadhanya. Ada pula haji yang kedua untuk menghajikan kedua orang tuanya. Ada pula yang beralasan kurang puas dengan haji yang pertama. Jika alasannya ‘puas-tidak puas’ tentunya ini berhubungan dengan kemantapan di hati. Entah merasa kurang khusu’ atau memang merasa ketagihan dengan pengalaman bathin ketika haji pertama. Memang perlu dicatat banyak sekali haduts yang menerangkan keutamaan haji misalnya:
Gus Nuril: Pancasila Hanya Dimaknai Secara Seremonial

Gus Nuril: Pancasila Hanya Dimaknai Secara Seremonial

Budayawan yang juga pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang, KH Nuril Arifin, yang akrab disapa Gus Nuril, menyatakan bahwa selama ini Pancasila hanya dimaknai secara seremonial dan belum mengakar di hati bangsa Indonesia.

"Termasuk pada 1 Juni mendatang yang diperingati sebagai Hari Lahirnya Pancasila, hanya akan bersifat seremonial semacam itu," katanya di Semarang, Sabtu, saat merefleksikan Peringatan Hari Lahir Pancasila, setiap 1 Juni.

Menurut dia, bangsa Indonesia, mulai dari rakyat hingga pemimpinnya banyak yang justru "mengkhianati" Pancasila. "Dalam berbagai aspek kehidupan justru tidak sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila."

Ia mencontohkan dari kalangan rakyatnya, Pancasila seperti dilupakan seiring kian sulitnya kehidupan ekonomi yang mereka hadapi, semakin banyak beban hidup yang dipikul, sementara peluang mendapatkan lapangan kerja kian sempit.

"Kondisi ekonomi yang menjepit itu akhirnya memaksa rakyat melakukan tindakan yang salah demi mempertahankan hidup, seperti merampok dan menjambret. Mengapa? Karena pemerintah `memaksa` rakyat berbuat semacam itu," katanya.

Pemerintah, kata dia, tak mampu memenuhi prasyarat hidup yang layak bagi rakyat, tak mampu menyediakan lapangan kerja memadai, dan sekarang ini banyak perusahaan yang memilih menerapkan sistem tenaga kerja kontrak.

"Sistem tenaga kerja kontrak ini bersifat kapitalis, karena rakyat jadi tidak merasa terjamin masa depannya. Akhirnya, jangankan Pancasila, nilai agama pun `ditinggalkan`," kata Gus Nuril yang mantan Panglima Laskar Berani Mati membela Gus Dur itu.

Selain itu, ia juga menyoroti penegakan hukum di Indonesia.
PP IPPNU Gelar Prakongres di Sidoarjo

PP IPPNU Gelar Prakongres di Sidoarjo

JAKARTA - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) akan memulai rangkaian kegiatan prakongres dalam rangka menyambut pelaksanaan kongres di Palembang nanti. Prakongres ini rencananya diadakan pada 6-7 Oktober 2012 di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Prakongres ini diisi dengan sedikitnya tiga agenda,” kata Farida Farichah, Direktur Rumah Pelajar yang digerakkan IPPNU kepada NU Online di muka kantor PP IPPNU lantai enam Gedung PBNU, jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (24/9) petang.

Pertama, kita akan membahas bahan-bahan untuk kongres nanti, tambah Farida. Kedua, rakornas KKP, Korps Kepanduan Putri. KKP ini semacam badan semi otonom dalam tubuh IPPNU. Ketiga, membahas perincian materi kaderisasi IPPNU di tingkat bawah.
Gus Nizam, Pelantun Syiir Tanpo Waton Akan Hadir di 1000 Hari Wafatnya
Gus Dur

Gus Nizam, Pelantun Syiir Tanpo Waton Akan Hadir di 1000 Hari Wafatnya Gus Dur

JOMBANG - Pesantren Tebuireng, bakal menggelar peringatan 1000 hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kegiatan yang digelar 27 hingga 29 mendatang bakal menghadirkan KH Moh Nizam Ashhofa pelantun sekaligus pencipta Syiir “Tanpo Waton” yang lebih dikenal dengan Syiir Gus Dur.

" Panitia sudah menghubungi beliau (Gus Nizam), insyaallah beliaunya siap hadir,"ujar Lukman Hakim ketua Panitia saat ditemui disela sela persiapan di PP Tebuireng kemarin.

KH Moh Nizam Ashhofa, yang biasa di kenal dengan Gus Nizam adalah pengasuh Pesantren Darul Shofa Wal Wafa Desa Tanggul Simoketawang,Wonoayu Krian Sidoarjo. Gus Nizam merupakan cucu dari guru mursyid tarekat (almarhum) Hadhratus as-Syaikh al-Mukarram KH. Sahlan Thalib, Krian, Sidoarjo.
Konfercab PCNU Kota Malang di UIN Maliki

Konfercab PCNU Kota Malang di UIN Maliki

Konferensi Cabang (Konfercab) ke-13 Nahdlatul Ulama Kota Malang digelar di area kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Malang selama 2 hari, Sabtu hingga Ahad malam (7-8/5). Konfercab kali ini sengaja digelar di kampus untuk semakin mendekatkan NU dengan perguruan tinggi.

“Biasanya kegiatan-kegiatan NU seperti Konfercab diadakan di pesantren. Sekarang ini diadakan di kampus, karena sudah waktunya NU lebih fokus pada kaderisasi di perguruan tinggi,” kata H Badruddun, panitia seksi acara ditemui NU Online di sela persiapan acara.
Mahfud MD Apresiasi PBNU Suarakan Anti Korupsi

Mahfud MD Apresiasi PBNU Suarakan Anti Korupsi

Jakarta, NU Online
Kasus korupsi yang terus terjadi di negeri ini sudah dalam taraf membahayakan. Tindakan kriminal yang menggerogoti uang Negara ini tidak bisa dibiarkan dan gerakan anti korupsi harus selalu disuarakan.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Mahkamah Konstitusi RI Mahfudz MD dalam Seminar Anti Korupsi dalam rangka Harlah NU ke-88 di Gedung PBNU, Kamis, 26 Mei 2011.

“Sampai hari ini banyak kasus korupsi yang jelas faktanya namun sulit dibuktikan. Kalaupun ada, tidak banyak yang berteriak menentang korupsi. Saya bangga PBNU dengan tegas menyuarakan anti korupsi, sehingga menambah nafas banyak orang untuk meneriakkan anti korupsi,” lanjut Mahfud.

Mahfud juga menyatakan bahwa teori untuk memberantas korupsi juga sudah dikeluarkan namun belum banyak diimplementasikan. “Stok teori memberantas korupsi sudah habis di gudang, maka sekarang kita harus terus menerus meneriakkan gerakan anti korupsi ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, hadir pula anggota Badan Pemeriksa Keuangan RI Ali Masykur Musa yang juga menjelaskan bagaimana sulitnya mengungkap dan membongkar kasus korupsi yang terus terjadi di Indonesia.
Harlah Besar-besaran NU untuk Respon Peristiwa Penting

Harlah Besar-besaran NU untuk Respon Peristiwa Penting

Setiap tahun, NU memperingati hari lahirnya, tetapi tidak setiap tahun, harlah tersebut dirayakan secara besar-besaran. Hal ini tentu menjadi pertanyaan dari publik mengenai alasan penyelenggaraan harlah secara besar-besara.

Ketua Panitia Harlah H As’as Said Ali menjelaskan harlah kali ini merupakan respons terhadap perkembangan situasi nasional dan internasional. Secara internasional belakangan ini di berbagai kawasan, khususnya di Negara-negara Islam seperti di Pakistan, Negara-negara Afrika Utara, Timur Tengah, terjadi kekerasan-kekerasan, bom bunuh diri sebagai bagian dari terorisme mengatasnamakan agama, makin merebaknya gerakan radikal, gerakan reformasi politik yang banyak menimbulkan korban di beberapa Negara.
Ribuan Nahdliyin Padati Pengajian dan Peringatan 1000 Hari Gus Dur

Ribuan Nahdliyin Padati Pengajian dan Peringatan 1000 Hari Gus Dur

DEMAK - Demak, NU Online
Ribuan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru di kabupaten Demak dan sekitarnya Sabtu (22/9) tadi malam menghadiri tahlil umum dan pengajian kebangsaan dalam rangka memperingati 1000 hari wafatnya presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Kegiatan diselenggarakan Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) kecamatan Demak Kota di Serambi Masjid Agung Demak.

Ketua MWCNU Demak Kota K Yatin Ch ditengah tengah acara kepada NU Online mengatakan, kegiatan dimaksudkan untuk mengenang sang guru bangsa yang juga tokoh yang sangat disegani di kalangan para kiai dan tokoh masyarakat lainnya. Menurutnya, warga NU merasa seakan Gus Dur belum wafat dan masih hidup.
Mengenal Majalah Lama 'Oetoesan Nahdlatul Oelama'

Mengenal Majalah Lama 'Oetoesan Nahdlatul Oelama'

Majalah Oetoesan Nahdlatoel Oelama diterbitkan Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (PBNU), terbit sebulan sekali. Pada nomor pertama di tahun pertama terbit, majalah ini tidak menjancantumkan tahun dan bulan terbit.

