Indonesia Ngobrol, Ngobrol Indonesia

Post Page Advertisement [Top]

Alquran dan hadist, dua warisan kanjeng nabi yang terbesar kepada Ummatnya. Banyak diantara ummatnya yang berikrar akan selalu berpegangan dan bersumber dari dua sumber hukum ini. Walau harus benar benar belum membuktikan dengan tindakan nyata.

Sayangnya, banyak diantara kita yang keukeuh berslogan 'kembali al quran dan as sunnah' masih belum proporsional. Dari yang awam sampai ulama kerajaan berani mengklaim sudah 'quran-sunnah minded' dengan mengenyampingkan sumber sumber ilmiah dari kitab kitab ulama pendahulu. Kontradiktif! Mereka mengaku sebagai pengikut para salaf (baca: salafi) tapi tidak secara utuh mengikuti para ulama generasi salaf.

Mereka memotong jalan, hanya berhenti mereferensi sampai pada ujaran ujaran Ibnu Taimiyah, Ibnu Jauzi, dan (eng ing eng!) Ibnu Abdul Wahab saja. Selain mereka, atau dengan kata lain yang tidak setuju dengan ujaran ketiganya adalah salah, dan dalam pasal tertentu berani ditunjukk sebagai orang yang sesat! Duh....

Bagi mereka, ketiganya adalah peracik kopi - gula terbaik ( quran + hadist yang terbaik) tiada banding, dan sengaja mendoktrinkan pemikiran mereka bahwa sajian mereka adalah kopi satu satunya yang sah dan dituang langsung dari teko (peracikan pemahaman agama) ke mulut ummat. Bagi mereka menuangkan kopi ke gelas (menuangkan tafsir tafsir dan penyederhanaan penjelasan masalah keagamaan ke kitab kitab muktabarah) hanyalah tindakan bodoh. Bagi mereka meminumi ummat langsung dari teko lebih baik dari pada meminumi ummat dari gelas. Jelas, teko (ilmu) al quran dan as sunnah itu luar biasa besarnya!

Orang awam tidak akan bisa mengerti penuh Quran tanpa menguasai ilmu dibelakangnya, tanpa hafal risalah sejarah penurunan, tanpa hafal jutaan hadist diluar kepala plus kemampuan meramu mereka denga sempurna menjadi kopi terbaik. Itulah yang dikerjakan oleh as Syaikh Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Hanbali dan Imam Syafii yang oleh mereka (salafi/wahabi) diklaim tidak perlu ditaqlid!

Duh, bercerminlah lagi. Jika umur anda sudah 26 tahun, katakanlah sudah mondok lebih dari 15 tahun, apa yang anda dapat. Sudahkah anda hafal quran? Sudah hafal shahih bukhari? Sudah hafal shahih muslim? Sudah hafal beratus ribu hadiskah hingga sudah sangat Pede mengambil jalan sendiri, berpendapat sendiri selayaknya para imam mazhab.

Kalau iya, bolehlah saya tulis disini nama anda dengan gelar as syaikh al alamah al imam fulan radiyallahuanhum!

*) sorry bagi temen-temen salafi/wahabi yang saya kritik, tapi cobalah berfikir dan belajar dari ulama lain selain Ibnu Taimiyah, Ibnu Jauzi dan Ibnu Abdul Wahab, apalagi anda hanya belajar pada ulama sepemikiran saja seperti Ibnu Baz, Albani, al Utsaimin dari Saudi saja.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]