Tokoh Lintas Etnis di Jombang Kenang Jasa Gus Dur

Tokoh Lintas Etnis di Jombang Kenang Jasa Gus Dur

JOMBANG - Untuk mengenang jasa-jasa KH Abdurrahman Wahid, organisasi lintas etnis Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jombang mengadakan peringatan haul kiai yan dikenal Gus Dur itu. Haul berlangsung di Gedung Pertemuan Tri Dharma Hok Liong Kiong, Selasa malam (16/12).

Seluruh peserta yang hadir pada malam itu, diajak berdoa bersama memakai bahasa etnisnya dengan satu orang perwakilan sebagai pimpinan masing-masing. Dari etnis Batak dipimpin Pendeta Herlina Sinaga, Safril dari etnis Minang, Dimyati etnis Jawa, dari etnis Madura H Syahroni, Nyoman dari etnis Bali, Feky Tololiu dari etnis Minahasa, dari Maluku Arik Rais Watineh dan dari etnis Cina dipimpin Yeni.

Acara yang diikuti ratusan orang tersebut diharapkan untuk mengingat kembali kebaijikan Gus Dur terhadap seluruh golongan dalam memperjuangkan kesetaraan dan melawan ketidakadilan. “Hari ini kita harus merefleksikan peninggalan kebaikan Gus Dur untuk kita teladani,” kata H Ubaidillah ketua panitia pelaksana kegiatan yang juga mantan ketua Ansor Jombang ini.
Pertemuan Mursyid Tarekat Tijaniyah Sedunia Digelar di Brebes

Pertemuan Mursyid Tarekat Tijaniyah Sedunia Digelar di Brebes

BREBES - Muqoddam dan para guru tarekat Tijaniyah dari pelbagai belahan dunia hadir pada Idul Khotmi lil Qutbil Maktum Syeikh Ahmad At-Tijani sebagai peringatan ke-222 hari pengangkatan Syekh Tijani sebagai wali khatm. Pada acara yang berlangsung di pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Jatibarang, Brebes, Ahad (14/12), mereka menyerukan penduduk dunia untuk menebar kasih sayang sesame manusia dan juga kepada binatang.

Tampak hadir pada peringatan ini Syekh Sayid Tohar (Maroko), Syekh Muhammad Al-Jakani (Maroko), Syekh Prof Umar Mas’ud (Sudan), Syekh Abdul Halim (India), Syekh Hasan Ibnu Muhammad Al-Jakkani (Maroko), Assyayidah (Hijaz), Assayyidah Ba Aziz Ehwan (London), Dr Mazlam Nawaei (Malaysia), dan Pavontum Mannil (India).
Sekjend PBNU 2004-2009 Raih Gelar Guru Besar Riset

Sekjend PBNU 2004-2009 Raih Gelar Guru Besar Riset

JAKARTA - Sekjen PBNU masa khidmah 2004-2009 Dr Endang Turmudzi dikukuhkan sebagai profesor riset di bidang sosiologi. Ia dikukuhkan sebagai profesor riset bersama dua ilmuwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang lain, Dr Herman Hidayat dan Dr Yanni Sudiyani.

Dalam prosesi pengukuhan di Auditorium LIPI, kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (15/12), Endang Turmudzi menyampaikan orasi ilmiah dengan judul "Dinamika Islamisme dalam Perkembangan Masyarakat Indonesia Modern".

Ia menyampaikan, islamisme berkembang di Indonesia sesuai dengan perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. Perkembangan Islam berlangsung secara dinamis dan umat Islam saat ini telah mempraktekkan Islam secara menyeluruh.
Pendapat KH Sya'roni Ahmadi Kudus Soal Rebo Wekasan

Pendapat KH Sya'roni Ahmadi Kudus Soal Rebo Wekasan

KUDUS - Tanggal 17 Desember nanti merupakan hari Rabu terakhir bulan Shafar 1436 H atau lazim disebut "Rabu Wekasan”. Pada hari itu, umat Islam perlu melaksanakan amalan-amalan kebaikan seperti berdoa, bersedekah, ataupun shalat sunnah untuk meminta keselamatan kepada Allah SWT.

Demikian yang disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH.Sya'roni dalam acara pengajian rutin Tafsir Al-Qur'an di Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Jumat pagi  (5/12).

Kiai Sya'roni mengutip penjelasan dalam kitab al-Jawahir al-Khams bahwa Allah akan menurunkan 320.000 musibah setiap tahun dalam hari Rabu wekasan. Karenanya, para ulama selalu mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah dengan meminta keselamatan kepada-Nya.

"Yang mendatangkan balak (musibah) itu yang mendatangkan Allah, maka kita harus mendekat meminta kawelasan (kasih sayang) dari Allah," terangnya.

Jangan Ngawur

Dalam menjalankan amalan Rabu Wekasan, ulama kharismatik asal Kudus ini mengingatkan supaya tidak melenceng jauh dari ajaran agama Islam. Di antara yang lazim dilakukan, kata Kiai Sya'roni, adalah membaca doa Rabu Wekasan, melaksanakan shalat sunnah dan banyak sedekah.

"Jangan sampai amalannya ngawur, harus berdasarkan tuntunan agama. Semua amalan ini bertujuan untuk tolak balak," ujar Kiai Sya'roni.

Pada Rabu Wekasan, umat Islam disunnahkan mandi tolak balak dan shalat empat rakaat dengan dua salam. Dalilnya shalat, terang Kiai Sya'roni, ayat Al-Qur'an yang artinya wahai orang Islam minta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat.

"Tetapi harus ingat, istilah shalat Rabu Wekasan itu tidak ada. Jadi kita semua bisa shalat sunnah seperti shalat hajat, tahajud, maupun lainnya,"tandas Kiai Sya'roni.

Dalam berdoa, jelas Kiai Sya'roni, terdapat etika atau cara lain yakni menulis kalimat berbahasa Arab yang berisi beberapa ayat al-Qur'an mengandung doa  dengan awalan kata "salamun". Seperti, ayat salamun qoulan min rabbir rahim, salamun ala nuuhin fil alamin, salamun ala ibrohim, salaamun ala musa waharuun dan seterusnya.

"Kalimat itu di tulis di atas kertas dengan niat berdoa meminta keselamatan dan kawelasan Allah. Lalu dicampur air dan dibacakan doa Rabu Wekasan sehingga airnya disebut ‘air salamun’. Amalan semacam ini diperbolehkan," imbuh Kiai Sya'roni di hadapan ribuan jamaah yang memenuhi Masjid al-Aqsha Menara Kudus.

Sumber: NU Online
Gus Mus: Zaman Sekarang Orang Baik Justru Tersingkir

Gus Mus: Zaman Sekarang Orang Baik Justru Tersingkir

SURAKARTA - Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Islam muncul pertama kali sebagai sebuah hal yang asing. Begitu pula di akhir zaman, Islam juga akan kembali menjadi sebuah hal yang asing.

“Saya mikir, setelah 15 abad, pertanyaannya apakah zaman sekarang ini, Islam sudah terasing apa belum?” tanya Rais ‘Aam PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri saat membuka ceramahnya di depan ribuan jamaah Tabligh Akbar Dies Natalis ke-22 IAIN Surakarta yang memadati Gedung Graha, Rabu (10/12) malam.

Tokoh yang akrab disapa Gus Mus tersebut melanjutkan, apabila melihat fenomena yang terjadi pada umat Islam di zaman ini, tentu banyak pihak yang menilai bahwa Islam tidaklah terasing.
Ponpes Urwatul Wutsqo, Pemberlaku Hukum Cambuk, Namun Kaya Pendidikan
Skill & Karakter

Ponpes Urwatul Wutsqo, Pemberlaku Hukum Cambuk, Namun Kaya Pendidikan Skill & Karakter

JOMBANG - Sistem pendidikan dengan konsep amal saleh yang diterapkan di Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo (PPUW) Bulurejo, Diwek, Jombang mendapat respon positif dari berbagai unsur masyarakat. Konsep pendidikan amal saleh adalah membimbing seluruh santri untuk beramal shalih di tiga pilihan, yaitu  tenaga pendidik Al-Qur’an, belajar di pembangunan infrastruktur dan perekonomian, serta bercocok tanam di sawah dan peternakan.

Tidak hanya dari daerah Jawa dan Madura, tapi santri asal daerah Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Papua, Sulawesi dan Sumatera juga banyak di pondok asuhan KH Qoyim Ya’qub  ini. Bahkan, menurut Dr Ny Hj Qurratul Ainiyah, istri  KH Qoyim Ya’qub, beberapa santri sering dikirim ke berbagai daerah luar Jawa seperti Sumatera dan Sulawesi untuk menjadi tenaga pendidik khususnya guru Al-Qur’an.
PWNU Lampung Bentuk Panitia Pendirian UNU Lampung

PWNU Lampung Bentuk Panitia Pendirian UNU Lampung

LAMPUNG - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung dalam waktu dekat akan mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung. Rencana tersebut telah mendapat dukungan dan respons positif dari segenap pengurus NU dan masyarakat Lampung.

PWNU Lampung menggelar rapat panitia pendirian UNU Lampung di Kantor PWNU setempat, Bandar Lampung, Sabtu (13/12). Rapat yang dipimpin Ketua PWNU Lampung KH Soleh Bajuri dan Ketua Panitia Pendirian UNU Lampung Dr. Nasir ini membahas persiapan pendirian perguruan tinggi NU satu-satunya di Provinsi Lampung itu.
Hasil Invesitigasi, Tarekat Samaniyah di Medan Tidak Sesat

Hasil Invesitigasi, Tarekat Samaniyah di Medan Tidak Sesat

MEDAN - Tim investigasi Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) menyatakan Tarekat Samaniyah yang diajarkan oleh Syeikh Muda Ahmad Arifin Al Haj bukanlah ajaran yang menyesatkan seperti yang dituduhkan selama ini.

Ketua Tim Investigasi Idaroh Aliyah JATMAN Prof DR KH Abdul Hadi MA menyatakan, tuduhan-tuduhan yang selama ini disematkan pada tarekat tersebut, lemah dalam pembuktiannya.
Ia menyatakan itu dalam keterangannya kepada wartawan di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Medan, Rabu (10/12).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut dari jajaran PWNU Sumatera Utara, Ketua PCNU Medan Ahmad Firdausy Hutasuhut serta jamaah tarekat Syeikh Muda Arifin.
KH Muh. Dian Nafi': Saatnya Nahdliyin Terlibat Dalam Produksi Media

KH Muh. Dian Nafi': Saatnya Nahdliyin Terlibat Dalam Produksi Media

SUKOHARJO - Hasil pertemuan pengurus radio swasta maupun komunitas yang diprakarsai PWNU Jawa Tengah di Magelang beberapa waktu lalu, menelurkan beberapa rekomendasi. Selain menyetujui untuk membentuk wadah jaringan radio Aswaja, juga akan dilakukan peningkatan sumber daya.

“Peningkatan sumber daya ini akan dilakukan dengan mengadakan beberapa pelatihan yang akan dimotori Divisi SDM,” terang Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH M Dian Nafi', saat ditemui NU Online di Sukoharjo, Kamis (11/12).

Lebih lanjut, Kiai Dian yang juga pengelola Radio Gesma FM Solo ini menjelaskan, tujuan pelatihan pada jaringan radio Aswaja tersebut, tidak lain yakni agar warga NU tidak hanya menjadi konsumen media.
KH Ubaidillah Shodaqah: Kiai dan NU Harus Saling Mendukung

KH Ubaidillah Shodaqah: Kiai dan NU Harus Saling Mendukung

JEPARA - Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh menekankan perlunya kerja sama yang baik antara para kiai dan NU. Kekurangan para kiai sekarang ini, menurut Kiai Ubaidillah yang biasa dipanggil Gus Ubaid, bisa ditunjang dengan struktur NU.

Demikian disampaikan Gus Ubaid pada acara Doa Bersama dan Peringatan 100 hari wafatnya KH Ahmad Kholil di aula gedung NU lantai dua jalan Pemuda nomor 51 Jepara, Jum’at (12/12) sore.

Kharisma kiai kini  perlu ditopang oleh eksistensi NU. “Karena spiritual ulama saat ini sudah semakin pudar maka keulamaan perlu ditunjuang dengan jamiyyah yang kuat,” tegasnya pada warga NU yang hadir.
LP Maarif NU Intruksikan Tetap Terapkan Kurikulum 2013 Bagi Yang Sudah
Siap

LP Maarif NU Intruksikan Tetap Terapkan Kurikulum 2013 Bagi Yang Sudah Siap

KH Arifin Junaidi PKBJAKARTA - Sekolah dan madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU masih bisa menerapkan Kurikulum 2013 jika merasa sudah siap. Demikian dalam surat yang disampaikan Pimpinan Pusat LP Ma’arif kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kami meminta kepada sekolah dan madrasah binaan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU untuk tetap menerapkan kurikulum 2013 bagi yang sudah memiliki kesiapan,” demikian dalam surat PP Ma’arif tertanggal 8 Desember 2013.

Surat yang ditandatangani Ketua PP LP Ma’arif Arifin Junaidi dan Sekretaris Zamzami tersebut merupakan tanggapan atas Surat Edaran Menteri Kebudayaan dan Dikdasmen RI tentang Penghentian Pelaksanaan Kurikulum 2013 Nomor 179342/MPK/KR/2014 tertanggal 5 Desember 2014.
PWNU Aceh Soroti Lunturnya Ruh Keulamaan di Muktamar NU

PWNU Aceh Soroti Lunturnya Ruh Keulamaan di Muktamar NU

BANDA ACEH - Muktamar ke-33 Nahdatul Ulama dipastikan akan diselenggarakan pada 1-5 Agustus 2015 di Jombang, Jawa Timur. Berikut ini harapan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nanggroe Aceh Darussalam.

“Muktamar adalah agenda besar NU dalam lima tahun sekali. Maka forum ini harus menjadi nahdlah (kebangkitan) bagi ulama NU,” kata Ketua PWNU Tgk. H. Faisal Ali mengawali pembicaraan saat bersilaturahim ke ruang redaksi NU Online, Jakarta, Senin (8/12).

Ada yang hilang di muktamar, katanya. Apa itu? “Ruh keulamaan.”

“Misalnya waktu shalat, kita tidak lihat sama-sama shalat semua. Meskipun mayoritas peserta muktamar dari daerah-daerah lain berhak menjama’ dan qashar shalat, tapi perlu diagendakan shalat berjamaah,” katanya. Selama ini memang agenda muktamar terfokus pada ceramah-ceramah, rapat-rapat dan persidangan.
Ponpes Soko Tunggal Gelar Ziarah Akbar Walisongo 2014

Ponpes Soko Tunggal Gelar Ziarah Akbar Walisongo 2014

JAKARTA - Pesantren Soko Tunggal asuhan KH Nuril Arifin bersama komunitas Kongko Bareng Gus Dur mengadakan ziarah akbar 2014 ke makam para wali dan Gus Dur. Perjalanan ziarah untuk kali keempat ini mengusung tema “Menjaga Tradisi, Menjaga NKRI”.

Perjalanan ziarah berlangsung pada Jumat-Senin (12-15/12). Peserta terbuka untuk baik dari kalangan pesantren maupun umum. Panitia perjalanan ziarah membatasi kuota untuk 31 kursi.

Peserta biasa datang sekitar Jabodetabek. Beberapa peserta dari Bandung, ikut bergabung. “Tahun ini peserta agak sedikit karena berbenturan jadwal dengan UAS sekolah,” kata Adi dari komunitas Kongko Bareng Gus Dur di Jakarta, Rabu (10/12) siang.
Kementrian Agama Tidak Akan Atur Soal Penggunaan Atribut Keagamaan

Kementrian Agama Tidak Akan Atur Soal Penggunaan Atribut Keagamaan

JAKARTA - Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan tak akan membuat aturan berisi perintah atau larangan tentang penggunaan atribut dan pakaian keagamaan tertentu. Sikap ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terhadap isu penggunaan pakaian atau atribut Kristen jelang peringatan Natal.

“Masing-masing kita dituntut untuk dewasa dan bijak untuk tidak menuntut apalagi memaksa seseorang menggunakan pakaian atau atribut agama yang tidak dianutnya,” katanya dalam siaran pers yang dikirim melalui Bidang Hubungan Masyarakat Kemenag RI, Selasa (9/12).
Gus Dur: Subang Bisa Jadi Ibu Kota RI

Gus Dur: Subang Bisa Jadi Ibu Kota RI

SUBANG - Hiruk-pikuk kota Jakarta yang identik dengan kemacetan serta banjir di musim hujan, membuat KH Abdurrahman Wahid yang biasa disapa Gus Dur berpikiran untuk memindahkan Ibu Kota Republik Indonesia ke kabupaten Subang. Pikirannya ini kerap dilontarkan pada sejumlah kesempatan.

