KH Zuhri Yaqub Jakarta Siap Maju jadi Caketum PBNU

KH Zuhri Yaqub Jakarta Siap Maju jadi Caketum PBNU

JAKARTA - Jadwal perhelatan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih lebih dari lima bulan lagi. Namun sejumlah nama sudah menyatakan siap maju dalam bursa pencalonan ketua umum pada forum tertinggi di NU tersebut.

Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Zuhri Yaqub mengaku memiliki harapan untuk kemajuan Nahdlatul Ulama, baik di sektor ekonomi maupun penguatan kaderisasi umat. Ketika ditanya kesiapannya maju atau tidak pada Muktamar NU pada Agustus mendatang, sembari tersenyum ia menjawab, "Iya, saya mau maju, akan tetapi saya lebih mementingkan pengabdian saya kepada NU dan umat."

Menurut kiai kelahiran Tanah Betawi ini, yang terpenting saat ini adalah mengabdi kepada NU sebagaimana yang telah diperjuangkan para pendiri dan pejuang NU, juga memikirkan bagaimana agar warga NU bias lebih sejahtera.
Gus Thoriq: Penginapan dan Lokasi Sidang Muktamar 33 NU Telah Siap

Gus Thoriq: Penginapan dan Lokasi Sidang Muktamar 33 NU Telah Siap

Para peserta Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama tidak perlu khawatir terhadap keberadaan lokasi penginapan. Empat pesantren di Jombang yang dijadikan sebagai lokasi sidang komisi juga sekaligus menyiapkan penginapan yang layak.

Hal ini disampaikan Sekretaris Panitia Daerah (Panda) Muktamar, H Thoriqul Haq saat dihubungi NU Online, Rabu (18/2) petang. Gus Thoriq, sapaan akrabnya menandaskan seluruh peserta resmi utusan dari PWNU, PCNU se-Indonesia hingga PCINU sejumlah negara akan mendapatkan fasilitas dan perlakukan yang sama selama kegiatan Muktamar berlangsung.
Warga Tionghoa Jombang Ziarahi Makam Gus Dur, Imlek Kemarin

Warga Tionghoa Jombang Ziarahi Makam Gus Dur, Imlek Kemarin

JOMBANG - Puluhan warga Tionghoa Jombang mendatangi makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid di pesantren Tebuireng, Jombang, seperti dilansir oleh NU Online. Tepat di perayaan tahun baru Imlek 2566, mereka mendoakan Gus Dur atas perjuanganya membela hak-hak WNI berdarah Tionghoa.

Selain menaburkan bunga, mereka juga menyalakan lilin di makam Gus Dur. Kuncoro Hadianto dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa menyatakan, perayaan Imlek yang kini bebas dirayakan kaum Tionghoa di Indonesia tidak lepas dari jasa dan peran Gus Dur saat menjadi presiden.
Jejak Gus Dur di Pulau Flores

Jejak Gus Dur di Pulau Flores

Oleh Didik Fitrianto*

Mantan presiden Indonesia yang mendapatkan tempat di hati masyarakat Flores selain Bung Karno adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sikap Gus Dur yang selalu menyerukan perdamaian dan toleransi mempunyai kesamaan dengan nafas orang Flores yang sangat mencintai perdamaian dan menjunjung tinggi toleransi. Bagi masyarakat Flores Gus Dur bukanlah sekadar mantan presiden tetapi juga tokoh yang menjadi panutan dan referensi soal kehidupan beragama yang belum tergantikan sampai saat ini, terutama pembelaan beliau terhadap kaum minoritas dan tertindas

Tidak banyak catatan mengenai perjalanan Gus Dur di Flores, Nusa Tenggara Timur. Tetapi ‘jejak’ Gus Dur tentang konsistensinya akan perdamaian, toleransi, dan pembelaannya terhadap kaum minoritas begitu ‘membekas’ di hati saudara-saudara kita di Pulau Flores. Dalam kunjungan penulis di berbagai pelosok Flores saat mendiskusikan tentang perdamaian dan toleransi antar umat beragama dengan berbagai lapisan masyarakat, nama Gus Dur selalu disebut-sebut. Perbendaraan kata yang selalu muncul saat nama Gus Dur disebut adalah tokoh sederhana, tulus dan pemberani. Ketika penulis bertanya mengapa Gus Dur? Jawab mereka karena Gus Dur adalah tokoh muslim yang selalu membawa kedamaian, sepanjang hidupnya baik melalui perkataan, tindakan, maupun kebijakannya saat menjadi presiden beliau tidak pernah menyakiti kami.
UNU Sunan Giri Bojonegoro Gelar Dialog Pendidikan dengan M. Nuh

