Perwakilan PBNU Akan Tabayyun Soal Perluasan Masjid Nabawi ke Saudi
Arabia

Perwakilan PBNU Akan Tabayyun Soal Perluasan Masjid Nabawi ke Saudi Arabia

Musim haji kali ini sudah selesai, namun masih menyisakan satu kontroversi. Ada berita yang tersebar luas bahwa Kerajaan Saudi Arabia akan segera melakukan pemugaran dan perluasan Masjid Nabawi hingga menjadi masjid dengan kapasitas 1,6 juta orang. Berita ini pertama kali dirilis oleh media asal Iran, FarsNews. (Lihat: http://english.farsnews.com/newstext.php?nn=9107115272).

Dalam pemberitaannya, FarsNews merujuk pada Koran Independent dari Inggris (lihat http://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/medina-saudis-take-a-bulldozer-to-islams-history-8228795.html). Koran Independent jika anda amati masih cukup fair dalam memberitakan tentang dunia islam. Akan tetapi FarsNews asal Iran, sangat tendensius mengabarkan berita-berita seputar Saudi Arabia. Ya, Saudi Arabia adalah sekutu Amerika Serikat yang ke dua paling dekat di kawasan Timur Tengah setelah Israel. Dan Amerika Serikat + Israel adalah musuh nasional Iran.
Al Fuyudatur Rabbaniyah, Buku Koleksi Bahsul Masail JATMAN

Al Fuyudatur Rabbaniyah, Buku Koleksi Bahsul Masail JATMAN

Al-Fuyudat ar-Rabbaniyah adalah tradisi bahtsul masa’il di kalangan Nahdlatul Ulama juga dilakukan oleh Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) yang merupakan bagian dari badan otonom NU.

Al-Fuyudat ar-Rabbaniyah adalah buku kumpulan keputusan atau kesepakatan yang diambil oleh peserta Muktamar atau Musyawarah Besar Jatman.

Nama buku tersebut, kemungkinan besar, terilhami dari kitab terkenal karya sufi besar, Abdullah Bin Muhammad Al-Ajami (527–721 H). Sebab, namanya sama: Al-Fuyudat Ar-Rabbaniyyah’. Kitab tersebut Wirid-wirid tariqah Qadiriyyah.
KH Sahal Mahfudz: Negara Ini Makin Lama Makin Menyimpang

KH Sahal Mahfudz: Negara Ini Makin Lama Makin Menyimpang

Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh mengaku resah terhadap sejumlah praktik negara ini yang dinilai menyimpang dari tujuan pokok pendiriannya.

Perundang-undangan dan kebijakan pemerintah sebagian belum sesuai dengan semangat Pembukaan UUD 1945. Menurutnya, proses pendirian republik ini telah menghasilkan konsensus dasar yang patut diikuti. Pesan yang terkandung dalam Pembukaan (preambule) UUD 1945, termasuk Pancasila, merupakan kritalisasi nilai baik dari bangsa sendiri maupun dari luar.

Pandangan Kiai Sahal ini disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dalam “Dialog Kebangsaan” oleh komunitas Kajian 164 di Jakarta, Selasa (30/10) sore. Sebelum mengisi acara, As’ad meminta pengarahan Rais Aam tentang kondisi terkini Tanah Air.
PBNU: Pluralisme Indonesia Beda dengan di Barat

PBNU: Pluralisme Indonesia Beda dengan di Barat

JAKARTA - Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menyatakan pluralisme yang diterapkan di Indonesia berbeda nilai dengan pluralisme yang ada di dunia Barat. Jika diabaikan, perbedaan itu akan membawa bangsa ini ke arah yang bertentangan dengan khazanah budaya sendiri.

Hal itu disampaikan Asad saat menjadi pembicara kunci dalam dialog kebangsaan bertajuk “Menelisik Masa Depan Indonesia, Indonesia dalam Perspektif Sakralitas Budaya” di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (30/10)

Menurutnya, sejak awal kebhinekaan di Nusantara tidak terlepas dari nilai-nilai solidaritas, tujuan hidup dan persatuan bangsa. Sikap ini berbeda dengan pluralisme Barat yang cenderung didominasi unsur individualisme dalam pengejawantahannya.
ISNU: Pemerintah Harus Segera Ubah Haluan Ekonomi

ISNU: Pemerintah Harus Segera Ubah Haluan Ekonomi

JAKARTA - Pertanyaan terpenting terkait isu perekonomian adalah sudah tepatkah arah pembangunan nasional? Ke arah manakah kita menuju? Ekonomi Indonesia yang bertumbuh di tengah gelombang panjang resesi dunia mengundang puja-puji dari berbagai lembaga.

Pada 2030, Indonesia diprediksi akan menjadi The Next Economic Superpowers dengan PDB US$9,3 triliun, peringkat kelima terbesar di dunia. Namun, adakah kita menempuh jalur yang tepat dan berada lebih dekat kepada tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan konstitusi?

Pertanyaan ini menjadi isu sentral dalam diskusi panel ahli putaran ketiga bidang perekonomian yang digelar Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya 164 Jakarta (29/10). Hadir beberapa narasumber, antara lain Firmanzah (Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang juga Staf Khusus Presiden Bidang Perekonomian) serta Hendri Saparini (Ekonomi Econit).
Ponpes Manbaul Maarif Denanyar Buka Program Magang Santri di Jepang

Ponpes Manbaul Maarif Denanyar Buka Program Magang Santri di Jepang

JOMBANG - Pondok pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dan IM Jepang menyelenggarakan program pemagangan santri ke Jepang.

Program ini dimaksudkan untuk menciptakan tenaga kerja mandiri, matang dan profesional dari kalangan pesantren.

“Tujuan Program Pemagangan atau praktek kerja tersebut adalah untuk menambah keterampilan santri, menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, serta etos kerja, sehingga peserta nantinya diharapkan mampu membuka lapangan kerja, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain,” kata Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, KH. Abdussalam Shohib, Sabtu (27/10) lalu.
Menarik Gus Dur dari Gelar Wali Kesepuluh

Menarik Gus Dur dari Gelar Wali Kesepuluh

Wali Kesepuluh, itulah gelar yang diberikan oleh masyarakat awam di jawa timur - jawa tengah (atau bahkan Indonesia) kepada sosok KH Abdurrahman Wahid, Gus Dur. Jika telah ada wali songo (dari masa Sunan Gresik s.d Sunan Muria) kini ditambah satu lagi, Gus Dur.

Bagi saya, Gus Dur wali atau tidak wali bukan masalah. Tapi jika beliau adalah wali dan disejajarkan dengan 9 penghulu besar wali di tanah jawa (Sunan Gresik dkk) saya malah tidak setuju. Biarlah beliau menjadi salah satu wali-wali kecil dalam rentang sejarahnya sendiri bagi masyarakatnya sendiri. Serasa congklang jika anda tidak menyebut KH Hasyim Asy'ari, KH Kholil Bangkalan, KH Bisri Sansuri, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Musthofa, KH Abdul Hamid Pasuruan, atau pendahulunya Syech Nawawi al-Banteni, Syech Ichsan Jampes dkk sebagai wali yang ke sepuluh itu tadi.

Pun konsep Walisongo itu sendiri sudah salah kaprah semenjak didistorsi di wayang-wayang dan diperparah dengan film-film Walisongo era 80-90an. Walisongo bukan hidup sezaman, mereka jumlahnya bisa jadi 9 dan biasanya merupakan ulama penting di sebuah negara di nusantara (dari zaman majapahit sampai penerusnya). Dan konsep waliyah dalam Islam sendiri memang begitu, berganti-ganti dan bertingkat-tingkat.
Shohibu Baiti

Shohibu Baiti

Shohibu baiti… Ya shohibu baiti…
Tuan rumahku… Wahai tuan rumah(ku)

Imamu hayatii… Ya Imamu hayati…
Pemimpin hidupku… Wahai pemimpin hidupku

Mursyidu imanii… Anta syamsu qolbiy…
Penuntun imanku… Engkau (cahaya) mentari hatiku
KH Said Aqil Siradj: Dakwah Lewat Internet Sekarang Penting

KH Said Aqil Siradj: Dakwah Lewat Internet Sekarang Penting

JOMBANG - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj meminta pengurus NU mengembangkan dakwah secara kontekstual melalui media internet. Hal ini penting, agar media sosial ini tidak hanya menjadi alat adu domba.

Demikian yang disampaikan, Said Aqil, saat melantik pengurus Cabang NU (PCNU) Jombang 2012-2017 di Aula Yayasan Pesantern Mambaul Maarif Denanyar Jombang, Sabtu (27/10).
Guru Mengaji Dapat Tunjangan di Pontianak

Guru Mengaji Dapat Tunjangan di Pontianak

Pontianak, NU Online
Pemerintah Kota Pontianak memberikan uang bantuan fasilitas dan bantuan transportasi sebesar Rp150 ribu per bulan per orang atau Rp1,8 juta per tahun kepada guru mengaji dan penyuluh agama Islam yang ada di kota itu .

"Alhamdulillah tahun ini ada sekitar 140 guru mengaji dan penyuluh agama Islam yang kami berikan tunjangan sebesar Rp150 ribu per bulan," kata Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, Selasa.

Uang bantuan tersebut memang masih relatif kecil, minimal bisa meringankan beban para guru mengaji dan penyuluh agama Islam di kota itu, katanya.
Perang Pikiran harus Dihadapi dengan Pikiran Juga

Perang Pikiran harus Dihadapi dengan Pikiran Juga

Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali Indonesia saat ini sedang dikepung oleh faham fundamentalisme pasar dan fundamentalisme agama. Keduanya berperang dalam rangka memperebutkan pengaruh dalam masyarakat.

Nahdlatul Ulama, yang memposisikan diri di tengah-tengah, dalam perang pikiran dan wacana ini, harus mampu bermain cantik. Karena perang pikiran ini salah satunya adalah permainan citra. Ia mencontohkan Indonesia menang secara militer di Timor Timur, tetapi kalah secara citra sehingga akhirnya propinsi kedua puluh tujuh tersebut harus berpisah dengan Indonesia.
Gus Mus: Berkorban Tak Sekadar Berkorban

Gus Mus: Berkorban Tak Sekadar Berkorban

oleh KH Musthofa Bisri

Akhirnya, setelah sekian lama mendambakan dan tak kunjung mempunyai anak, permohonan Nabi Ibrahim agar dianugerahi anak dikabulkan oleh Tuhannya.

