KH Agus Sunyoto: Sunni-Syiah Punya Kedekatan Historis & Kultural, Tapi
Banyak Kesalahpahaman & Fanatisme

KH Agus Sunyoto: Sunni-Syiah Punya Kedekatan Historis & Kultural, Tapi Banyak Kesalahpahaman & Fanatisme

JAKARTA - Konflik antara Sunni dan Syiah seolah terus berkepanjangan, padahal secara historis dan kultural keduanya mempunyai kedekatan. Munculnya konflik antara dua aliran ini dimulai dari jalur politik.

Demikian disampaikan sejarawan Islam Nusantara, Agus Sunyoto, ketika menyampaikan tentang pengaruh Syiah Zaidiyah dalam proses Islamisasi Nusantara di hadapan mahasiswa Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta Kelas Ciganjur, Jumat (28/11).

"Sunni dengan Syiah tidak praktis hitam putih begitu itu. Sekarang aja ketika muncul Syiah politik macam-macam itu kan, sekarang baru terjadi (gesekan), dulu tidak begitu," tegas Dosen Arkeologi STAINU Jakarta ini.
Pengukuhan Guru Besar Ilmu Tasawuf kepada DR. KH Said Aqil Siradj

Pengukuhan Guru Besar Ilmu Tasawuf kepada DR. KH Said Aqil Siradj

SURABAYA - Masyarakat modern dengan segala prestasi yang dicapainya, ternyata mengalami degradasi tata nilai, moral, sosial, politik dan segala hal yang menjurus pada penurunan martabat manusia sehingga menyebabkan pengaburan terhadap nilai-nilai hakiki kehidupan. Banyak orang kemudian merasakan adanya kegersangan dan kekeringan hidup akibat pendangkalan nilai yang terus menerus terjadi disebabkan arogansi rasionalitas dan glorifikasi empirisisme yang didukung dengan kekuatan tekhnologi dan diakselerasi oleh terpaan angin kencang globalisasi.
Prof Dr KH Said Aqil Siroj dalam pidato pengukuhan gelar guru besar ilmu tasawuf di Universitas Negeri Islam Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (29/11) mengemukakan, munculnya berbagai krisis manusia modern sesungguhnya bersumber pada masalah makna. Modernisme dengan kemajuan tekhnologi dan pesatnya industrialisasi dapat menciptakan manusia meraih kehidupan dengan perubahan yang luar biasa. Namun, seiring dengan logika dan orientasi modern, kerja dan materi lantas menjadi aktualisasi kehidupan masyarakat dan gagasan tentang makna hidup terhancurkan.

“Implikasinya, manusia kemudian menjadi bagian mesin yang mati. Masyarakat lantas tergiring pada proses penyamaan diri dengan segala materi serta pendalaman keterbelakangan mentalitas. Manusia semakin terbawa arus deras desakralisasi, dehumanisasi, karena ia selalu disibukkan oleh pergulatan tentang subyek positif dan hal yang empiris.”

Ia menjelaskan, di satu sisi, modernitas menghadirkan dampak positif dalam hampir seluruh konstruk kehidupan manusia. Namun pada sisi lain, juga tidak dapat ditampik bahwa modernitas punya sisi gelap yang menimbulkan akses negatif yang sangat bias. Dampak paling krusial dari modernitas adalah terpinggirkannya manusia dari lingkar eksistensi. Manusia modern melihat segala sesuatu hanya berdasarkan pada sudut pandang pinggiran eksistensi. Sementara pandangan tentang spiritual atau pusat spritualitas dirinya terpinggirkan. 
NU Perlu Maksimalkan Jejaring di Media Sosial

NU Perlu Maksimalkan Jejaring di Media Sosial

SURABAYA - Sejumlah kemudahan dan tersedianya sarana untuk mengakeses internet hendaknya dapat dioptimalkan oleh Nahdlatul Ulama untuk menyapa sejumlah kalangan. Keberadaan media sosial juga harus dijadikan media untuk menyapa warga.

Pesan ini disampaikan oleh  Ikhwanul Kirom yang tampil menjadi pembahas pada kegiatan bedah buku yang diselenggarakan di Empire Palace Hotel Surabaya, Sabtu petang (29/11). Buku yang dibedah adalah karya Dr KH As'ad Said Ali dengan judul "Al-Qaeda (Tinjauan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya)."