Pada tahun pertama, majalah ini terbit duabelas nomor. Di terbitan nomor pertama tahun kedua, majalah ini baru mencantumkan bulan dan tahun terbit, yakni bulan Rajab 1348. Dari keterangan ini, dapat diketahui terbitan pertama majalah ini dimulai pada bulan Rajab tahun 1347, bertepatan dengan bulan Januari 1928. Majalah ini beralamatkan jalan Bubutan Gang 1 Surabaya, Jawa Timur.

Sebagaimana tertulis pada pengantar No 1 Tahun I, terbitan Oetoesan Nahdlatoel Oelama adalah usulan bahwa NU seyogyanya tidak hanya menerbitkan majalah Swara Nahdlatoel Oelama yang berhuruf Pego dan berbahasa Jawa, namun menerbitkan majalah berbahasa Melayu dan berhuruf latin. Dalam pengantar juga disebutkan bahwa majalah ini agar dibaca oleh kalangan Islam di luar masyarakat pesantren, bahkan kalangan di luar.
HIPSI Teruskan Model Berdakwah dengan Berwirausaha

HIPSI Teruskan Model Berdakwah dengan Berwirausaha

CIREBON - Cirebon, NU Online
HIPSI atau Himpunan Pengusaha Santri Indonesia, sebuah lembaga yang dibentuk di bawah Rabithah al-Ma'ahid al-Islamiyyah (RMI) atau asosiasi pesantren se-Indonesia, menempuh jalur dakwah lewat jalur wirausaha. Menurut HIPSI, nilai-nilai kejujuran dan kerja keras bisa didakwahkan lewat entrepreneurship.

Demikian disampaikan Mohammad Gozali, Ketua Umum HIPSI, di sela Munas-Konbes NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Senin (17/9) lalu.

“Dakwah selalu diidentikkan dengan penyampaian ajaran Islam lewat kata-kata di forum-forum pengajian atau di tempat-tempat ibadah. Padahal Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah lewat berbagai media yang hasilnya juga tak kalah efektif dibandingkan dengan kata-kata, yakni "bilhal" atau perbuatan, khususnya perdagangan,” katanya.
PCNU Karawang Istiqomah Gelar Munadzarah

PCNU Karawang Istiqomah Gelar Munadzarah

Karawang, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karawang adalah salah satu cabang NU yang bisa dijadikan teladan dalam masalah aktivitas-aktivitas ilmiah keagamaan. PCNU Karawang telah menggelar kajian ilmiah (munadzarah) keagamaan sejak tahun 1950 dan terus berlanjut hingga saat ini.

Demikian terungkap dalam kunjungan perwakilan PBNU ke acara munadzarah PCNU Karawang, Senin (30/5) malam. Munadzarah ini diselenggarakan setiap malam Selama di Majlis Ta'lim At-Taubah, Jl. KH Ahmad Dahlan Kauman belakang Masjid Agung Karawang.
PCNU Pati Adakan Turba

PCNU Pati Adakan Turba

Sejak bulan April, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan badan otonom  kabupaten Pati mengadakan kunjungan silaturrahim ke pengurus Majelis Wakil Cabang di wilayahnya.

Kegiatan yang bertajuk turba (turun ke bawah) itu, PCNU mengunjungi 21 pengurus MWC secara bergiliran waktunya. Berbagai informasi perkembangan NU dan dinamika masyarakat kabupaten Pati serta penyerapan aspirasi pengurus NU di tingkat MWC maupun ranting NU, menjadi agenda turba.

Ketua PCNU Pati KH Imam Shofwan mengatakan kegiatan turba ini merupakan program rutin tahunan untuk menjalin silaturrahim dan komunikasi PCNU dengan MWC dan Ranting se kabupaten Pati. 
Makruh Berbusana Hitam ketika Melayat

Makruh Berbusana Hitam ketika Melayat

Tidak semua tradisi sejalan dengan tuntunan syariah. Hal ini bisa karena keberadaan tradisi yang mendahului syari’ah dan belum ada usaha pelurusan terhadapnya, seperti tradisi tumbal dan sesajen. Atau bisa juga tradisi tidak sejalan dengan syariah karena kehadirannya sebagai entitas baru hasil dari keterpengaruhan berbagai kebudayaan seperti halnya kebiasaan berbaju hitam ketika berta’ziyah.

Kebanyakan masyarakat kota selalu menggunakan berbusana hitam ketika melayat sanak saudara yang terkena musibah. Hal ini mereka lakukan dengan tujuan menunjukkan rasa belasungkawa. Warna hitam dalam konteks kematian bermakna kesusahan. Hanya saja disayangkan pemahaman ini seolah berubah menjadi sebuah aturan tak tertulis bahwa barang siapa berta’ziyah harus memakai busana serba hitam. Padahal yang demikian ini kurang sesuai dengan tuntunan syariah.
Munas NU: Haram Memilih Pemimpin Yang Gagal

Munas NU: Haram Memilih Pemimpin Yang Gagal

CIREBON - Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2012 menegaskan hukum haram untuk pemilihan calon pemimpin yang mengabaikan kepentingan rakyat secara umum, cenderung memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi, dan gagal dalam melaksanakan tugas sebelumnya.

Keputusan tersebut dibacakan Sekretaris Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi’iyah KH Arwani Faishal dalam sidang pleno terakhir Munas dan Konbes NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Senin (17/9). Sidang dikuti sedikitnya 600 peserta dari unsur pengurus NU dan ulama-ulama nonstruktural.
Mustasyar PCNU Probolinggo: Mari Meramaikan Musholla

Mustasyar PCNU Probolinggo: Mari Meramaikan Musholla

PROBOLINGGO - Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Selasa (18/9) lalu meresmikan Musholla Raudhatul Hasaniyah di Desa Patemon Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo. Peresmian musholla tersebut ditandai dengan pengguntingan pita di pintu masuk musholla tersebut.

Peresmian tersebut dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan H. Nasrullah Achmad Suja’i, Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH. Munir Kholili, segenap jajaran Muspika Krejengan, kepala desa dan perangkat desa se Kecamatan Krejengan, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
BPIH 2011

BPIH 2011

Jakarta, NU Online

Panja Komisi VIII DPR RI mulaimembahas setoran awal BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) atau (indirect cost). Seperti diketahui, Kementerian Agama RI mengusulkan komponen BPIH yang harus dibayarkan oleh calon jemaah haji (direct cost) sebesar 3.847 dolar, sedangkan usulan penggunaan hasil optimalisasi setoran awal (indirect cost) sebesar Rp 1.051.150.554.139 yang diperuntukan bagi empat komponen biaya operasional haji.


Demikian disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Kadir Karding dalam rapat dengar pendapat dengan asosisasi haji Indonesia di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (14/6). Selain itu DPR juga mempertanyakan 48 temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyelenggaraan haji, karena yang baru diselesaikan sebanyak 38 temuan.
Lagi, Kegiatan Munas - Muktamar Hendaknya di Desa

Lagi, Kegiatan Munas - Muktamar Hendaknya di Desa

CIREBON - Kegiatan-kegiatan Nahdlatul Ulama tingkat nasional harus diselenggarakan di desa karena di situlah NU berada. Hal itu mengemuka dalam penelusuran NU Online ketika menghimpun aspirasi peserta Munas dan Konbes di Cirebon lalu.

“Bagi saya, kegiatan NU di desa itu satu pemberdayaan sangat cocok sebagai upaya membumikan program NU di desa, di pesisir-pesisir. Itu sangat bagus!” ujar Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Utara, H Halis Domu.

“Ngapain kita membikin kegiatan di kota?” tanyanya.
Pahami NU Lebih dari Sekedar Gerakan Kultural

Pahami NU Lebih dari Sekedar Gerakan Kultural

CIREBON - Kekuatan kultural keislaman yang mengakar di masyarakat merupakan keunggulan Nahdlatul Ulama (NU). Namun NU sesungguhnya harus lebih dipahami dari sekedar gerakan kultural.

NU merupakan gerakan kultural sekaligus gerakan struktural. Kedua gerakan tersebut harus disinergikan dengan baik.

Demikian diutarakan oleh Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi kepada NU Online di sela-sela mengikuti Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin.
Pesantren Sebagai Pusat Kebudayaan

Pesantren Sebagai Pusat Kebudayaan

Hampir keseluruhan pengembangan kebudayaan, terutama pendidikan dijalankan oleh pesantren. Pesantren merupakan kelanjutan sistem pendidikan lama yang telah berkembang sejak masa Hindu dan Budha.