Allah menganugerahinya seorang anak yang sabar. Ketika si anak sudah cukup dewasa untuk membantu ayahnya bekerja, tiba-tiba sang ayah memberitahukan bahwa ada isyarat Tuhan untuk menyembelih si anak. ”Bagaimana pendapatmu?” kata sang ayah. Dengan tenang, si anak menjawab, ”Ayahku, laksanakan saja apa yang diperintahkan kepada ayah. Insya Allah ayah akan mendapatkan anakmu ini tabah.”

Ketika bapak-anak itu bertekad bulat berserah diri sepenuhnya untuk melaksanakan perintah Allah dan Nabi Ibrahim telah merebahkan anak kesayangannya itu di atas pelipisnya, ketika itu pula keduanya membuktikan kepatuhan dan kebaktian mereka. Dan, Allah pun mengganti si anak dengan kurban sembelihan berupa kambing yang besar.
PBNU Pertanyakan Sikap NATO soal Israel

PBNU Pertanyakan Sikap NATO soal Israel

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mempertanyakan sikap North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang dengan sangat bersemangat melakukan penyerangan ke negara-negara berpenduduk muslim atas nama perlindungan masyarakat dan demokrasi, tetapi tidak pernah menyentuh Israel.

“Israel sudah berulangkali melakukan pelanggaran dan mendapat resolusi dari Dewan Keamanan PBB, tapi tidak ada tindakan sama sekali dari NATO, ini sebenarnya ada apa,” katanya ketika menerima Dubes Uni Eropa Julian Wilson di gedung PBNU, Rabu (8/6).

Bagi PBNU, prinsip keadilan dan penegakan hak asasi manusia harus dihargai tanpa memandang suku, bangsa maupun agama. “Saya setuju tindakan NATO untuk melindungi masyarakat, tetapi harus adil,” paparnya.
GP Ansor Bogor Siap Hadapi Gerakan Radikal

GP Ansor Bogor Siap Hadapi Gerakan Radikal

Bogor, NU Online
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tengah menghadapi ancaman nyata berupa semakin mewabahnya gerakan radikal dan faham fundamental, yang menggugat kembali eksistensi dan kelangsungan negara.
Demikian diutarakan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bogor, Zaenul Mutaqin dalam perbincangan dengan NU Online di Bogor, Selasa (28/6).

Zaenul Mutaqin mengemukakan, eksistensi dan kelangsungan NKRI kini tengah menghadapi ujian yang sangat berat. Berbagai faham dan ajaran keagamaan baru yang datang dari luar, banyak yang menggugat NKRI. "Banyak aliran dan faham baru yang menggugat NKRI, Pancasila, UUD 1945 maupun Bhineka Tunggal Ika. Ini merupakan ancaman yang sangat nyata yang harus diwaspadai bersama," tegas Zaenul.
Lakpesdam NU Lasem Galang Beasiswa untuk Anak Kiai Kampung

Lakpesdam NU Lasem Galang Beasiswa untuk Anak Kiai Kampung

REMBANG - Ketua Pengurus Cabang Lakpesdam Lasem Imam Baehaqi mengungkapkan rasa keprihatinan atas kondisi para putra kiai kampung atau aktivis NU di tingkat ranting dan MWC yang tidak bisa melanjutkan pendidikan.

"Kami sering ketemu dengan aktivis NU tingkat ranting dan MWC, mereka adalah kiai-kiai, yang tidak sanggup membiayai anak-anaknya melanjutkan pendidikan, baik di pesantren atau di sekolah umum," ujar Imam Baehaqi saat ditemui NU Online beberapa waktu lalu.

Kondisi seperti itu, kata Baehaqi, jika dibiarkan, tanpa pemikiran dan penanganan yang serius, akan menjegal proses kaderasasi di NU, madrasah diniyah, pesantren kecil, mandeg. Ini berbahaya bagi keberlangsungan Islam Ahlussunnah wal Jama'ah dan NU.
Pagar Nusa Siap Gelar Kejurnas Pencak Silat Lagi

Pagar Nusa Siap Gelar Kejurnas Pencak Silat Lagi

JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa 2012-2017 akan menggelar kejuaraan pencak silat tingkat nasional (Kejurnas) maksimal dua kali selama 5 tahun ke depan.

Menurut Ketua Umum PP Pagar Nusa Aizzuddin Abdurrahman, Kejurnas merupakan ajang pencarian bakat dan mengembangkan pencak silat. Selain itu, juga merupakan sillaturrahim antar-perguruan pencak silat di bawah naungan Pagar Nusa.

“Maksimal dua kali selama kepengurusan saya,” katanya kepada NU Online, di sela-sela Rapat Kerja Pimpinan Pusat Pagar Nusa 2012-2017, di Bekasi, Senin (22/10).
Jamaah Haji diminta Tidak Membawa Pulang Krikil dari Muzdalifah

Jamaah Haji diminta Tidak Membawa Pulang Krikil dari Muzdalifah

MEKKAH - Jamaah haji diimbau untuk tidak membawa kerikil Muzdalifah ke Indonesia dengan alasan apapun, apalagi menjadikannya sebagai jimat.

Kepala Bidang Bimbingan Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia di Saudi Surahmat di Makkah, Selasa, mengatakan pada setiap musim haji ada saja perilaku iseng hingga bid`ah yang dilakukan jamaah, termasuk menganggap batu kerikil Muzdalifah sebagai benda yang memiliki barokah lalu menyimpannya.

"Beragam alasan jamaah menyimpan batu kerikil Muzdalifah yang biasa digunakan untuk melontar jumrah, yakni sebagai kenang-kenangan dan ada menjadikannya sebagai jimat," kata Surahmat.
PBNU Segera Tertibkan Aset Bidang Kependidikannya

PBNU Segera Tertibkan Aset Bidang Kependidikannya

BANDUNG - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berencana melakukan penertiban sejumlah aset, salah satunya yang berbentuk lembaga pendidikan. Langkah ini diharapkan bisa mengembalikan aset tersebut kembali menjadi milik NU.

Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud, mengatakan sejumlah aset berbentuk lembaga pendidikan yang akan ditertibkan mulai dari tingkatan MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA, hingga Perguruan Tinggi dan Universitas. Sejauh ini aset-aset tersebut dikelola oleh perseorangan, yang mana kondisi itu terjadi sejak zaman pemerintahan orde baru.

"Jadi dulu ceritanya aset-aset itu diancam ditutup oleh orde baru, dan untuk menyelamatkan statusnya dirubah dari milik NU dipercayakan kepada perseorangan yang saat itu menjadi pengelolanya. Masalah kemudian muncul setelah hingga saat ini statusnya tetap dikelola oleh perseorangan dan susah pengembaliannya," terang Marsudi di Jakarta, Senin (22/10).
KH Anwar Zahid: Qulhu Ae, Lek!

KH Anwar Zahid: Qulhu Ae, Lek!

KH Anwar Zahid dalam satu ceramahnya bercerita, dirinya pada suatu saat mengisi pengajian di suatu kampung dan diminta untuk menjadi imam shalat Tarawih.

Karena masih ada sosok kiai sepuh ia pun menghormati beliau untuk mengimami. Shalat sunnah dimulai.

Saat membaca surat al-Fatihah dengan fasih dan lancar. Bakda Fatihah imam melafalkan, “wama….” Kiai asal Bojonegoro ini hendak membantu terusan lafal dari imam tetapi ia bingung lanjutan "wama" yang kiai sepuh itu maksud.
Warga Hentikan Pengajian Wahabi di Masjid

Warga Hentikan Pengajian Wahabi di Masjid

Jombang, NU Online
Warga NU diminta mewaspadai gerakan Islam radikal yang merayap melalui masjid dan musholla. Gerakan Islam yang mengembangkan faham Wahabi ini biasanya dilakukan dengan menggelar pengajian dengan sasaran remaja masjid.

“Kegiatan mereka berupa pengajian untuk remaja- remaja masjid, bahkan dalam kegiatan pengajian itu juga mengundang pelajar yang aktif di sekolah SMA Negeri,” ujar H Mahmud Ketua MWC NU Tembelang dalam pengajian Lailitul Ijtima yang digelar di Desa Kepuhdoko Tembelang Jombang, Ahad (6/6) malam.

Mahmud menceritakan dalam pengajian itu, lanjutnya, para remaja masjid dan pelajar disuguhi dengan pemutaran film yang menerangkan persoalan remaja di zaman sekarang.” Yang ngaji itu sepertinya adalah filmnya, bukan seperti di NU yang ngaji adalah kiai dari jajaran syuriyah seperti ini,” imbuhnya seraya mengatakan takmir masjid NU sering kecolongan dengan kegiatan semacam ini.

Karenanya, pihaknya kemudian mengambil keputusan untuk menghentikan kegiatan pengajian yang digelar sekelompok orang di masjid An Nur yang berada di Desa Jatiwates Tembelang Jombang tersebut. Apalagi dalam pengajian itu diduga menjadi ajang “cuci otak” kelompok yang belakang diketahui adalah HTI tersebut.
PBNU Resmikan Kepengurusan PP Pagar Nusa 2012-2017

PBNU Resmikan Kepengurusan PP Pagar Nusa 2012-2017

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melantik dan mengukuhkan Pimpinan Pusat Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa masa khidmah 2012-2017. Para pengurus baru dilantik langsung oleh Ketua Umum PBNU Kh Said Aqil Siroj dalam acara pengukuhan di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Ahad (21/10).

Sebelum melantik, KH Said Aqil Siroj menanyakan kepada para pengurus, “Apakah sudah siap dilantik? Apakah berani berkorban untuk Pagar Nusa, untuk NU, termasuk berkorban harta?” Para pendekar langsung sigap mengatakan, “Siap…”

Acara pengukuhan dihadiri oleh Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto. Pagar Nusa merupakan badan otonom di bawah NU yang sekaligus tergabung dalam IPSI.
Makam Syech Mudzakir Demak Ramai di Ziarahi

Makam Syech Mudzakir Demak Ramai di Ziarahi

DEMAK - Ada makam wali yang unik tapi nyata di Kabupaten Demak. Makam pejuang kemerdekaan ini terletak di tengah laut tepatnya di dukuh Tambaksari desa Bedono kecamatan Sayung Demak.