Dalam paparan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Republika ini, banyak kalangan muda yang tidak terlalu disentuh organisasi sosial keagamaan. "Ketika ada konser grup musik yang digandrungi anak muda, praktis tidak ada yang berkenan menyapa mereka," katanya. Padahal ketika diteliti, mayoritas fans grup music tersebut adalah beragama Islam, lanjutnya.
Ketum IPPNU: Tantangan Pelajar NU Lebih Berat, Liberalisme & Fanatisme

Ketum IPPNU: Tantangan Pelajar NU Lebih Berat, Liberalisme & Fanatisme

SEMARANG - Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Farida Faricha berpendapat, sekarang pelajar NU tengah menghadapi tantangan yang semakin berat, yakni liberalisme yang terlalu menjunjung tinggi kebebasan dan fanatisme yang sarat sikap egois sebagai golongan yang paling benar sendiri.

Menurutnya, liberalisme meracuni generasi muda dengan ajarannya yang serba bebas, seperti free sex, lesbian, dan lain sebagainya. Sedangkan golongan fanalisme melahirkan kelompok kelompok radikal, seperti ISIS, MTA, dan lainnya.

“Apabila masyarakat sekarang hanya di hadapkan pada dua pilihan ini keberlangsungan islam yang Indonesia tidak akan lama lagi,” kata Farida saat mengisi Latihan Kader Muda (Lakmud) PKPT IPNU-IPPNU Universitas Negeri Semarang, Sabtu (29/11), di Nyatnyono, Ungaran, Kabupaten Semarang.
IPNU-IPPNU Universitas Negeri Semarang Gelar Latihan Kader Muda

IPNU-IPPNU Universitas Negeri Semarang Gelar Latihan Kader Muda

SEMARANG - Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Negeri Semarang, Sabtu (29/11), memberikan bekal kepada kader mahasiswa setempat untuk lebih siap menghadapi tantangan ke depan melalui Latihan Kader Muda (Lakmud).

Jenjang kedua kaderisasi dalam kedua badan otonom NU tersebut digelar di Nyatnyono, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. “Peserta tidak hanya diberikan bekal materi saja, namun juga diajak untuk menganalisis permasalahan yang terjadi sekarang ini,” tutur Moh Adibusshofa, ketua PKPT IPNU Universitas Negeri Semarang.

Pada tahun ini, panitia mengangkat tema “Meningkatkan Peran Pemuda Nahdliyin dalam Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Umat Beragama di Indonesia” dengan maksud agar kader NU dapat menjadi kelompok yang humanis dan toleran. “Kesatuan dan keutuhan NKRI harus dijaga sehingga pemuda NU harus meminimalisir adanya gesekan budaya ataupun antarkelompok,” jelas Shofa.
PBNU Diminta Pererat Komunikasi dengan Berbagai PCINU

PBNU Diminta Pererat Komunikasi dengan Berbagai PCINU

KAIRO - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjalin hubungan yang lebih intensif dengan PCINU yang tersebar di berbagai negara.

"NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia yang mempunyai PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) di banyak negara sudah seharusnya dapat membangun jaringan komunikasi yang lebih baik,” kata Rais Rais Syuriah, Mukhlason Jalaludin usai pelantikan pengurus baru PCINU Mesir periode 2014-2016, akhir pekan lalu.

“Caranya, PBNU menyiapkan satu ruangan khusus, misalnya, kepada dua orang penanggung jawab yang berfungsi meningkatkan komunikasi antar PCI dan PBNU", tuturnya.
KH Malik Madany Dorong Muktamar 33 di NTB

KH Malik Madany Dorong Muktamar 33 di NTB

JAKARTA - Katib Aam PBNU KH Malik Madany akan mendorong penyelenggaraan muktamar ke-33 NU di NTB dengan alasan untuk pengembangan NU di luar Jawa. NTB juga menawarkan pesantren sebagai lokasi muktamar.

Ia menuturkan, sebelumnya salah satu rais syuriyah PBNU KH Machasin sudah melakukan kunjungan tidak resmi ke pesantren Komarul Huda, Bagu Prinderate Lombok yang diasuh oleh Tuan Guru Turmudi yang diusulkan menjadi lokasi muktamar. Dari hasil kunjungan tersebut, bisa disimpulkan infrastruktur pokok sudah siap, tinggal melengkapi kekurangan dengan fasilitas MCK.

