Gus Sholah: Soal Hukum Cambuk Santri, Itu Tidak Manusiawi!


JOMBANG - Sebuah video beredar di masyarakat Jombang Jawa Timur. Terlihat, tiga orang pria terikat di atas pohon dan dicambuk. Diduga, terjadi di salah satu pondok pesantren di Jombang.

Pengasuh PP (Pondok Pesantren) Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, menegaskan hukum cambuk untuk santri di pesantren sangat tidak manusiawi.

Bagi adik kandung KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini, masih cara menghukum tapi lebih mendidik, daripada menerapkan hukum cambuk.

Pernyataan Gus Solah itu sebagai reaksi atas beredarnya sebuh video yang berisi pencambukan tiga orang santri. Apalagi, lokasi hukum cambuk itu kuat dugaan berada di salah satu pesantren di Jombang.

"Saya kaget dan prihatin dengan adanya video tersebut," ujar adik kandung almarhum Gus Dur ini ketika dihubungi lewat ponselnya, Minggu (7/12/2014).

Gus Solah mengatakan, dirinya belum pernah melihat video yang dimaksud. Dia justru mengetahui fenomena itu ketika dihubungi wartawan.

"Sekali lagi, hukuman cambuk sangat tidak manusiawi," ujarnya menegaskan.

Mantan Wakil Ketua Komnas HAM ini menambahkan, di PP Tebuireng tidak pernah ada kebijakan yang menghukum santri dengan cara-cara kekerasan.

Semuanya dilakukan dengan metode yang bersifat mendidik. Jika memang pihak pesantren tidak sanggup atau santri sudah kelewat batas melakukan pelanggaran, maka solusinya dikeluarkan dari pesantren.

"Kalau di Tebuireng tidak ada menghukum santri dengan cara kekerasan seperti hukum cambuk. Kalau memang ada santri melakukan pelanggaran ya kita peringatkan. Nah, kalau sudah keterlaluan, cukup kita keluarkan dari pesantren. Yakni, yang bersangkutan kita kembalikan kepada orang tuanya," ujarnya.

Seperti diberitakan, sebuah video berdurasi 5 menit 21 detik berisi kekerasan terhadap santri beredar di Jombang, Sabtu (6/12/2014). Dalam video tersebut, tampak sejumlah orang yang diduga pengurus pondok pesantren mengikat tiga orang santri di sebuah pohon dengan kondisi mata ditutup.

Salah seorang dengan berbicara di depan umum langsung memerintahkan agar mereka mencambuki tiga santri dengan menggunakan dua bilah bambu. Masing-masing santri yang terikat di pohon itu dicambuk sebanyak 35 kali.

Sumber: Inilah.com


EmoticonEmoticon