Demikian disampaikan aktivis PKB Subang Bambang Herlambang kepada NU Online di Kalijati, Subang, Selasa (9/12).

"Sejak tahun 2000-an Gus Dur sudah bilang supaya Subang jadi Ibukota," kata salah seorang tim pendiri PKB Subang.

Ketika pelantikan DPC PKB Subang 2008, Ketua Umum DPP PKB H Muhaimin Iskandar dalam sambutannya mengulangi kembali keinginan Gus Dur agar Ibukota pindah ke Subang.
Kembali Menyandingkan Pendidikan 'Nasional' dan Pendidikan Pesantren,
Buku dan Guru

Kembali Menyandingkan Pendidikan 'Nasional' dan Pendidikan Pesantren, Buku dan Guru

Tulisan ini adalah tulisan sederhana dari sarjana pendidikan yang tidak mendidik, belum pernah menjadi guru beneran selain guru latihan saat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Kebetulan tulisan ini hadir setelah masyarakat pendidikan yang selama ini gelisah dan bimbang terkait kurikulum nasional yang makbedunduk diterapkan walaupun penerbit buku-bukunya masih sibuk mencari penulis yang mau menulis dan merevisi buku-bukunya sesuai kurikulum terbaru dan baru saja dibatalkan penerapannya.

Ada beberapa hal yang menurut saya harus segera di adopsi oleh kurikulum pendidikan nasional (entah apa istilah resmi dan baku untuk itu), yang dapat dipinjam dari khasanah pendidikan pesantren. Yang pertama soal Buku dan soal Guru.

Khasanah pendidikan pesantren memiliki pakem yang teguh dipegang sampai sekarang, dengan kurikulum pengajaran yang mereka kembangkan berdasarkan tradisi nyantri sejak era Walisongo abad 15 yang lalu adalah Buku-nya (atau sebutlah sebagai 'Kitab', khususnya kitab kuning) yang jadi bahan ajar di pesantren. Kitab kuning yang menjadi bahan ajar utama tersebut adalah benar-benar karya unggul dari Ulama-ulama besar dan diterima oleh kalangan pemikir islam pada umumunya (muktabaroh), biasanya ditulis dalam bahasa Arab yang merupakan 'bahasa asing' bagi semua santri Indonesia. Dengan aksara dan bahasa Arab, santri dipaksa mau tidak mau harus lanyah belajar bahasa Arab terlebih dulu. Selain itu, kitab kuning biasanya disajikan dengan kemasan yang sederhana, sangat ringkas dan padat serta tidak membuang-buang ruang tulis yang bersisa. Mungkin sebagian layouter/desaigner menyebutnya sebagai layout yang 'mbruwet'. Tapi dengan skema demikian, harga dari sebuah kitab kuning yang ditulis oleh seorang yang benar-benar ahli dengan konten yang padat dan sarat itu bisa ditebus dengan murah.
Gus Sholah: Soal Hukum Cambuk Santri, Itu Tidak Manusiawi!

Gus Sholah: Soal Hukum Cambuk Santri, Itu Tidak Manusiawi!

JOMBANG - Sebuah video beredar di masyarakat Jombang Jawa Timur. Terlihat, tiga orang pria terikat di atas pohon dan dicambuk. Diduga, terjadi di salah satu pondok pesantren di Jombang.

Pengasuh PP (Pondok Pesantren) Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, menegaskan hukum cambuk untuk santri di pesantren sangat tidak manusiawi.

Bagi adik kandung KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini, masih cara menghukum tapi lebih mendidik, daripada menerapkan hukum cambuk.
PBNU Dukung Kemendikbud Soal Kurikulum 2013

PBNU Dukung Kemendikbud Soal Kurikulum 2013

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menghentikan Kurikulum 2013 karena dinilai sangat memberatkan peserta didik.

"Saya sendiri saja mengaku bahwa pelaksanaan kurikulum 2013 sangat kacau dan memberatkan anak didik. Untuk itu, saya sangat setuju kalau itu dihentikan," tegas Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj di Mataram, Sabtu.

Said Aqil berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, demi kebaikan dunia pendidikan Indonesia.
Jombang Terpilih Sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke 33 Tahun 2015

Jombang Terpilih Sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke 33 Tahun 2015

JAKARTA - Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di kantor PBNU Jakarta, Jum’at (5/12), akhirnya memilih Jombang sebagai tuan rumah Muktamar ke-33 NU yang akan dilaksanakan pada 1-5 Agustus 2015 mendatang.

Rapat berlangsung cukup alot. Beberapa pengurus menyampaikan pendapat masing-masing mengenai tempat muktamar yang paling pas dari tiga wilayah telah  diusulkan dalam munas kemarin, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Utara dan Jawa Timur.

Dari tiga usulan, forum akhirnya menjurus ke dua tempat yakni Medan Sumatera Utara dan Jombang Jawa Timur. Sekitar separuh dari jumlah pengurus mengusulkan perlunya muktamar di Medan dengan alasan utama agar NU tidak terkonsentrasi di Jawa, terutama Jawa Timur.
Santri Jombang Bahas Keabsahan 'DPR Tandingan' Menurut Fiqh

Santri Jombang Bahas Keabsahan 'DPR Tandingan' Menurut Fiqh

JOMBANG - Perwakilan santri pondok pesantren sekabupaten Jombang mengadakan bahtsul masail di masjid Jami’ pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Mereka mengangkat perihal keabsahan Dewan Perwakilan Tandingan menurut perspektif fiqih.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis (4/12) malam oleh Pengurus FBMPP (Forum Bahtsul Masail Pondok Pesantren).

Menurut salah seorang panitia, “Forum ini bertujuan mencari solusi dari berbagai masalah yang teradi di tengah masyarakat.”
KH Musthofa Bisri Hadiri Haul Nyai Ma'munatun Chalil Raudhatut Thulab
Tempuran

KH Musthofa Bisri Hadiri Haul Nyai Ma'munatun Chalil Raudhatut Thulab Tempuran

MAGELANG - Rais Am PBNU KH A. Mustofa Bisri hadir pada 40 hari wafat Nyai Hj Ma'munatun Cholil dan Haul ke-21 KH Asrori Ahmad di Pondok Pesantren Raudhatut Thullab di Desa Wonosari, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Haul tersebut dihadiri ribuan umat Islam.
Dalam ceramahnya pada haul pada Rabu (3/12), kiai yang akarb disapa Gus Mus itu menuturkan, dirinya iri bahwa selama ini hanya kiai yang selalu dihauli. Mestinya ibu nyai pun juga dihauli. Karena peran ibu nyai begitu signifikan dalam membesarkan putra-putrinya.

Bahkan, kata Gus Mus, keberhasilan seorang kiai tidak lepas dari peran istri sebagai ibu nyai. “Jadi saya tidak rela kalau seorang istri disebut dengan konco wingking(teman belakang).”
KH Said Aqil Siradj: Pemerintah Harus Lebih Tegas Soal Miras

KH Said Aqil Siradj: Pemerintah Harus Lebih Tegas Soal Miras

MATARAM - Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj menilai maraknya peredaran minuman keras (miras) lantaran tidak ada tindakan tegas dari pemerintah dan aparat hukum dalam menghukum pelakunya.

"Kasus-kasus miras oplosan terjadi karena pemerintah tidak memberikan tindakan hukum yang tegas terhadap para pelaku. Padahal sudah banyak korban yang berjatuhan karena mengonsumsi minuman beralkohol tersebut," tegas Said Aqil Siradj di Mataram, Sabtu.

Menurut dia, banyak peraturan daerah dan hukum yang mengatur miras, namun tak satu pun yang dapat mencegah dan memberikan efek jera terhadap pelaku, meskipun sudah meminta banyak korban jiwa.
Barat Mulai Ganti Istilah ISIL/ISIS dengan Daesh

Barat Mulai Ganti Istilah ISIL/ISIS dengan Daesh

Pers dan pemerintah sejumlah negara Barat mulai menanggalkan kata "negara" dalam menyebut kelompok ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS atau ISIL) yang kemudian menyebut diri "Negara Islam" (IS), dan menggantinya dengan kata Daesh dari Bahasa Arab.

Menurut jaringan televisi CBS News Network di Kanada, Amerika Serikat mulai meninggalkan kata ISIL atau ISIS atau IS, dan menggantinya dengan kata akronim dari Bahasa Arab, Daesh, karena dinilai untuk lebih merendahkan kelompok militan itu.

Saat berbicara di Brussels, Belgia, beberapa hari lalu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mulai memakai istilah ini.
IPPNU Probolinggo Fokus Bentuk Komisariat

IPPNU Probolinggo Fokus Bentuk Komisariat

PROBOLINGGO - Dalam rangka untuk menyiapkan kader sebanyak-banyaknya sebagai restrukturisasi kepengurusan, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo saat ini tengah fokus membentuk Pimpinan Komisariat (PK) IPPNU di seluruh lembaga pendidikan.

Untuk membentuk kepengurusan ini, IPPNU Kabupaten Probolinggo menggandeng Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Probolinggo. Selain itu juga intens menjalin komunikasi dengan organisasi sekolah seperti OSIS dan lain sebagainya.

”Alhamdulillah, rencana pembentukan ini mendapatkan respon yang positif dari lembaga madrasah maupun sekolah umum. Bahkan pihak lembaga termasuk OSIS menyatakan siap berkoordinasi dengan harapan kegiatannya lebih aktif,” ungkap Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati, Sabtu (6/12).
PC GP Ansor Way Kanan Gelar Pelatihan Daya Guna Limbah Botol

PC GP Ansor Way Kanan Gelar Pelatihan Daya Guna Limbah Botol

WAYKANAN - Ketua GP Ansor Way Kanan meminta kader Ansor untuk mencintai lingkungan. Ia menilai pemeliharaan lingkungan hidup memberikan maslahat bagi individu serta kualitas lingkungan hidup mendatang. Secara konkret Gatot mengajak kadernya untuk memanfaatkan limbah rumah tangga di daerah masing-masing.

"Banyak sampah anorganik seperti botol minuman berenergi hingga sirup tidak bisa dimanfaatkan. Dijual juga tidak laku. Makanya banyak pemulung tidak mengambilnya," kata Gatot Arifianto yang bergelar adat Lampung Ratu Ulangan itu di Blambangan Umpu, Sabtu (6/12).

Gatot menambahkan, jajaran GP Ansor Way Kanan telah berdiskusi perihal pemeliharaan lingkungan. Ia menginstruksikan kader Ansor untuk bisa memanfaatkan limbah tersebut.
KH Agus Sunyoto: Sunni-Syiah Punya Kedekatan Historis & Kultural, Tapi
Banyak Kesalahpahaman & Fanatisme

KH Agus Sunyoto: Sunni-Syiah Punya Kedekatan Historis & Kultural, Tapi Banyak Kesalahpahaman & Fanatisme

JAKARTA - Konflik antara Sunni dan Syiah seolah terus berkepanjangan, padahal secara historis dan kultural keduanya mempunyai kedekatan. Munculnya konflik antara dua aliran ini dimulai dari jalur politik.

Demikian disampaikan sejarawan Islam Nusantara, Agus Sunyoto, ketika menyampaikan tentang pengaruh Syiah Zaidiyah dalam proses Islamisasi Nusantara di hadapan mahasiswa Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta Kelas Ciganjur, Jumat (28/11).

"Sunni dengan Syiah tidak praktis hitam putih begitu itu. Sekarang aja ketika muncul Syiah politik macam-macam itu kan, sekarang baru terjadi (gesekan), dulu tidak begitu," tegas Dosen Arkeologi STAINU Jakarta ini.
Pengukuhan Guru Besar Ilmu Tasawuf kepada DR. KH Said Aqil Siradj

Pengukuhan Guru Besar Ilmu Tasawuf kepada DR. KH Said Aqil Siradj

SURABAYA - Masyarakat modern dengan segala prestasi yang dicapainya, ternyata mengalami degradasi tata nilai, moral, sosial, politik dan segala hal yang menjurus pada penurunan martabat manusia sehingga menyebabkan pengaburan terhadap nilai-nilai hakiki kehidupan. Banyak orang kemudian merasakan adanya kegersangan dan kekeringan hidup akibat pendangkalan nilai yang terus menerus terjadi disebabkan arogansi rasionalitas dan glorifikasi empirisisme yang didukung dengan kekuatan tekhnologi dan diakselerasi oleh terpaan angin kencang globalisasi.
Prof Dr KH Said Aqil Siroj dalam pidato pengukuhan gelar guru besar ilmu tasawuf di Universitas Negeri Islam Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (29/11) mengemukakan, munculnya berbagai krisis manusia modern sesungguhnya bersumber pada masalah makna. Modernisme dengan kemajuan tekhnologi dan pesatnya industrialisasi dapat menciptakan manusia meraih kehidupan dengan perubahan yang luar biasa. Namun, seiring dengan logika dan orientasi modern, kerja dan materi lantas menjadi aktualisasi kehidupan masyarakat dan gagasan tentang makna hidup terhancurkan.

“Implikasinya, manusia kemudian menjadi bagian mesin yang mati. Masyarakat lantas tergiring pada proses penyamaan diri dengan segala materi serta pendalaman keterbelakangan mentalitas. Manusia semakin terbawa arus deras desakralisasi, dehumanisasi, karena ia selalu disibukkan oleh pergulatan tentang subyek positif dan hal yang empiris.”

Ia menjelaskan, di satu sisi, modernitas menghadirkan dampak positif dalam hampir seluruh konstruk kehidupan manusia. Namun pada sisi lain, juga tidak dapat ditampik bahwa modernitas punya sisi gelap yang menimbulkan akses negatif yang sangat bias. Dampak paling krusial dari modernitas adalah terpinggirkannya manusia dari lingkar eksistensi. Manusia modern melihat segala sesuatu hanya berdasarkan pada sudut pandang pinggiran eksistensi. Sementara pandangan tentang spiritual atau pusat spritualitas dirinya terpinggirkan. 
NU Perlu Maksimalkan Jejaring di Media Sosial

NU Perlu Maksimalkan Jejaring di Media Sosial

SURABAYA - Sejumlah kemudahan dan tersedianya sarana untuk mengakeses internet hendaknya dapat dioptimalkan oleh Nahdlatul Ulama untuk menyapa sejumlah kalangan. Keberadaan media sosial juga harus dijadikan media untuk menyapa warga.

Pesan ini disampaikan oleh  Ikhwanul Kirom yang tampil menjadi pembahas pada kegiatan bedah buku yang diselenggarakan di Empire Palace Hotel Surabaya, Sabtu petang (29/11). Buku yang dibedah adalah karya Dr KH As'ad Said Ali dengan judul "Al-Qaeda (Tinjauan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya)."

Dalam paparan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Republika ini, banyak kalangan muda yang tidak terlalu disentuh organisasi sosial keagamaan. "Ketika ada konser grup musik yang digandrungi anak muda, praktis tidak ada yang berkenan menyapa mereka," katanya. Padahal ketika diteliti, mayoritas fans grup music tersebut adalah beragama Islam, lanjutnya.
Ketum IPPNU: Tantangan Pelajar NU Lebih Berat, Liberalisme & Fanatisme

Ketum IPPNU: Tantangan Pelajar NU Lebih Berat, Liberalisme & Fanatisme

SEMARANG - Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Farida Faricha berpendapat, sekarang pelajar NU tengah menghadapi tantangan yang semakin berat, yakni liberalisme yang terlalu menjunjung tinggi kebebasan dan fanatisme yang sarat sikap egois sebagai golongan yang paling benar sendiri.

Menurutnya, liberalisme meracuni generasi muda dengan ajarannya yang serba bebas, seperti free sex, lesbian, dan lain sebagainya. Sedangkan golongan fanalisme melahirkan kelompok kelompok radikal, seperti ISIS, MTA, dan lainnya.

“Apabila masyarakat sekarang hanya di hadapkan pada dua pilihan ini keberlangsungan islam yang Indonesia tidak akan lama lagi,” kata Farida saat mengisi Latihan Kader Muda (Lakmud) PKPT IPNU-IPPNU Universitas Negeri Semarang, Sabtu (29/11), di Nyatnyono, Ungaran, Kabupaten Semarang.
IPNU-IPPNU Universitas Negeri Semarang Gelar Latihan Kader Muda

IPNU-IPPNU Universitas Negeri Semarang Gelar Latihan Kader Muda

SEMARANG - Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Negeri Semarang, Sabtu (29/11), memberikan bekal kepada kader mahasiswa setempat untuk lebih siap menghadapi tantangan ke depan melalui Latihan Kader Muda (Lakmud).