Demikian dikatakan budayawan Abdul Mun’im DZ dalam Lokakarya Pengembangan Seni Budaya dan Perfilman yang diselenggarakan oleh Dirjen Nilai Budaya, Seni dan Film Kementerian Budpar (6/4) di Hotel Sari Pan Pacifik Jakarta.

Pembicara lain budayawan Bisri Effendi dan Acep Zamnzam Noor, penyair dari pesantren Cipasung, tasikmalaya, Jawa Barat. Lokakarya dihadiri oleh para pengggiat seni budaya di Jakarta.
Arab Saudi Belum Kabulkan Tambahan Kuota Haji

Arab Saudi Belum Kabulkan Tambahan Kuota Haji

AMBON - Pemerintah Arab Saudi sampai hari ini belum mengabulkan usulan penambahan kuota jamaah calon haji (JCH) yang diajukan Kementerian Agama, sehingga ikut mempengaruhi penambahan kuota JCH di daerah termasuk Maluku, kata Ketua DPRD Maluku, Fatani Sohilauw.

"Kita bisa memperjuangkan penambahan kuota calon jamaah ke pemerintah pusat, tapi kalau belum ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi maka rencana seperti ini tidak bisa terealisasi," kata Fatani Sohilauw dalam rapat paripurna dewan untuk penutupan masa sidang ke-III dan pembukaan masa sidang pertama tahun sidang 2012/2013, di Ambon, Senin.

Sejak beberapa waktu lalu, Badan Urusan Haji, Kementerian Agama RI telah mengusulkan tambahan kuota 30.000 calon jamaah mengingat semakin banyaknya jumlah calon jamaah yang mendaftar dan masuk daftar tunggu.
Hasil Seleksi Beasiswa PBNU ke Arab Saudi

Hasil Seleksi Beasiswa PBNU ke Arab Saudi

JAKARTA - Biro beasiswa luar negeri PBNU telah menyelesaikan tahap seleksi administratif untuk program beasiswa dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi tahun ajaran 2013/2014.

Berikut ini nama-nama calon mahasiswa/i dari Indonesia, khususnya kader-kader Nahdlatul Ulama yang lolos seleksi administratif:
Inilah Hasil & Rekomendasi Munas NU 2012

Inilah Hasil & Rekomendasi Munas NU 2012

CIREBON - Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) sudah menghasilkan beberapa rekomendasi. Rekomendasi-rekomendasi yang terkait dengan berbagai masalah bangsa ini juga sudah diberikan kepada Presiden SBY. Keempat rekomendasi yang ditetapkan pada Senin (17/9) tersebut antara lain;
A. Politik dan Persoalan Korupsi

Upaya-upaya penanggulangan korupsi yang dilakukan oleh pemerintah sampai saat ini belum berjalan dengan baik, karena aparatur yang bertugas untuk itu yaitu kepolisian dan kejaksaan, tidak menunjukkan keseriusan. Ketidakseriusan ini hanya dapat diatasi oleh lembaga yang berada di atas keduanya, yaitu Presiden. Presiden juga harus bertindak tegas terhadap aparat pemerintahan di bawahnya yang terlibat korupsi.
Liputan Bedah Buku "Sang Zahid" di Arena Munas NU 2012

Liputan Bedah Buku "Sang Zahid" di Arena Munas NU 2012

CIREBON - Ketika Jalaluddin Rumi meninggal, kucing di rumahnya terlihat sedih berhari-hari, dan lalu meninggal pula. Ketika KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) wafat, juga demikian, beberapa hari kemudian kucing di rumahnya meninggal, kata Kiai Husein Muhammad.

Dalam acara bedah bukunya yang berjudul “Sang Zahid: Mengarungi Sufisme Gus Dur” yang diselenggarakan Intelektual Muhajirin NU (IMNU) Cirebon, di Yayasan Khatulistiwa Kempek, Ahad (16/9), ia membandingkan Gus Dur dengan Jalaluddin Rumi.

Kiai Husein mengatakan, situasi yang sosial politik yang melingkupi saat wafatnya wali besar Jalaluddin Rumi, dimana waktu itu banyak konflik, dimana keragaman terus diperjuangkan, tetapi konflik sosial juga sangat rawan. Ini sama persis dengan situasi sosial politik di saat Gus Dur wafat.
Mendikbud Dukung Pendirian Universitas Nahdlatul Ulama

Mendikbud Dukung Pendirian Universitas Nahdlatul Ulama

CIREBON - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Mohammad Nuh mengapresiasi perjuangan PBNU untuk mendirikan sejumlah Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di Indonesia. Demi kemajuan pendidikan Tanah Air, pihaknya berjanji akan mendukung proses tersebut.

Dukungan disampaikan dalam Ceramah dan Dialog bersama Mendikbud pada Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Ahad (16/9) malam. Forum yang dihadiri Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj ini diikuti ratusan peserta Munas yang terdiri dari pengurus NU dan ulama-ulama nonstruktural.

Nuh mengatakan, keinginan NU mendirikan perguruan tinggi (PT) merupakan bentuk kerinduan yang wajar karena hingga sekarang jumlah PT ormas Islam terbesar ini masih belum banyak.
PCNU Sukoharjo Imbau Pemkab Tidak Fasilitasi Organisasi Radikal

PCNU Sukoharjo Imbau Pemkab Tidak Fasilitasi Organisasi Radikal

SUKOHARJO - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo menhimbau kepada pemerintah daerah untuk tidak memfasilitasi kelompok radikal.

“Contohnya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat Kabupaten dan kota, tidak sedikit pengurusnya berasal dari kelompok Islam radikal. Bukan hanya itu, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) daerah, juga berasal dari kleompok radikal,” papar Ketua PCNU Sukoharjo, M. Nagib Sutarno, saat memimpin rapat pleno PC NU Sukoharjo, Minggu malam (16/9).

Terlibatnya kelompok Islam radikal di beberapa institusi keagamaan dan sosial itu, diduga ada beberapa penyebab. pertama Muspida (Bupati, Wakil Bupati, Kepolisian dan Kodim) belum memahami peta kondisi sosial keagamaan di masyarakat. Contoh kasus, selama dua tahun belakangan ini Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Sukoharjo mengisi pengajian penghantar buka puasa di radio siaran pemerintah daerah (RSPD). Setelah diprotes oleh NU, baru pihak pemerintah sadar bahwa, visi misi HTI bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
PBNU Diminta Tim Khusus Perundang-undangan (Qanuniyah)

PBNU Diminta Tim Khusus Perundang-undangan (Qanuniyah)

CIREBON - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diminta membentuk tim khusus yang menangani persoalan perundang-undangan untuk mengawal keberpihakan peraturan kepada rakyat. Tugasnya, di antaranya, mengkritisi UU bermasalah atau implementasinya oleh aparat yang tidak tepat.

Usulan ini disampaikan salah satu peserta Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qanuniyah, Zaini Rahmat, pada Munas Alim Ulama NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Ahad (16/9).
Pemerintah Segera Kaji Hasil Rekomendasi Munas NU 2012

Pemerintah Segera Kaji Hasil Rekomendasi Munas NU 2012

CIREBON - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pengarahannya dalam penutupan Munas dan Konbes NU di Pesantren Kempek, Cirebon Jawa Barat, pada Senin (17/9) siang mengakui mendapatkan penjelasan dari yang mengikuti, menyangkut isu-su fundamental yang dibahas dalam Munas dan Konbes Alim Ulama NU ini.

"Saya juga mendapatkan informasi, dari rekomendasi, yang diserahkan kepada saya selaku presiden. Di mana dalam Munas dan Konbes ini, telah dengan penuh kepedulian, tanggung jawab, ikhtiar dan solusi, termasuk yang dihadapi bangsa sedunia. Untuk itu saya bertrima kasih pada Munas Nu ini," ujar Presiden.
Ribuan Nahdliyin Padati Munas di Hari Terakhir

Ribuan Nahdliyin Padati Munas di Hari Terakhir

CIREBON - Ketika matahari sepenggalah, pesantren Kempek dibanjiri ribuan warga wilayah tiga Cirebon, yaitu Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan. Mereka ingin menghadiri hari terakhir Musayawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang berlangsung sejak Sabtu, (14/9).

Hari terakhir Munas dan Konbes tersebut, dihadiri Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, yang semula dijadwalkan pada pembukaan. Ia akan menyampaikan pidato bertempat di gelanggang olah raga Pesantren Kempek.

Rata-rata, di samping ingin bertemu kiai, warga ingin melihat SBY. Tapi banyak warga yang keinginanannya tidak kesampaian karena sepanjang jalan sudah dipagari Banser, tentara dan pasukan pengaman presiden.
PWNU Jawa Timur Usulkan Pembangunan Aswaja Center Nusantara

PWNU Jawa Timur Usulkan Pembangunan Aswaja Center Nusantara

CIREBON - Konflik antarormas Islam yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian penting bagi Pengurus Wilayah (PWNU) Jawa Timur. Peristiwa sengketa agama di Sampang, antara pengikut Syiah dan warga Nahdliyyin merupakan contohnya.

