Banser Kalimantan Selatan Fokus Evakuasi di Dataran Rendah


 Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Selatan Teddy Suryana mengaku akan mengerahkan pasukan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk fokus membantu korban banjir di wilayah dataran rendah. Sebab daerah-daerah yang berada di dataran rendah itu banyak yang terlewatkan atau tidak tersalurkan bantuan karena akses yang sulit terjangkau. Seperti beberapa desa di Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 

“Di Kecamatan Pandawan, juga masih ada beberapa desa yang tidak bisa diakses secara langsung dan memerlukan perahu. Debit air di sana, setengah meter lagi akan menutup atau merendam atap rumah warga,” ungkap Teddy, kepada NU Online melalui sambungan telepon, Senin (18/1) siang.   Ia menjelaskan, jalan-jalan di depan desa yang agak ke kota memang kering. Namun saat masuk ke gang-gang jalan perdesaan, masih terdapat banyak kepala keluarga yang terisolasi karena rumahnya masih terendam. Itulah penyebab mereka tidak terdistribusi logistik. “Kemarin kami, pasukan Ansor-Banser, mencoba ke sana. Kami mencoba untuk mengurai teman-teman agar tidak hanya terkonsentrasi ke daerah dataran tinggi. Jadi kami ke Kecamatan Pandawan kemarin. Warga di sana masih banyak yang terlewatkan atau kurang mendapat perhatian. Karena orang banyak terfokus ke daerah atas. Sementara yang di bawah tidak diperhatikan,” beber Teddy. 

Ansor Kalsel sendiri masih membuka donasi untuk membantu korban banjir bandang di sana. Donasi itu bisa dikirimkan langsung melalui nomor rekening 001.03.01.47968.7 (Bank Kalsel) atas nama PW GP Ansor Kalsel. Jika sudah mengirimkan donasi, bisa langsung menghubungi narahubung ke nomor 0815-1131-1161 (Ahmad Husin) dan 0812-5623-1987 (Gusti Taufik Hidayat). “Donasi itu masih dibuka dan kami akan fokus di tiga desa yang agak parah banjirnya di Kecamatan Pandawan. Di sana masih ada warga yang terjebak dan tidak tersuplai logistik. Jadi kita coba koordinasi dengan relawan-relawan lain yang mungkin hari ini masih memiliki logistik yang bisa didistribusikan supaya jangan terlewatkan lagi,” terang Teddy. 

Ia mengaku, pihaknya sudah menghubungi atau melakukan wawancara dengan tokoh masyarakat setempat dan menyatakan bahwa warga di tiga desa itu sangat mengharapkan bantuan. “Mereka masih sangat membutuhkan makanan, lilin untuk penerang karena listrik padam, obat nyamuk, dan selimut. Warga di sana sebagian sudah dievakuasi, tapi masih ada sebagian lagi yang sudah kembali ke rumah dengan kondisi debit air masih di bawah lutut orang dewasa,” jelas Teddy.

Sumber: NU Online


EmoticonEmoticon