PBNU: Muslim Australia Tak Perlu Bela Terpidana Mati Narkoba


Kejahatan narkoba adalah persoalan bangsa, Australia harus mengerti hal itu. Umat Islam di sana juga tidak perlu membela pengedar narkoba yang telah sah divonis mati menurut sistem hukum Indonesia dengan terus mengharapkan keterbukaan hati pemerintah dan bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua PBNU, KH Slamet Effendi Yusuf saat menerima Independent Senator of South Australia, Nick Xenophon dan Mufti Islam Australia, Syekh Kafrawi Abdurrahman Hamzah di Kantor PBNU, Selasa (10/3) sore.



Kedua tokoh yang mengaku tidak sama sekali mewakili pemerintah Australia tetapi mewakili umat Islam di Australia ini diterima oleh Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud dan Syuriah serta jajaran Ketua PBNU, KH Masdar Farid Mas’udi, H Iqbal Sulam, dan Prof Dr H Kacung Marijan, serta Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra.

“Perlu diketahui, pengedar narkoba asal Australia di Indonesia semakin banyak, ini kejahatan luar biasa, jika hukuman mati tidak dijalankan, martabat bangsa hanya akan diremehkan, umat Islam di sana tak perlu khawatir, jika ada permasalahan, NU pasti akan bantu,” tegas Slamet kepada Kafrawi.

Sementara itu, Kiai Masdar menambahkan, kejahatan narkoba ini merusak dan membunuh banyak orang untuk kepentingan pribadi dan finansial.

“Saya kira pemerintah Indonesia sudah baik dengan menghormati langkah hukum ‘Duo Bali Nine’. Di Singapura, terpidana mati narkoba tak bisa lagi mengajukan langkah hukum apapun setelah vonis dijatuhkan,” ujar Masdar.

Menyambung apa yang disampaikan Kiai Masdar, Marsudi Syuhud juga tak habis pikir, kenapa banyak kasus vonis mati narkoba di Singapura dan negara lain, tetapi negara-negara seperti Australia, bahkan PBB sendiri bungkam. “Sedangkan di Indonesia kalian bersuara keras, bahkan menentang kedaulatan hukum pemerintah Indonesia,” ucapnya.

Kafrawi yang juga Imam Masjid Alice Spring Mosque mengaku, kedatangannya bersama senator Nick berharap agar pemerintah dan bangsa Indonesia terketuk hatinya memberikan pengampunan terhadap dua terpidana mati Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

“Saya menyampaikan pesan dari umat Islam Australia, karena kami yakin bangsa Indonesia akan terketuk hatinya,” harapnya.

Mereka juga mengakui, ungkitan PM Tony Abbott yang dinilai sangat memalukan terkait bantuan Australia kepada korban Tsunami Aceh 2004 silam. “Langkah ini sangat memalukan,” ujar Nick singkat.

Seperti yang telah diinformasikan, sebelum melakukan pertemuan ini, Kafrawi juga telah berupaya menemui tokoh NU lain, KH Hasyim Muzadi dengan tujuan yang sama.

Sumber: NU Online


EmoticonEmoticon