Di kompleks pesantren tersebut telah terdapat perguruan tinggi berupa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah yang bisa dimanfaatkan untuk menggelar berbagai kegiatan muktamar. 
Ponpes Bahrul Ulum Jombang Siapkan Kader Jurnalis

Ponpes Bahrul Ulum Jombang Siapkan Kader Jurnalis

JOMBANG - Sedikitnya seratus santri pondok induk pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, mengikuti pelatihan jurnalistik di masjid jami’ pondok setempat, Senin (24/11) malam. Mereka terdiri dari santri putra setingkat SMP dan SMA.

Menurut koordinator kegiatan Zulkarnain Mu’iz, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan santri Pondok Induk Pesantren Bahrul Ulum dalam bidang jurnalistik.

“Setelah kegiatan ini, kami akan menyeleksi dari mereka yang mempunyai kemampuan dan minat besar untuk terus dilatih hingga bisa menerbitkan sebuah karya,” kata Zulkarnain, yang juga pengurus pondok.
PBNU Terima Penghargaan Perdamaian Dunia dari Global Peace Foundation

PBNU Terima Penghargaan Perdamaian Dunia dari Global Peace Foundation

PARAGUAY - Dunia internasional kembali mengakui kiprah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas konsistensinya menjaga kerukunan beragama di Indonesia dan luar negeri.

Sebagai apresiasi, sebuah organisasi pemerhati perdamaian dunia, Global Peace Foundation, memberi anugerah Global Peace Interfaith Leadership Award 2014 kepada PBNU.

Penyerahan award dilakukan dalam acara Global Peace Convention yang diselenggarakan di Asuncion, Paraguay, Amerika Selatan, Sabtu (22/11) malam waktu setempat.

"Konvensi Perdamaian Dunia-nya dimulai sejak tanggal 19 (November) dan ditutup kemarin, dan puncaknya hari ini untuk penyerahan award. Alhamdulillah, PBNU tahun ini adalah penerima award perdamaian global," kata Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsudi Syuhud yang menjadi wakil PBNU dalam menerima award tersebut.
Waketum PBNU Dukung Muktamar 33 NU di Medan

Waketum PBNU Dukung Muktamar 33 NU di Medan

MEDAN - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) DR H As'ad Said Ali mendukung pelaksanaan Muktamar ke-33 NU pada 2015 mendatang bertempat di Medan, Sumatera Utara.

Pernyataan dukungan itu disampaikan Asad di hadapan peserta pendidikan kader penggerak NU, Sabtu (22/11), di Pondok Pesantren Darul Ilmi Murni Jalan Karya Jasa, Medan.

"Dengan banyak dan antusiasnya peserta pendidikan kader ini saya mendukung dan optimis pelaksanaan Muktamar ke-33 akan dilaksanakan di Medan," katanya yang disambut riuh tepuk tangan peserta kader penggerak NU.
Tim Kaderisasi PBNU Siap Fasilitasi Pertemuan Dengan IKA-PMII & PMII

Tim Kaderisasi PBNU Siap Fasilitasi Pertemuan Dengan IKA-PMII & PMII

JAKARTA - Tim kaderisasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan memfasilitasi pertemuan dengan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dan Ikatan Keluarga Alumi (IKA) PMII untuk membahas lebih lanjut mengenai rencana menarik kembali PMII menjadi badan otonom NU.

“Kami belum mendapatkan mandat dari PBNU, jadi sementara tetap konsentrasi melakukan kaderisasi ke berbagai daerah. Kalau sudah ada mandat dari PBNU kami siap memfasilitasi pertemuan dengan PMII dan IKA-PMII,” kata Koordnator Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik di ruang redaksi NU Online, Jum’at (21/11) kemarin.
Keluarga NU Tunisia Gelar Orientasi Kader

Keluarga NU Tunisia Gelar Orientasi Kader

TUNIS - Keluarga Nahdlatul Ulama (KNU) Tunisia memulai kegiatan orientasi bagi para anggota, Sabtu (21/11) kemarin di Tunis. Kegiatan akan berlanjut dalam beberapa sesi selama bulan Nopember-Desember 2014.

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperkuat pemahaman anggota tentang ke-NU-an dan ke-aswaja-anini diikuti oleh 35 orang mahasiswa warga NU. Pada Sabtu kemarin, Dr KH Fuad Tohari (Wakil Ketua LBM PBNU) dan Dr. Ahmad Kholil Yasir (Dosen STAIN Kediri) memberikan orientasi sesi pertama.