Dari sudut pandang ini, PWNU Jatim mengkampanyekan penguatan kader di tingkat pengurus struktural dan kader NU. Hal ini disampaikan oleh KH. Idrus Ramli, Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Jember, Jawa Timur, Ahad (16/9) di agenda Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU, di Pesantren Kempek, Cirebon.
NU Kembali Tegaskan Kefinalan Dasar Negara

NU Kembali Tegaskan Kefinalan Dasar Negara

Cirebon, NU Online Nahdlatul Ulama kembali menegaskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang sudah final.

Hal itu mengemuka pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama di komisi Komisi Bahtsul Masail Diniyah -Maudlu’iyah, di Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat.

Katib Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir sebagai narasumber memaparkan makalah “Negara Pancasila dalam Perspektif Islam.”

Menurutnya, dalam pandangan Islam, sistem pemerintahan masuk dalam kategori wasilah (media), bukan ghayah (tujuan). Sedangkan apa yang masuk dalam kategori ghayah adalah ditegakkannya kesejahteraan dan kemakmuran yang berkeadilan dan berketuhanan.

”Karenanya menjadi masuk akal jika dalam teks wahyu, sistem pemerintahan itu tidak disebutkan secara tersurat dan terperinci. Sebaliknya, teks wahyu banyak berbicara dalam soal negara dan pemerintahan ini secara makro dan universal.”

Hal ini, sambung Kiai Afifi, seperti tercermin dalam prinsip-prinsip umum tentang syura (permusyawaratan), ’adalah (keadilan), musawat (persamaan), dan hurriyyah (kebebasan).

“Kalau begitu, maka negara yang menjadikan Pancasila sebagai dasar negaranya, tidak menjadi persoalan. Meski negara Indonesia bukanlah negara Islam, tetap sah menurut Islam.”

Dalam muktamar NU di Situbondo, sambung Kiai Afif, Pancasila bukanlah agama dan tidak bisa menjadi acuan dalam beragama. Dengan kata lain Pacasila bukanlah syariat. Atau sebaliknya.

Para alim ulama dari seluruh Indonesia menyepakati apa yang dipaparkan narasumber. Misalnya KH Cecep dari Jawa Barat. “Sepakat,” ujarnya “kita tidak perlu mendirikan negara Islam. Tapi cukup dengan negara Pancasila.

KH Imran dari Sumatera Selatan menyatakan hal serupa. “Pada intinya, kami dari Sumsel setuju dengan apa yang disampaikan beliau. Mohon keputusan yang diampil sesuai dengan syar’i. Sumber: NU Online
NU Desak UU Migas dan Minerba Segera direvisi

NU Desak UU Migas dan Minerba Segera direvisi

CIREBON - Cirebon, NU Online Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 menilai, UU No 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) dan UU No 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) bertentangan dengan semangat Islam dan falsafah hidup negara Indonesia. Karena itu, forum mendesak kedua UU ini segera direvisi.
!--more--Pasal-pasal yang dikritisi menyangkut unsur liberalisasi yang membuat negara kehilangan kedaulatan atas kekayaan alam dalam negeri. Banyaknya intervensi kepentingan asing dalam Migas dan Minerba menjadikan Indonesia melenceng dari ketentuan pada UUD 1945 Pasal 33 ayat 3.

Kesimpulan ini mengemuka dalam bahtsul masail Diniyah Qanuniyah (pembahasan masalah perundangan) Munas Alim Ulama di Cirebon, Ahad (16/9). Menurut forum, pandangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan baik secara doktrin maupun sejarah umat Islam.

Mayoritas peserta mengambil analogi kebijakan Khalifah Umar bin Khattab dalam mengelola kekayaan negara, di samping kutipan ayat, hadits dan pendapat ulama tentang ini. Sehingga, empat pasal dalam UU Migas dan delapan pasal dalam UU Minerba disimpulkan melanggar sprit ajaran Islam.

“Ajaran yang dapat kita petik dari Khalifah Umar bahwa khalifah (pemerintah) harus menjadi pemegang otoritas dalam kontra-kontrak yang menyangkut kepentingan orang banyak,” jelas KH Hasyim Abbas diamini seluruh peserta.
Nusron: Warga Banten Harus Waspada terhadap NII

Nusron: Warga Banten Harus Waspada terhadap NII

Pandeglang, NU Online
Semakin resah dengan adaanya Negara Islam Indo­nesia (NII) yang merupakan gerakan ra­dikalisme untuk memecah Ne­gara Kesatuan Republik Indo­nesia (NKRI) dan umat Islam Indonesia. Oleh karena itu, muslim Indo­nesia harus bersatu untuk meng­ikisnya, juga paham-paham radikalisme lainnya yang ber­kembang di Indonesia. Khususunya para in yang ada di Wilayah Banten ini diharapkan selalu was pada dengan gerakan NII

Pernyataan tersebut disam­paikan Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid seusai konsolidasi de­ngan GP Ansor Pandeglang dan pelantikan lima PAC GP Ansor di Perguruan Annidzo­miyah, Jaha, Kecamatan Labuan, Sabtu (11/6) lalu. PAC yang dilantik adalah Labuan, Menes, Patia, Sukaresmi, dan Carita.
Gelar Pentas Musik, Santri Ciganjur Doakan Gus Dur

Gelar Pentas Musik, Santri Ciganjur Doakan Gus Dur

Jakarta, NU Online
Untuk menyambung tali silaturrahim dengan komunitas-komunitas lain, khususnya para musisi jalanan, para santri Pesantren Ciganjur mengadakan Pegelaran Musik Anak Bangsa. Untuk semakin menyemarakan pagelaran, acara pertunjukan musik ini digelar bersamaan dengan nonton bareng.

Sebagai ciri khas dunia pesantren, para santri tidak lupa mengelar acara doa bersama. Maka acara pagelaran musik pun diawali dengan bacaan tahlil dan istighotsah.
Penyerangan Yapi Tak Terkait NU

Penyerangan Yapi Tak Terkait NU

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH Shonhaji Abdusshomad menyatakan, penyerangan yang dilakukan massa tak dikenal ke kompleks Yayasan Pondok Pesantren Islam (Yapi) tidak ada kaitannya dengan NU.

"Insiden itu sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan NU," katanya di sela sela pertemuan di kompleks Yapi, Desa Kenep, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (15/2/2011) sore.

Ia mengungkapkan keprihatinannya atas insiden yang mengakibatkan empat santri Yapi dan dua penjaga pondok mengalami luka serius pada bagian kepala itu.

"Kami meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelakunya," katanya.
Apa itu 'Khittah NU'?

Apa itu 'Khittah NU'?

oleh Nur Kholik Ridwan *)

Kata khittah berasal dari akar kata khaththa, yang bermakna menulis dan merencanakan. Kata khiththah kemudian bermakna garis dan thariqah (jalan)”.

Kata khiththah ini sangat dikenal kalangan masyarakat Nahdliyin, terutama sejak tahun 1984. Pada tahun 1984 itu, NU menyelenggarakan Muktamar ke-27 di Situbondo. Muktamarin berhasil memformulasikan garis-garis perjuangan NU yang sudah lama ada ke dalam formulasi yang disebut sebagai “Khittah NU”. Sekarang, kata ini telah umum dipakai, tidak sebatas komunitas NU. Penggunaan maknanya mengacu pada prinsip, dasar ataupun pokok.

Sebagai formulasi yang kemudian menjadi rumusan “Khittah NU”, maka tahun 1984 bukan tahun kelahirannya. Kelahiran khittah NU sebagai garis, nilai-nilai, dan jalan perjuangan, ada bersamaan dengan tradisi dan nilai-nilai di pesantren dan masyarakat NU. Keberadaannya jauh sebelum tahun 1984, bahkan juga sebelum NU berdiri sekalipun dalam bentuk tradisi turun temurun dan melekat secara oral dan akhlak.
Ketua Umum PBNU Cek Ulang Kesiapan Lokasi Munas

Ketua Umum PBNU Cek Ulang Kesiapan Lokasi Munas

CIREBON - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pagi ini berkeliling ke berbagai lokasi yang menjadi arena munas untuk melihat kesiapannya dalam menyambut para pengurus NU dan ulama yang akan mengikuti acara.

Beberapa lokasi yang diperiksa adalah sekratariat panitia, untuk melihat kesiapan registrasi peserta, ruang konsumsi, ruang sidang komisi serta ruang penginapan peserta. Kepada panitia, ia menanyakan berbagai hal tentang kesiapan mereka. Rasa puas terpancar di wajahnya mengingat kerja keras panitia dan santri dalam persiapan ternyata tidak sia-sia.
Pesantren Kempek Cirebon Siap Sambut Para Peserta Munas & Konbes NU

Pesantren Kempek Cirebon Siap Sambut Para Peserta Munas & Konbes NU

CIREBON - Salah seorang pengasuh pengsuh pondok pesantren Kempek-Cirebon KH Ja’far Aqil Siroj, mengucapkan selamat datang kepada para pesarta Musyarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2012.



