Indonesia Ngobrol, Ngobrol Indonesia

Post Page Advertisement [Top]

 Jika mobil kita terendam banjir, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pemilik untuk menyelamatkan mobilnya. Tentu langkahnya juga berbeda jika ketinggian banjir yang berbeda.

Pertama, jika memang mobil terendam banjir cukup dalam, jangan langsung menyalakan mobil. Itu menjadi pantangan utama yang sama sekali tidak boleh dilanggar. Sistem kelistrikan yang mengalami korsleting berpotensi membuat komponen ECU (Electronic Control Unit) dan kabel bodi (wiring) rusak. Sementara pada mesin, air sisa banjir yang masuk ke ruang mesin efeknya bisa menimbulkan gejala water hammer.

Kedua, bagian yang perlu diperiksa adalah ECU. Kalau ECU sampai kemasukan air maka akibatnya sangat fatal karena terdapat komponen seperti IC. Kalau ECU terkena air, mobil pasti akan mogok. Selanjutnya adalah soket. Jika mobil terendam air, soket bisa menghantar air ke listrik sehingga mengakibatkan korsleting.

Keempat adalah sekring yang berfungsi untuk menangkal listrik yang nyasar dan mencegah korsleting. Kalau sekring kemasukan air, kerusakan bisa bertambah parah.

Kelima, kompresor AC. Disebutkan, kalau kompresor AC kena air saat banjir, maka AC tidak bisa menyala karena magnethic switch mengalami masalah.

Keenam Relay. Komponen ini berfungsi sebagai switch untuk listrik berarus besar seperti dinamo starter atau lampu utama. Jika kemasukan air, mobil bisa mengalami korsleting juga.

Kemudian periksa juga kabel-kabel. Memang, kabel sudah dibungkus agar tidak terkena air. Tapi, kalau kabel ada celah yang terkelupas, maka bisa berakibat fatal jika terendam air. Injektor juga diaktifkan melalui kelistrikan. Nosel injektor juga rawan terkontaminasi air.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]