Indonesia Ngobrol, Ngobrol Indonesia

Post Page Advertisement [Top]

Surabaya, NU Online
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menantang aparatur Kemenag  Provinsi Jatim untuk membuktikan  bahwa Kementerian yang bermoto Ikhlas Beramal ini “bukan pasar” sebagaimana yang pernah dikiaskan  Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).  

Hal ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada acara Pembinaan Pejabat di Lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, di Asrama Haji, Kamis (10/12) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menag mengaku, ketika dipanggil Presiden SBY untuk dijadikan Menteri Agama pada akhir Mei 2014, yang terngiang dalam benaknya saat itu adalah sosok Gus Dur yang ingin membubarkan Depag (Red-Kemenag). Terlintas dalam ingatan Menag, perkataan Gus Dur bahwa Kemenag tidak ada bedanya dengan pasar, yang tidak ada hanya agama. 

“Saya amat bersyukur atas pernyataan Gus Dur tersebut. Kewajiban saya adalah membuktikan kepada Bangsa Indonesia bahkan dunia, bahwa pernyataan itu tidak benar,” papar Menag.

Disampaikan Menag, Kemenag dididirikan  agar masyarakat tidak tercerabut jati dirinya. Sebab, Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius di mana nilai-nilai agama ikut serta mengatur kehidupan di tengah keragaman. 

Sehubungan itu, Menag berharap seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag dapat memberikan perubahan yang lebih baik dengan sama-sama mengimplementasikan  lima  nilai budaya kerja. Pertama, integritas. Seluruh ASN Kemenag harus mempunyai kesadaran yang tinggi untuk menjaga integritas dan kejujuran yang merupakan perwujudan bahwa yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan selaras dengan kenyataan.

Kedua, profesionalitas. “Setiap kita harus menambah dan meningkatkan kemampuannya, dan juga dituntut untuk memahami bidang tugas masing-masing. Karena kemajuan zaman semakin canggih, maka kemampuan juga dituntut untuk ditingkatkan,” tutur Menag.

Ketiga, inovasi. ASN Kemenag jangan sampai terjebak dalam rutinitas. ASN Kemenag bertugas melayani masyarakat dengan segala dinamikanya yang kompleks. 

“Maka dari itu kita harus mengimbangi dinamika yang ada,” papar Menag.

Keempat, tanggungjawab. “Kita semua harus kerja on the track. Tanggungjawab tidak hanya kepada rekan kerja. Harapannya, jangan lagi melakukan hal tidak terpuji. Sekarang dan ke depan kita harus lebih bertanggungjawab,” tegasnya.

Kelima, keteladanan. Menurut Menag, ASN Kemenag harus bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Sebab, aparatur yang bekerja di Kemenag dipersepsikan mengerti  agama sehingga sering dijadikan  rool model, contoh dan teladan bagi masyarakat. 

“Mari menjadi teladan yang baik,” ajak Menag.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Mahfudh Shodar menyampaikan  tekadnya untuk menuntaskan reformasi birokrasi di Kemenag Jawa Timur. Caranya dengan menerapkan tatakelola pemerintah yang baik, profesional dan akuntabel sehingga bisa menjadi contoh bagi kementerian lain.

Senada dengan itu, Kabag TU Mustain selaku ketua panitia melaporkan bahwa kegiatan yang bertujuan meneguhkan reformasi birokrasi ini  mengusung tema “Melalui Peningkatan Kompetensi Pejabat, Kita Ciptakan Kompetensi Manajemen SDM ASN yang profesional”. Tampak hadir dalam kegiatan ini Wagub Jatim Saifullah Yusuf. Red: Mukafi Niam

Sumber: NU Online

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]