Sosok wali itu bernama Kiai Mudzakir atau Syech Mudzakir dia pejuang kemerdekaan dan ulama besar di jamannya yakni antara 1900 sampai 1960 an, tanah kelahirannya dari desa Wringin Jajar kecamatan Mranggen, karena demi tuntutan Agama dan perjuangan maka syech Mudzakir menetap nengembangkan ajaran Islam dipesisir pantai Sayung Demak

Saat Haul syech Mudzakir ke-67, kepala satkorcab banser Demak Naim Anwar mengungkapkan, Syech Mudzakir adalah salah satu murid kiai Sholeh Darat Semarang, dia satu angkatan dengan Kiai Thohir yang dimakamkan di desa Sriwulan Sayung Demak
Fatayat-Muslimat Karawang Bentengi Akidah keluarga

Fatayat-Muslimat Karawang Bentengi Akidah keluarga

Karawang, NU Online
Untuk membentengi keluarga dari akidah non Ahlussunnah wal Jamaah (ASwaja), Fatayat dan Muslimat NU Karawang, menargetkan para remaja puteri sebagai pondasi utamanya. Para remaja ini dikenalkan dan diakrabkan dengan akidah-akidah ke Aswaja-an.

Selain itu, Fatayat dan Muslimat NU Kabupaten Karawang juga selalu berupaya mengaktifkan kajian-kajian rutin bulanan. Langkah ini dilakukan untuk menggeliatkan organisasi Perempuan Nahdlatul Ulama ini.
NU Lakukan Pertemuan dengan Ulama Afganistan

NU Lakukan Pertemuan dengan Ulama Afganistan

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan mengadakan pertemuan dengan ulama Afganistan di Jakarta, 10 Juli 2011. Pertemuan ini bertujuan untuk mengenalkan Nahdlatul Ulama, Islam Indonesia dan Pancasila.

Demikian dikemukakan Wakil Ketua PBNU H As’ad Sa’id Ali dalam jumpa pers tadi siang (27/6) di hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Pertemuan ini merupakan dari rangkaian Harlah NU ke-85.

As’ad yang didampingi Wakil Sekjend PBNU H Entjeng Sobirin Najd dan Wakil Ketua PP Ma’arif Masduki Baidlowi mengatakan, pertemuan ulama NU dan Ulama Afganistan penting untuk agenda ukhuwah islamiyah.
Kesulitan Dalam Pemahaman Sufisme

Kesulitan Dalam Pemahaman Sufisme

Sumber: Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma'rifat oleh Idries Shah/Media Isnet

Dalam abad di mana institusionalisasi bergerak maju secara lambat ini, setidaknya sama sulitnya dengan membuat masalah ini secara efektif.

Bagaimana pun seribu tahun lalu, pengembara darwis Niffari di Mesir, dalam pengaruh-tetap klasiknya, Muwaqif ('orang-orang yang berhenti'), dengan penuh semangat menekankan bahaya dari kesalahan wahana untuk mencapai sasaran.

Dekat dengan masalah ini adalah satu diantara kepemimpinan atau jabatan guru. Guru Sufi adalah seorang konduktor, pemimpin dan instruktur (pelatih)—bukan dewa. Pemujaan pribadi dilarang dalam Sufisme.
KH Ma'ruf Amin: Penjahat Narkoba Pantas di Hukum Mati

KH Ma'ruf Amin: Penjahat Narkoba Pantas di Hukum Mati

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan sikap terkait keputusan Mahkamah Agung (MA) memberikan vonis Peninjauan Kembali (PK) terhadap terdakwa kasus-kasus narkoba, yang mengubah hukuman mati menjadi hukuman penjara.

Ketua Harian MUI KH Ma'ruf Amin, dalam konferensi pers di Gedung MUI, Jakarta, Kamis, mengungkapkan, hukuman mati tidak bertentangan dengan Hak Asasi Manusia dan UUD 1945.

Ma'ruf mengatakan, alasan MA yang menyatakan hukuman mati bertentangan dengan HAM dan UUD 1945, tidak tepat. Alasan tersebut menurut dia justru menunjukkan MA belum memahami secara komprehensif hukuman mati dalam kaitannya dengan HAM dan UUD 1945.
Jalur Kultural Efektif untuk Rekonsiliasi

Jalur Kultural Efektif untuk Rekonsiliasi

JAKARTA - Jalur kultural merupakan jalan paling efektif untuk menyelesaikan konflik bangsa ini. Konflik yang dipicu pemberontakan PKI 1965 juga harus diselesaikan dengan jalan kebudayaan.

Demikian salah satu poin dalam seminar nasional bertema Rekonsiliasi Nasional; Telaah jalur Kultural sebagai Alternatif. Seminar tersebut digelar Lembaga Studi Islam dan Kebudayaan (eLSIK) dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), di gedung Juang 45, Menteng, Jakarta, (18/10).

Salah satu pembicara Agus Sunyoto mengatakan bahwa rekonsiliasi melalui jalur kultural sudah berjalan alamiah di kalangan masyarakat yang konflik. Ia mencontohkan di desa Trisula, Ploso Klaten, Kediri Jawa Timur.
Alquran-Hadist dan Kopi Terbaik Sejagad

Alquran-Hadist dan Kopi Terbaik Sejagad

Alquran dan hadist, dua warisan kanjeng nabi yang terbesar kepada Ummatnya. Banyak diantara ummatnya yang berikrar akan selalu berpegangan dan bersumber dari dua sumber hukum ini. Walau harus benar benar belum membuktikan dengan tindakan nyata.

Sayangnya, banyak diantara kita yang keukeuh berslogan 'kembali al quran dan as sunnah' masih belum proporsional. Dari yang awam sampai ulama kerajaan berani mengklaim sudah 'quran-sunnah minded' dengan mengenyampingkan sumber sumber ilmiah dari kitab kitab ulama pendahulu. Kontradiktif! Mereka mengaku sebagai pengikut para salaf (baca: salafi) tapi tidak secara utuh mengikuti para ulama generasi salaf.

Mereka memotong jalan, hanya berhenti mereferensi sampai pada ujaran ujaran Ibnu Taimiyah, Ibnu Jauzi, dan (eng ing eng!) Ibnu Abdul Wahab saja. Selain mereka, atau dengan kata lain yang tidak setuju dengan ujaran ketiganya adalah salah, dan dalam pasal tertentu berani ditunjukk sebagai orang yang sesat! Duh....

Bagi mereka, ketiganya adalah peracik kopi - gula terbaik ( quran + hadist yang terbaik) tiada banding, dan sengaja mendoktrinkan pemikiran mereka bahwa sajian mereka adalah kopi satu satunya yang sah dan dituang langsung dari teko (peracikan pemahaman agama) ke mulut ummat. Bagi mereka menuangkan kopi ke gelas (menuangkan tafsir tafsir dan penyederhanaan penjelasan masalah keagamaan ke kitab kitab muktabarah) hanyalah tindakan bodoh. Bagi mereka meminumi ummat langsung dari teko lebih baik dari pada meminumi ummat dari gelas. Jelas, teko (ilmu) al quran dan as sunnah itu luar biasa besarnya!

Orang awam tidak akan bisa mengerti penuh Quran tanpa menguasai ilmu dibelakangnya, tanpa hafal risalah sejarah penurunan, tanpa hafal jutaan hadist diluar kepala plus kemampuan meramu mereka denga sempurna menjadi kopi terbaik. Itulah yang dikerjakan oleh as Syaikh Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Hanbali dan Imam Syafii yang oleh mereka (salafi/wahabi) diklaim tidak perlu ditaqlid!

Duh, bercerminlah lagi. Jika umur anda sudah 26 tahun, katakanlah sudah mondok lebih dari 15 tahun, apa yang anda dapat. Sudahkah anda hafal quran? Sudah hafal shahih bukhari? Sudah hafal shahih muslim? Sudah hafal beratus ribu hadiskah hingga sudah sangat Pede mengambil jalan sendiri, berpendapat sendiri selayaknya para imam mazhab.

Kalau iya, bolehlah saya tulis disini nama anda dengan gelar as syaikh al alamah al imam fulan radiyallahuanhum!

*) sorry bagi temen-temen salafi/wahabi yang saya kritik, tapi cobalah berfikir dan belajar dari ulama lain selain Ibnu Taimiyah, Ibnu Jauzi dan Ibnu Abdul Wahab, apalagi anda hanya belajar pada ulama sepemikiran saja seperti Ibnu Baz, Albani, al Utsaimin dari Saudi saja.
PBNU: Toleransi Butuh Pengorbanan

PBNU: Toleransi Butuh Pengorbanan

Jakarta, NU Online
Hidup bertoleransi itu memang berat. Toleransi butuh pengorbanan, kesabaran dan pengetahuan. Tapi, sikap toleran harus dipunyai setiap warga bangsa adalah syarat mutlak menuju Indonesia beradab, adil dan makmur.

”Orang yang tidak toleran itu orang berarti tidak punya kesabaran, tidak mau berkorban, atau tidak berpengetahuan.”

Demikian dinyatakan Ketua Umum PBNU Dr. KH Said Aqiel Siradj dalam jumpa pers di gedung PBNU lantai lima beberapa saat lalu, Kamis (19/5).

Kang Said menjelaskan, toleransi itu sikap pernyataan minimalis dari pola hubungan antarmanusia atau antarkelompok yang berbeda. ”Toleransi itu berbuatan minimal dari manusia untuk manusia lain. Meskipun begitu, toleransi adalah bentuk pengorbanan,” tegasnya.
KyaiPedia: KH Abdul Kholik Hasyim Tebu Ireng

KyaiPedia: KH Abdul Kholik Hasyim Tebu Ireng

KH Abdul Kholik Hasyim adalah seorang pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang cukup disegani oleh masyarakat. Ia memiliki ilmu kanuragan yang cukup tinggi. Di bawah kepemimpinannya, intensitas pengajian kitab kuning di Tebuireng ditingkatkan. Sebagai pendekar sekaligus bekas tentara, Kiai Kholik menerapkan kedisiplinan yang cukup tinggi di Tebuireng.

Kelahiran dan Pendidikan



Abdul Kholik Hasyim dilahirkan pada tahun 1916 dengan nama kecil Abdul Hafidz. Beliau adalah putra keenam dari pasangan Kiai Hasyim Asy’ari dan Nyai Nafiqah.

Sejak kecil Abdul Kholik dididik langsung oleh ayahnya sendiri. Setelah dianggap mampu, Abdul Kholik melanjutkan pendidikannya ke pondok pesantren Sekar Putih, Nganjuk. Selepas dari sana, dia meneruskan ke Pesantren Kasingan, Rembang, Jawa Tengah, di bawah asuhan Kiai Kholil bin Harun yang terkenal sebagai pakar nahwu. Belum puas dengan ilmu yang diperolehnya, Abdul Kholik melanjutkan studinya ke Pesantren Kajen, Juwono, Pati, Jawa Tengah.