UNU Sunan Giri Bojonegoro Gelar Dialog Pendidikan dengan M. Nuh

Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menggelar silaturrahim dan dialog bersama tokoh NU, kepala-kepala madrasah dan praktisi pendidikan di aula Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU, Jalan A Yani Nomor 14 Bojonegoro, Jawa Timur. Mantan Menteri Pendidikan RI Muhammad Nuh serta tokoh-tokoh NU Bojonegoro hadir pada kesempatan itu.

Saat dialog, para peserta bertanya soal permasalahan dunia pendidikan kepadanya, seperti Kurikulum 2013 (K13) hingga perbedaan madrasah dengan sekolah. M. Nuh menjawab pertanyaan tersebut menjelaskan, memang K13 tidak pernah diuji coba karena pendidikan tidak bisa digunakan sebagai uji coba, melainkan harus serius ditangani dan memikirkan jangka panjangnya.
Mesir Serbu Gerilyawan ISIS Pasca Eksekusi Mati 21 Umat Kristen Koptik

Mesir Serbu Gerilyawan ISIS Pasca Eksekusi Mati 21 Umat Kristen Koptik

Mesir resmi melancarkan serangan udara terhadap ISIS (Daulah Islam), di Libya, Senin, setelah milisi ekstrim garis kanan itu menyiarkan video pemenggalan 21 umat Kristen Koptik berkewarganegaraan Mesir. Serangan udara pada pagi hari itu mengenai sejumlah pangkalan dan gudang penyimpanan senjata milik ISIS. Serangan pada Senin itu merupakan gerakan pertama tentara Mesir dengan sasaran ISIS di negara tetangganya tersebut. Sebelumnya, Kairo selalu menolak menggunakan kekuatan di Libya.

Sejumlah saksi menyatakan kepada AFP, menyaksikan tujuh serangan udara di wilayah Derna, benteng kelompok garis keras itu, sejak Muamar Gaddafi digulingkan dari kekuasaan pada 2011.
Muslimat NU Pasuruan Gelar Muludan di Masjid Cheng Hoo

Muslimat NU Pasuruan Gelar Muludan di Masjid Cheng Hoo

Muslimat NU Pandaan dan masyarakat setempat mengadakan muludan di Masjid Muhammad Cheng Hoo, Pasuruan, Senin (16/2). Mereka menghadirkan KH Imam Chambali sebagai penyampai taushiyah pada pengajian akbar di masjid ikon kota Pasuruan. Pengajian ini dihadiri Asisten I Bupati Pasuruan H Soeharto, Forpimda, Kepala Camat Pandaan, Ketua Takmir Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya.

Ketua Pelaksana pengajian akbar Sukarman mengimbau masyakarat Pasuruan untuk selalu mengunakan dan memanfaatkan masjid itu.
Masjid Istiqlal Gelar Pameran Foto "Monumen Islam di India"

Masjid Istiqlal Gelar Pameran Foto "Monumen Islam di India"

Pameran foto “Monumen Islam di India” karya fotografer India Benoy K. Behl dalam rangka Festival of India in Indonesia 2015 resmi dibuka oleh Sekjen Kemenag Nur Syam, Senin di Masjid Istiqlal. Pembukaan itu ditandai dengan pemukulan bedug dan pengguntingan pita bersama dengan Dubes India untuk Indonesia dan Timor Leste Gurjit Singh serta Ketua Badan Pengelola Masjid Istiqlal Mubarok.

Pameran foto diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Festival of India in Indonesia 2015 yang diselenggarakan Kedubes India bertempat di Masjid Istiqlal Jakarta.