Jenjang kedua kaderisasi dalam kedua badan otonom NU tersebut digelar di Nyatnyono, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. “Peserta tidak hanya diberikan bekal materi saja, namun juga diajak untuk menganalisis permasalahan yang terjadi sekarang ini,” tutur Moh Adibusshofa, ketua PKPT IPNU Universitas Negeri Semarang.

Pada tahun ini, panitia mengangkat tema “Meningkatkan Peran Pemuda Nahdliyin dalam Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Umat Beragama di Indonesia” dengan maksud agar kader NU dapat menjadi kelompok yang humanis dan toleran. “Kesatuan dan keutuhan NKRI harus dijaga sehingga pemuda NU harus meminimalisir adanya gesekan budaya ataupun antarkelompok,” jelas Shofa.
PBNU Diminta Pererat Komunikasi dengan Berbagai PCINU

PBNU Diminta Pererat Komunikasi dengan Berbagai PCINU

KAIRO - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjalin hubungan yang lebih intensif dengan PCINU yang tersebar di berbagai negara.

"NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia yang mempunyai PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) di banyak negara sudah seharusnya dapat membangun jaringan komunikasi yang lebih baik,” kata Rais Rais Syuriah, Mukhlason Jalaludin usai pelantikan pengurus baru PCINU Mesir periode 2014-2016, akhir pekan lalu.

“Caranya, PBNU menyiapkan satu ruangan khusus, misalnya, kepada dua orang penanggung jawab yang berfungsi meningkatkan komunikasi antar PCI dan PBNU", tuturnya.
KH Malik Madany Dorong Muktamar 33 di NTB

KH Malik Madany Dorong Muktamar 33 di NTB

JAKARTA - Katib Aam PBNU KH Malik Madany akan mendorong penyelenggaraan muktamar ke-33 NU di NTB dengan alasan untuk pengembangan NU di luar Jawa. NTB juga menawarkan pesantren sebagai lokasi muktamar.

Ia menuturkan, sebelumnya salah satu rais syuriyah PBNU KH Machasin sudah melakukan kunjungan tidak resmi ke pesantren Komarul Huda, Bagu Prinderate Lombok yang diasuh oleh Tuan Guru Turmudi yang diusulkan menjadi lokasi muktamar. Dari hasil kunjungan tersebut, bisa disimpulkan infrastruktur pokok sudah siap, tinggal melengkapi kekurangan dengan fasilitas MCK.

Di kompleks pesantren tersebut telah terdapat perguruan tinggi berupa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah yang bisa dimanfaatkan untuk menggelar berbagai kegiatan muktamar. 
Ponpes Bahrul Ulum Jombang Siapkan Kader Jurnalis

Ponpes Bahrul Ulum Jombang Siapkan Kader Jurnalis

JOMBANG - Sedikitnya seratus santri pondok induk pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, mengikuti pelatihan jurnalistik di masjid jami’ pondok setempat, Senin (24/11) malam. Mereka terdiri dari santri putra setingkat SMP dan SMA.

Menurut koordinator kegiatan Zulkarnain Mu’iz, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan santri Pondok Induk Pesantren Bahrul Ulum dalam bidang jurnalistik.

“Setelah kegiatan ini, kami akan menyeleksi dari mereka yang mempunyai kemampuan dan minat besar untuk terus dilatih hingga bisa menerbitkan sebuah karya,” kata Zulkarnain, yang juga pengurus pondok.
PBNU Terima Penghargaan Perdamaian Dunia dari Global Peace Foundation

PBNU Terima Penghargaan Perdamaian Dunia dari Global Peace Foundation

PARAGUAY - Dunia internasional kembali mengakui kiprah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas konsistensinya menjaga kerukunan beragama di Indonesia dan luar negeri.

Sebagai apresiasi, sebuah organisasi pemerhati perdamaian dunia, Global Peace Foundation, memberi anugerah Global Peace Interfaith Leadership Award 2014 kepada PBNU.

Penyerahan award dilakukan dalam acara Global Peace Convention yang diselenggarakan di Asuncion, Paraguay, Amerika Selatan, Sabtu (22/11) malam waktu setempat.

"Konvensi Perdamaian Dunia-nya dimulai sejak tanggal 19 (November) dan ditutup kemarin, dan puncaknya hari ini untuk penyerahan award. Alhamdulillah, PBNU tahun ini adalah penerima award perdamaian global," kata Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsudi Syuhud yang menjadi wakil PBNU dalam menerima award tersebut.
Waketum PBNU Dukung Muktamar 33 NU di Medan

Waketum PBNU Dukung Muktamar 33 NU di Medan

MEDAN - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) DR H As'ad Said Ali mendukung pelaksanaan Muktamar ke-33 NU pada 2015 mendatang bertempat di Medan, Sumatera Utara.

Pernyataan dukungan itu disampaikan Asad di hadapan peserta pendidikan kader penggerak NU, Sabtu (22/11), di Pondok Pesantren Darul Ilmi Murni Jalan Karya Jasa, Medan.

"Dengan banyak dan antusiasnya peserta pendidikan kader ini saya mendukung dan optimis pelaksanaan Muktamar ke-33 akan dilaksanakan di Medan," katanya yang disambut riuh tepuk tangan peserta kader penggerak NU.
Tim Kaderisasi PBNU Siap Fasilitasi Pertemuan Dengan IKA-PMII & PMII

Tim Kaderisasi PBNU Siap Fasilitasi Pertemuan Dengan IKA-PMII & PMII

JAKARTA - Tim kaderisasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan memfasilitasi pertemuan dengan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dan Ikatan Keluarga Alumi (IKA) PMII untuk membahas lebih lanjut mengenai rencana menarik kembali PMII menjadi badan otonom NU.

“Kami belum mendapatkan mandat dari PBNU, jadi sementara tetap konsentrasi melakukan kaderisasi ke berbagai daerah. Kalau sudah ada mandat dari PBNU kami siap memfasilitasi pertemuan dengan PMII dan IKA-PMII,” kata Koordnator Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik di ruang redaksi NU Online, Jum’at (21/11) kemarin.
Keluarga NU Tunisia Gelar Orientasi Kader

Keluarga NU Tunisia Gelar Orientasi Kader

TUNIS - Keluarga Nahdlatul Ulama (KNU) Tunisia memulai kegiatan orientasi bagi para anggota, Sabtu (21/11) kemarin di Tunis. Kegiatan akan berlanjut dalam beberapa sesi selama bulan Nopember-Desember 2014.

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperkuat pemahaman anggota tentang ke-NU-an dan ke-aswaja-anini diikuti oleh 35 orang mahasiswa warga NU. Pada Sabtu kemarin, Dr KH Fuad Tohari (Wakil Ketua LBM PBNU) dan Dr. Ahmad Kholil Yasir (Dosen STAIN Kediri) memberikan orientasi sesi pertama.

Mengawali pemaparannya, KH Fuad menjelaskan latar belakang sejarah pendirian NU, serta berbagai problematika yang mewarnai perjalanan jam'iyyah ini hingga era reformasi. Kemudian, disampaikan pula tantangan-tantangan yang dihadapi jam'iyyah NU pada era modern ini.
IPNU Tegal Gelar Pelatihan Administrasi Persuratan

IPNU Tegal Gelar Pelatihan Administrasi Persuratan

TEGAL - Administrasi yang tertata rapi, menjadi ciri khas organisasi modern. Apalagi, di era digitalisasi pengelolaan administrasi bukanlah hal yang rumit tetapi justru bisa dikemas secara apik. Hal ini akan memudahkan untuk menyimpan, menemukan dan menerbitkan kembali adminstrasi yang sudah usang ataupun hilang.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Tegal Aziz Putra saat membuka Pelatihan Peraturan Organisasi dan Peraturan Administrasi (PPOA) IPNU-IPPNU se-Kota Tegal di Gedung NU Jalan Wisanggeni Kota Tegal, Ahad (23/11).
Dr. Arwani Syaerozi: Pesantren Salah Satu Penjaga Akhlak Generasi Muda

Dr. Arwani Syaerozi: Pesantren Salah Satu Penjaga Akhlak Generasi Muda

CIREBON - Direktur Pascasarjana Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Dr. H. Arwani Syaerozi, MA menegaskan bahwa pesantren sebagai institusi pendidikan tertua di Indonesia, telah memberikan kontribusi signifikan bagi pendidikan nasional, terutama dalam mengawal moral.

“Tidak diragukan, pesantren menjadi benteng terakhir penjaga moralitas generasi muda,” tegas Doktor Maqasid Syari’ah dan Problematika Kemanusiaan lulusan Universitas Mohammed V Maroko pada sambutan stadium general dengan tema “Kontribusi Pesantren Dalam Pendidikan Nasional” di Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon 23 November 2014.
PCNU Ciamis Rehabilitasi Gedung Kantornya

PCNU Ciamis Rehabilitasi Gedung Kantornya

CIAMIS - Pengurus cabang NU Ciamis mengadakan Muharraman di jalan Wahid Hasyim, Ciamis, Ahad (23/11). Pada kesempatan silaturahmi ini, mereka mengajak masyarakat untuk terlibat dalam perbaikan Gedung Majelis Umat Islam NU yang terletak tepat di tengah-tengah ibu kota kabupaten Ciamis.

Ketua pelaksana acara Drs H Ahmad Mubarok mengatakan, gedung pertemuan itu berdiri sejak 1960an. Meskipun masih berdiri kokoh, keadaan atap serta kusen bangunan sudah lapuk.
Gus Mus: Pahamilah Pesan Khusus KH Hasyim Asyarie

Gus Mus: Pahamilah Pesan Khusus KH Hasyim Asyarie

SEMARANG - Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri mengingatkan seluruh pengurus dan warga NU agar memahami pesan atau risalah yang ditulis pendiri NU Hadratusyaikh Hasyim Asy'ari untuk penguatan semangat berorganisasi.

Di depan ratusan peserta halaqoh regional PWNU Jateng, Sabtu (15/11) lalu, Gus Mus menekankan pada beberapa risalah penting Mbah Hasyim yang diberi judul Nasyroh tersebut. Gus Mus mengutip Mbah Hasyim mengingatkan tujuan jamiyah NU menegakkan agama tauhid dengan menyatukan barisan para kiai.

"Dulu, NU sangat memperhatikan persatuan sangat luar biasa. Mbah Hasyim itu mementingkan ittihad daripada kepentingan pribadi. Makanya, kalau sekarang kita tidak kompak apa  yang kita lakukan," tutur Gus Mus menjabarkan.
PWNU Jawa Tengah Luncurkan Batik Khas NU

PWNU Jawa Tengah Luncurkan Batik Khas NU

SEMARANG - Pengurus Wilayah Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Tengah meluncurkan batik NU khas provinsi setempat. Batik berwarna hijau kombinasi dengan motif ala Jateng ini didesain dengan mempertimbangkan makna serta filosofinya.

Peluncuran ditandai dengan pengibasan kain batik oleh Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jateng Abu Hafsin dalam rangkaian acara halaqah regional bertema “Peran NU dalam Mengawal Implementasi UU Desa” di Semarang, Sabtu (15/11).

"Berdasarkan rapat pleno tanfidziyah dan syuriah PWNU, batik ini sudah dipatenkan sebagai batik resmi NU Jateng dan akan dipakai di setiap acara NU pada semua tingkatan," kata Ketua LPNU Adi Setiawan.
Jombang Siap Gelar Muktamar NU Jika Dipilih

Jombang Siap Gelar Muktamar NU Jika Dipilih

JOMBANG - Kabupaten Jombang menyatakan kesiapannya untuk ditempati gawe besar PBNU, yakni Muktamar NU 2015. Kesiapan ini dikatakan langsung Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Apalagi, kesiapan itu didukung pemerintah propinsi Jawa Timur.

''Kita siap dan mendukung penuh Jombang jadi tuan rumah Muktamar NU. Kita bahkan sudah menyiapkan dukungan anggarannya,'' tutur bupati Nyono Suharli disela kegiatan Jombang bersholawat yang juga dihadiri Habib Ubaidillah Al-Habsyi dan Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf, kemarin.

Dikatakan Nyono, menjadi tuan rumah kegiatan nasional seperti Muktamar NU dengan peserta mencapai ribuan dari seluruh penjuru Nusantara dikatakannya akan sangat banyak manfaatnya bagi daerah dan masyarakat Jombang. "Itu menjadi sarana promosi potensi wisata khususnya wisata religi yang ada di Jombang kepada semua peserta yang datang dari seluruh penjuru Nusantara," imbuhnya seraya mengatakan selain itu, ribuan peserta maupun pengunjung yang datang juga dipastikan bakal meningkatkan perputaran uang sehingga mendongkrak perekonomian hingga bisa memacu kesejahteraan masyarakat.
PCINU Jerman Gelar Konferensi Pilih Pengurus Baru

PCINU Jerman Gelar Konferensi Pilih Pengurus Baru

MUENCHEN - Pengurus Cabang Istimewa Jerman menggelar silaturrahim di kota Muenchen Jerman bagian selatan. Empat agenda kegiatan tersebut, yakni pengajian ke-NU-an dan Aswaja, diskusi Islam Indonesia, pemilihan pengurus baru dan, tour kota Muenchen.

Menurut ketua panitia, Suratno, kegiatan berlangsung 15-16 Nopember 2014 diikuti puluhan warga Nahdliyin di Jerman, baik yang berasal dari Muenchen, Koeln, Frankfurt, Berlin dan sebagainya.

Pada sesi pengajian ke-NU-an dan Aswaja, Abdullah Ubaid Matraji, dosen STAINNU Jakarta yang kebetulan di Jerman untuk ikut Program ARFI 2014 kerja sama Diktis Kemenag dan Uni-Frankfurt, menyampaikan beberapa hal. Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ala NU yang moderat dan cinta-damai harusnya tidak hanya dikenal masyarakat Indonesia.
Al Zastrow: Arif Mudatsir itu "Transcultural Generation"

Al Zastrow: Arif Mudatsir itu "Transcultural Generation"

JAKARTA - Malam tujuh hari wafatnya H Arief Mudatsir Mandan (ketua umum IKA PMII), Ahad (16/11) kemarin, IKA PMII kabupaten Jepara menyelenggarakan doa bersama untuk almarhum di masjid kampus Unisnu Jepara.

Zastrouw Al-Ngatawi, sahabat almarhum, dalam uraiannya Zastrouw bercerita, Arief Mudatsir merupakan sosok yang mempertahankan karakter masyarakat akar rumput. Ketua umum PP Lesbumi itu menyebut Arief sebagai transcultural generation.

Meski ketua DPW PPP Jawa Tengah itu anak kampung, asli Robayan Jepara putra pedagang namun saat ia hijrah ke Jakarta tidak lantas hanyut dengan keadaan.
IPNU Siap Isi Kekosongan Ormawa NU di Kampus

IPNU Siap Isi Kekosongan Ormawa NU di Kampus

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Khaerul Anam HS menyarankan kepada PBNU untuk mempertimbangkan kembali rencana pendirian organisasi kemahasiswaan NU. PBNU perlu mencermati secara utuh organisasi NU di kampus yang sudah berkembang selama ini.

Seperti diketahui, PBNU menargetkan pada kepengurusan periode ini berhasil membentuk organisasi baru di tingkat mahasiswa yang berada langsung di bawah naungannya. Hal ini didasarkan pada amanat Muktamar ke-32 NU di Makassar yang kemudian ditegaskan lagi pada Rapat Pleno PBNU di Yogyakarta, 2011 lalu.

“IPNU sejak tahun 2000 sebenarnya telah mendeklarasikan berdirinya Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT), ya untuk mengisi kekosongan (organisasi kemahasiswaan NU) ini,” kata Anam di Jakarta, Selasa (11/11).
Fakta Muktamar NU: Jatim 11 Kali, Luar Jawa baru 4 Kali

Fakta Muktamar NU: Jatim 11 Kali, Luar Jawa baru 4 Kali

Dalam usianya yang sudah 91 tahun menurut kalender Hijriyah atau setara dengan 88 tahun menurut perhitungan kalender Masehi, NU telah menyelenggarakan muktamar sebanyak 32 kali. Banyak kejadian penting mengiringi perjalanan NU yang tergambar melalui penyelenggaraan tiap muktamar.

Secara keseluruhan, Jawa Timur sebagai basis NU menjadi tempat penyelenggaraan hajatan tertinggi NU ini sebanyak 11 kali, Jateng 8 kali, Jabar 4 kali, Jakarta 3 kali, Banten dan Yogyakarta masing-masing 1 kali. Sementara itu dalam kurun waktu yang panjang ini, hajatan di luar Jawa hanya empat kali.

