Tokoh Lintas Etnis di Jombang Kenang Jasa Gus Dur

Tokoh Lintas Etnis di Jombang Kenang Jasa Gus Dur

JOMBANG - Untuk mengenang jasa-jasa KH Abdurrahman Wahid, organisasi lintas etnis Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jombang mengadakan peringatan haul kiai yan dikenal Gus Dur itu. Haul berlangsung di Gedung Pertemuan Tri Dharma Hok Liong Kiong, Selasa malam (16/12).

Seluruh peserta yang hadir pada malam itu, diajak berdoa bersama memakai bahasa etnisnya dengan satu orang perwakilan sebagai pimpinan masing-masing. Dari etnis Batak dipimpin Pendeta Herlina Sinaga, Safril dari etnis Minang, Dimyati etnis Jawa, dari etnis Madura H Syahroni, Nyoman dari etnis Bali, Feky Tololiu dari etnis Minahasa, dari Maluku Arik Rais Watineh dan dari etnis Cina dipimpin Yeni.

Acara yang diikuti ratusan orang tersebut diharapkan untuk mengingat kembali kebaijikan Gus Dur terhadap seluruh golongan dalam memperjuangkan kesetaraan dan melawan ketidakadilan. “Hari ini kita harus merefleksikan peninggalan kebaikan Gus Dur untuk kita teladani,” kata H Ubaidillah ketua panitia pelaksana kegiatan yang juga mantan ketua Ansor Jombang ini.
Pertemuan Mursyid Tarekat Tijaniyah Sedunia Digelar di Brebes

Pertemuan Mursyid Tarekat Tijaniyah Sedunia Digelar di Brebes

BREBES - Muqoddam dan para guru tarekat Tijaniyah dari pelbagai belahan dunia hadir pada Idul Khotmi lil Qutbil Maktum Syeikh Ahmad At-Tijani sebagai peringatan ke-222 hari pengangkatan Syekh Tijani sebagai wali khatm. Pada acara yang berlangsung di pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Jatibarang, Brebes, Ahad (14/12), mereka menyerukan penduduk dunia untuk menebar kasih sayang sesame manusia dan juga kepada binatang.

Tampak hadir pada peringatan ini Syekh Sayid Tohar (Maroko), Syekh Muhammad Al-Jakani (Maroko), Syekh Prof Umar Mas’ud (Sudan), Syekh Abdul Halim (India), Syekh Hasan Ibnu Muhammad Al-Jakkani (Maroko), Assyayidah (Hijaz), Assayyidah Ba Aziz Ehwan (London), Dr Mazlam Nawaei (Malaysia), dan Pavontum Mannil (India).
Sekjend PBNU 2004-2009 Raih Gelar Guru Besar Riset

Sekjend PBNU 2004-2009 Raih Gelar Guru Besar Riset

JAKARTA - Sekjen PBNU masa khidmah 2004-2009 Dr Endang Turmudzi dikukuhkan sebagai profesor riset di bidang sosiologi. Ia dikukuhkan sebagai profesor riset bersama dua ilmuwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang lain, Dr Herman Hidayat dan Dr Yanni Sudiyani.

Dalam prosesi pengukuhan di Auditorium LIPI, kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (15/12), Endang Turmudzi menyampaikan orasi ilmiah dengan judul "Dinamika Islamisme dalam Perkembangan Masyarakat Indonesia Modern".

Ia menyampaikan, islamisme berkembang di Indonesia sesuai dengan perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. Perkembangan Islam berlangsung secara dinamis dan umat Islam saat ini telah mempraktekkan Islam secara menyeluruh.
Pendapat KH Sya'roni Ahmadi Kudus Soal Rebo Wekasan

Pendapat KH Sya'roni Ahmadi Kudus Soal Rebo Wekasan

KUDUS - Tanggal 17 Desember nanti merupakan hari Rabu terakhir bulan Shafar 1436 H atau lazim disebut "Rabu Wekasan”. Pada hari itu, umat Islam perlu melaksanakan amalan-amalan kebaikan seperti berdoa, bersedekah, ataupun shalat sunnah untuk meminta keselamatan kepada Allah SWT.