Pada tahun 1936, dalam usia 20 tahun, Abdul Kholik pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Di sana ia bermukim selama empat tahun sambil memperdalam ilmu pengetahuan. Salah seorang gurunya bernama Syekh Ali al-Maliki al-Murtadha.

Berkeluarga dan Berjuang



Pada tahun 1939, Abdul Kholik pulang ke tanah air. Setahun kemudian, ia menikah dengan salah seorang keponakan Kiai Baidhawi yang bernama Siti Azzah. Pada tahun 1942, Kiai Kholik dikaruniai anak laki-laki yang diberi nama Abdul Hakam. Inilah satu-satunya keturunan Kiai Kholik.

Selama masa revolusi fisik, Kiai Kholik aktif berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI. Sejak tahun 1944, atau satu tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI, Kiai Kholik masuk dalam dinas ketentaraan nasional. Dia menjadi anggota PETA.

Kiai Kholik merupakan orang dekat Jenderal Sudirman bersama kakaknya, Kiai Wahid Hasyim. Kiai Kholik mengundurkan diri dari militer pada tahun 1952 dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel (Letkol), kemudian pergi ke Makkah guna menunaikan ibadah haji untuk kedua kalinya.

Memimpin Tebuireng



Sepulang dari Makkah, Kiai Kholik mampir dulu ke Jakarta menemui Kiai Wahid Hasyim yang saat itu menjadi Menteri Agama. Di sana beliau membicarakan masalah kepemimpinan Tebuireng yang waktu itu dipegang oleh Kiai Baidlawi. Dalam pandangan Kiai Kholik, naiknya Kiai Baidlawi sebagai pimpinan Tebuireng telah merubah tradisi kepemimpinan pesantren yang biasanya diteruskan oleh putra pengasuhnya, bukan oleh menantunya.

Setelah dari Jakarta, Kiai Kholik mampir ke Desa Kwaron, Jombang. Di sana ia tinggal di rumah adiknya yang paling bungsu, Muhammad Yusuf Hasyim. Dari Desa Kwaron Kiai Kholik mengirim utusan ke Tebuireng untuk membicarakan masalah suksesi kepemimpinan Tebuireng dengan Kiai Baidhawi. Mendengar rencana tersebut, Kiai Baidhawi lalu menyerahkan kepemimpinan Tebuireng kepada Kiai Kholik.

Sejak awal kepemimpinannya, Kiai Kholik banyak melakukan pembenahan pada sistem pendidikan dan pengajaran kitab kuning, yang pada tahun-tahun sebelumnya digantikan dengan sistem klasikal. Langkah pertama yang diambilnya ialah meminta bantuan kakak iparnya, Kiai Idris Kamali (tahun 1953), untuk mengajar di Tebuireng. Kiai Idris diminta untuk mengajarkan kembali kitab-kitab kuning guna mempertahankan sistem salaf, serta melakukan revitalisasi sistem pengajaran.

Dalam memimpin Tebuireng, Kiai Kholik terkenal sangat disiplin. Ini mungkin merupakan pengaruh tidak langsung dari jiwa militernya. Meskipun demikian, Kiai Kholik sangat hormat kepada Kiai Idris, karena dianggap lebih tinggi ilmu spiritualnya. Kiai Idris juga sangat dihormati oleh santri dan masyarakat. Sedangkan Kiai Kholik sebagai pemimpin formal Tebuireng, mengajar kitab-kitab tasawwuf.

Sedangkan Kiai Kholik sangat disegani masyarakat, karena memiliki ilmu kanuragan yang cukup tinggi. Hampir setiap hari tamu-tamu berdatangan ke rumahnya, baik meminta doa-doa atau meminta syarat kesembuhan. Masyarakat percaya bahwa Kiai Kholik mewarisi kesufian dan kekaromahan Kiai Hasyim, sehingga beliau sering melakukan keajaiban-keajaiban tertentu. Konon, Kiai Kholik pernah menurunkan buah kelapa tanpa memanjatnya. Beliau cukup menggerakkan tenaga dari bawah, buah kelapa sudah berjatuhan. Kiai Kholik juga terkenal kebal senjata tajam. Saat terjadi peristiwa G30S PKI, Kiai Kholik memberikan amalan untuk kekebalan dan kesaktian kepada para santri dan masyarakat.

Pada masa penjajahan, Kiai Kholik pernah ditahan oleh tentara Belanda tanpa alasan yang jelas. Beliau dijatuhi hukuman mati. Keluarga dan santri Tebuireng cemas dibuatnya. Pada detik-detik terakhir menjelang eksekusi, Kiai Kholik meminta waktu kepada algojo untuk salat dua rakaat. Seusai salat, Kiai Kholik mengangkat tangan berdoa kepada Allah. Anehnya, setelah itu pihak Belanda menyatakan bahwa Kiai Kholik tidak jadi dihukum mati.

Selain terkenal memiliki karomah tinggi, Kiai Kholik juga memiliki kebiasaan mengoleksi kitab-kitab syair berbahasa Arab (semacam ontologi). Hal ini dapat dilihat dari kitab-kitab peninggalannya yang masih tersimpan rapi di Perpustakaan Tebuireng.

Pada masa Kiai Kholik, madrasah yang telah dirintis oleh para pendahulunya tetap dipertahankan. Saat itu Madrasah Tebuireng terdiri dari tiga jenjang, yakni Ibtidaiyah (SD), Tsanawiyah (SLTP), dan Mu’allimin. Kurikulumnya 70% ilmu agama dan 30% ilmu umum. Pada masa ini pula, Madrasah Nidzamiyah yang dulunya didirikan oleh Kiai Wahid, berganti nama menjadi Madrasah Salafiyah Syafi’iyah.

Polaritas Politik



Di bidang politik, pada masa kepemimpinan Kiai Kholik terdapat polaritas internal di kalangan pemimpin Tebuireng. Pertama, Kiai Kholik mendirikan partai Aksi Kemenangan Umat Islam (AKUI) tahun 1955 dan melarang segala aktivitas politik dan organisasi apapun di Tebuireng. Kedua, Kiai Karim (kakak Kiai Kholik) tetap konsisten menjadi anggota Masyumi. Ketiga, sebagian warga pesantren dan masyarakat Tebuireng mengikuti Partai NU. Padahal Kiai Kholik saat itu melarang segala kegiatan yang berbau NU. Segala aktifitas harus dilakukan di luar pondok. Di pondok hanya untuk ibadah dan mengaji.

Ketika Presiden Soekarno menjatuhkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Kiai Kholik sebagai anggota Konstituante, menentang dengan keras. Dalam pandangannya, jalan musyawarah dan diplomasi masih bisa dilanjutkan. Kiai Kholik mendapat teguran keras atas penentangannya itu, sehingga partai AKUI yang didirikannya dibubarkan. Kiai Kholik kemudian keluar dari politik.

Berpulang ke Haribaan-Nya



Bulan Juni 1965, atau tiga bulan sebelum meletusnya pemberontakan G.30.S/PKI, Kiai Kholik menderita sakit selama beberapa hari. Semua keluarga dan santri Tebuireng cemas dibuatnya. Mereka semua mengharap kesembuhan sang pengasuh. Namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat dihadang. Beberapa hari setelah itu, Kiai Kholik menghembuskan nafasnya yang terakhir. Inna liLlahi wa inna ilayhi raji’un. Tebuireng pun berduka.

Sebagaimana keluarga lainnya, jenazah Kiai Kholik dimakamkan di komplek pemakaman keluarga Pesantren Tebuireng, diiringi ribuan peta’ziyah yang mengantarkannya hingga ke liang lahat. Sumber: NU Online
Tebu Ireng Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah Tentang NU dan Gus Dur

Tebu Ireng Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah Tentang NU dan Gus Dur

SURABAYA - Unit Penerbitan, Lembaga Sosial dan Ikatan Keluarga Alumni dari Pesantren TebuIreng, Jombang, Jatim, akan mengggelar lomba karya tulis ilmiah dalam rangka memperingati tiga tahun wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Ketua Panitia lomba sekaligus Pengasuh Pesantren Tebu Ireng Jombang, KH Salahudin Wahid, di Surabaya, Selasa, mengatakan, tujuan lomba dengan katagori peserta tingkat pelajar/santri SLTA dan tingkat mahasiswa ini, adalah menggali masalah-masalah keumatan, kebangsaan yang masih menjadi masalah aktual dan mendesak untuk dicari pemecahannya.

"Masalah-masalah ini menjadi bagian dari masalah bangsa dan umat Islam yang menjadi kepedulian Gus Dur dan kita semua," ujar adik kandung Gus Dur ini.
PCNU Kudus Tegaskan Netral Hadapi Pilkada 2013

PCNU Kudus Tegaskan Netral Hadapi Pilkada 2013

KUDUS - Menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus menegaskan posisi netral dengan tidak mendukung salah satu calon. NU secara kelembagaan memberikan kebebasan kepada warganya dalam menentukan sikap politik.

Penegasan ini disampaikan ketua PCNU Kudus KH Chusnan Ms kepada NU Online menanggapi munculnya dinamika maupun isu politik menjelang pemilihan bupati dan wakil bupati bulan Mei 2013 mendatang.

KH Chusnan mengatakan sikap politik NU ini sebagai upaya menjaga ukhuwah di antara warga Nahdliyyin. Hal ini dikarenakan diantara kandidat yang sudah muncul di masyarakat semuanya warga NU.

"Secara kelembagaan NU tidak mengusung kadernya sebagai calon dan akan bersikap netral. Ini komitmen PCNU Kudus," tegasnya di Kudus, Selasa (16/10).
Peringatan Harlah ke-77 GP Ansor NU

Peringatan Harlah ke-77 GP Ansor NU

Pimpinan Pusat GP Ansor akan memperingati hari lahirnya ke 77 dengan mengadakan istighotsah Fukushima Jum'at (22/4) mendatang.

Menurut rencana, kegiatan yang akan digelar di objek wisata Benteng Portugis Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, menghadirkan putri Gus Dur, Yenny Wahid dan KH Yusuf Chudlori dari Pabelan, Magelang.