Jika dilihat dari kota penyelenggara, Surabaya menduduki peringkat juara dengan 6 kali, diikuti dengan Jakarta (3), Solo (3), Semarang (2), dan Bandung (2), sementara yang lainnya hanya sekali.
Habib Syech: Jauhkan Anak dari Media Provokatif

Habib Syech: Jauhkan Anak dari Media Provokatif

YOGYAKARTA - Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf mengimbau kepada para orang tua untuk menjauhkan anak dari sumber-sumber pemberitaan yang provokatif. Menurutnya, kini sedang marak media beriisi muatan yang memicu rasa tidak senang satu sama lain.

"Media jangan jadi provokator, beritanya selalu membuat tidak senang kita,” ujarnya di sela rangkaian gema shalawat dalam acara bertajuk Peringatan Tahun Baru Islam 1436 H dan Peringatan Hari Pahlawan, Sabtu (8/11), bersama syekhermania (sebutan pecinta Habib Syech) baik dari Yogyakarta dan daerah sekitarnya.

Dalam acara yang diselenggarakan di Alun-alun Kidul, Yogyakarta, itu hadir pula perwakilan dari TNI Aangkata Darat, TNI Angkatan Udara, dan Polri, serta jajaran pemerintah kota maupun provinsi.
Malam Ini PBNU Gelar Syukuran Anugerah Kepahlawanan KH Wahab Hasbullah
Jombang

Malam Ini PBNU Gelar Syukuran Anugerah Kepahlawanan KH Wahab Hasbullah Jombang

JAKARTA - Terkait penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada salah satu pendiri dan penggerak NU, KH Wahab Chasbullah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar acara tasyakuran, Senin (10/11) malam ini. Presiden Jokowi secara formal menyematkan gelar kepahlawanan Mbah Wahab, Jumat (7/11) lalu.

Dalam acara yang akan dilakasanakan di Gedung PBNU lantai 8 pukul 19.00 WIB ini, dijadwalkan hadir para menteri kader NU, perwakilan pihak keluarga Kiai Wahab, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.
Pemutaran Film Sang Kiai Sukses Pukau Ulama di Way Kanan

Pemutaran Film Sang Kiai Sukses Pukau Ulama di Way Kanan

LAMPUNG - Pemutaran film Sang Kiai yang mengangkat kisah perjuangan ulama dan umat Islam di Jawa Timur oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan, Lampung, memukau sejumlah ustadz, pemuka agama, dan masyarakat di Kampung Umpu Bhakti dan Umpu Kencana Kecamatan Blambangan Umpu.

Pemutaran film tersebut dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November serta sebagai upaya menjelaskan kepada publik rasa handarbeni (memiliki) warga Nahdlatul Ulama (NU) terhadap Republik Indonesia.
Guru MI Kudus: Kurikulum 2013 Dipakai, Jangan Revisi Dulu Menteri Baru

Guru MI Kudus: Kurikulum 2013 Dipakai, Jangan Revisi Dulu Menteri Baru

KUDUS - Menyikapi adanya pergantian menteri baru, para guru madrasah berharap tidak ada kebijakan baru yang mengubah kurikulum 2013. Menurut mereka, perubahan kurikulum hanya akan menambah kebingungan tenaga didik yang sekarang ini masih dalam proses sosialisasi dan implementasi.

Demikian kesimpulan beberapa pernyataan dari para guru Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTs NU) yang dihimpun NU Online di sela-sela acara Workshop Latihan Praktik dan Implementasi Kurikulum 2013 di Aula PCNU Kudus, Kamis (6/11).
Pendaftaran Beasiswa S2 Islam Nusantara Kembali dibuka

Pendaftaran Beasiswa S2 Islam Nusantara Kembali dibuka

Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta kembali menawarkan beasiswa pendidikan S2 dengan pilihan Prodi Sejarah Kebudayaan/Perdaban Islam dengan konsenterasi Islam Nusantara.

Beasiswa bertajuk Pendidikan kader ulama berlangsung selama 2 (dua) tahun, yakni tahun anggaran 2014 sampai 2015. Peserta harus menetap di pondok pesantren yang ditunjuk untuk mengikuti proses pembelajaran keagamaan Islam (tafaqquh fiddin) dan proses pendidikan magister (S2) pada perguruan tinggi yang ditunjuk.
Syiar NU dari Muktamar ke Muktamar

Syiar NU dari Muktamar ke Muktamar

JAKARTA - Tahun 2015 yang sebentar lagi tiba menjadi momen penting bagi NU karena pada tahun tersebut, dijadualkan pelaksanaan Muktamar ke-33 NU. Penyelenggaraan Muktamar ke-32 yang berlangsung di Makassar tahun 2010 merupakan momentum penting karena sejak muktamar Medan pada tahun 1956, baru tahun 2010 atau setelah 54 tahun, NU kembali menyelenggarakan muktamar di luar Jawa. Visi penyelenggaraan di Makassar waktu itu jelas, untuk syiar NU di luar Jawa.

NU Online akan menurunkan sejumlah tulisan terkait dengan sejarah penyelenggaraan muktamar NU yang sudah berlangsung selama 32 kali untuk memperkaya perspektif dalam persiapan penyelenggaraan momen musyawarah tertinggi NU ini.

Sejatinya, muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi NU untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan, penyusun program baru, dan memilih pengurus untuk periode selanjutnya. Acara ini diikuti oleh PBNU, PWNU dan PCNU yang diwakili oleh rais syuriyah, ketua tanfidziyah, katib, sekretaris dan bendahara serta sejumlah peserta tambahan yang diusulkan hadir dalam pertemuan tersebut.
Lesbumi Yogya Gelar Workshop Seni dan Tradisi Pesantren

Lesbumi Yogya Gelar Workshop Seni dan Tradisi Pesantren

YOGYAKARTA - Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berupaya memperkuat kembali hubungan agama dan kebudayaan. Selama ini hubungan keduanya kurang berkembang dan kurang diperhatikan.

NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, memiliki kaitan erat dengan budaya Nusantara. Salah satunya terpatri dalam lembaga bernama pesantren. Namun pesantren sendiri pada perkembangannya lebih berorientasi ke keagamaan.
Kearifan Sunan Kudus, Cikal Keberagamaan Nusantara

Kearifan Sunan Kudus, Cikal Keberagamaan Nusantara

KUDUS - Diakui sebagai waliyullah, Sunan Kudus memiliki kearifan lokal yang telah menjadi bentuk keberagamaan Indonesia di kota kretek ini. Karena kearifan sunan Kudus ini lebih berkaitan dengan kemaslahatan umat secara umum, berpeluang menjadi kearifan nasional.

Demikian yang disampaikan Mustasyar PCNU Kudus H. Muslim A. Kadir saat menjadi pembicara atas nama cendekiawan Islam dalam acara pembinaan wawasan kebangsaan kepada tokoh agama dan pemuda yang bertempat di ruang pertemuan Lantai IV Sekretariat Daerah Kabupaten Kudus, Selasa (4/11).
Munas NU Ultimatum PMII Untuk Kembali Menjadi Banom Sebelum 2015
Berakhir

Munas NU Ultimatum PMII Untuk Kembali Menjadi Banom Sebelum 2015 Berakhir

JAKARTA - Di masa bakti kepengurusan yang tinggal beberapa bulan lagi, PBNU masih memiliki tanggung jawab untuk membentuk organisasi NU di tingkat mahasiswa. Tugas ini merupakan realisasi dari amanat Muktamar ke-32 NU pada 2012 lalu di Makassar.

Demikian dijelaskan Ketua PBNU H Imam Azis terkait klausul keputusan Komisi Rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2014 di Jakarta, Ahad (2/11).
Munas NU Sepakati Penggunaan Kembali Metode Ahlul Halli wal Aqdi

Munas NU Sepakati Penggunaan Kembali Metode Ahlul Halli wal Aqdi

JAKARTA - Wacana perubahan sistem rekrutmen pemimpin di NU yang bergulir belakangan ini akhirnya menemukan titik terang. Forum Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU 2014 menyepakati Ahlul Halli wal Aqdi sebagai alternatif sistem pemilihan Rais Aam PBNU.

Hal itu mengemuka dalam rapat pleno terakhir Munas-Konbes NU 2014 di gedung PBNU, Jakarta, Ahad (2/11). Rapat diikuti para kiai dan pengurus NU utusan Pengurus Wilayah NU (PWNU) seluruh Indonesia.
KH Chalid Mawardi: PBNU Perlu Waspadai Adanya Kesenjangan Generasi

KH Chalid Mawardi: PBNU Perlu Waspadai Adanya Kesenjangan Generasi

JAKARTA - Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menilai situasi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak hanya mengganggu kinerja pemerintah, namun juga telah menggangu ketentraman masyakat. Hal itu disampaikannya di sela Munas-Konbes NU 2014 di Jakarta, Ahad (2/11).

“Kejadian itu (dua kepemimpinan di DPR: Red) adalah pertama dalam sejarah Indonesia. Dengan tidak mengurangi semangat demokrasi dimana perbedaan pendapat itu dihargai, maka kondisi ini harus segera diselesaikan. Kondisi sekarang ini tidak hanya mengganggu kerja pemerintah, ini termasuk legislatif, eksekutif dan yudikatif. Tetapi sudah mengganggu ketentraman masyarakat,” kata As’ad Said Ali.
Waketum PBNU: Situasi Karut di DPR Harus Segera Diakhiri

Waketum PBNU: Situasi Karut di DPR Harus Segera Diakhiri

JAKARTA - Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menilai situasi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak hanya mengganggu kinerja pemerintah, namun juga telah menggangu ketentraman masyakat. Hal itu disampaikannya di sela Munas-Konbes NU 2014 di Jakarta, Ahad (2/11).

“Kejadian itu (dua kepemimpinan di DPR: Red) adalah pertama dalam sejarah Indonesia. Dengan tidak mengurangi semangat demokrasi dimana perbedaan pendapat itu dihargai, maka kondisi ini harus segera diselesaikan. Kondisi sekarang ini tidak hanya mengganggu kerja pemerintah, ini termasuk legislatif, eksekutif dan yudikatif. Tetapi sudah mengganggu ketentraman masyarakat,” kata As’ad Said Ali.
Ponpes Al-Falah Bakalan Jepara Buka Program Paket B dan C

Ponpes Al-Falah Bakalan Jepara Buka Program Paket B dan C

JEPARA - Pesantren Al-Falah, Desa Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara dalam rangka menghadapi persaingan global terus mengembangkan unit pendidikannya. Salah satu unit pendidikan dari pesantren yang didirikan KH Ahmad Kholil yang sudah berjalan 12 tahun ini mempunyai unit pendidikan yang setara dengan SMP dan SMA.

Unit pendidikan setara SMP yang dulu bernama Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) dan Kejar Paket C untuk unit yang setara dengan SMA ini kini melebur nama menjadi Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Wustha yang terdiri program kejar Paket B Wustha dan Paket C Wustha.

Kedua paket ini ditempuh dalam tiga tahun. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan setiap Sabtu – Rabu pukul 14.30 – 16.30 WIB. Tenaga pengajarnya berjumlah 33 guru yang hadir dari pengajar MTs dan MA sederajat baik dari Jepara maupun Kudus.
KH Musthofa Bisri: Tetaplah Menjadi Orang 'Desa'

KH Musthofa Bisri: Tetaplah Menjadi Orang 'Desa'

JEPARA - Pejabat Rais 'Am PBNU KH A Mustofa Bisri mengajak masyarakat untuk tetap menjadi orang pedesaan. Menurutnya, orang desa memiliki sikap menjaga nilai-nilai kesetiakawanan dan kesederhanaan.

"Ajaran Rasulullah itu kebanyakan yang melaksanakan orang desa. Contoh kecil, memuliakan tamu, itu orang desa. Sementara orang kota tidak sempat," katanya dalam kuliah umum tahun akademik 2014/2015 Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) di Gedung Haji Tahunan Jepara, Rabu (29/10).
FUI vs Tarekat Samaniyah Sumatera Utara Semakin Serius, PBNU Harus
Turun Tangan

FUI vs Tarekat Samaniyah Sumatera Utara Semakin Serius, PBNU Harus Turun Tangan

MEDAN - Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara sudah tidak main-main untuk membubarkan tarekat Samaniyah, salah satu aliran tarekat di bawah naungan Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdhiyah (Jatman). Thariqah mu’tabarah NU ini terancam dibubarkan dan dilarang ajarannya di daerah Sumut.

Keseriusan rencana tersebut ditandai dengan pelaporan FUI melalui Tim Pembela Muslim (TPM) kepada polisi, bahkan sudah sampai ke tingkat pengadilan dengan tuduhan tindak pidana penistaan agama. Hari ini, Kamis (30/10), memasuki sidang keempat.

Mudir Am Jatman KH Abdul Mu’thy Nurhadi menyayangkan tindakan FUI dan TPM atas dasar Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut yang membawa masalah ini ke ranah hukum. Ia mengajak semua pihak untuk menyelesaikan hal ini dengan kepala dingin.
Sejumlah Menteri Hadiri Konferensi Ulama Internasional di Ponpes
Alhikam KH Hasyim Muzadi

Sejumlah Menteri Hadiri Konferensi Ulama Internasional di Ponpes Alhikam KH Hasyim Muzadi

DEPOK - Sejumlah menteri “Kabinet Kerja” Presiden Joko Widodo menghadiri seminar internasional yang diselenggarakan oleh KH Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al-Hikam II Beji, Depok, Kamis (30/10).

Mereka adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa dan Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi. Mantan menteri luar neger Hasan Wirajuda yang semenjak awal mendukung pelaksanaan acara International Conference of Islamic Scholar (ICIS) bersama KH Hasyim Muzadi juga terlihat hadir dan menyampaikan materi.
Presiden dan Wapres Dipastikan Hadiri Pembukaan/Penutupan Konbes NU 2014

Presiden dan Wapres Dipastikan Hadiri Pembukaan/Penutupan Konbes NU 2014

JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia H Jusuf Kalla (JK) dipastikan akan menghadiri Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama atau Munas-Konbes NU di areal gedung kantor PBNU, Jakarta. Mustasyar PBNU itu dijadwalkan akan menutup agenda Munas-Konbes pada Ahad, 2 November 2014.

“Pak JK sudah memastikan hadir pada penutupan Munas-Konbes,” kata H Agus Salim Thoyyib kepada NU Online, di kantor PBNU, Kamis (30/10).
Bupati Way Kanan Minta GP Ansor Pimpin Upacara Sumpah Pemuda

Bupati Way Kanan Minta GP Ansor Pimpin Upacara Sumpah Pemuda

Bupati Way Kanan, Lampung, Bustami Zainudin memberi kepercayaan kepada Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan untuk menjadi komandan upacara (Dan Up) dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda yang akan digelar pada Selasa (28/10).

Permintaan tersebut disampaikan Bupati Bustami di hadapan sejumlah pejabat, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Way Kanan yang juga Ketua DPD KNPI setempat, Raden Adipati Surya yang secara langsung juga diminta menjadi inspektur upacara Hari Sumpah Pemuda.

Berkaitan dengan itu, Kasubag Protokol Pemkab Way Kanan, Taufik Hidayatno, Ahad (26/10) meminta pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, itu untuk mempersiapkan diri dan melaksanakan keinginan bupati.
KH Tolchah Hasan: Hadapi Globalisasi dengan 3 Hal Ini

KH Tolchah Hasan: Hadapi Globalisasi dengan 3 Hal Ini

Mustasyar PBNU KH Muhammad Tolchah Hasan menyebut perlunya tiga hal dalam menghadapi era globalisasi, yaitu dibutuhkan ketebalan iman yang kuat, karakteristik yang tangguh, dan kekuatan moral yang tinggi.

“Kita harus menguatkan iman dalam menghadapi Globalisasi. Tapi bukan sembarang iman yang kita butuhkan, melainkan iman yang dominan terhadap diri kita dan perbuatan kita. Bukan hanya iman dekoratif atau hiasan,” katanya pada kuliah umum di hadapan sekitar 400-an mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma) Tahun 2014 di Hall Oesman Mansoer pada Kamis, 2 Oktober 2014.
Gedung PCNU Waykanan Lampung Diresmikan

Gedung PCNU Waykanan Lampung Diresmikan

Gedung PCNU Waykanan Provinsi Lampung diressmikan oleh Bupati Bustami Zainudin di Kampung Tiuh Balak I Kecamatan Baradatu pada Rabu (8/10).Peresmian disaksikan Ketua PWNU KH Sholeh Bajuri dan pengurus NU setempat.

"Mari bersyukur atas berdirinya gedung ini," kata Bupati Bustami di Waykanan yang berada sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandarlampung.