Mengawali pemaparannya, KH Fuad menjelaskan latar belakang sejarah pendirian NU, serta berbagai problematika yang mewarnai perjalanan jam'iyyah ini hingga era reformasi. Kemudian, disampaikan pula tantangan-tantangan yang dihadapi jam'iyyah NU pada era modern ini.
IPNU Tegal Gelar Pelatihan Administrasi Persuratan

IPNU Tegal Gelar Pelatihan Administrasi Persuratan

TEGAL - Administrasi yang tertata rapi, menjadi ciri khas organisasi modern. Apalagi, di era digitalisasi pengelolaan administrasi bukanlah hal yang rumit tetapi justru bisa dikemas secara apik. Hal ini akan memudahkan untuk menyimpan, menemukan dan menerbitkan kembali adminstrasi yang sudah usang ataupun hilang.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Tegal Aziz Putra saat membuka Pelatihan Peraturan Organisasi dan Peraturan Administrasi (PPOA) IPNU-IPPNU se-Kota Tegal di Gedung NU Jalan Wisanggeni Kota Tegal, Ahad (23/11).
Dr. Arwani Syaerozi: Pesantren Salah Satu Penjaga Akhlak Generasi Muda

Dr. Arwani Syaerozi: Pesantren Salah Satu Penjaga Akhlak Generasi Muda

CIREBON - Direktur Pascasarjana Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Dr. H. Arwani Syaerozi, MA menegaskan bahwa pesantren sebagai institusi pendidikan tertua di Indonesia, telah memberikan kontribusi signifikan bagi pendidikan nasional, terutama dalam mengawal moral.

“Tidak diragukan, pesantren menjadi benteng terakhir penjaga moralitas generasi muda,” tegas Doktor Maqasid Syari’ah dan Problematika Kemanusiaan lulusan Universitas Mohammed V Maroko pada sambutan stadium general dengan tema “Kontribusi Pesantren Dalam Pendidikan Nasional” di Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon 23 November 2014.
PCNU Ciamis Rehabilitasi Gedung Kantornya

PCNU Ciamis Rehabilitasi Gedung Kantornya

CIAMIS - Pengurus cabang NU Ciamis mengadakan Muharraman di jalan Wahid Hasyim, Ciamis, Ahad (23/11). Pada kesempatan silaturahmi ini, mereka mengajak masyarakat untuk terlibat dalam perbaikan Gedung Majelis Umat Islam NU yang terletak tepat di tengah-tengah ibu kota kabupaten Ciamis.

Ketua pelaksana acara Drs H Ahmad Mubarok mengatakan, gedung pertemuan itu berdiri sejak 1960an. Meskipun masih berdiri kokoh, keadaan atap serta kusen bangunan sudah lapuk.
Gus Mus: Pahamilah Pesan Khusus KH Hasyim Asyarie

Gus Mus: Pahamilah Pesan Khusus KH Hasyim Asyarie

SEMARANG - Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri mengingatkan seluruh pengurus dan warga NU agar memahami pesan atau risalah yang ditulis pendiri NU Hadratusyaikh Hasyim Asy'ari untuk penguatan semangat berorganisasi.

Di depan ratusan peserta halaqoh regional PWNU Jateng, Sabtu (15/11) lalu, Gus Mus menekankan pada beberapa risalah penting Mbah Hasyim yang diberi judul Nasyroh tersebut. Gus Mus mengutip Mbah Hasyim mengingatkan tujuan jamiyah NU menegakkan agama tauhid dengan menyatukan barisan para kiai.

"Dulu, NU sangat memperhatikan persatuan sangat luar biasa. Mbah Hasyim itu mementingkan ittihad daripada kepentingan pribadi. Makanya, kalau sekarang kita tidak kompak apa  yang kita lakukan," tutur Gus Mus menjabarkan.
PWNU Jawa Tengah Luncurkan Batik Khas NU

PWNU Jawa Tengah Luncurkan Batik Khas NU

SEMARANG - Pengurus Wilayah Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Tengah meluncurkan batik NU khas provinsi setempat. Batik berwarna hijau kombinasi dengan motif ala Jateng ini didesain dengan mempertimbangkan makna serta filosofinya.