Dalam persiapannya, PP GP Ansor telah melakukan koordinasi dengan PC GP Ansor se-karesidenan Pati di kantor PCNU Jepara Sabtu (16/4) malam kemarin

Ketua Umum Nusron Wahid mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk mendo'akan keamanan dan keselamatan PLTN Fukushima yang meledak terkena bencana tsunami di Jepang baru-baru ini. Ia menjelaskan bencana PLTN Fukushima Jepang itu sebagai pelajaran penting bagi bangsa Indonesia terhadap rencana pembangunan PLTN di Jepara.

"Moment ini sekaligus dijadikan penegasan untuk menolak rencana pembangunan PLTN di Jepara," ujar Nusron Wahid saat rapat koordinasi di Gedung NU Jepara, Sabtu (16/4) malam.
Inilah Rangkaian Acara Peringatan Harlah NU ke 85 tahun 2011

Inilah Rangkaian Acara Peringatan Harlah NU ke 85 tahun 2011

Serangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari lahir NU ke 85 ini akan berlangsung satu bulan, mulai hari ini, Sabtu tanggal 16 Rajab/1432 H bertepatan dengan 18 Juni 2011 M sampai dengan Ahad 15 Sya’ban 1432 H bertepatan dengan 17 Juli 2011. Rangkaian kegiatan dimaksud adalah sebagai berikut:

Launching hari lahir ke-85, yaitu kegiatan yang dimulai Sabtu, 18 Juni 2011. Kegiatan ini tepat persis pada hari lahir organisasi yang ditulangpunggungi oleh kalangan ulama ini. Hari Sabtu ini bertepatan dengan 16 Rajab 1432 H atau 18 Juni 2011 M. Dan, dengan sengaja pula diselenggarakan di Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat.
Kegiatan lain adalah seminar-seminar yang bertujuan untuk mengangkat dan mereaktualisasikan
masalah-masalah strategis yang tengah menjadi perhatian NU. Seminar-seminar ini terdiri atas:
PBNU Tetapkan Idul Adha Jatuh Pada Jumat 26 Oktober 2012

PBNU Tetapkan Idul Adha Jatuh Pada Jumat 26 Oktober 2012

Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan Idul Adha jatuh pada tanggal 26 Oktober 2012. Keputusan ini sama dengan yang ditetapkan Pemerintah melalui Kementerian Agama.

Sekretaris Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Nahari Muslih, mengatakan penetapan dilakukan setelah hari ini dilakukan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan qomariyah di sejumlah titik di seluruh perwakilan LFNU se Indonesia.

"Hari ini tanggal 15 Oktober bertepatan dengan 29 Dzul Qa'dah, di mana sudah menjadi tradisi di kami melihat hilal awal bulan qomariyah. Dari sejumlah titik ternyata tidak satupun yang berhasil melihat hilal sebagai tanda awal bulan, sehingga Dzul Qa'dah kita putusakan genap tiga puluh hari, di mana 10 Dzulhijjah atau Idul Adha berarti akan jatuh pada 26 Oktober," kata Nahari kepada redaksi www.dpp.pkb.or.id di Jakarta, Senin (15/10/2012).
Kebudayaan Sebagai Jantung Pertahanan Islam

Kebudayaan Sebagai Jantung Pertahanan Islam

JAKARTA - Keberlangsungan agama Islam tidak bisa dilepaskan dari aspek kebudayaan. Keberhasilan penyebaran Islam di Indonesia berhutang besar pada cara-cara ulama sebagai motor kebudayaan mempertahankan nilai-nilai Islam.

“Kebudayaan yang dilestarikan para ulama ini menjadikan agama Islam terus berdenyut,” kata KH Said Aqil Siroj, Ketum PBNU dalam rapat koordinasi dengan PWNU se-Indonesia, di aula lantai delapan Gedung PBNU, jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10) petang.

Model pendidikan para ulama mengabadikan nilai Islam, tambah Kang Said. Lewat tulisan, pengajaran, dan pengamalan, ajaran Islam sanggup bertahan berabad lamanya. Cara semacam ini menempatkan Islam dikonsumsi tanpa terikat waktu dan tempat.
GP Ansor & Warga Tolak Penggurusan Mushola di Jl Gajah Mada Semarang

GP Ansor & Warga Tolak Penggurusan Mushola di Jl Gajah Mada Semarang

SEMARANG - Sebuah musholla di jalan protokol pusat bisnis kota Semarang, Musholla Nurul Ikhlas di pinggir Jl. Gajah Mada, persis di sebelah Kali Semarang yang ada di Jalan Petempen Selatan 2, sejak setahun lalu diupayakan digusur.

Hal itu karena ada pembangunan apartemen mewah Mutiara Garden di Kampung Petempen Kelurahan Kembangsari Kecamatan Semarang Tengah yang menginginkan musholla di yang ada di pinggir jalan masuk proyek tersebut dihilangkan untuk menjadi pintu utama menuju apartemen yang dirancang jalannya selebar 14 meter.

Warga Petempen dan kaum muslimin yang biasa beribadah di musholla Nurul Ikhlas pun resah. Sejak Maret 2012 lalu muncul gerakan penolakan yang didukung jamaah Masjid Besar Semarang (Masjid Kauman) yang tak jauh dari lokasi.
Ilmu Aqaid Menurut KH Wahab Hasbullah

Ilmu Aqaid Menurut KH Wahab Hasbullah

Pada kesempatan ini rubrik ubudiyah bermaksud menghadirkan kembali tulisan KH. Abdul Wahab Chasbullah mengenai ilmu aqoid yang pernah dimuat secara bersambung pada majalah ‘Oetusan Nahdlatul Oelama’ pada awal tahun 1928.Hal ini dipandang perlu mengingat ilmu aqoid sebagai salah satu asas dalam memahami Islam secara sempurna –kaffah-, kini mulai jarang disentuh. Bahkan hampir mengalami ‘kepunahan’. Buktinya, jarang sekali kita mendengar istilah aqoid, apalagi ilmu aqoid. Telinga dan mata kita lebih familier dengan istilah aqidah islam, aqidah ahlussunnah atau malahan kalimat pertentangan aqidah. Semuanya kita fahami begitu saja tanpa pikir panjang.

Selanjutnya diterangkan bahwa ilmu aqoid sebagaimana diterangkan dalam kitab Bajuri dan Jam’ul Jawami’ sebagai:
Bahsul Matsail: Haram Memanipulasi Kelulusan Anak Didik

Bahsul Matsail: Haram Memanipulasi Kelulusan Anak Didik

KUDUS - Pengelola lembaga pendidikan diharamkan melakukan praktek manipulasi dalam rangka membantu kelulusan anak didik pada waktu Ujian Nasional (UN). Selain melanggar undang-undang negara, praktek demikian sangat bertentangan dengan nilai-nilai dan ajaran agama.

Demikian keputusan Bahsul Masail yang diselenggarakan pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) kecamatan Jekulo kabupaten Kudus, bertempat di Masjid Al-Ittihad Desa Terban Jln Raya Kudus Pati, Sabtu (13/10) malam. Acara yang dihadiri sejumlah kiai NU tingkat MWC Jekulo ini membahas tiga permasalahan yang dilontarkan warga NU setempat.

Dalam diskripsi masalah UN disebutkan, penetapan standar kelulusan siswa sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan telah menimbulkan polemik baru termasuk kekhawatiran pihak sekolah terhadap anak didiknya yang tidak lulus. Akibat dari kekhawatiran tersebut beberapa cara dilakukan pihak pengelola madrasah atau sekolah melalui guru membantu memberikan kunci jawaban atau berupaya membutakan mata pengawas ujian lewat pesangon atau servis yang spesial.
Menag: Moratorium TKI tak Pengaruhi Haji

Menag: Moratorium TKI tak Pengaruhi Haji

Bandung, NU Online
Kementerian Agama (Kemenag) menjamin bahwa adanya moratorium penghentikan sementara tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi tidak akan menggangu urusan pelaksanaan pemberangkatan calon jamaah haji dari Indonesia.

"Pascamoratorium itu ya, TKI memang ada persoalan tetapi haji alhamdulillah tidak," kata Menteri Agama Suryadharma Ali di Gedung Sate Bandung, Senin (27/6).
LFNU Penuhi Undangan Lajnah Falakiyah Kerajaan Saudi Arabia

LFNU Penuhi Undangan Lajnah Falakiyah Kerajaan Saudi Arabia

SEMARANG - Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) akan memenuhi undangan Lembaga Falakiyah Kerajaan Arab Saudi yang berada di bawah KACST (King Abdul Aziz City Science and Teknologi).

“KACST ini semacam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Semacam LIPI-nya Arab Saudi,” ujar Hendro Setyanto, pengurus LFNU yang akan memenuhi undangan tersebut, ketika ditemui NU Online, di gedung PBNU Jakarta, Sabtu (13/10).

Menurut Hendro, ia akan bertolak ke Arab Saudi Ahad (14/10) ini, dan akan berada di salah satu negara Timur Tengah tersebut, selama 15 hari.

“Di sana, saya akan menyaksikan proses penentuan awal bulan Dzulhijjah. Sekalian melihat perkembangan teknologi falakiyah Arab Saudi,” katanya.
Gus Dur dan Sastra Arab

Gus Dur dan Sastra Arab

Oleh Fathurrahman Karyadi

Dalam salah satu wawancara dengan Jaya Suprana, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyebutkan sebuah syair indah. Tak hanya dalam wawancara itu, di kesempatan lain pun Gus Dur sering mengutip syair ini. Termasuk diantaranya ngobrol santai KH. Maman Imanulhaq bersama Gus Dur yang terekam dalam salah satu CD berjudul ”Tawa dan Canda Gus Dur”.

Syair berbahasa Arab ini dikarang oleh seorang pujangga Arab kenamaan pra Islam, yaitu Al-Nabighah al-Dzubyani. Bagi Gus Dur Syair inilah yang mempengaruhi hidupnya. Bahkan dari syair ini pula kemudian Gus Dur mampu merubah dirinya sebagai sosok pemberani dan tokoh pluralisme (PLUR: peace, love, unity and Respect). Sehingga di kemudian hari ia melahirkan jargonnya ”Gitu aja kok repot” yang diadaptasi dari syair ini dengan Kaidah fiqhiyyah berbunyi ”Al-masyaqqah tajlib al-taisîr” (Kesulitan itu bisa mendatangkan kemudahan), Hadtis Nabi ”Yassirû wa lâ tuassirû” (Permudahlah sesuatu dan jangan mempersulit) serta firman Allah dalam Al-Baqarah: 185, “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”
Berikut kutipan syair yang dimaksud:
NU Punya Potensi Bangun Jaringan Bioskop Rakyat

NU Punya Potensi Bangun Jaringan Bioskop Rakyat

Wonosobo, NU Online
Jaringan NU yang tersebar di seluruh penjuru tanah air memungkinkan organisasi ini memiliki pasar dalam ekonomi, termasuk bioskop rakyat. Bioskokop rakyat juga bisa dijadikan alat untuk konsolidasi NU di bidang sosial budaya.