Ketua PWNU KH Sholeh Bajuri mengapresiasi dan bersyukur atas rampungnya pembangunan gedung dua lantai berukuran 13 m x 11 m yang didirikan di atas tanah 30 m x 17 m itu.
PBNU Kirimkan Lagi Kader Terbaiknya ke Maroko

PBNU Kirimkan Lagi Kader Terbaiknya ke Maroko

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali mengirimkan kader-kader terbaiknya ke Maroko untuk mengikuti program beasiswa studi strata satu (S-1) tahun ajaran 2014/2015. Kali ini ada lima kader yang dikirim ke negeri kelahiran Ibnu Batutah itu, yang akan ditempatkan di Institute Imam Nafie, Tanger-Maroko.

Di sana mereka akan mempelajari ilmu-ilmu keislaman, termasuk mendalami madzhab Maliki yang dianut secara resmi oleh Kerajaan Maroko. Mereka adalah duta dari berbagai daerah dan pesantren di Jawa dan Sumatera. Nama kelima peserta tersebut ialah Royya Nahriyyah (Cirebon), Monica Syarifah luluk Al Hajiri (Bengkulu), Sita Yulia Agustina (Demak), M. Elvin Fajri Rahmika Ahmad (Bengkulu) dan Muhammad Husen (Kebumen).
Masih Soal Ahlul Halli wal Aqdi

Masih Soal Ahlul Halli wal Aqdi

Ahlul halli wal aqdi merupakan institusi khusus yang berfungsi sebagai badan legislatif yang ditaati, berisi orang-orang berpengaruh dalam jamiyyah NU, dibentuk karena keperluan khusus pula.

Secara bahasa, ahlul halli wal aqdi berarti “orang yang berwenang melepaskan dan mengikat.” Disebut “mengikat” karena keputusannya mengikat orang-orang yang mengangkat ahlul halli; dan disebut “melepaskan” karena mereka yang duduk disitu bisa melepaskan dan tidak memilih orang-orang tertentu yang tidak disepakati.
Konsulat China Ajak Kerja Sama Ponpes Tebu Ireng

Konsulat China Ajak Kerja Sama Ponpes Tebu Ireng

JOMBANG - Pesantren Tebuireng mendapat kunjungan dari Konsulat Jendral Tiongkok, Yu Hong, Senin (6/14). Rombongan tamu diterima pengasuh Pesantren Tebuireng, Dr. (HC). Ir. KH. Salahuddin Wahid di kediamannya di kompleks pesantren setempat, Jombang, Jawa Timur.

Kunjungan perdana Yu Hong sebagai Konjen Tiongkok ini diisi dengan diskusi dan perkenalan. Selain beramah-tamah, pertemuan tersebut juga dimaksudkan untuk menjalin kerja sama antara Tebuireng dan China di sektor ekonomi.
Bolehkah Menjual Daging Qurban?

Bolehkah Menjual Daging Qurban?

Pada dasarnya ibadah qurban dianjurkan kepada orang yang mampu melaksanaknnya untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan yakni para faqir dan orang-orang yang sengsara.

Hal ini sebagaimana disinyalir dalam firman Allah swt dalam surat al-Hajj ayat 28;


فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ


Artinya: maka makanlah sebagaian darinya (hewan qurban) dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan oleh orang-orang yang sengsara dan fakir.

Dari ayat ini kemudian para ulama terutama madzhab Syafi’iyah membuat rambu-rambu bahwa seorang yang berqurban (selain qurban nadzar) dianjurkan untuk memakan sebagian daging qurban yang telah disembelih sekedarnya saja, dan yang lain dibagikan kepada yang membutuhkan.
Habib Syech: Serahkan Daging Kurban Langsung ke Yang Berhak

Habib Syech: Serahkan Daging Kurban Langsung ke Yang Berhak

kARANGANYAR - Salah satu fenomena yang sering kita jumpai pada saat Idul Adha yakni antrean orang untuk mendapatkan jatah daging kurban. Ironisnya, antrean tersebut terkadang memakan korban nyawa.

Hal ini mendapat perhatian dari pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa, Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf. “Kasihan umat Islam, mereka mungkin memang tidak mampu betul, akhirnya mereka memaksakan diri untuk datang mendapatkan itu, tetapi sampai sekarang malah mendapatkan sakit,” kata Habib Syech, di depan ribuan Jamaah Karanganyar Bersholawat, Selasa (30/9) malam.
KH Rahmad Syafei: Toleransi itu Kewajiban Umat Manusia

KH Rahmad Syafei: Toleransi itu Kewajiban Umat Manusia

BANDUNG - Katib Syuriah PWNU Jawa Barat Prof KH Rachmat Syafe’i mengatakan perbedaan penentuan Hari Raya Idul Adha sebetulnya bukan hanya terjadi antara NU dan Muhammadiyah saja, bahkan di kalangan NU sendiri juga bisa saja berbeda karena berlainan metode penetapan awal bulan.

Menurut Kiai Rachmat perbedaan pendapat sudah biasa terjadi di kalangan ulama salaf dan di pesantren-pesantren, tinggal bagaimana memahami alasan dan dasar yang dipegang. “Jika sudah dipahami, saling menghormati itulah yang harus dikedepankan,” terangnya Sabtu pagi (4/10).

Sikap masyarakat, lanjut dia harus kembali pada pendapat yang diyakini karena persoalan ini adalah masalah ibadah. Supaya tidak tersinggung, Kiai Rachmat mengajak masyarakat supaya saling memahami.
NU Akan Terapkan Model Pemilihan Tidak Langsung, Ahlul Halli wal Aqdi

NU Akan Terapkan Model Pemilihan Tidak Langsung, Ahlul Halli wal Aqdi

JAKARTA - Pemilihan langsung dan tidak langsung memang sedang menjadi tema panas di Indonesia belakangan ini. Di lingkungan NU pun, kini sedang berkembang wacana pemilihan rais aam dan ketua umum secara tidak langsung, yang dikenal dengan nama ahlul halli wal aqdi (Ahwa).

Tema ini merupakan salah satu materi yang akan dibahas dalam musyawarah nasional (munas) pada 1 November mendatang. Dan sebenarnya, draft materi ini sudah jauh hari dipersiapkan sebelum hiruk pikuk wacara pilkada langsung dan tidak langsung di parlemen.
Politisi & Aktivis NU Ngaji Tasawuf di Semarang

Politisi & Aktivis NU Ngaji Tasawuf di Semarang

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Majelis Ilmu bersama Habib Umar Muntohar, Syeh Rohimuddin Annawawi al-Bantani dan Syeh Yusuf, di Ungaran, Semarang pada Rabu (1/10).

Politisi yang hadir pada malam itu, antara lain Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman, anggota FPKB DPRD Provinsi Jateng Hasan Asy'ari, M Chamim Arifin dan Sarif Abdillah. Sementara dari para akvitis yang hadir antara lain dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), IPNU-IPPNU dan Gerakan Pemuda Ansor.
Tiga Qari Indonesia Akan Tampil di MTQ Internasional di Palembang

Tiga Qari Indonesia Akan Tampil di MTQ Internasional di Palembang

PALEMBANG - Sebanyak tiga utusan qori dan qoriah Indonesia akan tampil pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional di Palembang, 23-- 27 September 2014.

Berdasarkan data dari panitia MTQ di Palembang, Kamis utusan Indonesia tersebut masing-masing H Bangun Syahraya, KGS Rasyid Siddiq dan Miftahul Jannah.

Bangun Syahraya akan tampil di cabang Tilawah dengan nomor urut 149 dan Miftahul Jannah juga akan mengikuti perlombaan seni membaca Al Quran dengan benar.
Banyak Kiai Sepuh Wafat, Santri Harus Siap Tampil Menggantikan

Banyak Kiai Sepuh Wafat, Santri Harus Siap Tampil Menggantikan

JEPARA - Ketua Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kaffah (P4SK) Jepara Kiai Nurul Musyafa’ mengharapkan santri menggantikan para kiai menjadi penerang masyarakat. Pasalnya, satu per satu para kiai sepuh panutan umat sudah mulai berpulang.

Demikian dikatakan Kiai Nurul usai mujahadah Nihadlul Mustaghfirin di musholla Baiturrohman desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Rabu (24/9) malam.
KH Said Aqil Siradj: Model Perampasan Tanah Warga Harus Dihentikan!

KH Said Aqil Siradj: Model Perampasan Tanah Warga Harus Dihentikan!

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mendesak pemerintah tegas menindak siapa pun pelaku perampasan tanah warga. Kiai Said menginginkan pemerintah siap pasang badan membela hak-hak warga yang berkenaan dengan lahan.

Kiai Said mengecam tindakan perampasan lahan warga oleh negara maupun pihak swasta. Konflik lahan yang menghadap-hadapkan warga dengan negara atau swasta, kerap berujung pada kerugian di pihak warga.

“Perampasan tanah ini mengerikan. Kita harus selesaikan bagaimana juga caranya,” kata Kiai Said kepada NU Online di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (24/9) sore.

Dalam sejarah konflik pertanahan dari zaman kolonial hingga kini, Kiai Said menambahkan, warga selalu dalam posisi lemah. Aparat pemerintah atau pihak swasta memiliki modal yang cukup ketika berhadapan dengan warga. Keduanya biasa menggerakkan aparat keamanan, preman, bahkan regulasi untuk menguatkan posisi keduanya.

Di samping itu, kekuatan masyarakat juga perlu diarahkan untuk pendampingan terhadap pertanian itu sendiri. Kiai Said mengajak warga Indonesia untuk mengawal kerja pemerintahan baru dalam membangun persawahan.

“Bagus sekali kalau rencana membangun persawahan dilaksanakan,” kata Kang Said

SUmber: NU Online
Ponpes Tebuireng Gelar Kembali Forum Bahsul Masail

Ponpes Tebuireng Gelar Kembali Forum Bahsul Masail

JOMBANG - Musyawarah Fathul Qorib (MFQ) Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari Pesantren Tebuireng berupaya membangkitkan kembali tradisi bahtsul masa’il bagi santri. Mereka mengadakan pendidikan dan pelatihan bahtsul masa’il di aula utama Perpustakaan A. Wahid Hasyim Pesantren Tebuireng.

Mudir Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari Ustadz Su’udi, yang hadir pada kegiatan (22/09) mengungkapkan kebanggaanya dan mendukung penuh kegiatan seperti ini. Dia berharap diklat bahtsul masa’il pertama MFQ akan berlanjut menjadi majelis yang berkompeten dan menelurkan para musyawirin yang menguasai keilmuaan Islam khususnya di bidang fiqih.
Lajnah Falakiyah: 1 Dzulhijjah Jatuh pada Jumat 26 September 2014

Lajnah Falakiyah: 1 Dzulhijjah Jatuh pada Jumat 26 September 2014

JAKARTA - Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengikhbarkan, awal Dzulhijjah 1435 H jatuh pada Jumat 26 September 2014. Keputusan pengurus Falakiyah Nahdlatul Ulama ini didasarkan pada metode istikmal.

“Kita ikhbarkan bahwa awal bulan Dzulhijjah jatuh pada Jumat 26 September 2014. Kita pakai istikmal, penghitungan Dzulqo’dah 30 hari karena hilal tidak terlihat pada penyelenggaraan rukyah Rabu petang ini,” kata Ketua LFPBNU KH Al-Ghozali Masruri di Jakarta, Rabu (24/9) malam.
Habib Umar Muthohar: Inilah Rahasia Keberkahan Ilmu para Wali

Habib Umar Muthohar: Inilah Rahasia Keberkahan Ilmu para Wali

SUKOHARJO - Apabila kita renungkan, setiap kali kita berziarah ke makam para wali, dapat kita lihat betapa makam mereka tak pernah sepi dari para peziarah. Area makam mereka pun mampu menghidupkan kegiatan ekonomi di sekitar pemakaman.

Pun, setiap kali ada diadakan acara peringatan wafat mereka pun, senantiasa dihadiri ribuan para pencari berkah. “Para wali, mereka sudah wafat ribuan tahun lalu, tapi acaranya masih dihadiri banyak orang,” tutur Habib Umar Muthohar, di depan ribuan jamaah yang mengikuti acara Haul Imam Syadzili di Sukoharjo, Senin (22/9) malam.
RMI Jawa Tengah Sampaikan Gagasan Pengembangan Pesantren ke Jokowi-JK

RMI Jawa Tengah Sampaikan Gagasan Pengembangan Pesantren ke Jokowi-JK

SEMARANG - Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin memberikan sejumlah poin kepada tim transisi Jokowi. Kiai yang lazim disapa Gus Rozin ini, memberikan pertimbangan kepada pemerintah baru perihal kebijakan yang berkenaan dengan pengembangan dan pemberdayaan pesantren ke depan.

Awalnya rumah transisi melalui telepon meminta RMI untuk membuat sejumlah masukan pasca pelaksanaan Musabaqah Qiroatul Kutub di Jambi.

"Saya hanya bisa membuat draft pointers yang cukup singkat ini, tentu jauh dari komprehensif dan kompleks," kata Gus Rozin, Selasa (23/9).
PBNU Dorong PPP Melakukan Islah

PBNU Dorong PPP Melakukan Islah

JAKARTA - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap para tokoh PPP bisa menyelesaikan perbedaan pendapat dengan cara islah. Hal ini juga menjadi tuntunan Al-Qur’an dalam penyelesaian masalah yang menjadi pedoman bagi umat Islam.

“Jika PPP kembali pada visi misinya, saya yakin, semuanya bisa diselesaikan dengan islah,” katanya kepada NU Online, Selasa (23/9).
PCINU Korea Selatan Terbitkan KartaNU All in One

PCINU Korea Selatan Terbitkan KartaNU All in One

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea Selatan (Korsel) melakukan terobosan dengan menerbitkan Kartu Anggota NU (Kartanu). Tidak sekedar tanda resmi warga NU, Kartanu ini dapat digunakan untuk keperluan transportasi dan transaksi di pusat perbelanjaan.

“Kartanu ini All in One, banyak fungsinya. Alhamdulillah sebagian besar anggota sudah memegang Kartanu, ada yang masih diproses dan sebagian masih dalam pendataan”, ujar Bendahara PCINU Korsel, Budi Riyanto ditemui di Seul, Ahad (21/9).
PWNU Yogyakarta Terima Kunjungan dari Mahasiswa Univ. Goettingen Jerman

PWNU Yogyakarta Terima Kunjungan dari Mahasiswa Univ. Goettingen Jerman

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) menerima kunjungan dari Universitas Georg August Goettingen Jerman di gedung PWNU DIY, Jl. MT. Haryono No. 40/42 Yogyakarta pada Senin (23/9) sore.

Rombongan tamu berjumlah 8 orang terdiri dari tujuh mahasiswi dan satu dosen bernama Fritz Schulze. Mereka disambut Wakil Rais Syuriah Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, MA, A’wan PWNU DIY Dr. Fathurrahman, M.S.I dan jajaran PWNU DIY lainnya.
Warga Irak Lebih Percaya ISIS Buatan CIA-Israel

Warga Irak Lebih Percaya ISIS Buatan CIA-Israel

Ketika AS dan sekutunya melancarkan perang habis-habisan pada Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS), rakyat Irak percaya dengan teori konspirasi bahwa kelompok militan tersebut merupakan bentukan CIA untuk memungkinkan campur tangan AS di daerah tersebut.

"Negara Islam adalah ciptaan yang jelas dari Amerika Serikat," Haidar al-Assadi, 40 tahun pengikut Syiah Irak, kepada mengatakan New York Times pada Ahad 21 September.

"Amerika Serikat sedang mencoba untuk melakukan intervensi lagi, menggunakan alasan Negara Islam," tambahnya.
Menteri Agama: Madrasah Kini Sudah Jadi Trendsetter Pendidikan

Menteri Agama: Madrasah Kini Sudah Jadi Trendsetter Pendidikan

WONOSOBO - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan pesantren dan madrasah kini mampu tampil percaya diri dalam melakukan perubahan-perubahan, bahkan menjadi "trendsetter" bukan "follower".

Madrasah kini telah menjadi pengendali "trend", bukan sekedar pengikut bagi model pendidikan di Indonesia, kata Lukman Hakim ketika melaunching Madrasah Al Hikam Cendekia Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (22/9) siang.

Hadir dalam kesempatan itu Direktur Pendidikan Madrasah Nur Kholis Setiawan, Kakanwil Kemenag Prov. Jateng Khaeruddin, Kanwil Kemenag Prov DIY Maskhul Haji, Pimpinan Pesantren KH Mahmud Ismail, Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosyida dan sejumlah pejabat setempat, para ulama dan tokoh masyarakat.
Kemenag Dukung Penetapan Hari Santri Nasional

Kemenag Dukung Penetapan Hari Santri Nasional

WONOSOBO - Direktur Pendidikan Madrasah, Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan, M.A, menyambut gembira jika pemerintahan mendatang menetapkan 1 Muharam sebagai hari santri nasional, sekaligus pula sebagai perwujudan adanya pengakuan peningkatan kualitas lembaga pendidikan Islam.