Assalmu ’alaikum warahmatullahi wabaokatuh

Saya sebagai shohibul bait mengucapkan selamat datang kepada para musyawirin. Marhaban, ahlan wa syahlan.

Kami ucapkan selamat datang. Juga saya menyampaikan mohon maaf, apabila, ya pasti banyak hal yang kurang berkenan dari segi pelayanan panitia; dari kulemna (tidur), tuangna (makan), terus ibakna (mandi), ka cai (toilet). Banyak hal yang kurang berkenan.

Saya, semua keluarga besar Pesantren Kempek, sebagai sohibul bait, mengucapkan selamat bermusyarah. Mari kita ikuti agenda persidangan sebab acara ini tidak saban tahun ada. Kesempatan mengungkapkan menyampaikan pemikiran-pemikiran dari para pemikir, tokoh NU, di sinilah kesempatannya.

Saya berharap para musyawirin mengikuti persidangan setiap agenda persidangan. Butir-butir keputusannya akan menjadi manfaat bagi orang banyak.

Munas kali ini isu sentralnya ke khittah NKRI 1945. Dengan khittah 45 ini, Indonesia makin kokoh, makin kuat. Kuatnya Indonesia, maka NU harus berada di sana, berperan.”


Sumber: NU Online
Orasi Budaya Cak Nun di Unnes 7 Juni 2011

Orasi Budaya Cak Nun di Unnes 7 Juni 2011

Tidak, Emha Ainun Najib tak sedang mendedah tafsir baru terhadap tembang “Ilir-ilir”. Namun suguhan tembang yang kerap kali disebut sebagai gubahan Sunan Kalijaga itu pada pengujung pementasan, terasa benar sebagai spirit orasi sepanjang hampir dua jam ia tampil bersama Kyai Kanjeng di halaman rektorat Unnes, Selasa (7/6) siang itu.
Lir-ilir lir-ilir/ tandure wong sumilir/ takijo royo-royo/ taksengguh temanten anyar/ cah angon cah angon/ penekna blimbing kuwi/ lunyu-lunyu penekna/ kanggo mbasuh dodotira/ dodotira dodotira kumitir bedhah ing pinggir/ dondomana rumatana/ kanggo seba mengko sore/ mumpung padhang rembulane/ mumpung jembar kalangane/ ya suraka surak hiya. Begitu tembang dibawakan secaa kolaboratif oleh Kyai Kanjeng dan Laskar Salawat mahasiswa Unnes.
Tak pelak, lewat pentas omong yang berseling dengan musik, budayawan yang akrab dipanggil Cak Nun itu pun mampu menahan ribuan mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen untuk tak beranjak dari tempat duduk masing-masing. Tak sia-sialah Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Hardjono MPd mengusung bagian dari rangkaian panjang acara fakultas, Bulan Pendidikan, itu ke level universitas.

Indonesia: Belum Jadi!


Lantas, apa yang dibincangkan oleh budayawan yang kerap kali dilarang penampilannya saat era Orde Baru itu? Tak ubahnya para dalang wayang kulit, Emha pun tak lupa mengambil hati tuan rumah dengan menebar pujian.
“Jika ingin mendapatkan surga di akhirat, ya bangun dulu surga di diunia. Membangun taman di sekitar tugu kekhalifahan, itulah contoh fisik membangun surga dunia,” kata Emha seraya menunjuk Tugu Sutera yang berjarak dua ratuan meter menjulang di depannya.
Kepada segenap civitas akademika, suami Novia Kolopaking itu menyebut kelebihan universitas hasil metamorfosis IKIP semacam Unnes. “Cah IKIP itu lebih andhap asor. Maka ketika kemudian berubah menjadi universitas, ia memiliki infrastruktur yang tidak dipunya oleh universitas lain, yakni andhap asor dan tidak sombong. Bersyukurlah orang yang tidak sombong, karena kesombongan sesungguhnya menutup pori-pori rohani,” katanya.
Pada bagian lain, penulis buku Slilit sang Kiai dan Lautan Jilbab itu menyebut Indonesia sebagai nasi yang belum benar-benar jadi. “Sukarno baru saja masang kompor, sudah diganti. Gus Dur baru juga nyumet (menyalakan –Red) kompor, juga tiba-tiba dihentikan. Kapan dadine sega Indonesia.”
Yang sudah ada, lanjut Emha, baru rakyat Indonesia. “Ya, ada baru rakyat Indonesia, tapi pemerintah belum. Belum pernah kita punya pemerintah yang sukses, tapi rakyat Indonesia sungguh sukses sebagai rakyat. Mereka adalah jenis rakyat yang memiliki ketahanan dan kesabaran luar biasa. Setiap hari dilanda banjir, tetap saja bahagia. Begitu disyut kamera televisi, bukannya menampakkan kesedihan, mereka malah melambaikan tangan dadadada,” katanya. Sumber: Unnes.ac.id
Walaupun lontaran-lontaran materi yang beliau sampaikan sudah pernah disampaikan dibeberapa kesempatan bersama jamiyah Maiyah (Kenduri Cinta, Mocopat Syafaat, Gambang Syafaat,Bangbang Wetan dll) tapi banyak ilmu yang bisa kita petik.

[caption id="attachment_2377" align="aligncenter" width="300" caption="Setan Tripod - after show Cak Nun di Unnes"]Setan Tripod - after show Cak Nun di Unnes[/caption]

[caption id="attachment_2378" align="aligncenter" width="300" caption="Setan Tripod at After Show Cak Nun di Unnes"]Setan Tripod at After Show Cak Nun di Unnes[/caption]
Tak Ada Alasan Menolak Pancasila

Tak Ada Alasan Menolak Pancasila

Jakarta, NU Online
“Penerimaan NU Pancasila dan NKRI yang berwawasan kebangsaaan ini bukan suatu keputusan yang pragmatis, melainkan berdasarkan pemikiran yang mendalam yang merujuk pada sejarah bangsa ini,” tegas Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj di Jakarta, 5 Juni 2011.

Menurut kiai yang akrab disapa Kang Said ini, konsep Pancasila sebagaimana diajarkan dan diprakarsasi oleh para wali dan ajaran Nabi Muhammad SAW sebagaimana tertuang dalam Piagam Madinah.

"Piagam madinah adalah sebuah petunjuk dan ajaran Nabi tentang pembentukan suatu masyarakat bahkan negara ditengah masyarakat yang mejemuk," lanjutnya.
Kiai Harus Lebih Aktif di Pendampingan Korban HIV/AIDS

Kiai Harus Lebih Aktif di Pendampingan Korban HIV/AIDS

JAKARTA - Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) menyelenggarakan Workshop Advokasi Pencegahan HIV dan AIDS di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (12/9). Acara bertajuk "Menghapus Stigma dan Diskriminasi terhadap ODHA" ini rencananya akan berakhir pada Jumat.

"Kiai-kiai NU harus berperan dalam masyarakat, salah satunya dalam pendampingan korban HIV/AIDS ini," pinta Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam pembukaan acara tersebut, di hadapan peserta yang terdiri dari Pengurus Syuriyah PWNU di seluruh Indonesia.

Selama Workshop peserta akan disuguhi materi-materi, seperti peran organisasi NU, peran ulama NU, fiqh dan ushul fiqih, serta beberapa penyajian lain yang dikaitkan dengan urgensi pendampingan korban HIV/AIDS. Bertindak sebagai pemateri adalah KH Malik Madani, KH Arwani Faisal, Slamet Efendy Yusuf dan Syahrizah Syarif,
Bertemunya Agama dengan Adat

Bertemunya Agama dengan Adat

Dalam praktek keagamaan, oleh kelompok puritan, adat disingkirkan. Adat dinilai sebagai tidak pantas berdampingan agama. Adat manusia, agama Tuhan. Adat relatif, agama mutlak. Adat lokal, agama universal, dan seterusnya.

Bagaimana orang Bugis menerima agama? Bagaimana mereka mempraktekkan adat. Dan bagaimana pula mereka menjalani keduanya?

Hamzah Sahal dari NU Online telah mewawancarai Prof. Dr. Nurhayati Rahman beberapa waktu lalu di kantornya, Universitas Hasanudin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Sampai hari ini, Nurhayati adalah orang Bugis yang konsisten menyelami budayanya sendiri dengan cara akademik. Dari menulis skripsi, tesis, hingga disertasi, aktivis Muslimat NU Sulawesi Selatan ini menulis tentang La Galigo.
Kedubes Arab: Air Zamzam Kemasan Aman Dikonsumsi

Kedubes Arab: Air Zamzam Kemasan Aman Dikonsumsi

Jakarta, NU Online
Kedutaan Besar Arab Saudi menyatakan air zamzam dalam kemasan aman dikonsumsi. Pernyataan itu disampaikan setelah sempat beredar kabar air zamzam tak layak diminum karena mengandung racun. Kesimpulan itu merupakan hasil analisis dan uji klinis yang dilakukan Maret 2011 oleh Laboratorium Kelompok Carso-LSEHL di Lyon, Prancis.

