Tentang Melepas Tali Kafan

Tentang Melepas Tali Kafan

Betul kalau orang wafat melepaskan segalanya. Memang bukan ia sendiri yang menanggalkannya. Tetapi pihak keluarga perlu mencopot segala yang melekat pada tubuh jenazah mulai dari pakaian luar-dalam, sepatu, dasi, juga ikatan gesper, bermerk atau tidak, belanja di pasar swalayan atau loakan. Pokoknya dicopot. Pertama, memudahkannya untuk mandi jenazah.

Kedua, moga-moga saja calon ahli kubur ini dilonggarkan dari segala kesulitan. Selain pakaian, perlu juga melepas apa saja yang menggantung, tersemat, atau melingkar seperti kalung, cincin, gelang, atau anting termasuk tali ikat kain kafan.

Bolehlah kita amati keterangan Syekh Romli dalam Nihayatul Muhtaj.

فإذا وضع الميت في قبره نزع الشداد عنه تفاؤلا تحل الشدائد عنه، ولأنه يكره أن يكون معه في القبر شيء معقود وسواء في جميع ذلك الصغير والكبير

Bila mayit sudah diletakkan di kubur, maka dilepaslah segenap ikatan dari tubuhnya berharap nasib baik yang membebaskannya dari kesulitan di alam Barzakh. Karenanya, makruh hukumnya bila mana ada sesuatu yang mengikat bagian tubuh jenazah baik jenazah anak-anak maupun jenazah dewasa.

Terus buat apa melepas ikat tali kafan jenazah anak kecil. Dia kan belum punya dosa? Syekh Ali Syibromalisi dalam Hasyiyah atas Nihayah menyebutkan, mencopot segala ikatan dari tubuh memang tidak mesti bertujuan melonggarkannya dari siksaan dosanya. Tetapi juga untuk perlu untuk menambah kesejahteraannya di kubur.

لايقال: العلة منتفية في حق الصغير لأنا نقول التفاؤل بزيادة الراحة له بعد فنزل ما انتفى عنه من عدم الراحة منزلة رفع الشدة

Kendati demikian, kita tidak bisa mengatakan bahwa illat melepas tali pengikat jenazah sudah tidak berlaku pada jenazah anak kecil mengingat ia belum punya dosa yang menyusahkannya di alam kubur. Pasalnya, kita bisa berkata bahwa “berharap nasib baik” dimaknai sebagai tambahan kebahagiaan bagi jenazah si kecil, satu tingkat di atas pembebasan dari kesulitan kubur. Karena, illat tiada kebahagiaan yang hilang dari jenazah itu, menempati pembebasannya dari kesulitan.

Artinya, ini juga berlaku untuk orang-orang suci tanpa dosa untuk menambah hiburan-hiburan yang membahagiakan dan meramaikan kuburnya yang sepi.
Habib Luthfi bin Yahya: Indonesia Sulit Dipecah Jika Ulama, Umara
TNI/Polri Bersatu

Habib Luthfi bin Yahya: Indonesia Sulit Dipecah Jika Ulama, Umara TNI/Polri Bersatu

Jami'yyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (Jatman) harus dapat mengambil peran penting dalam ikut mempertahakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para mursyid dengan sekuat tenaga dan pikiran mesti mengupayakan komitmen ini karena tarekat merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang menjadikan NKRI sebagai bentuk negara yang final.

Hal tersebut disampaikan Rais Am Idarah Aliyah Jatman Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di hadapan ribuan hadirin dalam acara “Silaturahim Ulama Thariqah Se-Indonesia bersama TNI dan Polri” di Dupan Square Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (24/1). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Kanzus Sholawat Kota Pekalongan.
Muktamar NU 33 Di Jombang Mulai Disosialisasikan

Muktamar NU 33 Di Jombang Mulai Disosialisasikan

Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama yang rencananya digelar 1-5 Agustus mendatang mulai disosialisasikan kepada warga Nahdliyin di kota santri, Jombang. Kepastian perhelatan akbar ini disampaikan langsung Ketua Pengurus Besar NU (PBNU) Syaifullah Yusuf bersama Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah.

"Alhamdulillah Jawa Timur khususnya Jombang akan menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-33 bulan agustus mendatang. Saya berharap masyarakat bisa menjadi tuan rumah yang baik, menerima tamu-tamu dari seluruh Indonesia bahkan kalangan internasional," ujar Syaifullah Yusuf saat menghadiri tasyakuran Peringatan Maulid Nabi dan Bazar Makanan Gratis oleh Pemkab Jombang, Ahad (25/1), di sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim, Jombang.
HIPSI Akan Gelar Workshop Wirausaha Di 9 Kabupaten

HIPSI Akan Gelar Workshop Wirausaha Di 9 Kabupaten

Himpunan Pengusaha Santri (Hipsi) Jawa Tengah akan menggelar berkunjung ke daerah-daerah untuk menggelar pelatihan kewirausahaan sekaligus “Temu Pengusaha Muda NU” di 9 Kabupaten se-Jawa Tengah mulai 31 Januari-16 Februari 2015.