Demikian dikatakan Aktor kenamaan Alex Komang dalam saresehan bertema “Bioskop Rakyat sebagai alternatif Gerakan Sosial” di Pendopo Bupati wonosobo, Jum'at malam (23/6).
Ulama : Penyiksaan Dalam Karapan Sapi Terlarang

Ulama : Penyiksaan Dalam Karapan Sapi Terlarang

Bangkalan, NU Online
Tokoh ulama Bangkalan, Madura, Jawa Timur, KH Nuruddin A Rahman, menyatakan, budaya karapan sapi yang dimiliki masyarakat Madura tidak menyimpang dari ajaran agama Islam, namun yang tidak boleh (terlarang) adalah kekerasan atau penyiksaan pada hewan.

"Karapan sapi boleh, yang tidak boleh menyakiti hewan dan `taroan` (judi), ini harus dihilangkan," kata pengasuh Pesantren Mambaul Hikam, Burneh, Bangkalan itu saat menjadi nara sumber seminar nasional `Aku Cinta Budaya Madura` di gedung Rato Ebu Bangkalan, Sabtu.
IPNU Blora Kampanye Anti Narkoba

IPNU Blora Kampanye Anti Narkoba

Blora, NU Online
Dalam rangka memperingati hari Narkoba Internasional (26/6), PC. IPNU Kabupaten Blora mengadakan kampanye anti Narkoba di jalan protokol kota Blora. Kampanye yang dilakukan dengan menyebar stiker dan leflet ini, berlangsung mulai jam 08.00 sampai 10.00 wib, di lima titik jalan protokol kota Blora.

Kampanye yang bertujuan untuk memberi pemahaman akan bahaya narkoba kepada masyarakat serta himbauan agar generasi muda tidak terjebak pada penyalahgunaan norkoba. “Kami ingin Blora bebas narkoba, salah satunya dengan kampanye yang kami lakukan ini,” kata M. Faishal ketua IPNU Blora.
PBNU: Pengurus jangan tergoda Politik Praktis

PBNU: Pengurus jangan tergoda Politik Praktis

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. As'ad Said Ali kembali mengingatkan seluruh kader NU wilayah untuk tidak tergoda politik praktis.

Ulama mempunyai peranan dalam menjaga keutuhan umat dan akan sangat fatal akibatnya jika ulama dan pesantrennya malah tergoda dalam politik praktis, kata Said Ali saat menjadi keynote speaker Seminar Sehari Dalam Rangka Harlah NU ke 85 dengan tema "Kembali Ke Pesantren, Kembali ke Cita-cita Bangsa" di Hotel Aston Bandung, Jawa Barat, Minggu.
PBNU Tegaskan Tidak ada Negara dalam Negara

PBNU Tegaskan Tidak ada Negara dalam Negara

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan agar pemerintah bersikap tegas terhadap gerakan-gerakan yang mengarah pada separatisme di Indonesia, salah satunya gerakan Negera Islam Indonesia (NII).

“Sikap NU tegas, tidak boleh ada negara dalam negara,” katanya di gedung PBNU, Kamis (19/5).

Keberadaan NII di Indonesia sudah seperti negara dalam negara karena memiliki struktur pemerintahan sendiri dari pusat sampai ke bawah untuk mengendalikan para pengikutnya, dengan cita-cita utama mendirikan negara Islam.
GP Ansor Gelar Pelatihan Kader Nasional Angkatan II

GP Ansor Gelar Pelatihan Kader Nasional Angkatan II

JAKARTA - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menggelar Pelatihan Kader Nasional (PKN) selama lima hari. PKN Angkatan II ini mengambil tempat di Pondok Pesantren Alhamid, jalan Cilangkap Raya nomor 1, Jakarta Timur.

“PKN berlangsung sejak hari ini, tanggal 11-15 Oktober 2012,” kata Yanto, staf sekretariat PP GP Ansor kepada NU Online di lorong lobi kantor PP GP Ansor, jalan Kramat Raya nomor 65 A, Jakarta Pusat, Kamis (11/10) siang.
Saling Mengkafirkan, Bibit Terorisme

Saling Mengkafirkan, Bibit Terorisme

SEMARANG - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H As’ad Said Ali mengatakan, salah satu cara mencegah terorisme adalah meniru cara ulama NU dalam mendidik umat. Para ulama NU tidak ekstrim, menjauhkan diri dari sikap merasa benar sendiri dan anti radikalisme.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Koordinasi Penanggulangan Terorisme yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNNPT) bersama Muslimat NU dan beberapa organisasi kepemudaan, kalangan santri, pegiat LSM, unsur Pemda, Polri dan TNI, di Semarang, Kamis (11/10).
Madrasah Gratis Terealisasi Pertengahan 2011

Madrasah Gratis Terealisasi Pertengahan 2011

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, pihaknya akan mengonsentrasikan bidang pendidikan pada medio 2011 dengan program pendidikan madrasah gratis secara bertahap sudah dapat direalisasikan.

"Program madrasah gratis sudah harus berjalan, meski dari sisi kemampuan keuangan masih dihitung," katanya ketika membuka Rapat Kerja Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara di Medan, Jum'at (25/2).

Menteri Suryadharma Ali mengakui perhitungan pemberian dana bagi sejumlah madrasah hingga kini masih terus berlangsung. Untuk itu, ia berharap hal itu segera dapat diselesaikan secepatnya. Jika pun kemampuan pemberian dana gratis bagi pendidikan di madrasah baru bisa separuhnya, hal itu harus disyukuri. Jika baru seperempatnya bisa diwujudkan, juga harus disyukuri, kata Suryadharma Ali.
Pesantren harus Menjadi Pusat Budaya, bukan Konsumen Budaya

Pesantren harus Menjadi Pusat Budaya, bukan Konsumen Budaya

Bandung, NU Online
Pesantren merupakan sistem pendidikan asli Indonesia yang mampu mengintegrasikan nilai lokal, baik fisik maupun tata nilai dengan keislaman sehingga berpadu dalam Islam Nusantara yang toleran dan moderat yang merupakan perwujudan dari Islam ahlusunnah wal jamaah (aswaja).

Kemampuan adaptasi ini membuat pesantren dengan mudah diterima oleh masyarakat. kehadirannya tidak menganggu tradisi yang ada sehingga, pesantren tidak sekedar menjadi budaya pendidikan, tetapi telah mewujud menjadi subkultur tersendiri menjadi sebuah lembaga sosial budaya yang utuh dan menjadi rujukan masyarakat dalam berfikir dan bertindak.

Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali mengingatkan, umat Islam Indonesia dan kaum santri, pada khususnya, sedang dihadapkan pada dua persoalan besar, yaitu serbuan radikalisme Islam atau fundamentalisme agama di satu sisi dan disisi lain, menghadapi fundamentalisme pasar bebas yang dikenal dengan liberalisme. Mereka sama-sama fundamentalis, membawa ideologi keras yang tidak bisa ditawar atau dikompromikan dengan budaya setempat.
KH Said Aqil Siradj: Khotib minimal paham kitab 'Fathul Qarib'

KH Said Aqil Siradj: Khotib minimal paham kitab 'Fathul Qarib'

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengimbau pengurus masjid untuk menyeleksi para khotib jumat di masjid.

Pengurus masjid diminta untuk memastikan pemahaman kajian fikih seorang khotib. “Minimal khotib harus menguasai Fathul Qarib,” kata Kang Said di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (10/10) petang. Fathul Qarib adalah nama satu kitab fikih standar yang diajarkan di pesantren.

Penyampai agama mulai dari kelas khotib tingkat RW sampai nasional, harus menguasai fikih, ujarnya. Kitab Fathul Qarib, menjadi syarat minimal seorang khotib. Kitab Fathul Mu’in, buat penyampai agama tingkat kecamatan. Kitab Iqna atau Tuhfatul Muhtaj, buat penyampai agama tingkat provinsi.
KH Said Aqil Siradj: Pemuka Agama Sebaiknya Selesaikan Urusan Bangsa,
Tidak Hanya Golongannya

KH Said Aqil Siradj: Pemuka Agama Sebaiknya Selesaikan Urusan Bangsa, Tidak Hanya Golongannya

JAKARTA - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mengingatkan, tugas para pemuka agama mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa, bukan golongan tertentu saja.

Para ulama, dalam hal ini, harus melibatkan diri tanpa harus membedakan latarbelakang warga negaranya. Menurut Kang Said, persoalan sosial seperti penularan HIV, mengancam manusia tanpa pandang usia, golongan, jenis kelamin, agama, dan kategori lainnya.

“Para kiai ditugaskan liyundziru qaumahum, mengingatkan warga negaranya,” kata Ketum PBNU dalam jumpa pers yang meluncurkan gagasan ‘Jihad Melawan HIV/AIDS’ di aula lantai lima Gedung PBNU, Selasa (9/10) petang.
JQH NU Kirim Perwakilan ke MTQ Internasional di Russia

JQH NU Kirim Perwakilan ke MTQ Internasional di Russia

JAKARTA - Jam’iyyatul Qurra wal-Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama akan mengirimkan peserta pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional XIII yang akan berlangsung di Moskow, Rusia, (13-14/9) mendatang.

Menurut Ketua JQHNU KH Muhaimin Zein, peserta yang akan dikirim bernama Jajang Hasanuddin. Ia adalah Hafizh terbaik pada MTQ Internasional I yang digelar JQH NU, di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Juli lalu.

“Ia merupakan hafizh Jam’iyyatul Qurra Wal-Huffazh NU dari DKI Jakarta,” ungkap Muhaimin di kediamannya, di bilangan Lebak Bulus, Jakarta, kemarin.
Majalah Chazanah, Majalah IPNU era 60an

Majalah Chazanah, Majalah IPNU era 60an

Majalah bulanan diterbitkan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sekitar tahun 1960an, dengan semboyan Suara Santri Siswa Progresif. Alamat redaksi dan tata usaha di Jalan Kramat Raya 160, Jakarta.

Pemimpin Umum dipegang M. Thahir Chalid, sedangkan Hasby Chalidy sebagai Pemimpin Redaksi. Dewan Redaksi terdiri dari Haroe Achmad, Emzeta, A.A. Moertadho, M. Noor, A.S.B. Wignajodiharjo, A. Chalid Mawardy, Soemardi, dan Mahbub Djunaidi.