Carso, dalam siaran pers dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia hari ini, Selasa, 24 Mei 2011, menyatakan uji standar kemurnian air zamzam dilakukan menggunakan sampel air yang bersumber dari sumur zamzam di Mekkah, Arab Saudi. Dari situ diperoleh hasil, air zamzam dalam kemasan yang beredar layak dikonsumsi manusia.
TV9 Milik PWNU Jawa Timur Akan Memancar ke Seluruh Jatim Tahun Depan

TV9 Milik PWNU Jawa Timur Akan Memancar ke Seluruh Jatim Tahun Depan

SURABAYA - TV9 yang merupakan televisi milik Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur akan memancarkan siarannya untuk 'coverage' seluruh Jatim mulai tahun 2013.

"Masyarakat Jatim perlu media alternatif. Selama ini, TV9 hanya untuk Surabaya dan sekitarnya, tapi tahun depan akan menjangkau seluruh Jatim," kata Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah di Surabaya, Ahad.
PBNU: Ide Sertifikasi Ulama Memprihatinkan

PBNU: Ide Sertifikasi Ulama Memprihatinkan

JAKARTA - Ide Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang dipimpin Ansyaad Mbai untuk mensertifikasi dai dan ustadz sebagai upaya menanggulangi aksi terorisme dinilai Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Slamet Effendy Yusuf sebagai langkah yang memprihatinkan.

Menurutnya gelar ustadz, guru, ulama dan kiai itu berasal dari masyarakat sendiri, dan bukannya pemberian pemerintah. Karena itu pemerintah tidak boleh mengintervensi predikat yang telah diberikan oleh masyarakat selama ini.

“Kita sudah melakukan deradikalisasi agama tanpa melakukan sektarianisme seperti dilakukan BNPT, di mana negara mencoba melakukan intervensi ke wilayah civil society. Padahal, ide itu tidak akan menyelesaikan masalah dan itu gagasan orang yang putus asa. Dia mencoba mengikuti Singapura dan Saudi Arabia. Sementara Saudi dan Singapura itu bukan negara demokratis,” tandas Slamet Effendy Yusuf pada wartawan di Jakarta, Selasa (11/9).
PWNU Jawa Timur Bentuk Koperasi Mabadiku

PWNU Jawa Timur Bentuk Koperasi Mabadiku

SURABAYA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur membentuk induk koperasi bernama "Mabadiku Bintang Sembilan". Kata “mabadiku” merujuk pada prinsip-prinsip umat terbaik yang ada di dalam NU, sementara “bintang sembilan” merujuk pada wali songo dan sembilan bintang yang ada dalam lambang NU.

Induk Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan diluncurkan bersamaan dengan halal bihalal dan seminar pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 di Kantor PWNU Jatim Surabaya, Sabtu (8/9) kemarin.
Fatayat NU Gelar Peragaan Busana Batik Tegalan

Fatayat NU Gelar Peragaan Busana Batik Tegalan

Tegal, NU Online
Batik Tegalan yang mulai muncul pada akhir abad ke-XIX kini mulai marak dipakai oleh warga Tegal dan Slawi dari rakyat hingga pejabat. Pada awalnya batik Tegalan dengan memakai pewarna buatan sendiri dari tumbuh-tumbuhan antara lain dipakai tumbuhan pace atau mengkudu, nila, soga dan kainya tenunan sendiri. Batik Tegalan sekarang mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Untuk lebih menyemarakan sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan melestarikan batik Tegalan sebagai warisan budaya lokal, Fatayat NU menggelar lomba peragaan Batik Tegalan. “Fatayat NU peduli terhadap kelestarian budaya lokal,” ujar Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tegal Dra Hj Nurhasanah di sela lomba, di Gedung NU Jalan Raya Procot Slawi, Ahad (22/5).

Menurut Nurhasanah, batik tegalan dapat dikenali dari corak gambar atau motif rengrengan besar atau melebar. Motif ini tak dimiliki daerah lain sehingga tampak eksklusif. Isen-isen agak kasar diilhami oleh flora dan fauna lingkungan. Ini dipadukan dengan warna spesifik yang lembut atau kontras. Motif batik gaya pesisiran adalah warna lembut dan kontras. Ini memunculkan kesan tegas dan lugas.
DPD Tolak Sertifikasi Halal Di Luar MUI

DPD Tolak Sertifikasi Halal Di Luar MUI

Jakarta, NU Online Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Prof Dr Hj Istibsjaroh MA menyatakan menolak jika ada lembaga sertifikasi halal di luar Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebab, hal itu justru akan membingungkan masyarakat untuk memperoleh kesahihan, kebenaran tentang kehalalan produk makanan, minuman, kosmetika, obat-obatan dan sebagainya.


“Saya kira sertifikasi halal MUI itu harus diperkuat. Kalau misalnya ada yang dianggap kurang, maka kekuarangannya itulah yang harus disempurnakan. Bukan membuat lembaga sertifikasi halal tandingan yang malah bisa membingungkan masyarakat,” kata Wakil Ketua Muslimat NU Jawa Timur itu di Gedung DPD/MPR RI Jakarta, Kamis (19/5).

Yang pasti lanjut Istibsjaroh, jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam ini merupakan potensi pasar yang strategis bagi produk barang tertentu. Oleh sebab itu pencantuman label halal atas produk tertentu tersebut merupakan kebijakan yang memberikan kepastian dan kenyamanan bagi umat Islam. Yang bersifat obligatory atau voluntary akan menjadi perhatian khusus bagi Komite III DPD RI.
PCINU Maroko Gelar Rihlah Sufi

PCINU Maroko Gelar Rihlah Sufi

MEKNES - Dalam rangka menyongsong masa aktif belajar-mengajar, PCINU Maroko bekerjasama dengan segenap mahasiswa kelas internasiaonal STAINU yang sedang mengenyam pendidikan satu tahun di Universitas Ibn Tofail Kenitra, Maroko mengadakan rihlah (perjalanan) spiritual ke makam-makam ulama Maroko yang berada di sekitar kota Meknes dan Fes (Sabtu, 08/09/2012).

Sebagaimana yang dikatakan ketua panitia Ali Syahbana, bahwa ada lima tempat yang dikunjungi pada rihlah kali ini.

“Pertama makam Moulay Idris I (cucu Rasulullah dari jalur Abdullah al Kamil bin al Hasan al Matsna bin al Hasan as Sibti bin Ali bin Abi Thalib), Volubilis atau Oualili (puing-puing peninggalan zaman Romawi kuno), makam Syekh Abu Bakar bin al Arabi al Mu'afiri (pengarang kitab Ahkamu al Qur'an), makam Syekh Ahmad At Tijani (pendiri Thariqah at Tijaniyah), makam Moulay Idris II (putra dari Moulay Idris I) dan terahir yaitu salah satu masjid bersejarah dan terua di dunia, al Qurawiyyin,” ujarnya sebelum rombongan di berangkatkan.
Kang Said: Kematian Osama Bukanlah Akhir Radikalisme

Kang Said: Kematian Osama Bukanlah Akhir Radikalisme

Kematian Osama bin Laden cukup melegakan, karena selama ini Osama menjadi simbol ajaran terorisme. "Namun jangan terlalu larut dalam kegembiraan dalam kematian Osama, karena kematiannya tidak lantas membuat radikalisme lenyap dari muka bumi ini," ujar KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU di Jakarta, 2 Mei 2011.

Perburuan AS selama sepuluh tahun terakhir dalam mencari Osama yang berbuah kematian Osama, bukan lenyapnya radikalisme. "Kita harus tetap waspada, karena radikalisme sudah ada sejak dulu dan akan terus ada. Persoalannya adalah apakah radikalisme itu tumbuh subur atau tidak. Ini tergantung bagaimana kita membendungnya," lanjut Kang Said.
PBNU Tolak Wacana Sertifikasi Ulama oleh Pemerintah

PBNU Tolak Wacana Sertifikasi Ulama oleh Pemerintah

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menentang keras usulan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk dilakukannya sertifikasi pemuka agama, sebagai salah satu langkah menekan aksi teror. Gelar kiai atau ustadz ditegaskan bukan pemberian Pemerintah, sehingga tidak dibutuhkan langkah sertifikasi untuk melihat nasionalisme penyandangnya.