Kegiatan hasil kerja sama dengan bank Mandiri ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut hari lahir ketiga yang jatuh pada 3 Februari nanti. Selain santri dan alumni pesantren, panitia juga mengundang para pengusaha muda.
KH Mutawakkil Alallah: Pilihan Muktamar di Jombang Sangat Tepat

KH Mutawakkil Alallah: Pilihan Muktamar di Jombang Sangat Tepat

Keputusan Rapat Harian PBNU yang menetapkan Jombang sebagai tuan rumah Muktamar ke-33 NU pada Agustus 2015 mendatang merupakan pilihan yang sangat tepat. Diharapkan, para peserta mampu mengambil spirit perjuangan para pendiri jam'iyah yang diantaranya berasal dari kota santri ini.

Pandangan ini disampaikan Ketua PWNU Jawa Timur, KH Mutawakkil Alallah saat memberikan arahan peserta Musyawarah Kerja (Musker) III PCNU Jombang di Pondok Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko Tembelang, Ahad (25/1) kemarin.

Kiai Mutawakkil menandaskan bahwa para muktamirin setidaknya dapat melakukan ziarah ke makam para muassis atau pendiri NU yang tersebar di beberapa pesantren di Jombang.
PWNU Jawa Tengah Akan Gelar Lailatul Ijtima' Bersama Rektor Unnes

PWNU Jawa Tengah Akan Gelar Lailatul Ijtima' Bersama Rektor Unnes

SEMARANG - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Tengah bersama Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Fathur Rokhman M.Hum akan membahas peluang dan tantangan Kurikulum 2013 di Madrasah dalam kegiatan Lailatul Ijtima' yang akan digelar oleh PW NU Jawa Tengah, Rabu (4/2) mendatang.

Kegiatan bertajuk ‘Kurikulum 2013 dan Madrasah di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Peluang dan Tantangan?’ akan berlangsung di halaman Kantor PW NU Jateng, Jl. Dr. Cipto, No. 180, Kota Semarang. 
KyaiPedia: KH Abdul Halim Leuwimunding

KyaiPedia: KH Abdul Halim Leuwimunding

Seorang alim dari Jawa Barat yang menjadi salah satu pendiri NU awal. Namanya terabadikan dalam dokumen kepengurusan NU. Setelah jam'iyyah ini didirikan pada 26 Januari 1926, menjabat sebagai Katib Tsani (Katib Awwal dijabat KHWahab Hasbullah). Selain dirinya, semua pengurus NU awal itu adalah tokoh-tokoh Jawa Tengah dan Jawa Timur (termasuk Madura).
Ia juga dipandang sebagai satu-satunya pendiri NU yang saat itu belum memiliki pesantren. Nama Abdul Halim selalu dikaitkan dengan Leuwimunding, untuk membedakan nama Abdul Halim lain yang juga berasal dari daerah yang sama. Abdul Halim yang lain ini adalah pendiri Persyarikatan Ulama yang berpusat di Majalengka.

Abdul Halim Leuwimunding sering dikelirukan dengan Abdul Halim yang menjadi pendiri Persyarikatan Ulama itu. Padahal, keduanya berbeda, meskipun sama-sama pernah ke Makkah dan bahkan hingga saat ini dimajalengka Nama Abdul Halim yang jadi nama jalan dikota hanya tokoh PUI saja.
KH Masdar F. Mas'udi: Indonesia Jadi Blok Baru Peradaban Islam Dunia

KH Masdar F. Mas'udi: Indonesia Jadi Blok Baru Peradaban Islam Dunia

JAKARTA - Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas‘udi mengingatkan Muktamar NU 2015 sebagai momen penting bagi NU untuk mengevaluasi gerakan NU selama ini. Ia mengajak para pengurus dan aktivis NU agar melihat Nahdlatul Ulama dan Indonesia dalam lanskap global, konteks nasional, dan sektoral. Untuk itu, NU mesti membawa Indonesia ke depan sebagai wajah baru Islam dunia.