Peluncuran ditandai dengan pengibasan kain batik oleh Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jateng Abu Hafsin dalam rangkaian acara halaqah regional bertema “Peran NU dalam Mengawal Implementasi UU Desa” di Semarang, Sabtu (15/11).

"Berdasarkan rapat pleno tanfidziyah dan syuriah PWNU, batik ini sudah dipatenkan sebagai batik resmi NU Jateng dan akan dipakai di setiap acara NU pada semua tingkatan," kata Ketua LPNU Adi Setiawan.
Jombang Siap Gelar Muktamar NU Jika Dipilih

Jombang Siap Gelar Muktamar NU Jika Dipilih

JOMBANG - Kabupaten Jombang menyatakan kesiapannya untuk ditempati gawe besar PBNU, yakni Muktamar NU 2015. Kesiapan ini dikatakan langsung Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Apalagi, kesiapan itu didukung pemerintah propinsi Jawa Timur.

''Kita siap dan mendukung penuh Jombang jadi tuan rumah Muktamar NU. Kita bahkan sudah menyiapkan dukungan anggarannya,'' tutur bupati Nyono Suharli disela kegiatan Jombang bersholawat yang juga dihadiri Habib Ubaidillah Al-Habsyi dan Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf, kemarin.

Dikatakan Nyono, menjadi tuan rumah kegiatan nasional seperti Muktamar NU dengan peserta mencapai ribuan dari seluruh penjuru Nusantara dikatakannya akan sangat banyak manfaatnya bagi daerah dan masyarakat Jombang. "Itu menjadi sarana promosi potensi wisata khususnya wisata religi yang ada di Jombang kepada semua peserta yang datang dari seluruh penjuru Nusantara," imbuhnya seraya mengatakan selain itu, ribuan peserta maupun pengunjung yang datang juga dipastikan bakal meningkatkan perputaran uang sehingga mendongkrak perekonomian hingga bisa memacu kesejahteraan masyarakat.
PCINU Jerman Gelar Konferensi Pilih Pengurus Baru

PCINU Jerman Gelar Konferensi Pilih Pengurus Baru

MUENCHEN - Pengurus Cabang Istimewa Jerman menggelar silaturrahim di kota Muenchen Jerman bagian selatan. Empat agenda kegiatan tersebut, yakni pengajian ke-NU-an dan Aswaja, diskusi Islam Indonesia, pemilihan pengurus baru dan, tour kota Muenchen.

Menurut ketua panitia, Suratno, kegiatan berlangsung 15-16 Nopember 2014 diikuti puluhan warga Nahdliyin di Jerman, baik yang berasal dari Muenchen, Koeln, Frankfurt, Berlin dan sebagainya.

Pada sesi pengajian ke-NU-an dan Aswaja, Abdullah Ubaid Matraji, dosen STAINNU Jakarta yang kebetulan di Jerman untuk ikut Program ARFI 2014 kerja sama Diktis Kemenag dan Uni-Frankfurt, menyampaikan beberapa hal. Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ala NU yang moderat dan cinta-damai harusnya tidak hanya dikenal masyarakat Indonesia.
Al Zastrow: Arif Mudatsir itu "Transcultural Generation"

Al Zastrow: Arif Mudatsir itu "Transcultural Generation"

JAKARTA - Malam tujuh hari wafatnya H Arief Mudatsir Mandan (ketua umum IKA PMII), Ahad (16/11) kemarin, IKA PMII kabupaten Jepara menyelenggarakan doa bersama untuk almarhum di masjid kampus Unisnu Jepara.

Zastrouw Al-Ngatawi, sahabat almarhum, dalam uraiannya Zastrouw bercerita, Arief Mudatsir merupakan sosok yang mempertahankan karakter masyarakat akar rumput. Ketua umum PP Lesbumi itu menyebut Arief sebagai transcultural generation.

Meski ketua DPW PPP Jawa Tengah itu anak kampung, asli Robayan Jepara putra pedagang namun saat ia hijrah ke Jakarta tidak lantas hanyut dengan keadaan.
IPNU Siap Isi Kekosongan Ormawa NU di Kampus

IPNU Siap Isi Kekosongan Ormawa NU di Kampus

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Khaerul Anam HS menyarankan kepada PBNU untuk mempertimbangkan kembali rencana pendirian organisasi kemahasiswaan NU. PBNU perlu mencermati secara utuh organisasi NU di kampus yang sudah berkembang selama ini.