Tidak ada ruginya bagi Kementerian Agama, kata Nur Kholis Setiawan di sela mendampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin meresmikan madrasah Aliyah Satu Atap Al Hikam di Tempelsari, Wonosobo, Jawa Tengah, Senin.
LWPNU Jawa Timur: Sertifikasi Aset NU Perlu terus di Dorong

LWPNU Jawa Timur: Sertifikasi Aset NU Perlu terus di Dorong

Pengurus Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama Jawa Timur mengadakan diklat perwakafan di gedung PCNU Bojonegoro, Ahad (21/9). Mereka dalam pelatihan ini menjelaskan perlunya mengurus sertifikasi aset-aset yang selama ini dikelola Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bojonegoro.

Ketua LWPNU Jawa Timur Musta'in mengatakan, kegiatan ini bertujuan melakukan pendataan wakaf, sosialisasi aturan perundang-undangan proses sertifikasi tanah wakaf. Kita ingin pemetaan wakaf NU di Jawa Timur lebih jelas. "Kesadaran warga NU untuk menyertifikasikan tanah wakaf masih minim, termasuk di Bojonegoro," ujar Musta’in kepada NU Online.
PCNU Medan Gelar Bedah Buku "Benturan NU-PKI" Besok

PCNU Medan Gelar Bedah Buku "Benturan NU-PKI" Besok

MEDAN - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Medan, Sumatera Utara, akan menyelenggarakan acara seminar dan bedah buku putih “Benturan NU-PKI 1948-1965” di Ruang IMT GT USU Medan, Selasa (23/9) besok.
Narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain Wakil Ketua Umum PBNU KH Asad Said Ali; penulis buku putih tersebut yang juga Wasekjen PBNU, H Munim DZ; Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Dr Al-Zastrow Ngatawi; dan pembanding, Dr Budi Agustono, Pangdam I/BB Mayjend TNI Istu Hari S.
LPTNU Yakin 2015 Stikes NU Kudus Terbentuk

LPTNU Yakin 2015 Stikes NU Kudus Terbentuk

KUDUS - Ketua Pengurus Pusat Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) H.Noor Ahmad merespon keinginan Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Kudus mengubah status menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes). Bahkan ia menargetkan keinginan tersebut harus sudah terwujud pada bulan Januari 2015.

H. Noor Ahmad menyampaikan hal itu dalam acara wisuda angkatan III Akbid Muslimat NU Kudus di Hotel Griptha, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (20/9). Hadir pada acara tersebut, Dinkes Kudus, Ketua PCNU Kudus dan jajarannya, Pengurus BPPMNU Az-zahra dan civitas akademika Akbid Muslimat.
Aswaja Center Jombang Kaji Pemahaman Tentang Takwil

Aswaja Center Jombang Kaji Pemahaman Tentang Takwil

JEMBER - Aswaja Center Jombang yang menjadi pusat kajian pemikiran Ahlusunnah wal Jamaah menggelar diskusi dengan tema “Takwil”, Ahad (21/9), di Aula PCNU Jombang, Jawa Timur. Takwil atau penggalian makna implisit dari teks suci dikaji dengan menyinggung pemikiran wahabisme.

Mengutip Sayyid Muhammad ibn Alawi Al-Maliki dalam kitab Huwa Allah, KH Badril Munir Nuruddin Qosim, pengasuh Pesantren Tsamarotur Roudloh Tegalsari, Banyuwangi, Jawa Timur, mengatakan bahwa kaum Wahabi yang dikenal sebagai penolak takwil memiliki tokoh-tokoh yang sebenarnya menggunakan takwil meski tak mereka sadari.
PCNU Semarang Gelar Lailatul Ijtima di Ponpes Durrotu Aswaja

PCNU Semarang Gelar Lailatul Ijtima di Ponpes Durrotu Aswaja

SEMARANG - Tradisi lailatul ijtima’ Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kota Semarang dihidupkan kembali. Pada lailatul ijtima’ perdana di pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama’ah ini, PCNU Semarang menyorot kasus buku pedoman guru MTs yang merendahkan tradisi ziarah kubur umat Islam.

“Melalui lailatul ijtima’ ini kami memberikan pengetahuan kepada seluruh jama’ah mengenai tradisi dan prinsip NU agar masyarakat dapat menakar kelompok-kelompok Islam radikal,” tutur pengurus PCNU kota Semarang Abidin Ibnu Rush, Sabtu (20/9).
LAZISNU Kudus Ajak Masyarakat Berqurban

LAZISNU Kudus Ajak Masyarakat Berqurban

KUDUS - Menjelang hari raya Idul Adha 1435 H, Lembaga Amil zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) bersama Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul  Ulama (LKKNU) Kabupaten Kudus tengah mempersiapkan kegiatan qurban dan donor darah. Kegiatan bersama ini rencananya akan dilaksanakan pada hari tasyriq, 7 Oktober mendatang, di halaman Kantor NU Jalan Pramuka Nomor 20 Kudus, Jawa Tengah.

Direktur LAZISNU Kudus Edi Wicaksana mengatakan kegiatan qurban  dan donor darah ini bertujuan untuk mengetuk hati masyarakat agar memiliki kepedulian dalam berbagi dan empati antarsesama. LAZISNU dan LKKNU Kudus mengajak masyarakat melaksanakan qurban dan membagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Sidang Itsbat Penetapan 1 Dzulhijjah Dilakukan 24 September

Sidang Itsbat Penetapan 1 Dzulhijjah Dilakukan 24 September

JAKARTA -- Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal Dzulhijjah 1435 H/2014 M pada 24 September 2014 dan pada perhelatan tahunan tersebut seluruh Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam akan diundang.

"Sidang itu sendiri dilaksanakan di Auditorium HM. Rasjidi Kementerian Agama," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Muhtar Ali, di Jakarta, Jumat (19/9). Seperti juga halnya sidang isbat penetapan awal Syawal, proses sidang awal Dzulhijjah dilakukan dalam tiga sesi di tiga tempat (ruangan) berbeda di Gedung Kementerian Agama.
UNU Surabaya Gelar Wisuda 2

UNU Surabaya Gelar Wisuda 2

SURABAYA - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) akan melepas wisudawan wisudawati ke-2 di Dyandra Convention Center Sabtu, 20 September 2014. Sebanyak 507 mahasiswa dan mahasiswi dinyatakan lulus yaitu Program Ners 73, D3 Kebidanan 229, D3 Keperawatan 125 , S1 Keperawatan 80.

Melalui siaran pers yang dikirim Kahumas Unusa, Jumat (19/9) Yanis Kartini, SKM, Mkep Dekan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan mengatakan, dari jumlah lulusan itu, tidak sedikit mahasiswa yang mampu menyelesaikan kuliah tepat waktu dan mendapat gelar sangat memuaskan (cum laude). Di programnya terdapat 12 peraih cum laude.
KH Sanusi Baco: Bismillah dan Insyaallah Mulai Luntur dari Keseharian

KH Sanusi Baco: Bismillah dan Insyaallah Mulai Luntur dari Keseharian

MAKASSAR - Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Anregurutta KH Sanusi Baco melihat masyarakat saat ini sudah tidak lagi mengawali setiap kegiatannya dengan “Bismillah”. Demikian juga dengan “Insya Allah” untuk memasang tekad tertentu. Kiai Sanusi mengatakan, ucapan ringan itu berdampak kebaikan luar biasa.

“Bahkan Nabi Muhammad Saw sendiri dalam sabdanya mengaitkan manfaat kegiatan dengan lafal ‘Bismillah’. Ini menunjukkan pentingnya Bismillah itu,” kata Kiai Sanusi di hadapan hadirin lailatul ijtima’ di masjid Darul Hijrah jalan Rajawali nomor 1 kelurahan Lette kecamatan Mariso, Makassar, Kamis (18/9) malam.
PCNU Sorong Gelar Pelatihan Pengelolaan Masjid

PCNU Sorong Gelar Pelatihan Pengelolaan Masjid

SORONG - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Sorong Papua Barat menggelar workshop yang diikuti Ta’mir Masjid se-Kota dan Kabupaten Sorong, di kantor PCNU setempat, Sabtu (13/9). Kegiatan ini digagas bersama Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong.

Ketua P3M STAIN Sorong, M. Rais Amin menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan kepada pengurus masjid mengenai kekuatan dan potensi infak sehingga diharapkan melalui infak dapat memakmurkan masjid dan berdampak pada lingkungan sekitar.
Fatayat Karanganyar Segera Bentuk Koperasi

Fatayat Karanganyar Segera Bentuk Koperasi

KARANGANYAR - Pengurus Cabang Fatayat NU Karanganyar menggelar pertemuan dengan segenap perwakilan cabang serta anggota Fatayat se-Kabupaten Karanganyar guna membahas pembentukan koperasi, Kamis (17/9), di rumah makan SS Lalung, Karanganyar, Jawa Tengah.

Ketua Fatayat Karanganyar, Lestari menyatakan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan perkoperasian yang mengarah pada percepatan pertumbuhan usaha kecil dan menengah yang diikuti oleh tiga perwakilan Fatayat Karanganyar pada Senin-Rabu (1-3/9) yang lalu.
Lagu Gubahan Mbah Wahab Diusulkan Jadi Lagu Wajib Madrasah Diniyah

Lagu Gubahan Mbah Wahab Diusulkan Jadi Lagu Wajib Madrasah Diniyah

KARANGANYAR - Ririn Setyowati Musyarofah, seorang ustadzah Madin Indonesia di Karanganyar mengusulkan kepada Kepala Madrasah untuk mengajarkan santri syair nasionalisme “Hubbul Wathan” karya KH Abdul Wahab Chasbullah. Musyarofah yakin, syair ini jauh lebih berguna daripada lagu-lagu dewasa yang dikomsumsi anak-anak masa kini.

“Awalnya kepala madrasah hanya berpesan mengajarkan saja, namun karena syair ini warisan penting yang harus diketahui dan tidak boleh dilupakan, maka diputuskan menjadi lagu wajib,” ujar Musyarofah kepada NU Online di desa Ngadirejo kecamatan Mojogedang, Karanganyar, Jum’at (19/9).
PWNU Jawa Barat Soroti Penyediaan Penginapan Jemaah Haji yang Kurang

PWNU Jawa Barat Soroti Penyediaan Penginapan Jemaah Haji yang Kurang

BANDUNG - Pengurus NU Jawa Barat mendukung upaya Kemenag memperbaiki penyelenggaraan haji. Evaluasi termasuk perihal pemondokan sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan haji bagi para jamaah.

Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Rosihon Anwar melihat beberapa hal yang perlu dibenahi Kemenag terutama masalah sarana. Meskipun tahun ini sudah ada perbaikan, pelayanan haji perlu terus untuk ditingkatkan.

“Saya kira persoalan yang paling penting bukanlah jarak, tetapi dalam konteks ini bagaimana jamaah haji asal Indonesia mempunyai akses yang mudah untuk ke Masjidil Haram,” kata Rosihon saatnya ditemui NU Online, Kamis (18/9).
Referendum Skotlandia: Muslim Mayoritas Inginkan Opsi Merdeka

Referendum Skotlandia: Muslim Mayoritas Inginkan Opsi Merdeka

Jutaan warga Skotlandia akan turut ambil bagian dalam sebuah referendum pada hari Kamis mengenai apakah akan tetap menjadi bagian dari Inggris atau merdeka. Setelah masa 700 tahun perang untuk kebebasan Skotlandia, kemerdekaan kali ini bisa dicapai dengan sederhana.

Jajak pendapat menunjukkan perbedaannya terlalu tipis, tapi sebagian besar Muslim Skotlandia, serta etnis minoritas lainnya, cenderung memilih ya. Dari hampir 6 juta orang di Skotlandia, 1,4% adalah Muslim, seperti dilansir oleh al arabiya.net.
Syech Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren Nusantara

Syech Mutamakkin, Referensi Keilmuan Pesantren Nusantara

PATI - Sejarah keagamaan di kawasan Nusantara, ditentukan oleh pola dakwah yang merakyat dan mengadaptasi nilai-nilai lokal. Praktik keagamaan inilah yang dijalankan Syekh Mutamakkin dalam menyebarkan Islam di pesisir Jawa, khususnya di Pati.

Kisah kehidupan Syekh Mutamakkin ini diulas kembali oleh penulis buku “Syekh Mutamakkin: Perlawanan Kultural Agama Rakyat" Zainul Milal Bizawie di auditorium Madrasah Salafiyyah Kajen, kabupaten Pati, Kamis (18/9).
Madrasah, Ujung Tombak Perjuangan NU

Madrasah, Ujung Tombak Perjuangan NU

KUDUS - Ketua PCNU Kabupaten Kudus, Abdul Hadi menyampaikan Kepala Madrasah merupakan ujung tombak perjuangan NU. Madrasah perlu dikelola sebaik mungkin agar menelurkan generasi-generasi NU yang tak tertelan zaman.

“Kepala Madrasah menjadi ujung tombak perjuangan NU. Sebab bagaimanapun pekerjaan kita tak lain adalah kaderisasi para generasi yang ada di sekolah atau madrasah-madrasah,” paparnya dalam sambutan sebelum membuka Rapat Koordinasi Dinas (Rakordin) Kepala Madrasah/Sekolah LP
MA’arif NU Kabupaten Kudus di aula SMP NU Al-Ma’ruf, Rabu (17/9).
Maarif NU Kudus Segera Terbitkan Buletin "Maarifku"

Maarif NU Kudus Segera Terbitkan Buletin "Maarifku"

KUDUS - Rapat Koordinasi Dinas (Rakordin) yang dilaksanakan oleh para Kepala Madrasah sekabupaten Kudus di lingkaran Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU di aula SMP NU Al-Ma’ruf Kudus Rabu (17/9), menghasilkan beberapa program kerja disepakati.

Di antara program tersebut pada bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dan Penerbitan berencana menerbitkan buletin “Ma’arifku” persemesternya.
Indonesia Kini Pusat Peradaban Islam

Indonesia Kini Pusat Peradaban Islam

Pendulum peradaban Islam dunia mengalami pergeseran. Indonesia kini menjadi jendela bagi warga dunia untuk melihat Islam. Dengan kompleksitas persoalan di dalamnya, negara-negara di Timur Tengah yang berabad-abad mewakili Islam, tidak lagi bisa diharapkan untuk memberikan sumbangan peradaban bagi warga dunia.

Aktivis NU di zaman Gus Dur H Abdullah Syarwani di Gedung PBNU, Rabu (17/9) sore, mengatakan Timur Tengah sudah tidak bisa lagi berbuat banyak. Mereka dulu memang menjadi pusat-pusat pendidikan yang membentukperadaban. Tetapi keadaan sekarang berubah.
PBNU: ISIS Sama Sekali Tidak Representasikan Ajaran Islam

PBNU: ISIS Sama Sekali Tidak Representasikan Ajaran Islam

JAKARTA - Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Walid Al-Hadid, mengatakan, kelompok garis keras Negara Islam (IS) atau ISIS tidak merepresentasikan ajaran Islam karena tidak menghargai perbedaan yang ada.

"IS yang kejam tidak mewakili Islam yang cinta damai, penuh keadilan, dan toleran. Islam sesungguhnya tidak mengajarkan untuk membunuh orang tak bersalah dan memaksakan orang lain memasuki agama tertentu," ujar Al Hadid, di Jakarta, Kamis.
NU Afghanistan Semakin Dipercaya Masyarakatnya

NU Afghanistan Semakin Dipercaya Masyarakatnya

Perwakilan ulama Afganistan dari Provinsi Maidan Wardak yang tergabung dalam Nahdlatul Ulama Afghanistan (NUA) berhasil membebaskan seorang sandera yang diculik oleh keompok Taliban. Proses pembebasan dilakukan dengan cara damai.

“Mereka berhasil membebaskan sandera beberapa minggu lalu karena membawa nama Nahdlatul Ulama Afghanistan,” kata Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali kepada NU Online di Jakarta, Kamis (18/9).
Ahmad Tohari Berguru Kepada Gus Dur

Ahmad Tohari Berguru Kepada Gus Dur

Sastrawan Ahmad Tohari bercerita, pada tahun 1981 saat pertama kali tulisannya dimuat di sebuah media massa, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memanggilnya. Ia yang saat itu mengira akan menerima pujian dari Gus Dur justru malah mendapatkan kritikan tajam.

