Pemerintah Saudi Resmi Gelar Haji 1422H/2021, Kuota 60.000?


Informasi positif tentang protap dan penyelenggaraan haji dibeberkan oleh akun twitter Haramain Info, sebuah biro travel kenamaan di Saudi. Benarkah Pemerintah Saudi memberikan kuota 60.000 jemaah haji pada penyelenggaran haji tahun 1422H/2021 kali ini? 


Dari akun @haramaininfo tertanggal 23 Mei 2021 tersebut, terungkap sejumlah butir-butir penting penyelenggaraan haji yang kemungkinan besar sosialisasinya akan merebak sebentar lagi. Berikut adalah apa yang kami bisa terjemahkan beberapa diantaranya:

Informasi haji 14222 oleh Kementerian Kesehatan tanggal 22 Mei 2021:

1. Hanya 60.000 jamaah haji yang akan dijadwalkan melakukan ibadah haji tahun ini termasuk diantaranya jemaah haji lokal Saudi dan dari luar negeri. dengan komposisi: 15.000 dari Saudi, 45.000 dari luar negeri.

2. Jamaah haji yang berhak melaksanakan haji berusia antara 18 s.d 60 tahun,

3. Jamaah haji dalam kondisi sehat walafiat

4. Jamaah haji TIDAK pernah dirawat di rumah sakit atas penyakit apapun dalam kurun waktu 6 bulan terakhir sebelum pemberangkatan haji (melampirkan bukti)

5. Jemaah haji harus sudah mendapatkan dosis vaksin dengan kartu vaksinasi yang diberikah oleh negara setempat baik oleh Kementerian Kesehatan, Ormas, Rumah Sakit (melampirkan bukti)

6. Vaksin yang diberikan HARUS sesuai dengan daftar vaksin yang disetujui oleh otoritas Kementerian Kesehatan Kerajaan Saudi Arabia.

7. Jemaah haji dari luar negeri harus melakukan karantina mandiri selama 3 hari sejah tiba di Saudi Arabia

8. Dosis vaksin yang pertama harus diberikan setelah tanggal 1 Syawal 1422H (13 Mei 2021). 

9. Dosis vaksin yang kedua harus diberikan minimal 14 hari sebelum tiba di Saudi Arabia.

10. Pengetatan Social Distancing dan penggunaan masker berikut kehati-hatian lain akan dilanjutkan untuk melindungi jamaah haji

Sebelum Tiba di Saudi

Sebelum tiba di area pelaksaaan ibadah haji, para jamaah haji harus:

1. harus bisa membawa dan menunjukkan dokumen kesehatan yang dibutuhkan untuk verifikasi kondisi kesehatan

2. jamaah haji harus membawa sertifikat ataupun dokumen terkait vaksin. Khusus untuk beberapa negara, Saudi akan menerbitkan Sertifikat Perjalanan khusus

3. jamaah haji harus melalui pemeriksaan visual sebagai prosedur dan kewaspadaan terkait penyakit covid-19

4. informasi lebih lanjut akan dibagikan lewat media sosial, agen perjalanan dan pesan SMS sebagai media pembelajaran

5. titik-titik transportasi khusus akan ditata ulang mengantisipasi kerumunan dengan kewaspaadan lebih ketat

Setelah Tiba di Saudi

Ketika jamaah haji sudah tiba di pemukiman:

1. jamaah haji akan melalui pemeriksaan suhu tubuh

2. akomodasi dan penginapan jamaah haji akan disesuaikan dengan standar dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Haji dan lembaga Saudi lain.

3. Akan ada tindakan khusus untuk meminimalisasi kerumunan di dalam ruangan dan di dalam hotel

4. Semua jamaah haji dari luar negeri selain menjalani karantina mandiri selama 3 hari, juga wajib melakukan Swab PCR di penginapan masing-masing

5. Jika didapati ada jamaah haji yang mengalami gejala covid-19, mereka akan diperiksa oleh dokter secara langsung untuk memastikan keamanan diri dan keamanan jamaah lain

6. jamaah haji akan berangkat/pergi dalam beberapa kelompok kecil, tidak seperti tahun lalu.

7. semua bagasi dan bawaan jamaah haji harus disucikan dengan desinfektan dan akan ada petugas khusus untuk disenfektan tersebut

8. semua petugas keamanan haji akan mengawal keluar masuk jamaah haji sesuai jadwal yang ditentukan

9. fasilitas protokol kesehatan akan disediakan

Ketika di Arafah

1. Disediakan Bis khusus untuk tiap grup dan nomor kursi yang khusus untuk tiap jamaah haji selama perjalanan.

2. Jamaah haji dilarang berdiri di bus selama perjalanan

3. Jamaah haji yang dalam ikatan keluarga diperbolehkan duduk bersama

4. Jika ada bus yang terindikasi memuat jamaah yang terinfeksi covid-19, bus akan di desinfektan dan prosedur lainnya

5. Jumlah penumpang bus maksimal 50% dari kapasitas total

6. Akan ada jarak tiap kursi jamaah haji

7. Setiap jamaah wajib membawa barang bawaannya sendiri

8. Makanan akan dihadirkan dalam bentuk sudah terbungkus

9. Selalu menerapkan social distancing

10. Jumlah jamaah haji akan dibatasi maksimal 50 orang per 50 meter persegi tenda

Lempar Jumrah

1. Batu yang akan digunakan untuk melempar jumroh akan disediakan dalam kantong plastik dan sudah melalui proses desinfektan

2. Jamaah haji yang berangkat dari dan ke fasilitas lempar jumroh akan dijadwal dengan jumlah maksimal 50 orang jamaah haji per lantai jamarat

 Di Masjidil Haram

1. Semua perijinan haji akan dilaksanakan secara elektronik di Masjidil Haram

2. Selalu melakukan social distancing

3. Akan ada kamera suhu tubuh di beberapa bagian masjid

4. Jika didapati suhu tubuh tinggi, jamaah haji akan dilarang masuk dan akan diperiksa oleh petugas khusus

5. Karpet Masjidil Haram akan dibongkar

6. Stiker terkait social distancing akan dipasang dengan jarak 2 meter tiap titik

7. Dilarang membawa makanan apapun ke dalam masjid

8. Pengumuman dan edukasi akan dilakukan terus menerus diseluruh area masjid

9. Materi edukasi covid-19 akan dibagikan dalam masjid

10. Pembersihan dan desinfektan tempat akan dilakukan tiap jam


Untuk informasi dan sosialisasi lebih lanjut, silakan tunggu informasi resmi dari Kemenag.


EmoticonEmoticon