PWNU Jawa Tengah Luncurkan Batik Khas NU


SEMARANG - Pengurus Wilayah Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Tengah meluncurkan batik NU khas provinsi setempat. Batik berwarna hijau kombinasi dengan motif ala Jateng ini didesain dengan mempertimbangkan makna serta filosofinya.

Peluncuran ditandai dengan pengibasan kain batik oleh Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jateng Abu Hafsin dalam rangkaian acara halaqah regional bertema “Peran NU dalam Mengawal Implementasi UU Desa” di Semarang, Sabtu (15/11).

"Berdasarkan rapat pleno tanfidziyah dan syuriah PWNU, batik ini sudah dipatenkan sebagai batik resmi NU Jateng dan akan dipakai di setiap acara NU pada semua tingkatan," kata Ketua LPNU Adi Setiawan.

Gagasan memproduksi batik NU, imbuh dia, dilandasi oleh banyaknya pengurus NU di daerah yang membuat desain batik sendiri tanpa makna yang jelas. Kader LPNU pun lalu membuat kreasi baru dengan menonjolkan makna tersebut.

Ia mengatakan batik NU ini berwarna hijau kombinasi dengan ciri khasnya terlihat pada motif  yang terdiri dari 9 gambar khas Jateng. Antara lain, siluet terompah Nabi, gunungan, logo resmi  NU, motif parang, motif kawung, motif sotong-sotongan, rujak beling, mustaka masjid, motif udan liris, dan motif ukel.

Dijelaskan Adi, Siluet terompah nabi bermakna sebagai karomah Nabi yang akan membawa kebaikan bagi yang mengenakannya. Motif gunungan adalah gunungan dalam cerita pewayangan yang mempunyai arti kehidupan dan alam ujungnya. Motif Parang melambangkan keagungan dan kredibilitas.

Motif kawung, lanjutnya, melambangkan kolang kaling yang berarti hasil dari usaha dan perjuangan. Motif sotong bermakna kekuatan amar ma'ruf nahi mungkar. Sedangkan Mustaka masjid menunjukkan ilustrasi masjid yang berfungsi sebagai tempat ibadah juga sebagai sarana sosial dan edukasi yang menampung embrio komunitas muslim.

"Sedangkan motif udan liris melambangkan kedamaian, keteguhan, berkah, tentram. Terakhir motif ukel digambarkan dengan tanaman merambat mengartikan kehidupan yang bertumbuh dan berkembang," terang Adi.

Menurut Ketua LPNU Adi Setiawan, batik tersebut menjadi batik resmi NU Jawa Tengah sekaligus produk dari LPNU yang akan dipasarkan ke daerah-daerah se Jawa Tengah. Setelah diluncurkan, PW LPNU Jateng mendistribusikan batik tersebut kepada 35 pengurus cabang LPNU yang hadir untuk dipasarkan. Satu potong kain batik dipasarkan dengan bandrol harga Rp 80.000.

Dalam acara yang dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Rais syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU se-Jateng itu, diluncurkan juga website resmi PWNU Jateng yang berlamatnujateng.com.

Sumber: NU Online


EmoticonEmoticon