“Tapi setelah mendapat kritikan tajam itu menjadi motivasi saya, dan setelah itu saya menulis Ronggeng Dukuh Paruk,” ujarnya di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (16/9). Sejujurnya ia katakan, guru menulisnya adalah Gus Dur.
Menteri Agama Tarik Buku MTs Bermuatan SARA terhadap Ziarah Kubur

Menteri Agama Tarik Buku MTs Bermuatan SARA terhadap Ziarah Kubur

Menteri Agama RI H Lukman Saifuddin menyatakan permohonan maaf atas lolos cetaknya Buku Guru SKI MTs Kelas VII yang mengandung isu SARA. H Lukman mengeluarkan pernyataan tanggung jawabnya. Di hadapan publik, ia menginstruksikan segenap jajaran Kemenag di seluruh tanah air untuk menarik kembali buku itu dari peredaran.
Duber RI untuk Aljazair, Ahmad Niam Salim Wafat

Duber RI untuk Aljazair, Ahmad Niam Salim Wafat

nnalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Dubes RI untuk Aljazair H. Ahmad Niam Salim wafat di negara tempat tugasnya, Rabu (17/9) dini hari waktu setempat. Pesan singkat dari keponakan almarhum, Amir Faishol kepada NU Online mengabarkan jenazah akan dimakamkan di tempat kelahirannya Bangsri Jepara, Kamis siang (18/9) besok.

Kabar wafatnya mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah dan politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini cepat tersebar di dunia maya. Beberapa kalangan dan aktiis NU dan Ansor Jawa Tengah turut berduka dan mendoakan almarhum melalui jejaring sosial masing-masing.
Pesantren Harus Siap Sambut Satuan Pendidikan Muadalah

Pesantren Harus Siap Sambut Satuan Pendidikan Muadalah

Pondok Pesantren perlu kesiapan, khususnya dari sisi administratif, menyusul terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam dan PMA No 18 Tahun 2014 tentang Satuan Pendidikan Muadalah pada Pesantren.
Ketua Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozien, Ahad (14/9), menjelaskan bahwa hal ini menjadi kewajiban RMINU untuk mengawal PMA.

Setidaknya ada dua aspek yang perlu diperhatikan. Bila dilihat dari sisi positif, secara kelembagaan dan lulusan pesantren memiliki kesempatan besar untuk setara dengan sekolah formal dengan terbitnya PMA ini. Dari sisi anggaran juga akan mendapatkan hak yang sama dengan pendidikan formal sehingga untuk guru, fasilitas, infrastruktur dari pemerintah.
Waketum PBNU Dorong Ide "Usaha Bersama"

Waketum PBNU Dorong Ide "Usaha Bersama"

Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali melontarkan ide pendirian “Usaha Bersama” (UB) sebagai model pemberdayaan ekonomi paling sesuai dengan karakter NU yang berbasis jamaah dan mayoritas warganya berada di kelas menengah ke bawah.

Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan kuliah umum “Kemandirian Ekonomi dan Keuangan Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN” yang digelar Sekolah Tinggi Agama Islam (STAINU) Jakarta, Senin (15/9), di gedung PBNU, Jakarta.
Arumi Bachsin Gabung Fatayat NU Depok

Arumi Bachsin Gabung Fatayat NU Depok

Ada suasana segar menyelimuti pelantikan lembaga dan lajnah di lingkungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok yang dilaksanakan hari ini. Pasalnya, selebritis nasional Arumi Bachsin akan ambil bagian dalam keanggotaan Fatayat NU Depok untuk memperdalam agama.

Acara yang dibungkus “Halal Bihalal Alim Ulama Kota Depok” sekaligus peluncuran website milik PCNU itu pun berlangsung semarak. Arumi mengaku sangat senang bisa belajar dan diajak turut serta dalam organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama ini.
Forum Strategis NU Digelar lagi di Rengasdengklok

Forum Strategis NU Digelar lagi di Rengasdengklok

BEKASI - Tim Kaderisasi PBNU kembali menggelar pertemuan Forum Strategis NU di Pusdiklat NU Rengasdengklok Karawang, Jum’at-Ahad (12-14/9) kemarin. Kegiatan dihadiri 30 kader NU dari beberapa perguruan tinggi terkemuka seperti UI, ITB, IPB, UGM, ITS dan UIN Surabaya yang telah bergiat di berbagai profesi dan birokrasi.

“Kita perlu membaca tantangan NU beberapa tahun yang akan datang terutama dalam rangka menyambut satu abad NU, 2026. Kita perlu memetakan problem dan mempersiapkan generasi baru,” kata H Adnan Anwar, salah satu instruktur kaderisasi PBNU usai kegiatan Ahad sore.
Membangun Kader lewat Makesta

Membangun Kader lewat Makesta

Dalam rangka turut serta membangun karakter generasi muda bangsa dan pengkaderan, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Sabtu (13/9) kemarin.

Kegiatan yang digelar di Kantor PCNU Kota Probolinggo ini diikuti oleh seluruh kader muda IPPNU mulai dari tingkat cabang, anak cabang, ranting hingga komisariat. Tidak ketinggalan pula para putri pengurus Muslimat dan Fatayat NU Kota Probolinggo.
Kader IPNU Harus Peka Kebutuhan Masyarakat

Kader IPNU Harus Peka Kebutuhan Masyarakat

Ketua Pimpinan Cabang Ikatan PelajarNahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Jember Andre Irawan menegaskan pelajar NU selalu siap untuk melayani sekaligus peka terhadap kebutuhan masyarakat.

"Masyarakat pasti butuh pendampingan, apa pun mari kita bantu mereka sesuai dengan kemampuan kita. Kita lahir dari masyarakat, dan kita harus bantu masyarakat," tukasnya saat menutup Porseni ke-13 di halaman SMP 06 Diponegoro, Wuluhan, Ahad malam (14/9).
Habib Husein: Berbeda Itu Lumrah, Tapi...

Habib Husein: Berbeda Itu Lumrah, Tapi...

Jika ditelaah lebih jauh, teks-teks keagamaan seperti Al-Qur’an dan hadits, kita akan mengerti bahwa perbedaan tidak hanya terdapat pada kehidupan manusia saja, bahkan para makhluk pilihan seperti para Malaikat, Nabi dan sahabat nabi pun tak lepas dari perbedaan pendapat.
Salah satunya termaktub dalam Surah Shad ayat 67-69, yang artinya “Katakanlah: "Berita itu adalah berita yang besar, Yang kamu berpaling daripadanya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang Al mala'ul a'la (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan.”

“Ayat tersebut membuktikan bahwa Malaikat yang tercipta dengan tanpa hawa nafsu dan selalu taat kepada perintah Allah SWT pun ternyata mengalami perbedaan pendapat satu sama lain,” terang pengasuh Majelis ‘Bismillah’ MWCNU Pasar Kliwon, Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi, Ahad (14/9) kemarin.
TNI, NU dan Muhammadiyah Berkumpul Bahas ISIS

TNI, NU dan Muhammadiyah Berkumpul Bahas ISIS

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko bertemu dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta ormas Islam lain untuk membahas perkembangan kelompok radikal dan Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) di Indonesia.

Pada pertemuan yang berlangsung di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu pagi, Jenderal Moeldoko mengatakan baru-baru ini bendera ISIS sudah berkibar di sejumlah tempat di Indonesia seperti di Solo, Jambi, Pekanbaru dan Aceh Timur.
Ponpes Krapyak Jogja Raih Prestasi Gemilang di MKQ Ke 5

Ponpes Krapyak Jogja Raih Prestasi Gemilang di MKQ Ke 5

BANTUL - Setelah melewati hari-hari yang menengangkan dan melahkan selama kurang lebih 9 hari di Jambi, Senin sore (9/9) rombongan santri Pesantren Krapyak Yogyakarta, peserta lomba Musabaqoh Qiroatil kutub (MQK) V, akhirnya tiba di pesantren asal. Mereka disambut ratusan santri dengan penuh bahagia.

KH. Hilmy Muhammad yang turut serta menemani para santri selama perlombaan menyampaikan syukur yang mendalam dan kebanggaannya atas jerih payah dan hasil maksimal yang dicapai oleh anak-anak santri.
KH Abdul Manan: Lindungi Masjid dari Penyebar Permusuhan

KH Abdul Manan: Lindungi Masjid dari Penyebar Permusuhan

MAKASSAR - Ketua Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM-NU) KH Abdul Manan A Ghani mengingatkan para imam, khotib dan ta’mir masjid, untuk melindungi masjid dari pihak-pihak yang menyebarkan fitnah dan permusuhan, serta memecah belah umat.

"Sudah saatnya para imam dan khatib memfungsikan masjidnya sebagai pemersatu bangsa dan melindunginya dari pihak-pihak yang suka memfitnah dan memecah belah umat," ujarnya dalam kegiatan pelatihan kader penggerak (muharrik) masjid di Makassar, Selasa (9/9).
PWNU Jawa Tengah Gelar Pemilihan MWC NU Teladan

PWNU Jawa Tengah Gelar Pemilihan MWC NU Teladan

KUDUS - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah akan mengadakan pemilihan Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) teladan se-Jawa Tengah. Setiap Pengurus Cabang NU (PCNU) di provinsi setempat diminta mengirimkan satu perwakilan MWCNU paling lambat bulan Desember 2014.

Dalam surat edaran PWNU bernomor PW.11/191/C/VIII/2014 yang dikirimkan kepada PCNU se-Jateng menyebutkan, kegiatan pemilihan MWCNU teladan ini dimaksudkan untuk memperingati hari lahir (harlah) ke-92 NU nanti. MWCNU teladan yang terpilih akan mendapat penghargaan pada acara peringatan harlah ke-92 tingkat wilayah pada bulan Januari 2015/Rabi'ul Tsani 1436 H.
Waketum PBNU: Ini 5 Kekuatan NU Sekarang

Waketum PBNU: Ini 5 Kekuatan NU Sekarang

YOGYAKARTA - Dalam acara syawalan dan pamitan jamaah calon haji warga NU DIY, Ahad siang (9/7), Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH DR As'ad Said Ali menekankan lima kekuatan NU di masa sekarang ini.

"Saat ini, Nahdlatul Ulama memiliki lima kekuatan utama yang jika itu semua bisa dimanfaatkan, akan menjadi kekuatan yang luar biasa," ujar As'ad di hadapan para pengurus NU DIY, para kiai pemimpin pondok pesantren DIY dan calon jamaah haji DIY di SD NU Yogyakarta.
Ulama Saudi Kagumi dan Siap Biayai Cetak Ulang Kitab KH Hasyim Asyarie

Ulama Saudi Kagumi dan Siap Biayai Cetak Ulang Kitab KH Hasyim Asyarie

JAKARTA - Ulama Arab Saudi Syekh Mustafa Ibrahim Al Mubarak mengatakan, Rais Akbar Nahdlatul Ulama Hadratusy Syeikh KH M Hasyim Asy’ari menjadi idola bagi semua kalangan. Tidak hanya dalam negeri namun juga mancanegara, termasuk di Arab Saudi.

Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan sejumlah fungsionaris DPP PKB dengan pihak Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia. Pertemuan yang digelar di lantai 1 Graha Gus Dur DPP PKB Jl Raden Saleh No 9 Jakarta Pusat, Senin (8/9) siang, berlangsung seru dan hangat.
PCNU Gunungkidul Gelar Pelatihan Takmir Masjid

PCNU Gunungkidul Gelar Pelatihan Takmir Masjid

GUNUNGKIDUL - Yayasan Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Sleman bekerja sama dengan PCNU kabupaten Gunungkidul serta disponsori oleh PT TOA menggelar "Pendidikan dan Latihan Muharrik atau Kader Penggerak Masjid" untuk wilayah Gunungkidul pada Sabtu, 06 September 2014

Sebagai koordinator penyelenggara, Yayasan Pondok Pesantren Sunan Pandanaran memusatkan kegiatan tersebut di pesantren baru yang diberi nama "Hajar 'Aswad" yang berada di Dusun Batusari, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, DIY. Tak kurang dari 150 peserta dari utusan Masjid NU se Kabupaten Gunungkidul aktif mengikuti diklat ini.
KH Said Aqil Siradj: Lukisan-lukisan Gus Mus Sangat Bermakna

KH Said Aqil Siradj: Lukisan-lukisan Gus Mus Sangat Bermakna

KUDUS - Pejabat Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) kembali menunjukkan kepiawiannya dalam melukis, Beberapa karya lukisnya Sabtu (6/8) kemarin dipamerkan sebagai rangkaian acara “Selametan 70 Tahun Gus Mus” di Balairung Universitas PGRI Semaran, Jawa Tengah.

Lukisannya yang dipamerkan itu antara lain berupa kaligrafi, lukisan nikotin dan tinta di atas amplop, hingga lukisan besar di atas kanvas. Judul-judul karya tersebut, di antaranya Hanya Lafal, Mulut-mulut, Pencitraan, O,Islamku, Potret Diri, Sujud, Tuhan yang Akan Menolongku, Bismillah, Alif, dan lainnya.
LP Maarif Bekali Guru dengan Lembar Penilaian Kurikulum 2013

LP Maarif Bekali Guru dengan Lembar Penilaian Kurikulum 2013

SIDOARJO - Penerapan kurikulum 2013 secara serentak sudah dimulai pada tahun pelajaran 2014-2015. Salah satu perubahan kurikulum 2013 ialah pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Hal ini berpengaruh terhadap bentuk evaluasi pembelajarannya.

Untuk memfasilitasi guru SD/MI, Lemabaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan sehari aplikasi penilaian kurikulum 2013, Ahad (7/9) di gedung Pusdiklat LP Ma’arif NU Jawa Timur Waru, Sidoarjo. Peserta yang berjumlah 56 orang berasal dari guru tingkat SD/MI di lingkungan Ma’arif NU Jawa Timur.
Komnas Haji: Prioritaskan Yang Belum Pernah!

Komnas Haji: Prioritaskan Yang Belum Pernah!

Komnas Haji mendesak perlunya Kemenag RI melakukan moratorium permanen bagi keberangkatan calon jamaah yang pernah melaksanakan ibadah haji. Kemenag RI harus mengambil kebijakan tegas demi memberikan kesempatan bagi mereka yang belum pernah melakukan ibadah haji di tengah panjangnya antrean calon jamaah haji Indonesia.

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mengatakan, Kemenag RI pada musim haji 2013 lalu meloloskan sebesar 1 persen jamaah haji yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji. “Ini tidak boleh terulang kembali,” kata Mustolih kepada NU Online, Ahad (7/9) siang.
KH Sya'roni Ahmadi: Ciri Haji Mabrur, Tidak Berbuat Maksiat

KH Sya'roni Ahmadi: Ciri Haji Mabrur, Tidak Berbuat Maksiat

KUDUS - Haji mabrur adalah sebuah impinan setiap orang dalam menunaikan ibadah di tanah suci Makkah. Menurut Mustasyar PBNU KH Sya'roni Ahmadi, di antara tanda kemabruran seseorang adalah bertambahnya kebaikan dalam diri penyandang predikat tersebut. Orang yang hajinya mabrur tidak akan mengulang perbuatan maksiat.

"Tetapi meraih haji mabrur itu sulit, makanya butuh kehati-hatian dan ketelitian. Kalau masih berbuat kemaksiatan berarti hajinya tidak mabrur," katanya pada saat memberikan tausiyah pada Walimatus Safar di kediaman alumni IPNU Andoko Desa Demaan Kota Kudus, Jawa Tengah, (28/8).
Hebohnya Rencana Pembongkaran Makam Kanjeng Nabi, 2014

Hebohnya Rencana Pembongkaran Makam Kanjeng Nabi, 2014

Berita tentang usulan Saudi untuk memindahkan makam Nabi Muhammad dari masjid Nabawi di Medinah menjadi trending di media sosial.

Laporan di harian koran The Independent berjudul 'Saudi menghadapi risiko perpecahan baru dengan usulan memindahkan makam Nabi Muhammad' itu mengutip usulan dalam dokumen oleh seorang akademisi yang beredar di antara para pengawas Masjid Nabawi, seperti dilaporkan oleh BBC Indonesia.

Namun rencana itu diangkat akademisi lain yang mengkritik dirusaknya tempat-tempat suci dan artefak di Mekah.
Lakpesdam NU Jateng: Usut ISIS hingga Ikhwanul Muslimin di Indonesia

Lakpesdam NU Jateng: Usut ISIS hingga Ikhwanul Muslimin di Indonesia

SEMARANG - Pengurus Lakpesdam NU Jawa Tengah Tedi Kholiluddin melacak paham garis keras kelompok ISIS. Secara genealogi, menurut Tedi, ideologi radikal Islamic State of Iraq dan Suriah bermuara pada paham gerakan Ikhwanul Muslimin yang lahir pada 1920 di Mesir.

