5 Fakta Kartu GPN (Gerbang Pembayaran Nasional)


Pembicaraan mengenai wajibnya penggunaan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) seminggu terakhir begitu ramai. Apa sih sebenarnya pengertian dari GPN itu?

GPN adalah suatu sistem yang mengintegrasikan transaksi antar bank. GPN memudahkan masyarakat jika ingin melakukan transaksi pembayaran non tunai menggunakan kartu debit di toko atau merchant. Secara sederhana dia akan menggantikan apa yang selama ini kita nikmati dari Gerbang milik VISA atau MasterCard.


Berikut sejumlah fakta menarik dari GPN yang dapat kami rangkum:


1. Sudah disiapkan lebih dari 20 tahun.


Bank Indonesia (BI) gencar sosialisasi program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Sosialisasi itu antara lain manfaat, penggunaan, hingga tujuan GPN. Indonesia baru memiliki GPN setelah 20 tahun dikaji. GPN resmi diluncurkan sejak Mei 2018 lalu.

Gerbang Pembayaran Nasional ini sudah disiapkan saat era Presiden Soeharto berkuasa, tepatnya dimasa-masa akhirnya. Semua rencana jangka panjang tentang GPN buyar setelah krisis moneter melanda.

2. Diwajibkan Untuk Seluruh Kartu Bank


Setiap bank yang beroperasi di Indonesia wajib mengadopsi sistem GPN dan merilis kartu debit GPN berlogo garuda. Kartu debit GPN bisa digunakan di seluruh mesin electronic data capture (EDC).
Kehadiran GPN bisa memperluas layanan akses layanan sistem pembayaran melalui peningkatan interkoneksi dan interoperabilitas. Selain itu GPN juga bisa mendorong perluasan Gerakan Nasional non Tunai (GNNT) dan pengembangan perdagangan nasional berbasis elektronik.

3. Sudah 1 Juta Kartu Tercetak


BI juga mencatat pada akhir Mei 2018 logo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang tercetak pada kartu debit telah sebanyak 937 ribu. Sedangkan, jumlah yang telah terdistribusikan sebanyak 497 ribu kartu.

4. Target Ambisius, 13 Juta Kartu Tahun 2018


Pungky mengatakan, BI sendiri menargetkan agar masyarakat bisa terdistribusikan kartu berlogo GPN sebanyak 13,3 juta kartu hingga akhir 2018. Saat ini, kata Pungky, Bi terus melakukan sosialisasi untuk membuat masyarakat lebih paham mengenai manfaat GPN.

5. Menghemat Devisa 17 Miliar Rupiah per Hari!


Deputi Direktur Departemen Elektronifikasi dan GPN BI Aloysius Donanto menjelaskan penghematan terjadi dikarenakan proses routing atau proses transaksi dilakukan sepenuhnya di dalam negeri.

Selama ini, Indonesia masih menggunakan principal asing untuk memproses transaksi non tunai, sehingga perbankan harus membayar sewa jasa routing tersebut.

Sebelum ada GPN, menurut dia, biaya transaksi yang harus dibayarkan untuk kartu debit dan ATM menghabiskan Rp 25 miliar setiap harinya. Dengan GPN maka biaya transaksi menjadi Rp 7,25 miliar.

"Memang ada penghematan Rp 17,7 miliar per hari," tekan Aloysius.


EmoticonEmoticon