Seperti diketahui, PBNU menargetkan pada kepengurusan periode ini berhasil membentuk organisasi baru di tingkat mahasiswa yang berada langsung di bawah naungannya. Hal ini didasarkan pada amanat Muktamar ke-32 NU di Makassar yang kemudian ditegaskan lagi pada Rapat Pleno PBNU di Yogyakarta, 2011 lalu.

“IPNU sejak tahun 2000 sebenarnya telah mendeklarasikan berdirinya Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT), ya untuk mengisi kekosongan (organisasi kemahasiswaan NU) ini,” kata Anam di Jakarta, Selasa (11/11).
Fakta Muktamar NU: Jatim 11 Kali, Luar Jawa baru 4 Kali

Fakta Muktamar NU: Jatim 11 Kali, Luar Jawa baru 4 Kali

Dalam usianya yang sudah 91 tahun menurut kalender Hijriyah atau setara dengan 88 tahun menurut perhitungan kalender Masehi, NU telah menyelenggarakan muktamar sebanyak 32 kali. Banyak kejadian penting mengiringi perjalanan NU yang tergambar melalui penyelenggaraan tiap muktamar.

Secara keseluruhan, Jawa Timur sebagai basis NU menjadi tempat penyelenggaraan hajatan tertinggi NU ini sebanyak 11 kali, Jateng 8 kali, Jabar 4 kali, Jakarta 3 kali, Banten dan Yogyakarta masing-masing 1 kali. Sementara itu dalam kurun waktu yang panjang ini, hajatan di luar Jawa hanya empat kali.

Jika dilihat dari kota penyelenggara, Surabaya menduduki peringkat juara dengan 6 kali, diikuti dengan Jakarta (3), Solo (3), Semarang (2), dan Bandung (2), sementara yang lainnya hanya sekali.
Habib Syech: Jauhkan Anak dari Media Provokatif

Habib Syech: Jauhkan Anak dari Media Provokatif

YOGYAKARTA - Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf mengimbau kepada para orang tua untuk menjauhkan anak dari sumber-sumber pemberitaan yang provokatif. Menurutnya, kini sedang marak media beriisi muatan yang memicu rasa tidak senang satu sama lain.

"Media jangan jadi provokator, beritanya selalu membuat tidak senang kita,” ujarnya di sela rangkaian gema shalawat dalam acara bertajuk Peringatan Tahun Baru Islam 1436 H dan Peringatan Hari Pahlawan, Sabtu (8/11), bersama syekhermania (sebutan pecinta Habib Syech) baik dari Yogyakarta dan daerah sekitarnya.

Dalam acara yang diselenggarakan di Alun-alun Kidul, Yogyakarta, itu hadir pula perwakilan dari TNI Aangkata Darat, TNI Angkatan Udara, dan Polri, serta jajaran pemerintah kota maupun provinsi.
Malam Ini PBNU Gelar Syukuran Anugerah Kepahlawanan KH Wahab Hasbullah
Jombang

Malam Ini PBNU Gelar Syukuran Anugerah Kepahlawanan KH Wahab Hasbullah Jombang

JAKARTA - Terkait penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada salah satu pendiri dan penggerak NU, KH Wahab Chasbullah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar acara tasyakuran, Senin (10/11) malam ini. Presiden Jokowi secara formal menyematkan gelar kepahlawanan Mbah Wahab, Jumat (7/11) lalu.

Dalam acara yang akan dilakasanakan di Gedung PBNU lantai 8 pukul 19.00 WIB ini, dijadwalkan hadir para menteri kader NU, perwakilan pihak keluarga Kiai Wahab, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.
Pemutaran Film Sang Kiai Sukses Pukau Ulama di Way Kanan

Pemutaran Film Sang Kiai Sukses Pukau Ulama di Way Kanan

LAMPUNG - Pemutaran film Sang Kiai yang mengangkat kisah perjuangan ulama dan umat Islam di Jawa Timur oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan, Lampung, memukau sejumlah ustadz, pemuka agama, dan masyarakat di Kampung Umpu Bhakti dan Umpu Kencana Kecamatan Blambangan Umpu.

