5 Fakta Seputar Hari Raya Galungan Yang Belum Kamu Tahu!



Selamat memperingati Hari Raya Galungan bagi sobat diobrolin.com semua di Bali dan sekitarnya yang merayakan. Mengenai Hari Raya Galungan, masih banyak orang yang belum tahu fakta-fakta menarik dari Hari raya agama Hindu ini. Simak artikelnya di diobrolin.com berikut

1. Hari Memperingati Penciptaan Dunia

Hari Raya Galungan adalah hari yang merupakan peringatan atas terciptanya alam semesta beserta isinya dan kemenangan dharma melawan adharma. Umat Hindu melakukan persembahan kehadapan Sang Hyang Widi dan Dewa/Bhatara dengan segala manifestasinya sebagai tanda puji syukur atas rahmatnya serta untuk keselamatan selanjutnya. Penentuan hari raya Galungan sendiri, mengikuti penentuan dari kalender Bali.  

2. Semarak Penjor Janur dimana-mana

Penjor adalah sebuah tiang bambu tinggi yg dihiasai dengan janur, hasil-hasil bumi dan kain warna kuning-putih. Penjor adalah simbol dari gunung. Umat Hindu di Bali meyakini bahwa tempat yg tinggi seperti gunung adalah rumahnya Tuhan/Hyang Widhi. Sedangkan pada Hari Raya Galungan, penjor yang dipasang di muka tiap-tiap perumahan merupakan persembahan kehadapan Bhatara Mahadewa yang berkedudukan di Gunung Agung.    

3. Berlomba-lomba Bersyukur Memberikan Gebogan ke Pura

Leluhur orang-orang Hindu khususnya di Bali, memaknai Galungan sebagai ajang bersyukur dengan membawa Gebogan atau sesembahan berupa hasil bumi dan utamanya buah-buahan ke Pura terdekat mereka. Setelah membawa gebogan ini ke Pura, gebogan ini pun dibagikan kepada sanak famili untuk menjalin tali silaturahmi. Kalau di tanah Jawa, budaya membuat Gebogan dan membagikan-bagikannya ini mirip dengan sejumlah tradisi Grebeg di kesultanan-kesultanan Jawa.  

4. Berbeda dari Galungan di Hindu India

Perayaan galungan di Bali cukup berbeda dengan perayaan galungan di pusat agama Hindu dunia di negara India. Disana, hari galungan disebut dengan hari Deepawali. Meskipun memiliki kesamaan makna nama, perayaan dan jatuhnya perayaan Deepawali dengan Galungan di Bali sangat berbeda. Di India, deepawali diperingati tiap bulan Oktober atau November dengan pesta lilin atau obor. Sangat berbeda dengan galungan di Bali.

5. Di ikuti Hari Umanis Galungan yang Mirip Lebaran

Bisa dianggap, Hari Galungan ini sangat mirip dengan konsep Lebaran umat Muslim di Indonesia. Di hari pertama, mereka beribadah ke Pura. Dan di hari keduanya, atau yang disebut dengan Hari Umanis Galungan, umat hindu akan berkunjung ke rumah sanak saudara untuk beramah-tamah dan bahkan jalan-jalan ria ke sejumlah obyek wisata. Satu lagi yang menarik dari Umanis Galungan, yaitu dipercayainya Arah Utara sebagai arah yang diperbolehkan bagi umat yang akan bepergian. Kebanyakan akan menuju arah utara, ke obyek wisata seperti Bedugul, Kintamani, dan Singaraja. Meskipun bukan pantangan yang paten dari Agama, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Prof IGN Sudiana pun sempat bepergian ke arah utara hanya tradisi masyarakat di Denpasar dan Badung, di mana sebagian percaya bahwa bepergian ke arah selatan akan menimbulkan dampak yang buruk.


EmoticonEmoticon