Demikian yang disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH.Sya'roni dalam acara pengajian rutin Tafsir Al-Qur'an di Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Jumat pagi  (5/12).

Kiai Sya'roni mengutip penjelasan dalam kitab al-Jawahir al-Khams bahwa Allah akan menurunkan 320.000 musibah setiap tahun dalam hari Rabu wekasan. Karenanya, para ulama selalu mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah dengan meminta keselamatan kepada-Nya.

"Yang mendatangkan balak (musibah) itu yang mendatangkan Allah, maka kita harus mendekat meminta kawelasan (kasih sayang) dari Allah," terangnya.

Jangan Ngawur

Dalam menjalankan amalan Rabu Wekasan, ulama kharismatik asal Kudus ini mengingatkan supaya tidak melenceng jauh dari ajaran agama Islam. Di antara yang lazim dilakukan, kata Kiai Sya'roni, adalah membaca doa Rabu Wekasan, melaksanakan shalat sunnah dan banyak sedekah.

"Jangan sampai amalannya ngawur, harus berdasarkan tuntunan agama. Semua amalan ini bertujuan untuk tolak balak," ujar Kiai Sya'roni.

Pada Rabu Wekasan, umat Islam disunnahkan mandi tolak balak dan shalat empat rakaat dengan dua salam. Dalilnya shalat, terang Kiai Sya'roni, ayat Al-Qur'an yang artinya wahai orang Islam minta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat.

"Tetapi harus ingat, istilah shalat Rabu Wekasan itu tidak ada. Jadi kita semua bisa shalat sunnah seperti shalat hajat, tahajud, maupun lainnya,"tandas Kiai Sya'roni.

Dalam berdoa, jelas Kiai Sya'roni, terdapat etika atau cara lain yakni menulis kalimat berbahasa Arab yang berisi beberapa ayat al-Qur'an mengandung doa  dengan awalan kata "salamun". Seperti, ayat salamun qoulan min rabbir rahim, salamun ala nuuhin fil alamin, salamun ala ibrohim, salaamun ala musa waharuun dan seterusnya.

"Kalimat itu di tulis di atas kertas dengan niat berdoa meminta keselamatan dan kawelasan Allah. Lalu dicampur air dan dibacakan doa Rabu Wekasan sehingga airnya disebut ‘air salamun’. Amalan semacam ini diperbolehkan," imbuh Kiai Sya'roni di hadapan ribuan jamaah yang memenuhi Masjid al-Aqsha Menara Kudus.

Sumber: NU Online
Gus Mus: Zaman Sekarang Orang Baik Justru Tersingkir

Gus Mus: Zaman Sekarang Orang Baik Justru Tersingkir

SURAKARTA - Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Islam muncul pertama kali sebagai sebuah hal yang asing. Begitu pula di akhir zaman, Islam juga akan kembali menjadi sebuah hal yang asing.

“Saya mikir, setelah 15 abad, pertanyaannya apakah zaman sekarang ini, Islam sudah terasing apa belum?” tanya Rais ‘Aam PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri saat membuka ceramahnya di depan ribuan jamaah Tabligh Akbar Dies Natalis ke-22 IAIN Surakarta yang memadati Gedung Graha, Rabu (10/12) malam.

Tokoh yang akrab disapa Gus Mus tersebut melanjutkan, apabila melihat fenomena yang terjadi pada umat Islam di zaman ini, tentu banyak pihak yang menilai bahwa Islam tidaklah terasing.
Ponpes Urwatul Wutsqo, Pemberlaku Hukum Cambuk, Namun Kaya Pendidikan
Skill & Karakter

Ponpes Urwatul Wutsqo, Pemberlaku Hukum Cambuk, Namun Kaya Pendidikan Skill & Karakter

JOMBANG - Sistem pendidikan dengan konsep amal saleh yang diterapkan di Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo (PPUW) Bulurejo, Diwek, Jombang mendapat respon positif dari berbagai unsur masyarakat. Konsep pendidikan amal saleh adalah membimbing seluruh santri untuk beramal shalih di tiga pilihan, yaitu  tenaga pendidik Al-Qur’an, belajar di pembangunan infrastruktur dan perekonomian, serta bercocok tanam di sawah dan peternakan.