"Panggilan kiai atau ustadz itu yang menyebutkan masyarakat, bukan pemberian dari Pemerintah. Pemerintah terlalu jauh kalau ngurusi hal-hal seperti ini," tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Ahad (9/9).
Sekjend PBNU: NU Akan tetap Proporsional Kepada Pemerintah

Sekjend PBNU: NU Akan tetap Proporsional Kepada Pemerintah

SURABAYA - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. As’ad Said Ali mengungkapkan, pihaknya akan tetap proporsional dalam menilai kinerja pemerintah. NU mendukung beberapa program pemerintah, namun pada beberapa hal NU tetap kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Hal tersebut disampaikannya dalam seminar “Mengawal Entitas Kebudayaan Indonesia di Tenga Liberalisasi dan Keterbukaan Informasi-Komunikasi” di aula PWNU Jatim, JL Masjid Al Akbar, Surabaya, Sabtu (8/9). Seminar ini merupakan bagian dari kegiatan Pra Munas dan Konbes NU 2012.

As’ad menampik anggapan seorang peserta seminar yang mengatakan NU pada periode ini tidak terlalu kritis terhadap pemerintah, bahkan terkesan hanya sebagai ‘stempel’ pemerintah.
Mahfud MD Mulai Dielukan Sebagai Capres Alternatif

Mahfud MD Mulai Dielukan Sebagai Capres Alternatif

DEPOK - Wacana kemungkinan munculnya calon presiden (capres) alternatif mucul dalam dalam Sarasehan Kebangsaan yang dikuti sekitar 60 ulama yang berlangsung 6--7 September 2012 di Pondok Pesantren Al Hikam, Depok, Jawa Barat.

Keterangan tertulis panitia yang diterima di Jakarta, Jumat, menyebutkan acara tersebut bertema "Orientasi Konstitusi dalam Kehidupan Berbangsa", namun terdapat perbincangan seputar politik yang cukup hangat.

Tuan rumah yang juga pimpinan Ponpes Al Hikam KH Hasyim Muzadi menjelaskan, walaupun yang hadir mayoritas pengurus wilayah NU, namun mereka tidak membawa institusi. Secara institusi NU tidak boleh berpolitik. "Ranah NU hanya politik keumatan," ujarnya.
PMII dan NU

PMII dan NU

Oleh: M Ajie Najmuddin

Acara Kongres XVII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) telah berlalu. Berbagai gagasan dan wacana terkait PMII mulai muncul baik dari hasil diskusi di forum seminar hingga obrolan di warung kopi. Penulis mencermati setidaknya ada tiga hal yang menjadi perbincangan besar di antara para peserta.

Pertama, sistem pengkaderan PMII. Ini terkait bagaimana membangun ruang dan pola pengkaderan di PMII. Kedua, paradigma pergerakan. Ketiga, wacana untuk 'menyatukan' kembali PMII menjadi salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama ( banom NU).

Adalah wacana ketiga yang paling banyak disinggung, mulai dari acara pembukaan hingga seminar terakhir. Slamet Effendi Yusuf, alumni PMII dan sekarang pengurus PBNU, melontarkan kembali wacana tersebut kepada para kader PMII. Bahwa konteks PMII menyatakan independen terhadap NU pada saat itu, lebih kepada keinginan PMII untuk tidak terjebak ke dalam arah politik praktis. NU pada saat itu memang tengah asyik dalam aras politik nasional sebagai salah satu partai politik yang memiliki dukungan massa yang cukup besar.
Munas & Konbes NU 2012 Akan Bahas Liberalisasi Pertanian

Munas & Konbes NU 2012 Akan Bahas Liberalisasi Pertanian

JAKARTA - Nahdlatul Ulama merasakan sejumlah dampak buruk liberalisasi yang diterapkan di sektor ekonomi, kebudayaan, dan politik.

Pengalaman selama ini menunjukkan, meski berangkat dari keinginan luhur, liberalisasi telah membuahkan kemiskinan, konflik sosial, dan dekadensi kebudayaan bagi banyak orang.

Menghadapi keresahan ini, Panitia Munas dan Konbes NU 2012 telah menyiapkan serangkaian seminar menjelang puncak acara pada 14-17 September nanti di Pesantren Kempek Cirebon. Isu yang diangkat meliputi sejumlah persoalan aktual di tanah air.
Munas & Konbes NU 2012 Akan di Ikuti 600an peserta

Munas & Konbes NU 2012 Akan di Ikuti 600an peserta

JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU Pondok Pesantren Kempek Cirebon, 14-17 September mendatang, akan diikuti sebanyak 600 peserta.

Namun warga NU (nahdliyin) yang akan meramaikan lokasi Munas-Konbes diperkirakan mencapai 4000 orang.

“600 peserta yang akan mengikuti persidangan terdiri dari anggota pleno Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang meliputi mustasyar, syuriyah, tanfiziyah, dan a’wan, serta ketua lembaga, lajnah dan badan otonom, 6 orang perwakilan dari 33 pengurus Wilayah NU se-Indonesia,” kata Koordinator Seksi Kesekretariatan Panitia Pusat Munas-Konbes NU 2012, H Sulton Fathani kepada NU Online di sekretariat panitia Muktamar, lantai 3 kantor PBNU Jakarta, Kamis (6/9).
Alwi Shihab: Jihad itu mencerahkan, bukan Membunuh

Alwi Shihab: Jihad itu mencerahkan, bukan Membunuh

Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Alwi Shihab mengatakan bom bunuh diri yang dilakukan di Cirebon saat orang hendak melakukan sholat Jumat bukanlah jihad. Menurutnya, Jihad adalah melakukan tindakan yang bisa membuat harmonis semua orang.

"Saya rasa jihad bukanlah sesuatu hal untuk membunuh orang ataupun bunuh dirinya sendiri. Menurut saya jihad adalah memberikan sebuah pencerahan seperti yang saya lakukan malam ini yaitu untuk membuat hubungan lebih harmonis bukan untuk saling membenci," kata Alwi sebelum acara peluncuran buku berjudul Examining Islam in The West, di Jakarta, Senin (18/4).
Pukul Bedug Peresmian Munas-Konbes 2012

Pukul Bedug Peresmian Munas-Konbes 2012

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj melakukan pemukulan bedug sebagai pertanda peresmian pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Kempek Cirebon pada 13-17 September mendatang.

Peresmian Munas-Konbes dirangkai dengan kegiatan halal bihalal dengan para pengurus lengkap dari jajaran syuriyah dan tanfidziyah PBNU, serta pengurus lembaga, lajnah dan badan otononom di lingkungan NU, dan tamu undangan lainnya di halaman gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Selasa (4/9) siang.
PCNU Sampang: Berdakwah Bukan untuk Memvonis Bersalah

PCNU Sampang: Berdakwah Bukan untuk Memvonis Bersalah

SAMPANG - Berdakwah bukan untuk menghukum atau memberikan vonis bersalah, tetapi mengajak masyarakat menuju jalan yang diridhai Allah SWT. Demikian disampaikan Wakil Ketua PCNU Sampang Ustadz Mahrus Zamroni mengutip pendapat KH Ahmad Siddiq, Rais Aam PBNU tahun 1980-an.

Hal itu disampaikannya dalam dialog Sampang mencari Solusi Kasus SARA yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Sampang (Forkamasa) bekerjasama dengan Radar Bangsa, Ahad (2/9) lalu di Menara Friedchicken Sampang.

Dialog juga mengundang elemen pengikut Tajul muluk di Sampang, Kepolisian, MUI, pengamat dan kalangan pondok pesantren, Bupati Sampang, Komnas Perempuan, dan Mahasiswa Sampang yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Madura. Dialog dipandu oleh Dr. Deny Setya Bagus Yuherawan dari Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Bangkalan. Sementara dari PCNU Sampang di wakili oleh Ustadz Mahrus Zamroni wakil Ketua dan Moh Hasan Jailani Wakil Sekretaris.
KH Said Aqil Siradj: Ulama Harus Bisa Kendalikan 'Masyarakat'

KH Said Aqil Siradj: Ulama Harus Bisa Kendalikan 'Masyarakat'

KENDAL - Ulama dituntut tidak hanya paham agama tetapi juga harus bisa mengendalikan masyarakat. Untuk itu ulama harus juga memahami masalah ekonomi, budaya maupun politik.
Demikian dikatakan Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan pengarahan pada acara pelantikan PCNU Kendal di Pendopo kabupaten Kendal, Ahad (2/9) kemarin.

Dicontohkan, di Timur Tengah, ulama sukses memahami agama tapi gagal mengendalikan masyarakat. Akibatnya ketika terjadi krisis di Syuriah, Mesir maupun Irak, mereka tidak bisa berbuat banyak. Ini berbeda dengan di NU, yang ulamanya relatif masih mampu mengendalikan masyarakat sehingga NU sering menjadi rujukan berbagai pihak dalam menangani berbagai krisis.
Sayembara Penulisan Kreatif IPPNU Resmi Ditutup

Sayembara Penulisan Kreatif IPPNU Resmi Ditutup

JAKARTA - Sayembara penulisan kreatif yang dibuka pada 21 April 2012, resmi ditutup pada akhir Agustus 2012. Selama empat bulan setengah, kepanitiaan sayembara penulisan kreatif membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengirimkan karya terbaik mereka.