“NU harus menjadi kekuatan progresif Islam, bukan sekadar mempertahankan tradisi. Semangat ini hadir sebagai tanggapan atas gagalnya dunia Arab membawa citra peradaban Islam,” kata Kiai Masdar memimpin rapat persiapan Muktamar NU 2015 di Jakarta, Rabu (21/1) sore.
Siaran Pers PCINU Wilayah Eropa & Mediterania Soal Charlie Hebdo

Siaran Pers PCINU Wilayah Eropa & Mediterania Soal Charlie Hebdo

DEN HAAG - Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) di Belanda, Jerman, Belgia, Mesir, Prancis, Lebanon, Maroko, Saudi Arabia, Sudan, Siria, Turki, United Kingdom, Yaman mengadakan pertemuan di Den Haag, Belanda.

Pertemuan pada 18 Januari 2015 tersebut Kami mendesak pemerintah di negara-negara Eropa untuk melindungi semua orang secara setara di depan hukum. Berikut pernyataan sikap mereka.
PBNU Jaring Topik Bahsul Matsail Untuk Muktamar 33

PBNU Jaring Topik Bahsul Matsail Untuk Muktamar 33

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima masukan-masukan dari PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia soal isu yang akan dibahas dalam Sidang Komisi Bahtsul Masail pada Muktamar NU 2015 mendatang. Sekretariat PBNU pada Jumat (23/1) mendatang, akan mengedarkan surat untuk PWNU dan PCNU agar mereka mengajukan usulan-usulan isu bahtsul masail kepada panitia Muktamar NU.

“Jumat lusa, naskah surat mesti sudah dilayangkan. Sehingga sahabat-sahabat di daerah membahasnya terlebih dahulu di kalangan mereka. Pertengahan Februari kita sudah bisa menentukan isu yang akan dibahas,” kata Ketua PBNU H Slamet Effendi Yusuf saat memimpin rapat persiapan Muktamar NU 2015 di Jakarta, Rabu (21/1) sore.
Diusulkan Ada Visi Tertulis Calon Ketua Umum PBNU

Diusulkan Ada Visi Tertulis Calon Ketua Umum PBNU

JAKARTA - Wakil Sekjen PBNU Hanif Saha Ghofur mengusulkan calon ketua umum PBNU masa khidmat 2015-2020 untuk menyerahkan rancangan program kerja kepemimpinannya secara tertulis. Ia meminta, ketentuan ini ditetapkan sebagai salah satu syarat bagi kader NU mana saja yang beritikad baik mencalonkan diri atau dicalonkan menjadi kandidat Ketum PBNU.

Hal itu disampaikan Hanif Saha Ghofur dalam rapat persiapan panitia Muktamar NU 2015 di Jakarta, Rabu (21/1) sore.
Rapat Pra Muktamar NU Digelar

Rapat Pra Muktamar NU Digelar

JAKARTA - Panitia Muktamar ke-33 NU menggelar rapat perdana di ruang rapat lantai 5 gedung PBNU, Rabu (21/1) sore kemarin. Rapat yang dipimpin Ketua Steering Commite (SC) Slamet Effendi Yusuf dan Ketua Organizing Commite (OC) Imam Aziz ini dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekjen Marsudi Syuhud.

Mengawali rapat, Slamet Effendi mengatakan, rapat panitia akan dibagi dalam dua kelompok besar yakni komisi-komisi dan seksi-seksi.

“Muktamar nanti ada enam komisi 1) bahtsul masail ad-diniyah al-waqi’iyah; 2) bahtsul masail ad-diniyah al-maudlu’iyah; 3) bahtsul masail ad-diniyah al-qanuniyah; 4) organisasi; 5) program; 6) rekomendasi,” katanya.
Muktamar NU 2015 Akan Dilaksanakan Di 4 Ponpes di Jombang

Muktamar NU 2015 Akan Dilaksanakan Di 4 Ponpes di Jombang

Muktamar NU di Jombang Jawa Timur pada 1-5 Agustus 2015 mendatang akan dilaksanakan di empat pesantren besar di sana. Demikian disampaikan Ketua Panitia Muktamar NU 2015, H Imam Aziz.

“Muktamar rencananya akan dilaksanakan di empat pesantren yakni pesantren Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, dan Darul Ulum. Teknisnya baru akan dibicarakan,” kata Imam Aziz kepada NU Online di kantor PBNU Jakarta, Rabu (7/1) kemarin.

Menurutnya, saat ini PBNU sedang menyusun kepanitiaan muktamar. Selain menyiapkan muktamar, panitia akan menyiapkan beberapa kegiatan pramuktamar yang akan dilaksanakan di NTB dan Medan dan Sulawesi Selatan.
PCNU Bogor: Kelompok Radikal Anti-NKRI Menjamur Di Bogor

PCNU Bogor: Kelompok Radikal Anti-NKRI Menjamur Di Bogor

BOGOR - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Bogor meminta Pemerintah Kabupaten Bogor berikut instansi pemerintah terkait untuk lebih serius memerhatikan bahaya kelompok-kelompok anti-NKRI. PCNU Bogor menilai Pemkab setempat belum melakukan sesuatu untuk membendung mekarnya kelompok-kelompok radikal.