Tidak hanya dari daerah Jawa dan Madura, tapi santri asal daerah Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Papua, Sulawesi dan Sumatera juga banyak di pondok asuhan KH Qoyim Ya’qub  ini. Bahkan, menurut Dr Ny Hj Qurratul Ainiyah, istri  KH Qoyim Ya’qub, beberapa santri sering dikirim ke berbagai daerah luar Jawa seperti Sumatera dan Sulawesi untuk menjadi tenaga pendidik khususnya guru Al-Qur’an.
PWNU Lampung Bentuk Panitia Pendirian UNU Lampung

PWNU Lampung Bentuk Panitia Pendirian UNU Lampung

LAMPUNG - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung dalam waktu dekat akan mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung. Rencana tersebut telah mendapat dukungan dan respons positif dari segenap pengurus NU dan masyarakat Lampung.

PWNU Lampung menggelar rapat panitia pendirian UNU Lampung di Kantor PWNU setempat, Bandar Lampung, Sabtu (13/12). Rapat yang dipimpin Ketua PWNU Lampung KH Soleh Bajuri dan Ketua Panitia Pendirian UNU Lampung Dr. Nasir ini membahas persiapan pendirian perguruan tinggi NU satu-satunya di Provinsi Lampung itu.
Hasil Invesitigasi, Tarekat Samaniyah di Medan Tidak Sesat

Hasil Invesitigasi, Tarekat Samaniyah di Medan Tidak Sesat

MEDAN - Tim investigasi Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) menyatakan Tarekat Samaniyah yang diajarkan oleh Syeikh Muda Ahmad Arifin Al Haj bukanlah ajaran yang menyesatkan seperti yang dituduhkan selama ini.

Ketua Tim Investigasi Idaroh Aliyah JATMAN Prof DR KH Abdul Hadi MA menyatakan, tuduhan-tuduhan yang selama ini disematkan pada tarekat tersebut, lemah dalam pembuktiannya.
Ia menyatakan itu dalam keterangannya kepada wartawan di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Medan, Rabu (10/12).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut dari jajaran PWNU Sumatera Utara, Ketua PCNU Medan Ahmad Firdausy Hutasuhut serta jamaah tarekat Syeikh Muda Arifin.
KH Muh. Dian Nafi': Saatnya Nahdliyin Terlibat Dalam Produksi Media

KH Muh. Dian Nafi': Saatnya Nahdliyin Terlibat Dalam Produksi Media

SUKOHARJO - Hasil pertemuan pengurus radio swasta maupun komunitas yang diprakarsai PWNU Jawa Tengah di Magelang beberapa waktu lalu, menelurkan beberapa rekomendasi. Selain menyetujui untuk membentuk wadah jaringan radio Aswaja, juga akan dilakukan peningkatan sumber daya.

“Peningkatan sumber daya ini akan dilakukan dengan mengadakan beberapa pelatihan yang akan dimotori Divisi SDM,” terang Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH M Dian Nafi', saat ditemui NU Online di Sukoharjo, Kamis (11/12).

Lebih lanjut, Kiai Dian yang juga pengelola Radio Gesma FM Solo ini menjelaskan, tujuan pelatihan pada jaringan radio Aswaja tersebut, tidak lain yakni agar warga NU tidak hanya menjadi konsumen media.
KH Ubaidillah Shodaqah: Kiai dan NU Harus Saling Mendukung

KH Ubaidillah Shodaqah: Kiai dan NU Harus Saling Mendukung

JEPARA - Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh menekankan perlunya kerja sama yang baik antara para kiai dan NU. Kekurangan para kiai sekarang ini, menurut Kiai Ubaidillah yang biasa dipanggil Gus Ubaid, bisa ditunjang dengan struktur NU.