Pembantu tetap luar dan dalam negeri: M. Tolchah Mansoer. H. Aminullah J, S. Oesman bin Jahja, H.A. Rasyid N, Mukoddar Munasim.
Indonesia Youth Forum Gelar Interfaith Summit IV di Bali

Indonesia Youth Forum Gelar Interfaith Summit IV di Bali

DENPASAR - Universitas Hindhu Indonesia menjadi saksi kesungguhan pemuda Indonesia menginisiasi pemuda internasional untuk terlibat aktif kampanye toleransi dan menciptakan perdamaian dunia. Hadir Opening Ceremony and Welcoming Dinner Interfaith Summit 2012 dipimpin langsung oleh Menegpora RI Andi Malarangeng.

Ia memberikan arahan agar mahasiswa dan pemuda Indonesia terlibat aktif untuk melakukan resolusi konflik yang mengatasnamakan agama. IYF dan GPFF Indonesia diharapkan mampu menjadi inspiring movement dalam forum-forum Interfaith dialogue, ke depan Kemenegpora RI akan membantu memfasilitasi ke beberapa pihak untuk menindak lanjuti hasil konferensi di Bali.

Dalam kesempatan ini hadir para pemuda dari berbagai negara, yang tentunya membawa coraknya masing-masing. Pertemuan ini diharapkan menjadi sebuah ‘titik picu’ dalam pembentukan sebuah resolusi baru menyikapi kehidupan keberagaman. Hal ini sesuai dengan tema acara International Interfaith youth Leadership Conference yaitu New paradigm in the 21’st century.

Perbedaan adalah sebuah kenyataan yang tidak dapat dielakkan, baik itu perbedaan ras, adat istiadat dan kebudayaan bahkan perbedaan keyakinan. namun ketika hal ini dapat dimaknai secara positif tentu akan menjadi kekayaan dan sebuah kekuatan tersendiri dalam mengusung tujuan dalam rangka turut serta menciptakan perdamaian dunia.
LKKNU Libatkan Syuriah NU Tangani Kasus HIV/AIDS

LKKNU Libatkan Syuriah NU Tangani Kasus HIV/AIDS

JAKARTA - Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) mendorong kiai-kiai di jajaran Syuriyah NU dari berbagai wilayah untuk mengadakan bahtsul masail terkait persoalan HIV/AIDS. Keterlibatan kiai dianggap perlu untuk mengatasi persoalan HIV/AIDS yang semakin memperihatinkan.

“Baru kali ini, NU melibatkan Syuriyah di 33 wilayah NU di Indonesia untuk membahas HIV/AIDS,” kata Kang Said Aqil Siroj, Ketum PBNU saat jumpa pers dengan tajuk ‘Jihad Kyai NU Melawan AIDS’ di aula lantai lima Gedung PBNU, jalan Kramat Raya nomor 164, Selasa (9/10) sore.
Russia Tolak Sanksi Uni Eropa kepada Iran

Russia Tolak Sanksi Uni Eropa kepada Iran

MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, sanksi sepihak yang diberlakukan oleh Uni Eropa terhadap Iran bukan cara bertindak mitra.

"Kami bekerja sama erat dengan Uni Eropa terhadap Iran dalam kelompok "5+1" dan ada pertemuan tingkat menteri di Majelis Umum PBB di New York baru-baru ini.

"Sebelumnya IAEA mengadopsi resolusi yang menekankan pentingnya melakukan perundingan," kata Lavrov pada pertemuan dengan para anggota Asosiasi Bisnis Eropa di Rusia pada Senin, 8 Oktober.
IPNU dan PII Jateng Sepakat Hidupkan Lagi Poros Pelajar

IPNU dan PII Jateng Sepakat Hidupkan Lagi Poros Pelajar

SEMARANG - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah Jawa Tengah akan menghidupkan lagi Poros Pelajar yang dulu pernah eksis di awal reformasi.

Tekad mereka, seluruh organisasi pelajar akan diajak untuk membangun aliansi dan menjadikan pelajar bersuara sama dalam menyikapi berbagai fenomena.

Komitmen itu disepakati dalam Audiensi dua organisasi pelajar Islam tersebut dalam kunjungan PW PII dan PW IPNU Jateng di kantor PWNU Jateng Jl Dr Cipto 180 Semarang, Senin (8/10) malam.
MA Al Irsyad Gajah Demak, Juarai Kompetisi Film Dokumenter

MA Al Irsyad Gajah Demak, Juarai Kompetisi Film Dokumenter

DEMAK - Batikku Sudah Tak Bermotif Lagi adalah judul film dokumenter karya Yatimul Chotimah yang memenangi lomba film dokumenter se Kabupaten Demak. Sang sutradara merupakan utusan Madrasah Aliyah Al Irsyad Gajah, sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Demak.

Film yang naskahnya ditulis M. Azhar --siswa kelas XI IPA Madrasah Aliyah Al Irsyad Gaja-- itu berkisah tentang perjuangan seorang anak yang memperjuangkan batik, menguatkan usaha orang tuanya.
Sutradara Inocents of Moslem Segera diadili

Sutradara Inocents of Moslem Segera diadili

LOS ANGELES - Pria California di balik film menghina Islam, yang memicu unjuk rasa keras di dunia Muslim, diadili di Los Angeles pekan depan untuk perkara pelanggaran atas masa percobaan hukuman penipuan bank pada 2010, kata dokumen pengadilan.

Mark Basseley Youssef (55 tahun), yang sebelumnya bernama Nakoula Basseley Nakoula, dijadwalkan tampil di depan Hakim Distrik Christina Snyder pada Rabu, kata dokumen diajukan pada Jumat di Pengadilan Negeri Amerika Serikat.

Syarat pembebasan Youssef dari penjara pada 2011 termasuk larangan menggunakan alias tanpa izin dari petugas masa percobaan.
Habib Luthfi bin Yahya Lantik MATAN Kudus

Habib Luthfi bin Yahya Lantik MATAN Kudus

KUDUS - Rais Am Jamiyyah Ahlih Thariqoh Al-Muktabarah An-Nahdliyyah Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya mengatakan, terbentuknya organisasi mahasiswa penganut tarekat MATAN merupakan ikhtiar awal perjuangan kader-kader muda Nahdlatul Ulama yang mengedepankan Akhlaqul Karimah.

"Tambah semangatmu dengan kedepankan akhlakul karimah dalam mengemban amanah sebagai Pengurus MATAN. Besar harapan saya, dari organisasi inilah nantinya muncul para guru Mursyid," ujarnya memberi pesan kepada pengurus Cabang Mahasiswa Ahlit Thariqoh Ab-Nahdliyyah (MATAN) Kudus disela-sela acara baiat jamaah Jatman di gedung Syadziliyyah Kaliwungu Kudus, Jum'at (5/10) lalu.
KyaiPedia: Syaikh Abdul Karim al-Bantani

KyaiPedia: Syaikh Abdul Karim al-Bantani

Mursyid tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah terakhir yang mampu menyatukan kepemimpinan keseluruhan cabang tarekat itu. Dia murid dan salah satu khalifah Syaikh Ahmad Khatib Sambas, penyusun Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.

Lewat Abdul Karim yang berpusat di Banten, tarekat ini tersebar ke berbagai daerah di Nusantara. Tidak hanya dalam soal olah batin, lingkaran tarekat Abdul Karim juga terkenal karena sebagian murid terdekatnya dihubungkan dengan pemberontakan petani melawan Belanda tahun 1888.
Gus Mus: Bangsa Ini Krisis Silaturahim

Gus Mus: Bangsa Ini Krisis Silaturahim

JEPARA - Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) mengungkapkan, tradisi silaturrahim saat ini tidak begitu marak. Tradisi ala Indonesia itu menurutnya hanya marak pada saat momentum Idul Fitri saja.

Demikian taushiyah Gus Mus dalam Pengajian Umum Silaturrahim Alumni pesantren Raudlatut Thalibin desa Kalipucang Wetan, kecamatan Welahan, Rabu malam (3/10).

Silaturrahim saat ini, ungkap Gus Mus banyak dilakukan lewat koran dan televisi. Namun melalui media ini, apa yang disampaikan hanya bisa didengarkan dan dibaca. Ia menilai silaturrahim dengan bertatap muka langsung sudah sangat jarang dilakukan.
KH Hasyim Muzadi: Jadi Ummat itu Jangan Ceroboh

KH Hasyim Muzadi: Jadi Ummat itu Jangan Ceroboh

JAKARTA - Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mengingatkan, umat Islam Indonesia untuk tetap memperhatikan sikap keberagamaannya. Kecerobohan dalam mengambil langkah, seperti aksi kekerasan, akan berdampak pada citra Islam di mata dunia.

“Karena dengan kekerasan, apalagi terorisme, itu senjata ampuh untuk menambah amunisi orang lain untuk dipakai bagaimana membentuk opini secara global,” ujarnya beberapa waktu lalu di Kantor Islamic Conference of Islamic Scholars (ICIS) Jakarta.
Operasi Naga Hijau dan Pembantaian Guru Ngaji Jawa Timur, 1998

Operasi Naga Hijau dan Pembantaian Guru Ngaji Jawa Timur, 1998

Sepanjang tahun 1998, masyarakat NU di Jawa Timur, khususnya di Banyuwangi dan sekitarnya, mengalami kegetiran luar biasa. Di kantong-kantong NU di wilayah ini terjadi gelombang pembunuhan atas guru-guru ngaji NU.

Pembantaian tersebut memakai kedok “menghabisi dukun santet”. Para pembunuhnya adalah orang-orang misterius dengan berpakaian ninja.

Saat terjadi pemubunuhan berantai para guru ngaji NU ini, Presiden Soeharto baru saja lengser. Jabatannya sebagai presiden digantikan oleh Wakil Presiden BJ Habibie, orang dekat Soeharto. Habibie juga menjadi orang nomor satu di ICMI, organisasi yang sejak awal didirikan telah dikritik oleh Ketua Umum PBNU saat itu, Gus Dur, namun tidak mewakili aspirasi kalangan Nahdliyin.
Kisah Peletakan Hajar Aswad

Kisah Peletakan Hajar Aswad

Semasa Rasulullah Muhammad SAW belum diangkat sebagai Rasul bagi seluruh alam, Beliau telah terkenal sebagai seorang yang sangat jujur, berlatarbelakang keluarga terhormat dan memiliki kelebihan mampu meredam pertikaian antar suku (kampung). Sehingga beberapa kali Muhammad muda dipercayai memberikan keputusan-keputusan krusial menyangkut kepentingan bersama.

