Indonesia Ngobrol, Ngobrol Indonesia

Post Page Advertisement [Top]

Tangerang,
Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara bersama Yayasan Abdi Negara mengadakan diskusi terbuka terkait gerakan radikal atas nama agama, Kamis (10/12). Diskusi ini setidaknya melibatkan seratus hadirin yang terdiri atas perwakilan pesantren, sekolah dan madrasah, kampus, dan perwakilan organisasi pelajar NU di Tangerang.

Diskusi ini diadakan dalam rangka menangkal radikalisme di kalangan remaja, siswa, dan mahasiswa.

Ketua panitia seminar Hilman menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meredam gerakan atau kegiatan-kegiatan organisasi yang mengusung pfaham anti-Pancasila dan UUD 1945.

Insya Allah, bersama STISNU kita akan redam gerakan-gerakan mereka,” kata Hilman.

Sementara Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU Bahrudin mengatakan, kegiatan ini harus melahirkan virus-virus positif yang tersebar minimal di seantero Tangerang.

“‎Kita harus katakana bahwa paham anti-Pancasila dan UUD 1945 adalah salah dalam pandangan Islam. Sama salahnya sebagaimana mereka menyesatkan kita pelaku demokrasi. Katakan semua itu kepada masyarakat", ujarnya.

Diskusi berlangsung di aula Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari. Tampak hadir pada diskusi ini Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Hoirul Huda. (Qustulani Muhammad/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]