Demikian disampaikan Gus Ubaid pada acara Doa Bersama dan Peringatan 100 hari wafatnya KH Ahmad Kholil di aula gedung NU lantai dua jalan Pemuda nomor 51 Jepara, Jum’at (12/12) sore.

Kharisma kiai kini  perlu ditopang oleh eksistensi NU. “Karena spiritual ulama saat ini sudah semakin pudar maka keulamaan perlu ditunjuang dengan jamiyyah yang kuat,” tegasnya pada warga NU yang hadir.
LP Maarif NU Intruksikan Tetap Terapkan Kurikulum 2013 Bagi Yang Sudah
Siap

LP Maarif NU Intruksikan Tetap Terapkan Kurikulum 2013 Bagi Yang Sudah Siap

KH Arifin Junaidi PKBJAKARTA - Sekolah dan madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU masih bisa menerapkan Kurikulum 2013 jika merasa sudah siap. Demikian dalam surat yang disampaikan Pimpinan Pusat LP Ma’arif kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kami meminta kepada sekolah dan madrasah binaan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU untuk tetap menerapkan kurikulum 2013 bagi yang sudah memiliki kesiapan,” demikian dalam surat PP Ma’arif tertanggal 8 Desember 2013.

Surat yang ditandatangani Ketua PP LP Ma’arif Arifin Junaidi dan Sekretaris Zamzami tersebut merupakan tanggapan atas Surat Edaran Menteri Kebudayaan dan Dikdasmen RI tentang Penghentian Pelaksanaan Kurikulum 2013 Nomor 179342/MPK/KR/2014 tertanggal 5 Desember 2014.
PWNU Aceh Soroti Lunturnya Ruh Keulamaan di Muktamar NU

PWNU Aceh Soroti Lunturnya Ruh Keulamaan di Muktamar NU

BANDA ACEH - Muktamar ke-33 Nahdatul Ulama dipastikan akan diselenggarakan pada 1-5 Agustus 2015 di Jombang, Jawa Timur. Berikut ini harapan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nanggroe Aceh Darussalam.

“Muktamar adalah agenda besar NU dalam lima tahun sekali. Maka forum ini harus menjadi nahdlah (kebangkitan) bagi ulama NU,” kata Ketua PWNU Tgk. H. Faisal Ali mengawali pembicaraan saat bersilaturahim ke ruang redaksi NU Online, Jakarta, Senin (8/12).

Ada yang hilang di muktamar, katanya. Apa itu? “Ruh keulamaan.”

“Misalnya waktu shalat, kita tidak lihat sama-sama shalat semua. Meskipun mayoritas peserta muktamar dari daerah-daerah lain berhak menjama’ dan qashar shalat, tapi perlu diagendakan shalat berjamaah,” katanya. Selama ini memang agenda muktamar terfokus pada ceramah-ceramah, rapat-rapat dan persidangan.
Ponpes Soko Tunggal Gelar Ziarah Akbar Walisongo 2014

Ponpes Soko Tunggal Gelar Ziarah Akbar Walisongo 2014

JAKARTA - Pesantren Soko Tunggal asuhan KH Nuril Arifin bersama komunitas Kongko Bareng Gus Dur mengadakan ziarah akbar 2014 ke makam para wali dan Gus Dur. Perjalanan ziarah untuk kali keempat ini mengusung tema “Menjaga Tradisi, Menjaga NKRI”.

Perjalanan ziarah berlangsung pada Jumat-Senin (12-15/12). Peserta terbuka untuk baik dari kalangan pesantren maupun umum. Panitia perjalanan ziarah membatasi kuota untuk 31 kursi.