Pemutaran film tersebut dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November serta sebagai upaya menjelaskan kepada publik rasa handarbeni (memiliki) warga Nahdlatul Ulama (NU) terhadap Republik Indonesia.
Guru MI Kudus: Kurikulum 2013 Dipakai, Jangan Revisi Dulu Menteri Baru

Guru MI Kudus: Kurikulum 2013 Dipakai, Jangan Revisi Dulu Menteri Baru

KUDUS - Menyikapi adanya pergantian menteri baru, para guru madrasah berharap tidak ada kebijakan baru yang mengubah kurikulum 2013. Menurut mereka, perubahan kurikulum hanya akan menambah kebingungan tenaga didik yang sekarang ini masih dalam proses sosialisasi dan implementasi.

Demikian kesimpulan beberapa pernyataan dari para guru Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTs NU) yang dihimpun NU Online di sela-sela acara Workshop Latihan Praktik dan Implementasi Kurikulum 2013 di Aula PCNU Kudus, Kamis (6/11).
Pendaftaran Beasiswa S2 Islam Nusantara Kembali dibuka

Pendaftaran Beasiswa S2 Islam Nusantara Kembali dibuka

Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta kembali menawarkan beasiswa pendidikan S2 dengan pilihan Prodi Sejarah Kebudayaan/Perdaban Islam dengan konsenterasi Islam Nusantara.

Beasiswa bertajuk Pendidikan kader ulama berlangsung selama 2 (dua) tahun, yakni tahun anggaran 2014 sampai 2015. Peserta harus menetap di pondok pesantren yang ditunjuk untuk mengikuti proses pembelajaran keagamaan Islam (tafaqquh fiddin) dan proses pendidikan magister (S2) pada perguruan tinggi yang ditunjuk.
Syiar NU dari Muktamar ke Muktamar

Syiar NU dari Muktamar ke Muktamar

JAKARTA - Tahun 2015 yang sebentar lagi tiba menjadi momen penting bagi NU karena pada tahun tersebut, dijadualkan pelaksanaan Muktamar ke-33 NU. Penyelenggaraan Muktamar ke-32 yang berlangsung di Makassar tahun 2010 merupakan momentum penting karena sejak muktamar Medan pada tahun 1956, baru tahun 2010 atau setelah 54 tahun, NU kembali menyelenggarakan muktamar di luar Jawa. Visi penyelenggaraan di Makassar waktu itu jelas, untuk syiar NU di luar Jawa.

NU Online akan menurunkan sejumlah tulisan terkait dengan sejarah penyelenggaraan muktamar NU yang sudah berlangsung selama 32 kali untuk memperkaya perspektif dalam persiapan penyelenggaraan momen musyawarah tertinggi NU ini.

Sejatinya, muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi NU untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan, penyusun program baru, dan memilih pengurus untuk periode selanjutnya. Acara ini diikuti oleh PBNU, PWNU dan PCNU yang diwakili oleh rais syuriyah, ketua tanfidziyah, katib, sekretaris dan bendahara serta sejumlah peserta tambahan yang diusulkan hadir dalam pertemuan tersebut.
Lesbumi Yogya Gelar Workshop Seni dan Tradisi Pesantren

Lesbumi Yogya Gelar Workshop Seni dan Tradisi Pesantren

YOGYAKARTA - Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berupaya memperkuat kembali hubungan agama dan kebudayaan. Selama ini hubungan keduanya kurang berkembang dan kurang diperhatikan.

NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, memiliki kaitan erat dengan budaya Nusantara. Salah satunya terpatri dalam lembaga bernama pesantren. Namun pesantren sendiri pada perkembangannya lebih berorientasi ke keagamaan.
Kearifan Sunan Kudus, Cikal Keberagamaan Nusantara

Kearifan Sunan Kudus, Cikal Keberagamaan Nusantara

KUDUS - Diakui sebagai waliyullah, Sunan Kudus memiliki kearifan lokal yang telah menjadi bentuk keberagamaan Indonesia di kota kretek ini. Karena kearifan sunan Kudus ini lebih berkaitan dengan kemaslahatan umat secara umum, berpeluang menjadi kearifan nasional.