Dalam sambutannya, Sekjen Nur Syam menyampaikan tiga hal menyangkut hubungan Indonesia dan India. Pertama, relasi keagamaan. Menurutnya, ada empat teori tentang masuknya Islam di Indonesia yaitu, bahwa Islam disebarkan melalui para pedagang di Gujarat dan Malabar India, dan ini pendapat paling sahih di kalangan ilmuwan. Teori kedua, bahwa Islam hadir ke Indonesia melalui Hadramaut, ini juga salah satu teori yang dalam banyak hal memiliki fakta-fakta historis yang cukup penting. Teori ketiga, Islam disebarkan oleh para ahli Tasawwuf, dan teori keempat Islam hadir di Indonesia langsung dari Arab Saudi.

Kedua, relasi politik. Nur Syam mengatakan, mengutip pernyataan Dubes India Gurits Singh, kemerdekaan Indonesia merupakan bagian tidak terpisahkan dari keberadaan India. "Kita mengenal dan diajarkan siapa itu Mahatma Gandhi dan Jawaharlal Nehru. Keduanya memiliki pengaruh signifikan terhadap kemerdekaan Indonesia," katanya.

Ketiga, relasi kebudayaan. "Kita menyadari bahwa antara Indonesia dan India memiliki kesamaan sebagai negara dengan pluralitas dan multikulturalitas yang luar biasa. Sejumlah agama besar lahir dan tumbuh di India dan kemudian juga berkembang di Indonesia".

India negara dengan mayoritas bergama Hindu namun yang menjadi ikon negara India adalah Taj Mahal. Begitupun Indonesia yang mayoritas Islam namun menjadikan Borobudur sebagai ikon negara.

Disadur dari NU Online
PCNU Magetan Gelar Jalan Sehat Bersama Menpora Minggu Ini

PCNU Magetan Gelar Jalan Sehat Bersama Menpora Minggu Ini

Dalam rangka memperingati Harlah Ke-89 NU, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Magetan berencana mengadakan jalan sehat akhir pekan, Ahad 15 Februari 2015 nanti. Kegiatan yang direncanakan dihadiri lebih dari 10.000 warga NU ini akan dihadiri pula oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

“Tolong sebarkan informasi kegiatan jalan sehat ini kepada para nahdliyin yang berdomisili di Magetan dan sekitarnya agar target kita untuk menghadirkan 10.000 peserta terpenuhi,” kata Yusron Kholid, mewakili Panitia dalam pers rilisnya, Selasa (10/2).
Universitas Islam Makassar Optimis Raih Akreditasi Institusi

Universitas Islam Makassar Optimis Raih Akreditasi Institusi

MAKASSAR - Universitas Islam Makassar (UIM), salah satu perguruan tinggi NU di area kota Makassar menatap optimis tahun 2015. Dalam Rapat Kerja tahun 2015 yang dilaksanakan pada tanggal 11-14 Februari 2015 nanti, UIM akan membahas sejumlah agenda penting terkait persiapan dan program kerja kampus pada tahun 2015.

Acara yang digelar di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM Al Ghazali itu mengambil tema "UIM Menuju Akreditasi Institusi". Rektor UIM Dr. Majdah M. Zain dalam sambutannya menekankan keoptimisannya terkait cita-cita UIM untuk dapat meraih akreditasi institusi yang akan dilaksanakan tanggal 19 Februari 2015 nanti dari BANPT.
Panitia Muktamar NU 33 Mulai Bahas Peliputan Media

Panitia Muktamar NU 33 Mulai Bahas Peliputan Media

Panitia Muktamar Ke-33 NU akan melibatkan jaringan media lokal baik televisi, radio, portal berita online, maupun media cetak untuk meliput segala kegiatan yang ada dalam Muktamar NU. Pihak panitia berusaha maksimal melayani warga perihal pemberitaan Muktamar NU.

“Televisi dan media lain kita ajak. Sehingga warga dari rumah juga bisa mengikuti jalannya Muktamar NU dengan pelbagai kegiatan dan sidang di dalamnya,” kata Ketua Panitia Muktamar Ke-33 NU H Imam Aziz di Jakarta, Selasa (10/2) sore.

Kategori

Kategori