Peserta biasa datang sekitar Jabodetabek. Beberapa peserta dari Bandung, ikut bergabung. “Tahun ini peserta agak sedikit karena berbenturan jadwal dengan UAS sekolah,” kata Adi dari komunitas Kongko Bareng Gus Dur di Jakarta, Rabu (10/12) siang.
Kementrian Agama Tidak Akan Atur Soal Penggunaan Atribut Keagamaan

Kementrian Agama Tidak Akan Atur Soal Penggunaan Atribut Keagamaan

JAKARTA - Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan tak akan membuat aturan berisi perintah atau larangan tentang penggunaan atribut dan pakaian keagamaan tertentu. Sikap ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terhadap isu penggunaan pakaian atau atribut Kristen jelang peringatan Natal.

“Masing-masing kita dituntut untuk dewasa dan bijak untuk tidak menuntut apalagi memaksa seseorang menggunakan pakaian atau atribut agama yang tidak dianutnya,” katanya dalam siaran pers yang dikirim melalui Bidang Hubungan Masyarakat Kemenag RI, Selasa (9/12).
Gus Dur: Subang Bisa Jadi Ibu Kota RI

Gus Dur: Subang Bisa Jadi Ibu Kota RI

SUBANG - Hiruk-pikuk kota Jakarta yang identik dengan kemacetan serta banjir di musim hujan, membuat KH Abdurrahman Wahid yang biasa disapa Gus Dur berpikiran untuk memindahkan Ibu Kota Republik Indonesia ke kabupaten Subang. Pikirannya ini kerap dilontarkan pada sejumlah kesempatan.

Demikian disampaikan aktivis PKB Subang Bambang Herlambang kepada NU Online di Kalijati, Subang, Selasa (9/12).

"Sejak tahun 2000-an Gus Dur sudah bilang supaya Subang jadi Ibukota," kata salah seorang tim pendiri PKB Subang.

Ketika pelantikan DPC PKB Subang 2008, Ketua Umum DPP PKB H Muhaimin Iskandar dalam sambutannya mengulangi kembali keinginan Gus Dur agar Ibukota pindah ke Subang.
Kembali Menyandingkan Pendidikan 'Nasional' dan Pendidikan Pesantren,
Buku dan Guru

Kembali Menyandingkan Pendidikan 'Nasional' dan Pendidikan Pesantren, Buku dan Guru

Tulisan ini adalah tulisan sederhana dari sarjana pendidikan yang tidak mendidik, belum pernah menjadi guru beneran selain guru latihan saat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Kebetulan tulisan ini hadir setelah masyarakat pendidikan yang selama ini gelisah dan bimbang terkait kurikulum nasional yang makbedunduk diterapkan walaupun penerbit buku-bukunya masih sibuk mencari penulis yang mau menulis dan merevisi buku-bukunya sesuai kurikulum terbaru dan baru saja dibatalkan penerapannya.

Ada beberapa hal yang menurut saya harus segera di adopsi oleh kurikulum pendidikan nasional (entah apa istilah resmi dan baku untuk itu), yang dapat dipinjam dari khasanah pendidikan pesantren. Yang pertama soal Buku dan soal Guru.

Khasanah pendidikan pesantren memiliki pakem yang teguh dipegang sampai sekarang, dengan kurikulum pengajaran yang mereka kembangkan berdasarkan tradisi nyantri sejak era Walisongo abad 15 yang lalu adalah Buku-nya (atau sebutlah sebagai 'Kitab', khususnya kitab kuning) yang jadi bahan ajar di pesantren. Kitab kuning yang menjadi bahan ajar utama tersebut adalah benar-benar karya unggul dari Ulama-ulama besar dan diterima oleh kalangan pemikir islam pada umumunya (muktabaroh), biasanya ditulis dalam bahasa Arab yang merupakan 'bahasa asing' bagi semua santri Indonesia. Dengan aksara dan bahasa Arab, santri dipaksa mau tidak mau harus lanyah belajar bahasa Arab terlebih dulu. Selain itu, kitab kuning biasanya disajikan dengan kemasan yang sederhana, sangat ringkas dan padat serta tidak membuang-buang ruang tulis yang bersisa. Mungkin sebagian layouter/desaigner menyebutnya sebagai layout yang 'mbruwet'. Tapi dengan skema demikian, harga dari sebuah kitab kuning yang ditulis oleh seorang yang benar-benar ahli dengan konten yang padat dan sarat itu bisa ditebus dengan murah.
Gus Sholah: Soal Hukum Cambuk Santri, Itu Tidak Manusiawi!