Demikian yang disampaikan Mustasyar PCNU Kudus H. Muslim A. Kadir saat menjadi pembicara atas nama cendekiawan Islam dalam acara pembinaan wawasan kebangsaan kepada tokoh agama dan pemuda yang bertempat di ruang pertemuan Lantai IV Sekretariat Daerah Kabupaten Kudus, Selasa (4/11).
Munas NU Ultimatum PMII Untuk Kembali Menjadi Banom Sebelum 2015
Berakhir

Munas NU Ultimatum PMII Untuk Kembali Menjadi Banom Sebelum 2015 Berakhir

JAKARTA - Di masa bakti kepengurusan yang tinggal beberapa bulan lagi, PBNU masih memiliki tanggung jawab untuk membentuk organisasi NU di tingkat mahasiswa. Tugas ini merupakan realisasi dari amanat Muktamar ke-32 NU pada 2012 lalu di Makassar.

Demikian dijelaskan Ketua PBNU H Imam Azis terkait klausul keputusan Komisi Rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2014 di Jakarta, Ahad (2/11).
Munas NU Sepakati Penggunaan Kembali Metode Ahlul Halli wal Aqdi

Munas NU Sepakati Penggunaan Kembali Metode Ahlul Halli wal Aqdi

JAKARTA - Wacana perubahan sistem rekrutmen pemimpin di NU yang bergulir belakangan ini akhirnya menemukan titik terang. Forum Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU 2014 menyepakati Ahlul Halli wal Aqdi sebagai alternatif sistem pemilihan Rais Aam PBNU.

Hal itu mengemuka dalam rapat pleno terakhir Munas-Konbes NU 2014 di gedung PBNU, Jakarta, Ahad (2/11). Rapat diikuti para kiai dan pengurus NU utusan Pengurus Wilayah NU (PWNU) seluruh Indonesia.
KH Chalid Mawardi: PBNU Perlu Waspadai Adanya Kesenjangan Generasi

KH Chalid Mawardi: PBNU Perlu Waspadai Adanya Kesenjangan Generasi

JAKARTA - Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menilai situasi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak hanya mengganggu kinerja pemerintah, namun juga telah menggangu ketentraman masyakat. Hal itu disampaikannya di sela Munas-Konbes NU 2014 di Jakarta, Ahad (2/11).

“Kejadian itu (dua kepemimpinan di DPR: Red) adalah pertama dalam sejarah Indonesia. Dengan tidak mengurangi semangat demokrasi dimana perbedaan pendapat itu dihargai, maka kondisi ini harus segera diselesaikan. Kondisi sekarang ini tidak hanya mengganggu kerja pemerintah, ini termasuk legislatif, eksekutif dan yudikatif. Tetapi sudah mengganggu ketentraman masyarakat,” kata As’ad Said Ali.
Waketum PBNU: Situasi Karut di DPR Harus Segera Diakhiri

Waketum PBNU: Situasi Karut di DPR Harus Segera Diakhiri

JAKARTA - Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menilai situasi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak hanya mengganggu kinerja pemerintah, namun juga telah menggangu ketentraman masyakat. Hal itu disampaikannya di sela Munas-Konbes NU 2014 di Jakarta, Ahad (2/11).

“Kejadian itu (dua kepemimpinan di DPR: Red) adalah pertama dalam sejarah Indonesia. Dengan tidak mengurangi semangat demokrasi dimana perbedaan pendapat itu dihargai, maka kondisi ini harus segera diselesaikan. Kondisi sekarang ini tidak hanya mengganggu kerja pemerintah, ini termasuk legislatif, eksekutif dan yudikatif. Tetapi sudah mengganggu ketentraman masyarakat,” kata As’ad Said Ali.
Ponpes Al-Falah Bakalan Jepara Buka Program Paket B dan C

Ponpes Al-Falah Bakalan Jepara Buka Program Paket B dan C

JEPARA - Pesantren Al-Falah, Desa Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara dalam rangka menghadapi persaingan global terus mengembangkan unit pendidikannya. Salah satu unit pendidikan dari pesantren yang didirikan KH Ahmad Kholil yang sudah berjalan 12 tahun ini mempunyai unit pendidikan yang setara dengan SMP dan SMA.

Unit pendidikan setara SMP yang dulu bernama Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) dan Kejar Paket C untuk unit yang setara dengan SMA ini kini melebur nama menjadi Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Wustha yang terdiri program kejar Paket B Wustha dan Paket C Wustha.

Kedua paket ini ditempuh dalam tiga tahun. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan setiap Sabtu – Rabu pukul 14.30 – 16.30 WIB. Tenaga pengajarnya berjumlah 33 guru yang hadir dari pengajar MTs dan MA sederajat baik dari Jepara maupun Kudus.

Kategori

Kategori