“Sebanyak 244 orang mendaftarkan karya mereka,” terang Rien Zumaroh, Ketua Panitia Sayembara Penulisan Kreatif saat dikonfirmasi NU Online di Kantor Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, IPPNU lt.6 Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya No.164, Jakarta Pusat, Senin (3/9) sore.

Menurut Rien, karya peserta yang masuk sedang dalam proses pemberkasan. Pihak kepanitiaan sedang merapikan data tersebut untuk kemudian diserahkan kepada dewan juri. Hasil keputusan dewan juri ini akan diumumkan ke publik pada pra kongres IPPNU di kota Sidoarjo bulan mendatang.
KH Sya'roni Ahmadi: Guru Madrasah itu Harus Sabar

KH Sya'roni Ahmadi: Guru Madrasah itu Harus Sabar

KUDUS - Menjadi guru madrasah diminta harus selalu bersabar dalam mengamalkan ilmunya kepada para santri (muridnya). Sebab, jika diukur dengan materi tidak banyak yang bisa dihasilkan dari kegiatan mengajarnya.

"Menjadi guru di madrasah membutuhkan kesabaran yang sangat luar biasa, karena bisyarohnya sedikit," kata Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sya’roni Ahmadi saat memberikan tausiyah pada acara halal bi halal keluarga besar Rabithotul Mutakhorrijin (alumni) Madrasah Diniyah NU Kradenan Kudus, Sabtu (1/9).

Meskipun sangat kecil yang didapat secara materi, lanjut KH Sya'roni, namun Islam mendudukkan para pejuang di jalan pendidikan agama ini dengan posisi yang terhormat.
Rabithatul Ulama, Embrio NU di Makassar

Rabithatul Ulama, Embrio NU di Makassar

MAKASSAR - Rabithatul Ulama (RU), adalah embrio kelahiran NU pertama kali di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dibentuk pada 8 April 1950 atas prakarsa KH Ahmad Bone, KH Muhammad Ramli dan beberapa ulama sejawatnya.

RU merupakan tempat berhimpun para ulama dari berbagai daerah setelah mereka berpencar-pencar memperjuangkan kemerdekaan di masa revolusi sejak Proklamasi 1945.

Kiai Ahmad Bone, Wafat 12 Februari 1972 pada usia 102 tahun, yang juga dikenal sebagai “Kali Bone” (qadhi atau hakim agama di bekas Kerajaan Bone) berjuang bersama dengan Raja Bone Andi Mappanyukki. Raja Bone ini dikenal yang pertama kali membentuk organisasi ulama NU di wilayah kerajaannya pada tahun 1930-an.
Gus Mus: Halal Bi Halal itu Tradisi Indonesia

Gus Mus: Halal Bi Halal itu Tradisi Indonesia

KUDUS - Hari Raya Idul Fitri telah menjadi momentum umat Islam untuk saling bermaaf-maafan antarsesama. Di kalangan institusi organisasi maupun lembaga pemerintahan biasanya mengadakan forum Khusus atau tradisi bernama halal bi halal.

Menurut Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, halal bi halal merupakan tradisi khas yang dimiliki Indonesia. Di Mesir, kata Gus Mus, tidak pernah menemukan tradisi yang telah lama mengakar dalam tradisi masyarakat Islam Indonesia ini.

"Saya lima tahun merayakan Idul Fitri di Mesir, tetapi tidak ada yangseperti di Indonesia. Ada orang yang sehabis shalat Idul Fitri saling mengunjungi satu sama lain untuk saling meminta maaf," terangnya dalam acara Halal Bi Halal Robithotul Mutakharrijin (alumni) Madrasah Diniyah NU Kradenan Kudus Sabtu (1/9).
KH Hasyim Muzadi: Syiah Bagian dari Islam

KH Hasyim Muzadi: Syiah Bagian dari Islam

JAKARTA - Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzdi menyatakan paham Sunni maupun Syiah yang dianut oleh masyarakat di Madura itu masih menjadi bagian dari Islam.

Kiai Hasyim menyatakan hal itu di Malang, Sabtu, 1 September. Untuk meredam sekaligus mengupayakan penyelesaian konflik antara Sunni dengan Syiah di Sampang, katanya, akhir pekan depan (8/9) dirinya bersama PWNU Jatim akan ke Sampang.

"Sebaiknya para ulama ini melakukan dakwah yang isinya bimbingan dan penyuluhan serta argumen-argumen yang benar, jangan pakai kekerasan. Kelompok minoritas itu kalau dikerasi justru akan tambah militan," tandasnya.
The Last Man Standing - In Memoriam Mbah Maridjan

The Last Man Standing - In Memoriam Mbah Maridjan

Oleh Prof. Dr. Muhammad AS Hikam (President University Jakarta, Mantan Menristek, Mantan Ketua DPP PKB)

Saya sama sekali tidak berpretensi, apalagi mengklaim, sebagai orang yang kenal akrab dengan mBah Marijan (almarhum). Jangankan akrab, kenal saja barangkali tidak lebih dari dua atau tiga jam. Bahkan ketika saya bertemu beliau, atau lebih tepatnya sowan ke rumahnya pada 2009, mBah Marijan sudah sangat beken di seluruh jagad, bukan hanya di Indonesia saja. Kedatangan saya saat itu (bersama isteri dan dua orang kawan yang mengantar) ke Kinahrejo, Cangkringan, adalah sekadar silaturahim dan didorong juga oleh "curiosity" seperti orang-orang lain yang tiap hari berdatangan ke rumah beliau di lereng Merapi.
Pemprov Jatim Anggarkan Rp 300 Milyar untuk Madrasah Diniyah

Pemprov Jatim Anggarkan Rp 300 Milyar untuk Madrasah Diniyah

Janji politik Syaifullah Yusuf saat kampanye Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2008 lalu untuk memberikan perhatian kepada madrasah diniyah, akhirnya ditepati dengan menganggarkan bantuan dana sebesar Rp 300 milyar.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H Syaifullah Yusuf seusai membuka secara resmi kegiatan work shop capacity building Guru Paud, TK dan RA di bawah naungan Muslimat NU di pendopo Kabupaten Lumajang, Rabu (20/4).
PCNU Sumenep Imbau Warganya Tidak Terprovokasi

PCNU Sumenep Imbau Warganya Tidak Terprovokasi

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep meminta warga tidak terprovokasi kasus kekerasan di Sampang, yang sebenarnya berawal dari konflik keluarga.

"Itu bukan konflik Syiah dengan anti-Syiah, melainkan perseteruan dalam keluarga yang diseret-seret ke paham keagamaan dan selanjutnya seolah-olah konflik paham agama. Kami berharap warga Indonesia dan khususnya Madura tidak terprovokasi dengan kasus tersebut," kata Ketua PCNU Sumenep, A Panji Taufik, di Sumenep, Jawa Timur, Kamis.

Pada Ahad lalu (26/8), terjadi penyerangan oleh sekelompok warga terhadap komunitas Islam Syiah di Desa Karang Gayam, Sampang, dan menyebabkan dua orang tewas.
Haul KH Baedlowi bin Abdul Aziz Akan digelar 2 September 2012

Haul KH Baedlowi bin Abdul Aziz Akan digelar 2 September 2012

Keluarga besar Pesantren Al-Wahdah, Sumbergirang, Lasem, Rembang, Jawa Tengah, akan menggelar acara haul para masyayikh. Salah satunya adalah haul KH Baedlowi bin Abdul Aziz yang ke-42.

Acara akan dilaksanakan pada Ahad (2/9) mulai pukul 13.00 WIB. Sedangkan tempatnya adalah halaman Pesantren Al-Wahdah.

Salah satu panitia haul, H Azis Mas’ud kepada NU Online mengatakan, selain KH Baedlowi bin Abdul Aziz, sejumlah masyayikh juga ikut dihauli. Antara lain Ny Hj Halimah bin Shiddiq, Ny Hj Hamdanah binti Ahmad ke-31, KH Cholil bin Abdullah Umar ke-13, dan Ny Hj Shofiyatun binti Abdullah Sajjad ke-13.
Indonesia Dukung Iran Jadi Ketua Gerakan Non Blok

Indonesia Dukung Iran Jadi Ketua Gerakan Non Blok

TEHERAN - Pemerintah Indonesia menyampaikan dukungan kepada Iran menjadi ketua gerakan Non-Blok untuk masa tiga tahun kedepan seraya berharap dapat menjalankan dengan baik.

"GNB memiliki peran penting dalam menciptakan kerjasama anggota bidang ekonomi serta sosial budaya dan kita dukung Iran menjadi ketua," kata Wakil Presiden Boediono kepada pers di Teheran, Jumat (31/8).

Hal tersebut disampaikan Wapres usai bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Agama Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Iran mahmoud Ahmadinejad di sela penyelenggaraan KTT ke-16 gerakan Non-Blok (GNB) yang berlangsung 30-31 Agustus 2012.

Kategori

Kategori