Gus Sholah: Soal Hukum Cambuk Santri, Itu Tidak Manusiawi!

JOMBANG - Sebuah video beredar di masyarakat Jombang Jawa Timur. Terlihat, tiga orang pria terikat di atas pohon dan dicambuk. Diduga, terjadi di salah satu pondok pesantren di Jombang.

Pengasuh PP (Pondok Pesantren) Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, menegaskan hukum cambuk untuk santri di pesantren sangat tidak manusiawi.

Bagi adik kandung KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini, masih cara menghukum tapi lebih mendidik, daripada menerapkan hukum cambuk.
PBNU Dukung Kemendikbud Soal Kurikulum 2013

PBNU Dukung Kemendikbud Soal Kurikulum 2013

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menghentikan Kurikulum 2013 karena dinilai sangat memberatkan peserta didik.

"Saya sendiri saja mengaku bahwa pelaksanaan kurikulum 2013 sangat kacau dan memberatkan anak didik. Untuk itu, saya sangat setuju kalau itu dihentikan," tegas Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj di Mataram, Sabtu.

Said Aqil berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, demi kebaikan dunia pendidikan Indonesia.
Jombang Terpilih Sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke 33 Tahun 2015

Jombang Terpilih Sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke 33 Tahun 2015

JAKARTA - Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di kantor PBNU Jakarta, Jum’at (5/12), akhirnya memilih Jombang sebagai tuan rumah Muktamar ke-33 NU yang akan dilaksanakan pada 1-5 Agustus 2015 mendatang.

Rapat berlangsung cukup alot. Beberapa pengurus menyampaikan pendapat masing-masing mengenai tempat muktamar yang paling pas dari tiga wilayah telah  diusulkan dalam munas kemarin, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Utara dan Jawa Timur.

Dari tiga usulan, forum akhirnya menjurus ke dua tempat yakni Medan Sumatera Utara dan Jombang Jawa Timur. Sekitar separuh dari jumlah pengurus mengusulkan perlunya muktamar di Medan dengan alasan utama agar NU tidak terkonsentrasi di Jawa, terutama Jawa Timur.
Santri Jombang Bahas Keabsahan 'DPR Tandingan' Menurut Fiqh

Santri Jombang Bahas Keabsahan 'DPR Tandingan' Menurut Fiqh

JOMBANG - Perwakilan santri pondok pesantren sekabupaten Jombang mengadakan bahtsul masail di masjid Jami’ pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Mereka mengangkat perihal keabsahan Dewan Perwakilan Tandingan menurut perspektif fiqih.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis (4/12) malam oleh Pengurus FBMPP (Forum Bahtsul Masail Pondok Pesantren).

Menurut salah seorang panitia, “Forum ini bertujuan mencari solusi dari berbagai masalah yang teradi di tengah masyarakat.”
KH Musthofa Bisri Hadiri Haul Nyai Ma'munatun Chalil Raudhatut Thulab
Tempuran

KH Musthofa Bisri Hadiri Haul Nyai Ma'munatun Chalil Raudhatut Thulab Tempuran

MAGELANG - Rais Am PBNU KH A. Mustofa Bisri hadir pada 40 hari wafat Nyai Hj Ma'munatun Cholil dan Haul ke-21 KH Asrori Ahmad di Pondok Pesantren Raudhatut Thullab di Desa Wonosari, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Haul tersebut dihadiri ribuan umat Islam.
Dalam ceramahnya pada haul pada Rabu (3/12), kiai yang akarb disapa Gus Mus itu menuturkan, dirinya iri bahwa selama ini hanya kiai yang selalu dihauli. Mestinya ibu nyai pun juga dihauli. Karena peran ibu nyai begitu signifikan dalam membesarkan putra-putrinya.