Salah satu contoh paling populer tentang keberhasilan Nabi SAW menyelesaikan sengketa di antara kaumnya sebelum Beliau dimusuhi karena menyebarkan ajaran Islam adalah ketika terjadi peristiwa renovasi Ka’bah.

Kala itu, masyarakat Makkah merenovasi Ka’bah setelah musibah banjir yang menenggelamkan kota, termasuk bangunan Ka’bah. Kondisi ini memanggil mengundang orang-orang Quraisy harus membangun Ka’bah kembali demi menjaga kehormatan dan kesucian situs peninggalan leluhur mereka, Ibrahim AS yang tetap dijaga kelestariannya.
Munas NU: Wajib Memeriksa Harta Yang Diduga Hasil Korupsi

Munas NU: Wajib Memeriksa Harta Yang Diduga Hasil Korupsi

JAKARTA - Selain merekomendasikan hukuman mati bagi koruptor kambuhan dan koruptor kelas kakap, Musyarawah Nasional (Munas) Alim Ulama NU 2012 di Cirebon (14-18 September) juga mengingatkan agar dana hasil korupsi dikembalikan kepada negara, meskipun pelakunya telah meniggal dunia.

Pada komisi bahtsul masail diniyyah al-waqiiyyah, para kiai dan ahli fikih dari berbagai daerah membahas pertanyaan dari masyarakat mengenai ”bagaimanakah hukum memeriksa kekayaan yang diduga hasil korupsi, sedangkan tersangka pelaku telah meninggal dunia?”

Berdasarkan berbagai penjelasan dan argumentasi yang dikutip dari para ulama madzab dalam berbagai referensi kitab kuning, Munas memutuskan bahwa memeriksa kekayaan yang diduga hasil korupsi adalah wajib, meskipun tersangka pelaku telah meninggal dunia.
Latihan Jurnalistik online oleh IPNU Jombang

Latihan Jurnalistik online oleh IPNU Jombang

”Menulis itu gampang”. Demikianlah kata-kata pertama yang disampaikan dalam pelatihan Jurnalistik yang digelar oleh NU Jombang Online bekerja sama dengan IPNU-IPPNU Cabang Jombang pada Ahad (24/04/11).

Kata pembuka yang cukup memberikan cerah pikiran untuk memulai menulis tersebut disampaikan oleh Muslimin Abdilla, fasilitator pelatihan. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa, Jika kita akan memulai menulis, dengan perasaan dan pikiran: ”menulis itu sulit”, maka kita akan betul-betul kesulitan dalam memulai menulis. Namun jika sebelum menulis dipikiran kita dicamkan: ”menulis itu gampang”, maka hambatan pertama dalam menulis sudah kita atasi.
Tawassul dengan Gus Dur

Tawassul dengan Gus Dur

Peringatan 1.000 hari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang diisi dengan pembacaan doa tahlil dan taushiyah dari para ulama telah berlangsung dan dihadiri ribuan, bahkan puluhan ribu jamaah. Kita tentu tidak akan menanggapi pertanyaan kalangan ‘anti bid’ah’ tentang kenapa harus 1.000 hari, apakah ada perintah resminya dalam Islam.

Faktanya, peringatan 1.000 tidak hanya diselenggarakan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, tempat dimakamkannya seorang tokoh besar NU ini, tetapi juga di Ciganjur Jakarta dan di beberapa daerah di Indonesia, bahkan di luar negeri.
Apa itu Arab Pegon?

Apa itu Arab Pegon?

Biasanya disebut pula Arab Pego atau Arab Jawi, yaitu tulisan dengan huruf Arab atau huruf hijaiyah tapi menggunakan bahasa Jawa. Di daerah lain disebut dengan Arab Melayu karena menggunakan Bahasa Melayu atau Indonesia; atau bahasa lokal lain yang ditulis dengan huruf Arab.

Jika dilihat dari kejauhan, tulisan Arab Pegon seperti tulisan Arab pada biasa, namun kalau dicermati sebenarnya susunannya atau rangkaian huruf-hurufnya bukan susunan bahasa Arab. Orang Arab asli tidak akan bisa membaca tulisan ini.

Huruf konsonan dalam tulisan Arab Pegon ini diwakili oleh huruf-huruf hijaiyah yang mirip bunyinya, seperti “m” dengan mim (م). Sementara huruf vokalnya diwakili dengan huruf-huruf yang dalam tulisan Arab berfungsi untuk memanjangkan bacaan huruf, yakni alif (ا), wawu (و) dan ya (ي). Alif untuk mengganti huruf “a”, wawu untuk huruf “u” dan “o”, serta ya’ untuk konsonan “I”. Untuk vokal e ditulis tanpa ada huruf bantu atau terkadang dipakai tanda khusus berupa garis bergelombang (~).
Inilah Pemenang Sayembara Penulisan oleh IPPNU Tahun 2012

Inilah Pemenang Sayembara Penulisan oleh IPPNU Tahun 2012

JAKARTA - Setelah sebulan pemeriksaan semua karya cerpen dan puisi, panitia sayembara penulisan kreatif IPPNU 2012, menerima hasil putusan dewan juri. Dengan demikian panitia mengumumkan tiga pemenang dan sejumlah karya pilihan.

Dewan Juri menyeleksi 20 karya puisi dan 10 cerpen pilihan dari 256 karya. Melewati beberapa tahapan dan penyeleksian ketat, dewan juri akhirnya menetapkan nama-nama di bawah ini sebagai karya pilihan.

Karya Puisi
1. Juara I, Laili Salimah, PP. Nurul Jadid Probolinggo, ‘Ibu Sungai-Sungai, Rivera’.
2. Juara II, Eka Nusa Pertiwi, Institute Seni Indonesia Yogyakarta, ‘Dongeng dan Kamar di Waktu Hujan’.
3. Juara III, Nurul Farida Wajdi, Universitas Negeri Yogyakarta, ‘Alif dan Ummi’.
4. Esih Sukaesih, IAIN SMH Banten, ‘Mencari Serpihan Hati’.
5. Nita Larasati, SMAN 38 Jakarta, ‘Merindukan Senyum Sang Kartini’.
Inilah 70 Orang Yang Lolos Seleksi Tahap Pertama Beasiswa PBNU ke Arab
Saudi

Inilah 70 Orang Yang Lolos Seleksi Tahap Pertama Beasiswa PBNU ke Arab Saudi

JAKARTA - Tujuh puluh orang kader NU telah lolos seleksi tahap pertama program beasiswa ke Arab Saudi tahun ajaran 2013/2014. Seleksi pertama berlangsung 27 September lalu.

Menurut Biro Beasiswa PBNU Ahmad Ridho, tujuh puluh orang tersebut akan diseleksi kembali awal Oktober ini. Ia pun mengumumkan peserta-peserta itu di gedung PBNU, jakarta, Selasa (2/10).Berikut nama-nama yang lolos seleksi tahap pertama:

No N A M A
1 Abdul Fattah
2 Abdul Karim Hidayathullah
3 Abdullah Aniq Nawawi
4 Abdullah Munif Lc
Agus Sunyoto: Rekonsiliasi NU- eks. PKI Sudah Lama Terjadi

Agus Sunyoto: Rekonsiliasi NU- eks. PKI Sudah Lama Terjadi

JAKARTA - Desakan sejumlah kelompok agar NU mau melakukan rekonsiliasi dengan mantan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dan keturunannya dinilai tidak relevan. NU selama ini tidak menyimpan dendam dan usaha rekonsiliasi sudah dipraktikan kiai-kiai NU sejak dulu dengan penuh kesadaran.

Demikian pandangan sejarawan NU Agus Sunyoto di sela acara Tahlil dan Doa Bersama untuk Para Kiai dan Santri Korban Kekejaman PKI Tahun 1948-1965 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (1/10) malam. Turut berbicara dalam forum ini, Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali dan sejumlah aktivis senior NU, seperti Khalid Mawardi, Baidlawi Adnan, dan Abdullah Syarwani.
PBNU: Masih Ada Upaya Membelokkan Sejarah PKI

PBNU: Masih Ada Upaya Membelokkan Sejarah PKI

JAKARTA - Memahami dan membuktikan sejarah kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berlangsung pada 1948-1965 tak cukup hanya bermodalkan buku teks sejarah. Kini sedang terasa ada pemutarbalikan sejarah dari PKI sebagai pelaku kejahatan menjadi korban yang patut dikasihani.

Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amtsir menyampaikan hal itu sebelum memimpin acara Tahlil dan Pembacaan Doa untuk Para Kiai dan Santri Korban PKI di aula PBNU, Jakarta Pusat, Senin (1/10) malam. Dalam kesempatan itu, Saifuddin menceritakan kesaksiannya menghadapi ketegangan bersama PKI.

Menurutnya, buku-buku sejarah yang tersedia banyak tak sesuai dengan realitas yang ia alami. Padahal, ia melihat secara langsung bagaimana ganasnya PKI melakukan pembantaian dan makar. Rumah kiai asal Betawi ini bersebelahan dengan pemimpin-pemimpin utama kebrutalan PKI.
PBNU: Menghianati Pancasila dan NKRI adalah Tindakan Bughat

PBNU: Menghianati Pancasila dan NKRI adalah Tindakan Bughat

Hari kesaktian pancasila adalah sebutan untuk mengingatkan bangsa Indonesia akan tragedy sejarah penghianatan bangsa yang dilakukan oleh suatu kelompok yang ingin mengubah Pancasila sebagai dasar Negera Kesatuan Republik Indonesia dengan komunisme sebagai dasar Negara Indonesia. Momentum ini seharusnya menjadi pelajaran bagi segenap bangsa bahwa segala upaya penggantian dasar NKRI dan usaha menyingkirkan Pancasila merupakan sebuah tindakan penghianatan terhadap bangsa. Dan dengan ‘kesaktian’-nya, Pancasila akan menindak tegas hal tersebut. Karena Pancasila dengan segenap butir-butirnya merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri Negara Indonesia yang telah disesuaikan dengan karakter bangsa dan telah terbukti hingga kini .

Dengan demikian uapaya penggantian Pancasila dengan ideologi lainnya apapun (namanya) merupakan bentuk perlawanan kepada pemerintah Indonesia yang sah.

Kategori

Kategori