“Dari Ikhwanul Muslimin kemudian lahir kelompok Al-Qaedah yang dipimpin Usamah bin Laden. Setelah itu, hadir ISIS yang jauh lebih dekstruktif dibandingkan Al-Qaedah,” terang Tedi dalam dialog kebangsaan yang diinisiai DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia di rumah makan Sate House jalan Imam Bonjol, Semarang, Selasa (2/9).
LPOI Minta BNPT Telusuri Koordinator ISIS di Indonesia

LPOI Minta BNPT Telusuri Koordinator ISIS di Indonesia

JAKARTA - Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) melebarkan jaringannya ke seluruh dunia dan mengajar para militan dari berbagai negara untuk bergabung dan bertempur bersama mereka.

Sampai saat ini, dilaporkan ratusan militan dari Australia, Jerman, Inggris dan sejumlah negara lain telah pergi ke wilayah yang kini dikuasai ISIS. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 70 orang telah berangkat ke Irak dan Suriah.
Pemerintah Kudus Apresiasi Perjuangan Pendidikan NU

Pemerintah Kudus Apresiasi Perjuangan Pendidikan NU

KUDUS - Wakil Bupati Kudus H Abdul Hamid mendukung perjuangan NU dalam mewujudkan masyarakat berakhlaq dan berilmu di tengah masyarakat. H Hamid mengapresiasi kontribusi besar NU dalam memperbaiki mental masyarakat dalam konteks berbangsa dan bernegara.

"Kita merasa bersyukur, NU di mana-mana menghasilkan generasi cerdas, jujur dan mementingkan kebutuhan umat,” kata H Hamid saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) NU Kudus di aula MANU Banat Kudus, Ahad (31/8).
Ketum PMII: PMII Selalu Jadi Bagian dari NU

Ketum PMII: PMII Selalu Jadi Bagian dari NU

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) terpilih, Aminuddin Ma'ruf menegaskan, sebagai organisasi PMII tidak bisa dipisahkan dari Nahdatul Ulama (NU).

Hal itu disampaikan di depan para peserta orientasi calon Pengurus PB PMII 2014-2016, Rabu (27/8). "Selama saya terpilih sebagai mandataris kongres Jambi, tidak pernah sekalipun saya atas nama PB PMII menyatakan PMII bukan bagian dari NU," ujar Amin di depan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Adnan Anwar.
Sejumlah Santri Terima Beasiswa PD Pontren di Jurusan Bahasa Inggris di
UPI

Sejumlah Santri Terima Beasiswa PD Pontren di Jurusan Bahasa Inggris di UPI

BANDUNG - Sebanyak 20 santri dari ribuan santri dari seluruh Indonesia yang mengikuti Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) diterima untuk melanjutkan pendidikan sarjana di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat.

Andika Putera, salah satu peserta PBSB yang lolos mengaku termotivasi mengikuti program ini karena ingin membuktikan bahwa santri juga dapat berprestasi baik dalam kegiatan akademik mau non-akademik.

Terkait pilihan jurusan bahasa Inggris, santri asal Pesantren Qodratullah Banyuasin, Sumatera Selatan, ini beralasan bahwa sebagian santri masih memiliki keterbatasan dalam menguasi bahasa Inggris.
Jokowi-JK Akan Jadi Pembicara dalam Seminar Terbatas di PBNU

Jokowi-JK Akan Jadi Pembicara dalam Seminar Terbatas di PBNU

JAKARTA - Presiden dan wakil presiden terpilih Ir H Joko Widodo dan H M Jusuf Kalla dijadwalkan akan menghadiri acara seminar terbatas yang diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (28/8).

Dalam seminar bertajuk “Sumbangsih Nahdlatul Ulama untuk Presiden Baru” ini, Jokowi didaulat sebagai pembicara kunci. Seminar akan terbagi menjadi dua sesi, dari pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB. Pembahasan seminar mengarah soal kepemimpinan nasional yang baru, periode 2014-2019.

Ketua panitia penyelenggara, KH Abdul Manan A Ghani mengatakan, forum ini penting digelar sebagai bentuk komitmen NU yang turut mendirikan Republik Indonesia. “NU berkewajiban memberikan masukan-masukan kepada pemerintahan baru, agar pemerintahan ke depan sesuai dengan visi misi awal pendirian negeri ini,” ujarnya.
Munas NU Diundur Keempat Kalinya, Rencana di Bulan November 2014

Munas NU Diundur Keempat Kalinya, Rencana di Bulan November 2014

JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama, forum organisasi tertinggi setelah muktamar, yang rencananya diselenggarakan pada 30-31 Agustus 2014 diundur menjadi 1-2 November 2014 bertempat di pesantren Al Hikam Depok yang diasuh oleh Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi.

Demikian disampaikan oleh Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri seusai rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah di lantai 5 gedung PBNU, Rabu (27/8). Hadir pula dalam rapat tersebut ketua umum KH Said Aqil Siroj, Waketum H As’ad Said Ali, Katib Aam KH Malik Madany serta jajaran syuriyah dan tanfidziyah lainnya.
NU Jember Dorong Kadernya Masuk Bursa Pilkada

NU Jember Dorong Kadernya Masuk Bursa Pilkada

JEMBER - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember akan mendorong kadernya sendiri untuk masuk dalam bursa Pemilukada Jember tahun depan. Hal tersebut dikemukakan Wakil Ketua PCNU Jember KH Misbahussalam menanggapi “gonjang-ganjing” Pemilukada Jember menyusul munculnya sejumlah nama bakal calan (balon) yang sudah memasang alat peraga di sejumlah titik strategis.

Menurut H. Misbah –sapaan akrabnya—NU Jember mempunyai banyak tokoh yang layak menjadi nahkoda Jember, misalnya Moch. Eksan (Wakil Sekretaris PCNU, Anggota DPRD Jawa Timur), Nur Yasin (politisi PKB, pengusaha), Asmuji (Wakil Ketua PCNU, Direktur Politeknik Banyuwangi) dan Arum Sabil (tokoh NU, pengusah).
Rangkaian Haul Masayikh Ponpes Tremas Dimulai Selasa Sore

Rangkaian Haul Masayikh Ponpes Tremas Dimulai Selasa Sore

PACITAN - Para santri Perguruan Islam Pondok Tremas, Pacitan, Jawa Timur, memperingati haul akbar pendiri pertama, KH Abdul Manan Dipomenggolo, di antaranya dengan berziarah dan membaca manaqib. Pembacaan manaqib berlangsung khidmat di area pemakaman masyayikh Desa Semanten Pacitan, Selasa (26/08) sore.

Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan KH Luqman Harist Dimyathi saat memimpin pembacaan manaqib mengatakan, mengunjungi makam para wali atau kiai merupakan cara untuk mendeatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini adalah bagian dari tuntunan agama dan jauh dari perbuatan syirik.
PCNU Majalengka Khusus Bikin Kartanu untuk Silaturahmi

PCNU Majalengka Khusus Bikin Kartanu untuk Silaturahmi

MAJALENGKA - Dalam rangka silaturahmi dan konsolidasi internal organisasi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Majalengka menggelar Halal Bihalal di sekretariat PCNU jalan Pangeran Muhammad 15 Cikalong Sukahaji.

Ketua Tanfidziyah PC NU Majalengka K H Harun Bajuri pada kegiatan yang berlangsung Sabtu siang (23/8) mengatakan agenda yang dilaksanakan ini sebagai silaturahmi seluruh pengurus dan konsolidasi internal di semua tingkatan. Menurut dia, silaturahmi langsung ini akan menguatkan kembali perangkat organisasi.

Ia berharap melalui silaturahim itu NU Majalengka lebih baik guna mempertahankan Islam Ahlussunah wal-Jama’ah (Aswaja) a'la thariqati nahdliyah di tengah-tengah masyarakat.
KH Abdurrahman Wahid: Hakikat Semangat Kebangsaan Kita

KH Abdurrahman Wahid: Hakikat Semangat Kebangsaan Kita

Oleh KH Abdurrahman Wahid, 2008

Ketika pada tahun 1933, KH. M. Hasjim Asy’ari Tebuireng (Jombang) memerintahkan putra beliau KH. Wahid Hasjim yang baru pulang dari Tanah Suci Mekkah untuk mempersiapkan Muktamar NU ke-9 di Banjarmasin (Borneo Selatan), pertanyaan tentang kebangsaan lalu muncul. Dijawab oleh beliau, bahwa kita memerlukan pembahasan terus-menerus antara ajaran agama Islam dan paham kebangsaan/nasionalisme tersebut. Lalu menjadi jelaslah, bahwa di negeri ini ajaran agama Islam tidak bisa lepas dari faktor kebangsaan tersebut.

Kalau hal ini dilupakan, maka ‘perjuangan Islam’ di negeri ini hanya akan diikuti oleh jumlah kecil dari para anak bangsa. Mayoritas anak bangsa itu tidak biasa berjuang terlepas dari faham kebangsaan/ nasionalisme, karena hal itu memang sudah lama dilakukan di negeri ini. Wangsa Syailendra dari kaum Buddhis di Pulau Sumatera sudah merasakan masalah tersebut sejak abad ke-6 Masehi. Penjelajah Buddhis dari daratan Tiongkok, bernama Fa-Hien pada abad ke-6 Masehi mendapati bahwa dinasti Sriwijaya di sebelah Selatan Sumatera menyimpan semangat kebangsaan dalam kehidupan mereka.
Tentang Lagu Yaa Lal Wathan, Karangan KH Wahab Chasbullah Jombang

Tentang Lagu Yaa Lal Wathan, Karangan KH Wahab Chasbullah Jombang

Oleh KH Yahya Cholil Staquf

Mengapa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mencintai Indonesia? Karena beliau manusia pesantren. Sedangkan keindonesiaan adalah salah satu unsur utama jati diri inti pesantren.

George McTurnan Kahin (1918-2000, Cornell University, USA), menuliskan hasil penelitian sejarahnya dalam “Nationalism and Revolution in Indonesia” (Cornell University Southeast Asia Program, 1952), bahkan menandaskan kesimpulan bahwa “nasionalisme Indonesia berakar pada tradisi Islam Nusantara”: pesantren!

Sejak Terusan Suez dibuka (1859) membedah daratan beting antara Laut Tengah dan Laut Merah, perhubungan Eropa – Asia dengan transportasi laut tidak lagi harus memutari Tanjung Afrika, tapi potong kompas lewat Terusan Suez, melintasi Teluk Aden, terus ke arah Timur hingga Nusantara. Sejak saat itu, jalur pelayaran Eropa – Nusantara pergi-pulang kian ramai, dan pelabuhan Jeddah menjadi salah satu persinggahan penting. Maka sejak paruh akhir abad ke-19 terjadi lonjakan luar biasa perjalanan haji dari antero Nusantara: Andalas, Jawa, Borneo, Celebes, Maluku, Sumbawa dan pulau-pulau lainnya. Kebersamaan selama berbulan-bulan pelayaran dan bertahun-tahun mukim di Hijaz diantara para “jamaah haji” yang merupakan kader-kader unggulan kalangan pesantren itu menumbuhkan rasa senasib dan persaudaraan yang terus menguat menggiligkan “tekad sebangsa”, dan dengan penuh gairah mereka tanamkan kepada masyarakat lahan khidmah mereka sepulang dari Tanah Suci.
Muslim Amerika Kekurangan Imam

Muslim Amerika Kekurangan Imam

Meskipun jumlah pemeluk Muslim di AS naik berlipat-lipat, jumlah ulamanya atau imam, mengalami ketertinggalan.

Banyak imigran Muslim telah mengarahkan anak-anak mereka jauh dari peran kepemimpinan agama dan menuju karir di bidang kedokteran, teknik, hukum dan bisnis, kata Jihad Turk, seorang imam dan presiden Bayan Claremont, lulusan sekolah Islam di Claremont School of Theology di selatan California seperti dikutip dari The Wall Street Journal (14/8). Banyak masjid Amerika dijalankan dengan anggaran terbatas dari para relawan dan tidak bisa menjamin gaji tetap untuk para imam.
KH Nuril Huda: Kembalikan PMII ke NU Segera!

KH Nuril Huda: Kembalikan PMII ke NU Segera!

JAKARTA - Salah seorang pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) KH Nuril Huda, mengharapkan PMII untuk kembali ke Nahdatul Ulama (NU). Alasannya, PMII memang dilahirkan dari "rahim" NU.

"PMII adalah anak kandung NU maka sewajarnya untuk kembali ke NU (secara organisasi, red). Saya sebagai pendiri NU paham kenapa dulu PMII harus independen," ujarnya pada acara peluncuran kepengurusan baru PB PMII di Jakarta, Senin (11/8) malam.
KH Muchit Muzadi: Cintai dan Rawatlah NU

KH Muchit Muzadi: Cintai dan Rawatlah NU

JEMBER - Meskipun sudah memasuki usia senja, semangat tokoh satu ini untuk terus berjuang bersama NU memang patut kita tiru. Sebagai sesepuh dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muchit Muzadi tak pernah lelah untuk memberikan semangat kepada generasi penerus.

Seperti yang dikatakannya saat menerima kunjungan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ahad (10/8), di rumahnya, Malang. “Cintailah kiai dan rawatlah NU,” pesan Mbah Muchit singkat, sebagaimana ditirukan Sekretaris PCNU Sumenep A Dardiri Zubaidi dalam akun facebooknya.
Susunan Pengurus PB PMII 2014-2016 Diumumkan

Susunan Pengurus PB PMII 2014-2016 Diumumkan

JAKARTA - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meluncurkan nama-nama yang bakal jadi pengurus masa khidmat 2014-2016 di sekretariat PB PMII, Jalan Salemba Tengah 57 A, Jakarta Pusat, Senin (11/8).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peluncuran kepengurusan kali ini diawali dengan tahlil dan istighosah. Menurut Ketua Umum Terpilih PB PMII 2014-2016, Aminuddin Ma'ruf, hal itu sebagai wujud syukur serta dengan harapan bisa memudahkan jalan kepengurusan ke depan.
Pelajar NU Sulang Tegaskan Komitmen Kebangsaan

Pelajar NU Sulang Tegaskan Komitmen Kebangsaan

REMBANG - Pengurus IPNU-IPPNU Sulang kabupaten Rembang merapatkan barisan dengan tujuh belas pengurus ranting yang ada. Di masjid Ar-Rahman desa Rukem, Ahad (10/8) pagi, mereka menggelar sosialisasi perihal bahaya kelompok garis keras yang memaksakan kehendaknya di Indonesia.

Ketua IPNU Sulang Suparno mengatakan, pertemuan Halal Bihalal ini menjadi koordinasi awal setelah Idul Fitri. "Sebagai kader pelajar NU kita mulai menyikapi situasi terkini perihal kelompok yang hendak mengganggu kedaulatan NKRI,” kata Parno.

Parno memperingatkan kadernya untuk mewaspadai paham dan gerakan kelompok yang menentang negara. “Pelajar NU sudah selesai perihal kesetiaan terhadap NKRI,” tandas Parno.
KH Marzuki Mustamar: NU itu Benar, Legal dan Barokah

KH Marzuki Mustamar: NU itu Benar, Legal dan Barokah

KUDUS - Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kriteria sebagai organisasi yang benar, sah dan barokah. Ajaran di luar NU sulit dikatakan memenuhi kriteria tersebut.

“Kita tidak perlu toleh-toleh pada yang lain. Yakini bahwa NU itu benar,sah secara syar’i dan penuh barokah,” ujarnya dalam acara Halal Bi Halal ke 23 keluarga Besar Rabitoh Mutakharrijin Madrasah Diniyyah Nahdlatul Ulama desa Kradenan Kudus, Ahad (10/8) kemarin.
Semarak 5000 Rebana di Solo

Semarak 5000 Rebana di Solo

SOLO - Sekitar 50 ribu umat muslim berpakaian putih-putih yang datang dari berbagai daerah membuat Alun-alun Lor Keraton Surakarta penuh sesak, Sabtu (9/8) malam. Mereka sengaja datang untuk melantunkan selawat dalam acara Tabligh Akbar dan Tabuh 5.000 Rebana yang digelar untuk menyemarakkan momentum hari ulang tahun Kemerdekaan RI ke-69 yang jatuh pada 17 Agustus nanti.

Pantauan di lokasi, para jamaah ini datang dari wilayah eks-Karesidenan Surakarta dan kota lain di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta DIY sejak sore hari dengan menggunakan berbagai kendaraan.

Sekitar pukul 19.30 WIB, mereka langsung membuat Alun-alun Lor seolah menjadi lautan manusia dengan pakaian serba putih sembari menggemakan selawat di Kota Solo. Ribuan penabuh rebana dari berbagai kelompok hadrah pun telah disiapkan untuk mengiringi lantunan selawat itu.

Kategori

Kategori