Bahkan, kata Gus Mus, keberhasilan seorang kiai tidak lepas dari peran istri sebagai ibu nyai. “Jadi saya tidak rela kalau seorang istri disebut dengan konco wingking(teman belakang).”
KH Said Aqil Siradj: Pemerintah Harus Lebih Tegas Soal Miras

KH Said Aqil Siradj: Pemerintah Harus Lebih Tegas Soal Miras

MATARAM - Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj menilai maraknya peredaran minuman keras (miras) lantaran tidak ada tindakan tegas dari pemerintah dan aparat hukum dalam menghukum pelakunya.

"Kasus-kasus miras oplosan terjadi karena pemerintah tidak memberikan tindakan hukum yang tegas terhadap para pelaku. Padahal sudah banyak korban yang berjatuhan karena mengonsumsi minuman beralkohol tersebut," tegas Said Aqil Siradj di Mataram, Sabtu.

Menurut dia, banyak peraturan daerah dan hukum yang mengatur miras, namun tak satu pun yang dapat mencegah dan memberikan efek jera terhadap pelaku, meskipun sudah meminta banyak korban jiwa.
Barat Mulai Ganti Istilah ISIL/ISIS dengan Daesh

Barat Mulai Ganti Istilah ISIL/ISIS dengan Daesh

Pers dan pemerintah sejumlah negara Barat mulai menanggalkan kata "negara" dalam menyebut kelompok ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS atau ISIL) yang kemudian menyebut diri "Negara Islam" (IS), dan menggantinya dengan kata Daesh dari Bahasa Arab.

Menurut jaringan televisi CBS News Network di Kanada, Amerika Serikat mulai meninggalkan kata ISIL atau ISIS atau IS, dan menggantinya dengan kata akronim dari Bahasa Arab, Daesh, karena dinilai untuk lebih merendahkan kelompok militan itu.

Saat berbicara di Brussels, Belgia, beberapa hari lalu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mulai memakai istilah ini.
IPPNU Probolinggo Fokus Bentuk Komisariat

IPPNU Probolinggo Fokus Bentuk Komisariat

PROBOLINGGO - Dalam rangka untuk menyiapkan kader sebanyak-banyaknya sebagai restrukturisasi kepengurusan, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo saat ini tengah fokus membentuk Pimpinan Komisariat (PK) IPPNU di seluruh lembaga pendidikan.

Untuk membentuk kepengurusan ini, IPPNU Kabupaten Probolinggo menggandeng Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Probolinggo. Selain itu juga intens menjalin komunikasi dengan organisasi sekolah seperti OSIS dan lain sebagainya.

”Alhamdulillah, rencana pembentukan ini mendapatkan respon yang positif dari lembaga madrasah maupun sekolah umum. Bahkan pihak lembaga termasuk OSIS menyatakan siap berkoordinasi dengan harapan kegiatannya lebih aktif,” ungkap Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati, Sabtu (6/12).
PC GP Ansor Way Kanan Gelar Pelatihan Daya Guna Limbah Botol

PC GP Ansor Way Kanan Gelar Pelatihan Daya Guna Limbah Botol

WAYKANAN - Ketua GP Ansor Way Kanan meminta kader Ansor untuk mencintai lingkungan. Ia menilai pemeliharaan lingkungan hidup memberikan maslahat bagi individu serta kualitas lingkungan hidup mendatang. Secara konkret Gatot mengajak kadernya untuk memanfaatkan limbah rumah tangga di daerah masing-masing.

"Banyak sampah anorganik seperti botol minuman berenergi hingga sirup tidak bisa dimanfaatkan. Dijual juga tidak laku. Makanya banyak pemulung tidak mengambilnya," kata Gatot Arifianto yang bergelar adat Lampung Ratu Ulangan itu di Blambangan Umpu, Sabtu (6/12).

Gatot menambahkan, jajaran GP Ansor Way Kanan telah berdiskusi perihal pemeliharaan lingkungan. Ia menginstruksikan kader Ansor untuk bisa memanfaatkan limbah tersebut.

Kategori

Kategori