Demikian disampaikan Ketua PCNU kabupaten Bogor Romdon dalam pelantikan kepengurusan PCNU kabupaten Bogor, Selasa (6/1).
Pergamanas 2015 Resmi Dibuka Wakil Presiden

Pergamanas 2015 Resmi Dibuka Wakil Presiden

CIREBON - Sebanyak 4000 peserta Perkemahan Regu Penggalang Ma’arif NU Nasional (Pergamanas) 2015 ini, akan ditempa dengan pendidikan akhlak dan tanggung jawab secara lebih mendalam. Mereka selama sepekan ke depan, diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dalam kedisiplinan dan integritas penuh.

Demikian disampaikan Ketua Umum LP Ma’arif NU H Z Arifin Junaidi di hadapan para penggiat media saat jumpa pers di Media Center Pergamanas 2015, di pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Rabu (7/1).

“Pergamanas diharap bisa melahirkan generasi-generasi muda atau tunas-tunas bangsa yang tangguh dan bertanggung-jawab,” katanya.
KH Hasyim Muzadi: Tiga Tujuan Bismillah

KH Hasyim Muzadi: Tiga Tujuan Bismillah

MALANG - Kalimat bismillah memiliki tiga tujuan. Pertama, melakukan sesuatu berdasarkan perintah Allah (awamirillahi). Kedua, selama prosesnya niat mencari pertolongan Allah (thaliban lima’unatihi) dan ketiga, untuk hasilnya memohon berkah Allah (barakatan linatijatihi).

Demikian ditegaskan oleh KH. Hasyim Muzadi dalam pengajian awal bulan, Ahad, (4/01) di Masjid Al-Ghazali, Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, Jawa Timur.
1.5 Juta Peziarah Makam Tebu Ireng Per Tahun

1.5 Juta Peziarah Makam Tebu Ireng Per Tahun

JOMBANG - Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah mengatakan, sebanyak 1,5 juta peziarah atau wisatawan datang ke Makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) setiap tahunnya.

"Ada sekitar 3 ribu hingga 5 setiap harinya masyarakat yang melakukan ziarah. Jumlah itu akan semakin banyak ketika musim liburan. Jika dihitung sekitar 1,5 juta peziarah datang setiap tahunnya," ujar Gus Sholah di hadapan Gubernur Soekarwo, Bupati Jombang Nyono Suharli dan Tiga Menteri yang nampak ikut hadir dalam peringatan Haul meninggalnya Gus Dur, Senin (5/1) malam.
Kisah Gubug Bersejarah di Ponpes Nahdlatut Thalibin Probolinggo

Kisah Gubug Bersejarah di Ponpes Nahdlatut Thalibin Probolinggo

PROBOLINGGO - Pengasuh Pesantren Nahdlatut Tholibin KH Abdul Hadi mengisahkan sebuah gubug dari daun tebu dan anyaman bambu berusia 20 tahun di pesantrennya. Meski kini di sebelahnya berdiri kokoh bangunan kamar-kamar santri, gubug itu tetap dibiarkan ada.

Kisah gubug di pesantren terletak di Desa Sumendi Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur itu berkaitan dengan kiai yang tidak mau menerima santri, KH Abdul Hadi sendiri.

Karena menolak santri, orang yang diseganinya yaitu KH M Toha, Pengasuh Pesantren Nahdlatut Tholibin Desa Blado Kulon Kecamatan Banyuanyar memarahinya.  Itu terjadi pada tahun 1994.
NU Jadikan Indonesia Kiblat Islam Yang Damai

NU Jadikan Indonesia Kiblat Islam Yang Damai

JOMBANG - Perjalanan bangsa Indonesia sebelum dan setelah kemerdekaan, bahkan hingga kini tidak pernah lepas dari kiprah Nahdlatul Ulama (NU). Dengan pandangan Islam yang khas, tidak sedikit yang ingin belajar kepada Indonesia tentang Islam. Karenanya, tidak salah kalau saat ini Islam Indonesia yang sangat damai menjadi kiblat dunia, bukan lagi negara muslim di Timur Tengah.

Demikian ditegaskan oleh H. Abdul Halim Iskandar, Ketua DPRD Jawa Timur, Senin, (5/1) dalam kegiatan pendalaman Aswaja NU untuk para guru di Masjid Ar-Ribat Jogoroto, Jombang yang merupakan rangkaian kegiatan Haul Ke-5 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang diselenggarakan PC LP Ma'arif NU Jombang.  

Kategori

Kategori